Technonesia - Google membuat pilihan laptop berbasis sistem operasinya semakin menarik sekaligus membingungkan. Setelah mengonfirmasi pengembangan alternatif ChromeOS berbasis Android pada Mei lalu, Googlebook kini resmi diperkenalkan, sudah bisa dipesan, dan dijadwalkan mulai dijual pada 4 Oktober.
Namun, Googlebook bukan sekadar Chromebook dengan nama baru. Google menghadirkan kategori laptop berbeda yang memiliki sistem operasi, perangkat keras, serta fitur tersendiri. Harganya pun masuk kelas premium, mulai dari $899.
Menariknya, kehadiran Googlebook tidak berarti Chromebook akan dihentikan. Google tetap mempertahankan kedua lini tersebut dengan sasaran pengguna yang berbeda.
Baca Juga :
Chromebook masih menjadi pilihan untuk kebutuhan komputasi sederhana dengan harga terjangkau. Sebaliknya, Googlebook membawa Android, perangkat keras kelas atas, serta integrasi Gemini yang lebih dalam ke dalam pengalaman laptop.
Lantas, apa saja perbedaan Googlebook vs Chromebook? Berikut hal penting yang perlu diketahui sebelum memilih salah satunya.
Googlebook vs Chromebook: Dua Sistem Operasi dengan Cara Kerja Berbeda
Chromebook sejak awal mengusung konsep sederhana: buka browser, gunakan layanan berbasis cloud, lalu selesaikan pekerjaan. Pendekatan ini tetap dipertahankan hingga sekarang.
Baca Juga :
Karena mengutamakan kebutuhan komputasi dasar, Chromebook bisa ditemukan dengan harga di bawah $200. Perangkat ini pun cocok untuk pelajar atau pengguna yang membutuhkan laptop tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Chromebook memang mendukung aplikasi Android. Namun, aplikasi tersebut berjalan di dalam container terpisah. Akibatnya, sebagian aplikasi masih terasa seperti perangkat lunak ponsel yang disesuaikan untuk layar lebih besar.
Googlebook mengambil pendekatan berbeda. Laptop ini menjalankan Googlebook OS, sistem operasi yang menggabungkan bagian dari Android dan ChromeOS ke dalam satu platform.
Baca Juga :
Artinya, aplikasi Android tidak lagi sekadar ditambahkan ke sistem laptop, tetapi menjadi bagian dari pengalaman sistem operasi itu sendiri.
Aplikasi Google Play dirancang untuk bekerja menggunakan keyboard, mouse, trackpad, serta jendela yang ukurannya bisa diubah. Dengan begitu, pengalaman menggunakan aplikasi Android di Googlebook dibuat lebih menyatu dengan kebutuhan laptop.
Perbedaan ini menjadi salah satu pembeda utama Googlebook dan Chromebook. Googlebook membawa Android lebih jauh ke dalam pengalaman komputasi laptop, bukan hanya menyediakan akses ke aplikasi Android.
Baca Juga :
Googlebook Bikin Gemini Lebih Menyatu dengan Aktivitas Laptop
Chromebook Plus sebenarnya sudah memiliki Gemini. Pengguna dapat membuka sidebar, memasukkan prompt, mendapatkan jawaban, lalu kembali ke pekerjaan yang sedang dilakukan.
Fitur tersebut memang berguna. Namun, Gemini masih berada sebagai bagian terpisah dari antarmuka.
Di Googlebook, Google membawa Gemini lebih dalam ke berbagai aktivitas pengguna. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Magic Pointer, hasil pengembangan bersama Google DeepMind.
Baca Juga :
Fitur ini mengubah kursor menjadi cara untuk mengakses kemampuan Gemini secara langsung.
Sebagai contoh, ketika pengguna mengarahkan kursor ke tanggal dalam email, Gemini dapat menawarkan opsi untuk menjadwalkan rapat. Sementara itu, jika pengguna memilih dua gambar, AI bisa membantu menggabungkan atau membandingkan keduanya.
Googlebook juga menghadirkan Create My Widget. Fitur ini memungkinkan pengguna menjelaskan informasi yang ingin ditampilkan dalam sebuah dashboard.
Misalnya, pengguna dapat meminta informasi penerbangan, pemesanan hotel, dan reservasi makan malam untuk sebuah perjalanan. Gemini kemudian dapat menyusun informasi tersebut dengan memanfaatkan Gmail, Calendar, dan web.
Google juga menggunakan Gemini Nano v3 yang berjalan langsung di perangkat untuk tugas seperti pencarian file.
Dengan pendekatan ini, sejumlah pekerjaan, termasuk merangkum dokumen, dapat diproses di laptop tanpa harus mengirimkan file ke cloud terlebih dahulu.
Google sebelumnya telah menerapkan pendekatan AI di perangkat pada ponsel seperti OnePlus 13. Kini, pendekatan serupa dibawa ke laptop melalui Googlebook.
Pengguna Chromebook tetap bisa mengakses Gemini melalui Chrome. Namun, tingkat integrasinya dengan sistem operasi tidak sedalam yang ditawarkan Googlebook.
Harga Googlebook vs Chromebook: Jaraknya Bukan Main!
Perbedaan lain yang cukup mencolok antara Googlebook dan Chromebook terletak pada harga.
Google telah membuka pre-order untuk lima Googlebook pertama. Penjualan dijadwalkan dimulai pada 4 Oktober, dengan harga berkisar antara $899 hingga $1.299.
Setiap produsen menawarkan konfigurasi yang berbeda. Berikut rincian lima model Googlebook yang diperkenalkan.
1. Acer Googlebook 14
Acer Googlebook 14 menjadi model paling terjangkau dalam jajaran Googlebook dengan harga $899.
