Technonesia - Casio kembali membuktikan bahwa jam tangan bergaya klasik masih punya ruang di tengah dominasi smartwatch. Kali ini, perusahaan asal Jepang tersebut menghadirkan sebuah model yang mengandalkan kekuatan desain, bukan sekadar tambahan fitur.
Melalui kolaborasi dengan brand kopi dan lifestyle Café Kitsuné, Casio memperkenalkan AQ230ECK-3A. Jam tangan edisi terbatas ini mengambil basis dari seri AQ-230 yang sudah lama dikenal dengan konsep analog-digital hybrid.
Namun, Casio memberikan perubahan yang cukup mencolok pada tampilannya. Warna dial metalik yang biasa ditemukan pada model standar diganti dengan warna hijau matcha yang lembut.
Baca Juga :
Pilihan warna tersebut sekaligus menjadi identitas utama produk. Selain merujuk pada budaya teh Jepang, warna hijau itu juga dibuat agar selaras dengan karakter visual Café Kitsuné.
Menariknya, Casio tidak mengubah formula dasar AQ-230 secara berlebihan. Sebaliknya, perusahaan mempertahankan bentuk, fungsi, dan karakter jam retro tersebut, lalu memberikan sentuhan baru agar terasa lebih modern.
Pendekatan sederhana ini justru menjadi daya tariknya. Di saat banyak perangkat berlomba menawarkan spesifikasi dan teknologi semakin rumit, AQ230ECK-3A hadir sebagai aksesori yang mengutamakan tampilan sekaligus fungsi dasar.
Baca Juga :
Jam tangan tersebut dijadwalkan mulai dijual pada akhir September 2026. Harganya ditetapkan US$120 di Amerika Serikat dan ¥17.600 di Jepang.
Casio Matcha Green Mengandalkan Warna sebagai Senjata Utama
Daya tarik paling mudah terlihat dari Casio Matcha Green tentu saja berasal dari warna dial.
Pada AQ-230 standar, Casio menggunakan tampilan yang lebih konvensional dengan latar bernuansa metalik. Sementara itu, AQ230ECK-3A membawa warna hijau matcha yang lebih kalem.
Baca Juga :
Warna tersebut membuat jam terlihat lebih segar tanpa kehilangan karakter vintage. Bahkan, nuansanya cenderung mudah dipadukan dengan pakaian kasual sehari-hari.
Lebih dari sekadar pilihan warna, hijau matcha juga memiliki hubungan kuat dengan tema kolaborasi. Café Kitsuné membawa identitas lifestyle yang memadukan unsur kopi, fashion, musik, dan budaya Jepang.
Karena itu, perubahan warna pada dial terasa masuk akal. Casio tidak perlu merombak desain AQ-230 untuk membuatnya terlihat berbeda. Cukup dengan memberikan warna yang tepat, karakter jam langsung berubah.
Baca Juga :
Selain itu, logo rubah khas Café Kitsuné ditempatkan pada bagian bawah dial. Detail tersebut membuat model kolaborasi ini mudah dibedakan dari AQ-230 biasa.
Identitas Café Kitsuné juga ditemukan pada bagian belakang casing. Logo brand tersebut diukir pada case back berbahan stainless steel dan bagian clasp yang dapat disesuaikan.
Tidak berhenti di jam tangan, Casio turut menyediakan kemasan khusus berwarna hijau yang dibuat senada dengan konsep keseluruhan produk.
Baca Juga :
Dengan begitu, nuansa edisi terbatas terasa lebih kuat. Konsumen tidak hanya mendapatkan jam dengan warna berbeda, tetapi juga sebuah paket produk yang memiliki identitas visual tersendiri.
Casio AQ230ECK-3A Tetap Membawa DNA Jam Retro
Walaupun mendapatkan sentuhan desain baru, Casio AQ230ECK-3A pada dasarnya masih mempertahankan fondasi dari AQ-230.
Casing jam berukuran 38,8 x 29,8 x 8,1 mm dengan bobot sekitar 47 gram. Ukuran tersebut membuatnya relatif ringkas dan tidak terlalu membebani pergelangan tangan.
Casio juga menggunakan desain unisex sehingga model ini dapat digunakan oleh pria maupun wanita.
Untuk material bodi, jam menggunakan resin yang dilapisi chrome plating. Sementara bagian depan dial dilindungi kaca resin.
Strap-nya menggunakan stainless steel dengan clasp yang dapat disesuaikan. Sistem tersebut dirancang untuk pergelangan dengan ukuran sekitar 150 hingga 205 mm.
Dari sini terlihat bahwa Casio tidak mencoba mengubah AQ230ECK-3A menjadi jam fashion sepenuhnya.
