Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

OnePlus Pad 3 Tablet Kerja Sultan: Spek Gahar Pengganti Laptop

18 Mei 2026 | 11:55

Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman

18 Mei 2026 | 10:55

Teknologi Common Rail Isuzu Bikin Truk Irit dan Ramah Lingkungan

18 Mei 2026 | 09:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • OnePlus Pad 3 Tablet Kerja Sultan: Spek Gahar Pengganti Laptop
  • Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman
  • Teknologi Common Rail Isuzu Bikin Truk Irit dan Ramah Lingkungan
  • Harga Sepeda Listrik Transmart Diskon Gede di Full Day Sale
  • Tablet OPPO Pad Air: Layar 2K dan Performa Handal Harga 3 Jutaan
  • Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?
  • Dampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bagi Sektor Otomotif
  • Update PUBG Mobile 4.4 Terbaru: Mitologi Yunani & Mobil Baru
Senin, Mei 18
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Faktor Penentu Umur Manusia Ternyata Sudah Ada Sejak Lahir
Berita Tekno

Faktor Penentu Umur Manusia Ternyata Sudah Ada Sejak Lahir

Iphan SIphan S2 April 2026 | 10:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Faktor penentu umur manusia
Faktor penentu umur manusia (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Faktor penentu umur manusia kini menjadi topik hangat di kalangan ilmuwan global setelah sebuah studi terbaru dari Israel mengungkapkan fakta mengejutkan. Penelitian ini menyebutkan bahwa sekitar 50 persen dari rentang kehidupan seseorang sebenarnya sudah terprogram sejak individu tersebut masih berada di dalam kandungan. Temuan ini memberikan sudut pandang baru mengenai bagaimana biologi dasar dan kondisi awal kehidupan membentuk masa depan kesehatan kita.

Ben Shenhar, peneliti utama dalam riset tersebut, menjelaskan bahwa meskipun angka 50 persen tersebut sangat signifikan, sisa umur seseorang tetap dipengaruhi oleh kombinasi elemen lain. Menurutnya, rentang hidup manusia merupakan hasil interaksi kompleks antara gaya hidup, susunan genetik, serta faktor kebetulan yang sering kali luput dari perhatian medis konvensional. Faktor kebetulan ini menjelaskan mengapa dua individu dengan latar belakang genetik serupa bisa memiliki usia kematian yang sangat berbeda.

Shenhar memberikan perumpamaan pada organisme yang identik secara genetik dan dibesarkan dalam lingkungan yang sama persis. Meskipun variabel lingkungannya terkontrol, organisme-organisme tersebut sering kali mati pada waktu yang berbeda. Hal ini menunjukkan adanya “noise” biologis atau ketidakpastian alami yang menjadi salah satu faktor penentu umur manusia di luar kendali medis maupun pilihan hidup sehari-hari.

Baca Juga

  • Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman
  • Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?

Advertisement

Menguak Faktor Penentu Umur Manusia Lewat Sains

Penelitian yang dipublikasikan melalui media internasional ini berupaya menyempurnakan studi-studi terdahulu. Sebelumnya, para ilmuwan banyak mengandalkan data genetik dari pasangan kembar di Swedia dan Denmark yang hidup pada abad ke-19. Namun, para peneliti dari Weizmann Institute di Israel merasa data lama tersebut perlu dikalibrasi ulang dengan mempertimbangkan variabel modern yang lebih akurat.

Salah satu poin krusial yang mereka temukan adalah adanya “mortalitas ekstrinsik”. Istilah ini merujuk pada penyebab kematian yang berasal dari luar tubuh manusia, seperti kecelakaan, kekerasan, hingga penyakit menular yang mewabah. Dalam studi-studi klasik, faktor-faktor eksternal ini sering kali tidak dipisahkan dari analisis genetik, sehingga mengaburkan pemahaman kita tentang faktor penentu umur manusia yang sebenarnya bersifat biologis.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti menggunakan rumus matematika canggih guna menghitung dampak mortalitas ekstrinsik pada pasangan kembar. Sebagai contoh, mereka menganalisis kasus di mana satu individu kembar meninggal pada usia 90 tahun karena faktor alami, sementara saudara kembarnya meninggal di usia 30 tahun akibat infeksi. Dengan memisahkan data kematian “tidak alami” ini, peneliti bisa melihat lebih jernih sejauh mana genetik berperan dalam umur panjang.

Baca Juga

  • Teknologi Pendingin Hemat Listrik Pengganti Freon Segera Hadir
  • Fitur Deteksi Penipuan Google Kini Hadir di HP Pixel

Advertisement

Peran Genetik di Era Modern

Menariknya, tingkat mortalitas ekstrinsik pada masa lalu tercatat sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan era sekarang. Hal ini terjadi karena manusia pada abad ke-19 hidup sebelum penemuan antibiotik dan sistem sanitasi modern. Penyakit menular yang dahulu sangat mematikan kini sudah jauh lebih mudah disembuhkan, sehingga faktor penentu umur manusia saat ini lebih banyak bergeser pada kondisi degeneratif dan genetik murni.