Laptop ini juga menjadi satu-satunya model 2-in-1 dalam lini tersebut. Spesifikasinya mencakup layar sentuh OLED 14 inci beresolusi 2.8K, prosesor Intel Core Ultra 5 atau Ultra 7, serta daya tahan baterai yang diklaim mencapai 16 jam.
2. ASUS Googlebook 14
ASUS Googlebook 14 dibanderol $1.299, menjadikannya model termahal dalam jajaran awal Googlebook.
Meski demikian, laptop ini menjadi yang paling ringan dengan bobot 1,0 kg. ASUS Googlebook 14 juga menawarkan jumlah port terbanyak di antara lima laptop tersebut.
3. Dell XPS Googlebook
Dell XPS Googlebook menggunakan prosesor Snapdragon X Elite dan memiliki desain yang sebagian besar serupa dengan XPS 13.
Untuk konektivitas fisik, laptop ini menyediakan dua port USB-C.
4. HP Googlebook
HP Googlebook juga ditenagai Snapdragon X Elite.
Keunggulan yang ditawarkan model ini adalah kapasitas penyimpanan hingga 1 TB, tertinggi di antara lima Googlebook yang diperkenalkan.
Selain itu, HP Googlebook mendukung fitur pembukaan kunci melalui pengenalan wajah maupun sidik jari.
5. Lenovo Googlebook
Lenovo Googlebook hadir dengan layar terbesar di jajaran ini, yakni 15,3 inci.
Panel OLED yang digunakan memiliki resolusi 2880 × 1800 dan refresh rate 120Hz. Model Lenovo juga menjadi satu-satunya Googlebook yang tersedia dalam warna putih.
Lenovo menambahkan lampu strip Glowbar pada bagian penutup laptop untuk menampilkan informasi baterai dan pengisian daya.
Selain itu, terdapat tombol Google khusus pada keyboard yang diperkirakan memberikan akses cepat ke Gemini.
Bonus Google AI Pro dan Update 10 Tahun untuk Googlebook
Kelima model Googlebook mendapatkan sejumlah bonus layanan.
Setiap pembelian mencakup langganan Google AI Pro selama 12 bulan, penyimpanan cloud 5 TB, serta akses YouTube Premium, Photoshop, dan CapCut selama tiga bulan.
Google juga menjanjikan pembaruan sistem hingga 10 tahun. Periode dukungan ini setara dengan masa pembaruan yang telah ditawarkan pada Chromebook.
Dengan harga yang jauh lebih tinggi, Googlebook memang ditempatkan di segmen berbeda dari Chromebook.
Chromebook entry-level dibanderol mulai sekitar $179. Sementara itu, model Chromebook Plus seperti ASUS Chromebook Plus CX34 berada di kisaran $400.
Bahkan, konfigurasi Chromebook Plus yang lebih mahal umumnya masih berada di bawah $800.
Googlebook dengan harga awal $899 jelas menyasar kelas premium. Posisinya lebih dekat dengan laptop seperti MacBook Air dibandingkan pasar Chromebook murah dan menengah.
Apakah Chromebook Akan Mati Setelah Googlebook Hadir?
Jawabannya, tidak. Google telah menegaskan bahwa Chromebook dan Chromebook Plus tetap menjadi bagian dari lini produknya.
Keduanya akan terus menerima pembaruan hingga 10 tahun. Selain itu, sekolah dan perusahaan masih dapat mengelola perangkat Chromebook melalui konsol admin yang sama seperti sebelumnya.
Eksekutif Google, Sameer Samat, juga menyampaikan bahwa Googlebook ditujukan bagi orang-orang yang sudah menggunakan Android, bukan secara khusus untuk menarik pengguna MacBook.
Koneksi Googlebook dengan Android turut menghadirkan sejumlah persyaratan. Fitur Cast My Apps dan Quick Access, yang memungkinkan pengguna melakukan streaming aplikasi ponsel serta mengakses file dari ponsel melalui laptop, membutuhkan ponsel Android 17 atau versi lebih baru.
Untuk sementara, pengguna iPhone belum dapat memanfaatkan fitur tersebut.
Google menyatakan dukungan iPhone akan hadir, tetapi belum mengumumkan kapan fitur itu tersedia.
Dengan demikian, pilihan antara Googlebook dan Chromebook tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi atau harga. Ekosistem perangkat yang digunakan juga menjadi pertimbangan penting.
Googlebook atau Chromebook, Mana yang Sesuai Kebutuhan?
Bagi pengguna yang lebih banyak menjelajahi web, membutuhkan laptop terjangkau dan tahan lama, atau membeli perangkat untuk kebutuhan kelas, Chromebook masih relevan.
Sementara itu, Googlebook ditujukan bagi pengguna yang ingin Android memainkan peran lebih besar dalam pengalaman laptop, termasuk integrasi Gemini yang lebih mendalam dan koneksi lebih erat dengan ponsel.
Keduanya melayani segmen berbeda dalam jajaran laptop Google, bukan saling menggantikan.
Pada akhirnya, perbedaan paling jelas ada pada pendekatan dan harga. Googlebook menawarkan pengalaman Android yang lebih terintegrasi dengan fitur Gemini serta perangkat keras premium, dengan harga mulai $899.
Di sisi lain, Chromebook tetap tersedia dengan harga jauh lebih rendah untuk kebutuhan komputasi sehari-hari.
Jadi, Googlebook bukan akhir dari Chromebook. Google justru memperluas pilihan laptopnya, dari perangkat terjangkau untuk kebutuhan dasar hingga laptop premium yang mengandalkan Android dan AI