Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kamera Malam Oppo Find X7: Lebih Jernih dari Flagship 15 Juta

30 Maret 2026 | 02:22

Serangan Houthi ke Israel Memantik Eskalasi Militer AS di Iran

30 Maret 2026 | 01:54

Target Dewa United Motorsport 2026: Ambisi Besar Kuasai Balap

30 Maret 2026 | 01:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kamera Malam Oppo Find X7: Lebih Jernih dari Flagship 15 Juta
  • Serangan Houthi ke Israel Memantik Eskalasi Militer AS di Iran
  • Target Dewa United Motorsport 2026: Ambisi Besar Kuasai Balap
  • Kode Safe Resident Evil Requiem Lengkap: Lokasi dan Hadiah
  • Kulkas Mini Aqua 1 Jutaan: Solusi Hemat Listrik Anak Kos 2026
  • Bahaya stasiun pengisian daya publik yang Mengintai Pengguna HP
  • Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Serbu Jabotabek
  • Game Simulator Wasit VAR Eye of the Match Segera Hadir di Steam
Senin, Maret 30
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Kaspersky ungkap tren Ransomware global untuk 2025
Berita Tekno

Kaspersky ungkap tren Ransomware global untuk 2025

Jundi AmrullahJundi Amrullah17 Mei 2025 | 13:32
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kaspersky ungkap tren Ransomware global untuk 2025
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Laporan terbaru Kaspersky yang dirilis pada Hari Anti-Ransomware 12 Mei 2025 memetakan perkembangan ancaman ransomware secara global dan regional. Laporan ini menggarisbawahi wilayah yang paling terdampak, strategi pelaku baru, dan pentingnya kesiapsiagaan serta solusi teknis bagi organisasi untuk menghadapi serangan siber yang kian canggih.

Kaspersky meluncurkan laporan tahunan yang menyoroti lanskap ancaman ransomware pada 12 Mei 2025. Ancaman ini terus berkembang dan menyasar berbagai wilayah, terutama Timur Tengah, Asia Pasifik, dan Afrika, sebagai target utama serangan.

Meski hanya 0,44% pengguna global yang terdampak, ransomware cenderung menargetkan korban bernilai tinggi. Serangan lebih terfokus dibanding masif, menunjukkan perubahan pendekatan yang lebih strategis oleh pelaku kejahatan siber.

Baca Juga

  • Serangan Houthi ke Israel Memantik Eskalasi Militer AS di Iran
  • Bahaya stasiun pengisian daya publik yang Mengintai Pengguna HP

Advertisement

Di Asia Pasifik, percepatan digitalisasi, regulasi privasi yang masih baru, dan kesiapan siber yang beragam membuat kawasan ini rentan. Infrastruktur penting dan sistem operasional menjadi sasaran empuk bagi para peretas.

Afrika mulai menjadi incaran seiring meningkatnya digitalisasi, terutama di Nigeria dan Afrika Selatan. Sektor keuangan, manufaktur, dan pemerintahan disebut sebagai area paling berisiko di wilayah ini.

Aktivitas ransomware di Amerika Latin juga tinggi, terutama di negara seperti Brasil dan Meksiko. Namun, hambatan ekonomi dan tebusan yang rendah membatasi potensi pelaku dalam mengeksekusi serangan berskala besar.

Baca Juga

  • Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun
  • Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

Advertisement

Di negara-negara CIS, tingkat infeksi lebih rendah, namun kelompok seperti Head Mare dan Twelve tetap aktif menyebarkan varian berbahaya seperti LockBit 3.0, dengan sasaran sektor publik dan industri.

Kaspersky mencatat kemunculan kelompok baru seperti FunkSec yang menggunakan teknologi AI dan model Ransomware-as-a-Service (RaaS). Mereka fokus pada skema serangan skala besar dengan permintaan tebusan rendah, menjadikannya cepat berkembang.

Menghadapi ancaman ini, Kaspersky menyarankan pertahanan berlapis, termasuk sistem cadangan offline, pemantauan aktif, dan pelatihan pengguna. Tools seperti Kaspersky Anti-Ransomware Tool for Business juga direkomendasikan untuk memperkuat perlindungan organisasi.

Baca Juga

  • Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari
  • Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Headline Kaspersky Ransomware Siber Tren
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleQualcomm Resmi Kenalkan Snapdragon 7 Gen 4
Next Article Bye-bye Ribet! Anker Rilis Kabel USB-C Ajaib 2-in-1
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Serangan Houthi ke Israel Memantik Eskalasi Militer AS di Iran

Ana Octarin30 Maret 2026 | 01:54

Bahaya stasiun pengisian daya publik yang Mengintai Pengguna HP

Ana Octarin29 Maret 2026 | 23:54

Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun

Ana Octarin29 Maret 2026 | 21:22

Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

Iphan S29 Maret 2026 | 19:22

Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari

Iphan S29 Maret 2026 | 17:54

Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

Iphan S29 Maret 2026 | 15:53
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Serangan Houthi ke Israel Memantik Eskalasi Militer AS di Iran

Ana Octarin30 Maret 2026 | 01:54

Bahaya stasiun pengisian daya publik yang Mengintai Pengguna HP

Ana Octarin29 Maret 2026 | 23:54

Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun

Ana Octarin29 Maret 2026 | 21:22

Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

Iphan S29 Maret 2026 | 19:22

Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari

Iphan S29 Maret 2026 | 17:54
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.