Perusahaan masih mempertahankan karakter praktis yang menjadi salah satu alasan seri Casio Vintage tetap diminati. Bentuknya sederhana, ukurannya cukup ringkas, tetapi tetap memiliki ciri khas yang kuat.
Jam ini juga memiliki ketahanan air dasar. Artinya, pengguna tetap perlu memperlakukannya sebagai jam untuk aktivitas harian dan tidak menganggapnya sebagai perangkat khusus untuk olahraga air.
Jam Retro Casio Ini Punya Dua Jenis Tampilan
Salah satu ciri khas jam retro Casio tersebut adalah konsep hybrid analog-digital.
Bagian utama menggunakan dua jarum analog untuk menunjukkan jam dan menit. Di bawahnya terdapat layar digital kecil yang menampilkan informasi tambahan.
Layar digital tersebut dapat menunjukkan jam, menit, detik, bulan, tanggal, hingga hari.
Konsep ini membuat tampilan AQ230ECK-3A terasa unik. Dari kejauhan, bentuknya masih terlihat seperti jam analog klasik. Namun, layar digital memberikan informasi yang biasanya membutuhkan lebih banyak elemen jika ditampilkan menggunakan jarum.
Dengan kata lain, Casio mencoba menggabungkan dua karakter dalam satu perangkat.
Analog memberikan kesan klasik, sedangkan digital menawarkan informasi yang lebih praktis. Hasilnya pun tidak terasa terlalu modern hingga menghilangkan identitas retro.
Justru, kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa desain AQ-230 masih relevan untuk konsumen yang menyukai jam tangan klasik tetapi tetap membutuhkan informasi tambahan.
Fitur Casio AQ230ECK-3A Cukup untuk Aktivitas Sehari-hari
Jangan berharap menemukan fitur seperti sensor kesehatan atau konektivitas smartphone pada Casio AQ230ECK-3A.
Jam ini memang tidak dibuat untuk bersaing langsung dengan smartwatch. Sebaliknya, Casio memilih memberikan fungsi dasar yang benar-benar dibutuhkan pada sebuah jam tangan.
Salah satunya adalah dual time. Fitur ini memungkinkan pengguna memantau dua zona waktu berbeda secara bersamaan.
Kemudian ada stopwatch yang dapat digunakan untuk mengukur durasi sederhana. Casio juga menyediakan alarm harian dan hourly time signal yang memberikan tanda setiap pergantian jam.
Fitur tersebut mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan smartwatch modern. Namun, kesederhanaan justru menjadi bagian dari konsep AQ230ECK-3A.
Pengguna tidak perlu memasangkan jam dengan smartphone atau membuka aplikasi tertentu hanya untuk melihat informasi dasar.
Cukup melihat pergelangan tangan, waktu dan kalender sudah tersedia.
Karakter seperti ini menjadi semakin menarik bagi pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada perangkat pintar. Jam tetap menjalankan fungsi utamanya tanpa membuat pengguna harus berurusan dengan notifikasi atau pengaturan yang rumit.
Baterai Casio Matcha Green Bisa Bertahan hingga 3 Tahun
Keunggulan lain dari Casio Matcha Green adalah daya tahan baterainya.
AQ230ECK-3A menggunakan satu baterai SR920W. Casio memperkirakan baterai tersebut dapat bertahan sekitar tiga tahun.
Angka tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan smartwatch yang umumnya membutuhkan pengisian ulang secara berkala.
Bagi pengguna yang hanya ingin memakai jam untuk melihat waktu, tanggal, alarm, dan stopwatch, daya tahan seperti ini tentu cukup menarik.
Tidak perlu mencari charger setiap malam. Tidak perlu khawatir baterai habis ketika sedang bepergian selama beberapa hari.
Selain itu, Casio mencatat tingkat akurasi sekitar ±30 detik per bulan.
Angka tersebut memang bukan ditujukan untuk kebutuhan yang membutuhkan ketepatan waktu ekstrem. Namun, untuk pemakaian sehari-hari, spesifikasi tersebut masih sejalan dengan karakter jam analog-digital sederhana.
Mengapa Casio Matcha Green Menarik di Tengah Tren Smartwatch?
Jika diperhatikan lebih jauh, alasan utama orang tertarik pada Casio Matcha Green bukanlah spesifikasinya.
Daya tarik sebenarnya ada pada pengalaman menggunakan jam tangan yang sederhana.
Smartwatch memang menawarkan jauh lebih banyak kemampuan. Mulai dari notifikasi, pelacakan aktivitas, pemantauan kesehatan, hingga integrasi dengan smartphone.