Uri Alon, ahli biologi sistem dari Weizmann Institute sekaligus penulis senior studi ini, menyatakan bahwa metode statistik lama biasanya digunakan untuk mengukur sifat fisik seperti tinggi badan atau tekanan darah. Sifat-sifat tersebut cenderung stabil dan tidak terlalu terpengaruh oleh faktor eksternal mendadak. Namun, umur harapan hidup adalah sifat yang unik karena sangat rentan terhadap gangguan dari luar tubuh.

Alon menekankan bahwa karena penyebab kematian tidak selalu dicatat secara mendetail dalam studi kembar kuno, hasil penelitian terdahulu sering kali tidak dikoreksi. Dengan validasi data terbaru, para peneliti kini mampu menyingkap “heritabilitas” atau bagian dari keragaman umur yang benar-benar dipengaruhi oleh warisan genetik orang tua, tanpa tertutup oleh faktor kecelakaan atau pandemi.

Baca Juga

  • Proyek Data Center Microsoft di Kenya Terancam Krisis Listrik
  • Aplikasi Mata-Mata Palsu Jerat 7,3 Juta Korban, Simak Modusnya

Advertisement

Rahasia Gen Pelindung dan Umur Panjang

Genetik memengaruhi umur manusia melalui dua jalur utama yang saling bertolak belakang. Jalur pertama adalah adanya cacat genetik yang melemahkan sistem imun atau fungsi organ, yang berpotensi memicu penyakit kronis di usia muda. Jalur kedua, yang jauh lebih positif, adalah keberadaan gen pelindung yang membantu tubuh menangkal kerusakan sel seiring bertambahnya usia.

Memahami faktor penentu umur manusia berarti juga mempelajari fenomena orang-orang yang mampu mencapai usia 100 tahun atau lebih tanpa mengalami gangguan medis serius. Shenhar mencatat bahwa individu-individu luar biasa ini kemungkinan besar memiliki kombinasi gen pelindung yang sangat efektif. Gen ini bekerja seperti perisai yang mencegah perkembangan penyakit degeneratif meskipun usia biologis terus bertambah.

Meskipun beberapa gen spesifik telah berhasil diidentifikasi, para ilmuwan mengakui bahwa misteri umur panjang tidaklah sederhana. Umur manusia kemungkinan besar dipengaruhi oleh ratusan, bahkan ribuan gen yang saling berinteraksi. Kompleksitas inilah yang membuat riset mengenai penuaan tetap menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia biologi molekuler saat ini.

Baca Juga

  • Pelacakan Aktivitas Karyawan Meta Picu Protes Keras Internal
  • Cara Mematikan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

Advertisement

Pada akhirnya, meskipun kita tidak bisa mengubah warisan genetik yang diterima sejak dalam kandungan, pemahaman mengenai faktor penentu umur manusia memberikan motivasi untuk mengoptimalkan variabel yang bisa kita kendalikan. Gaya hidup sehat, lingkungan yang aman, dan kemajuan teknologi medis tetap menjadi pilar penting untuk memastikan bahwa potensi genetik yang kita miliki dapat mencapai batas maksimalnya demi kualitas hidup yang lebih baik.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
biologi sistem genetik harapan hidup Riset Kesehatan umur panjang
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleHarga BBM April 2026 Tidak Naik, Cek Rincian Lengkapnya!
Next Article Fitur Instagram Plus Terbaru Bocor, Story Bisa Lebih Lama!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman

Ana Octarin18 Mei 2026 | 10:55

Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?

Ana Octarin18 Mei 2026 | 06:55

Teknologi Pendingin Hemat Listrik Pengganti Freon Segera Hadir

Ana Octarin18 Mei 2026 | 01:55

Fitur Deteksi Penipuan Google Kini Hadir di HP Pixel

Iphan S17 Mei 2026 | 20:55

Proyek Data Center Microsoft di Kenya Terancam Krisis Listrik

Ana Octarin17 Mei 2026 | 16:55

Aplikasi Mata-Mata Palsu Jerat 7,3 Juta Korban, Simak Modusnya

Iphan S17 Mei 2026 | 11:55
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Modus Rekrutmen Teroris Anak Lewat Game Online Diungkap BNPT

Iphan S15 Mei 2026 | 06:55

Modus rekrutmen teroris anak kini bertransformasi ke ruang digital dengan menyasar platform permainan populer yang…

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

1 Februari 2026 | 00:59

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55

HP Kamera 4K Termurah 2026: Pilihan Terbaik Konten Kreator

15 Mei 2026 | 16:55

Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!

15 Mei 2026 | 00:55
Terbaru

Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman

Ana Octarin18 Mei 2026 | 10:55

Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?

Ana Octarin18 Mei 2026 | 06:55

Teknologi Pendingin Hemat Listrik Pengganti Freon Segera Hadir

Ana Octarin18 Mei 2026 | 01:55

Fitur Deteksi Penipuan Google Kini Hadir di HP Pixel

Iphan S17 Mei 2026 | 20:55

Proyek Data Center Microsoft di Kenya Terancam Krisis Listrik

Ana Octarin17 Mei 2026 | 16:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.