Advertisement
Sponsor SLOT 01
Scroll Untuk Lanjut Membaca ↓
Technonesia
Ban Mobil Cepat Rusak, Kenali Penyebabnya 5 Kebiasaan Sepele Ini!
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Ban Mobil Cepat Rusak, Kenali Penyebabnya 5 Kebiasaan Sepele Ini!

Ana Octarin
Ana OctarinTim Redaksi TechnoNesia
Rabu, 03 September 2025 - 23:11 WIB
Ban Mobil Cepat Rusak, Kenali Penyebabnya 5 Kebiasaan Sepele Ini!

Kenali 5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Ban Mobil Cepat Rusak

Sumber Foto :Istimewa
Thumb 1Thumb 2
Thumb 3
Thumb 4
Advertisement
Sponsor SLOT 16

Kenali 5 kebiasaan sepele yang bikin ban mobil cepat rusak. Simak tips perawatan ban mobil agar awet, aman, dan hemat biaya.

Ban mobil sering dianggap remeh oleh sebagian pengendara. Padahal, dari komponen inilah kenyamanan, kestabilan, dan keselamatan berkendara sangat bergantung.

Sayangnya, banyak pemilik mobil baru menyadari pentingnya ban saat kondisinya sudah parah—entah karena kempes mendadak atau bahkan pecah di jalan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Ban Mobil Cepat Rusak

Menurut Apriyanto Yuwono, National Sales Manager (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, rata-rata ban bisa menempuh jarak 40.000–50.000 km sebelum aus.

Namun, umur ban tidak hanya ditentukan jarak, tetapi juga kebiasaan pengendara. “Kebiasaan buruk justru membuat ban cepat rusak, meningkatkan risiko kecelakaan, dan membuat konsumsi bahan bakar lebih boros,” jelasnya.

Hankook Tire, produsen ban global, merangkum lima kebiasaan yang tanpa disadari merusak ban lebih cepat.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

1. Mencuci Ban dengan Tekanan Air Terlalu Tinggi

Mencuci Ban dengan Tekanan Air Terlalu Tinggi (foto: moladin)
Sumber : Istimewa

Mencuci mobil dengan air bertekanan tinggi memang praktis. Namun, menyemprot ban terlalu dekat dapat mengikis lapisan pelindung karet. Akibatnya, ban jadi lebih rapuh. Idealnya, gunakan tekanan sedang 80–100 bar dengan jarak 40–50 cm dari permukaan ban.

2. Menggunakan Semir Ban Berlebihan

Ban yang mengilap memang terlihat menarik. Akan tetapi, penggunaan semir berbahan dasar silikon berlebihan bisa berbahaya. Penumpukan silikon menyerap kompon karet, menimbulkan retakan halus, dan membuat ban licin saat hujan. Gunakan secukupnya, maksimal dua minggu sekali, dan hindari bagian tapak ban.

3. Menambal Ban Tubeless Terlalu Sering

Ban tubeless memang lebih praktis karena tidak langsung kempis jika tertusuk. Namun, menambal lebih dari empat kali bisa membuat permukaan ban tidak rata dan daya cengkeram menurun. Jika sudah muncul benjolan atau retakan, sebaiknya segera ganti ban demi keselamatan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

4. Mengisi Tekanan Angin Melebihi Rekomendasi

Mengisi Tekanan Angin Melebihi Rekomendasi
Sumber : Istimewa

Setiap mobil punya standar tekanan angin berbeda, biasanya tercantum di pintu atau buku manual. Misalnya SUV 35–40 psi, sedan 30–33 psi, city car 30–36 psi. Jika terlalu tinggi, bagian tengah ban akan cepat aus dan daya cengkeram berkurang. Pastikan isi angin sesuai rekomendasi pabrikan agar umur ban lebih panjang.

5. Mencuci Ban dengan Deterjen

Deterjen dengan kandungan alkali tinggi bisa merusak elastisitas ban. Jika terus digunakan, ban mudah retak, apalagi saat musim hujan dengan suhu dan kelembapan ekstrem. Sebaiknya gunakan sabun khusus mobil dengan pH seimbang untuk menjaga kelenturan ban.

Pentingnya Memilih Ban Sesuai Kebutuhan

Memilih Ban Sesuai Kebutuhan
Sumber : Istimewa

Selain perawatan, pemilihan ban yang tepat juga menentukan keamanan berkendara. Di wilayah tropis seperti Indonesia, ban dengan teknologi drainase sangat penting agar tetap aman saat hujan.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

Hankook menawarkan seri Ventus V2 Concept² dengan empat alur drainase lebar untuk kendali lebih stabil di jalan basah, serta Kinergy ECO2 dengan tiga alur lurus lebar yang mampu membuang air lebih cepat. Teknologi aqua turbine dan chamfer pada Kinergy ECO2 juga meningkatkan pengereman tanpa mengorbankan kenyamanan di jalan kering.

Layanan After-Sales untuk Perawatan Ban Mobil

Untuk mempermudah konsumen, Hankook menyediakan layanan after-sales di gerai resmi Hankook Master. Di sini, pengemudi bisa mendapatkan rekomendasi ban sesuai kebutuhan sekaligus perawatan rutin agar usia ban lebih awet.

FAQ

1. Seberapa sering ban mobil perlu diganti?
Rata-rata setiap 40.000–50.000 km atau jika muncul retakan, benjolan, dan grip menurun.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

2. Apa risiko menambal ban tubeless terlalu sering?
Ban bisa tidak rata, cengkeraman berkurang, dan meningkatkan risiko kecelakaan.

3. Apakah tekanan angin yang berlebihan berbahaya?
Ya, membuat bagian tengah ban cepat aus dan mengurangi stabilitas kendaraan.

4. Apa sabun terbaik untuk mencuci ban mobil?
Gunakan sabun khusus mobil dengan pH balance, bukan deterjen rumah tangga.

Advertisement
Sponsor SLOT 17

5. Bagaimana cara agar ban mobil lebih awet?
Cek tekanan angin rutin, hindari kebiasaan merusak, pilih ban sesuai kebutuhan, dan lakukan perawatan di bengkel resmi.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Otomotif, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TECHNONESIA. Ikuti kami di :

BERITA TERKAIT

Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
Advertisement
Sponsor SLOT 20
TECHNONESIA

KATEGORI

INSIDE TECHNONESIA

Terhubung Dengan Kami :

PT. JOTECH INOVASI MANDIRI @ 2026 | All Rights Reserved