Namun, semakin banyak fitur juga berarti semakin banyak hal yang harus diperhatikan. Perangkat harus diisi daya, terhubung dengan ponsel, dan terkadang membutuhkan pembaruan perangkat lunak.
AQ230ECK-3A mengambil arah yang berlawanan.
Jam ini tidak berusaha menjadi pusat perhatian. Ia cukup menjadi aksesori yang menunjukkan waktu sekaligus memperkuat gaya penggunanya.
Di sinilah warna matcha menjadi penting.
Warna hijau lembut membuat jam tersebut lebih mudah diposisikan sebagai bagian dari outfit. Modelnya tetap retro, tetapi pilihan warna membuatnya tidak terasa kuno.
Terlebih lagi, identitas Café Kitsuné memberikan sentuhan lifestyle yang membuat produk ini memiliki cerita di balik desainnya.
Casio AQ230ECK-3A Bisa Jadi Pilihan Kolektor
Sebagai jam edisi terbatas, Casio AQ230ECK-3A memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor.
Penggemar Casio Vintage bisa mendapatkan model AQ-230 dengan tampilan yang tidak biasa. Sementara itu, penggemar Café Kitsuné mendapatkan produk kolaborasi yang membawa elemen khas brand tersebut ke dalam jam tangan.
Logo rubah pada dial, ukiran Café Kitsuné, serta kemasan khusus menjadi detail yang kemungkinan membuat model ini lebih menarik untuk disimpan sebagai koleksi.
Namun, produk ini juga masih masuk akal bagi pengguna yang tidak terlalu memikirkan aspek koleksi.
Ukuran relatif ringkas, bobot 47 gram, strap stainless steel, serta baterai hingga tiga tahun membuatnya cukup praktis untuk digunakan setiap hari.
Jadi, nilai produk ini tidak hanya berada pada status limited edition.
Kombinasi antara desain retro, warna matcha, fungsi sederhana, dan identitas Café Kitsuné membuatnya memiliki karakter yang cukup kuat.
Harga Casio Matcha Green Mulai US$120
Casio menetapkan harga US$120 untuk AQ230ECK-3A di Amerika Serikat. Sementara itu, pasar Jepang mendapatkan harga ¥17.600.
Jam tersebut dijadwalkan tersedia pada akhir September 2026.
Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi mengenai harga resmi maupun jadwal distribusinya. Karena itu, harga US$120 atau ¥17.600 sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai harga jual di Indonesia.
Harga ketika masuk ke pasar lokal dapat berubah karena faktor pajak, distribusi, nilai tukar, hingga strategi penjualan regional.
Bagi calon pembeli di Indonesia, informasi mengenai harga resmi dan ketersediaan lokal masih perlu menunggu pengumuman lebih lanjut.
Casio Matcha Green Bukan Sekadar Jam Berwarna Hijau
Pada akhirnya, Casio Matcha Green AQ230ECK-3A menarik bukan karena menawarkan teknologi baru.
Kekuatan utamanya justru berada pada bagaimana Casio menghidupkan kembali desain lama melalui pendekatan yang sederhana.
Basis AQ-230 tetap dipertahankan. Fitur dasar juga tidak banyak berubah. Namun, warna hijau matcha, logo Café Kitsuné, detail ukiran, serta kemasan khusus membuat jam ini terasa berbeda dari model reguler.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa produk retro tidak selalu harus diubah secara besar-besaran agar kembali menarik perhatian.
Kadang, perubahan kecil pada warna dan identitas visual sudah cukup.
Terlebih lagi, tren fashion saat ini semakin membuka ruang bagi aksesori dengan karakter vintage. Karena itu, jam seperti AQ230ECK-3A bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin tampil berbeda tanpa harus memakai perangkat pintar.
Bagi kolektor, status edisi terbatas menjadi nilai tambah. Sedangkan bagi pengguna biasa, daya tahan baterai tiga tahun dan fungsi yang sederhana membuatnya tetap praktis.
Dengan harga mulai US$120, Casio AQ230ECK-3A akhirnya menawarkan kombinasi yang cukup menarik: desain retro yang familiar, warna matcha yang segar, sentuhan Café Kitsuné, serta fungsi harian yang tidak merepotkan.
Di tengah pasar jam tangan yang semakin dipenuhi perangkat pintar, pilihan seperti ini justru memperlihatkan bahwa jam sederhana belum kehilangan daya tariknya.
Casio tidak perlu membuat AQ230ECK-3A menjadi smartwatch untuk membuatnya relevan. Cukup mempertahankan karakter klasik dan memberikan sentuhan desain yang tepat, jam retro ini sudah memiliki alasan kuat untuk dilirik.