Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Meta AI Makin Cerdas Berkat Muse Spark 1.1, Siap Jadi Asisten AI Personal yang Lebih Intuitif

30 Juli 2026 | 16:23

Philips Lighting Store Surabaya Hadir dengan Wajah Baru, Solusi Smart Lighting untuk Rumah Modern Makin Mudah

27 Juli 2026 | 15:56

Sixtynine Ultimate Resmi Hadir di Citra Garden City, Sports Bar Jakarta Barat dengan Konsep Hangout Modern

25 Juli 2026 | 14:39
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Meta AI Makin Cerdas Berkat Muse Spark 1.1, Siap Jadi Asisten AI Personal yang Lebih Intuitif
  • Philips Lighting Store Surabaya Hadir dengan Wajah Baru, Solusi Smart Lighting untuk Rumah Modern Makin Mudah
  • Sixtynine Ultimate Resmi Hadir di Citra Garden City, Sports Bar Jakarta Barat dengan Konsep Hangout Modern
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
Selasa, Agustus 18
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Aplikasi Mata-Mata Palsu Jerat 7,3 Juta Korban, Simak Modusnya
Berita Tekno

Aplikasi Mata-Mata Palsu Jerat 7,3 Juta Korban, Simak Modusnya

Iphan SIphan S17 Mei 2026 | 11:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Aplikasi mata-mata palsu
Aplikasi mata-mata palsu (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Aplikasi mata-mata palsu kini menjadi ancaman serius bagi pengguna ponsel pintar setelah dilaporkan telah menjerat lebih dari 7,3 juta orang di seluruh dunia. Berdasarkan temuan terbaru dari para peneliti keamanan di ESET, puluhan aplikasi nakal ini beroperasi dengan kedok memberikan layanan pemantauan aktivitas komunikasi orang lain. Namun, alih-alih memberikan informasi yang dijanjikan, aplikasi ini justru menguras kantong pengguna dan membahayakan privasi mereka.

Laporan investigasi bertajuk WeLiveSecurity mengungkap bahwa kelompok aplikasi berbahaya ini memiliki identitas kolektif yang disebut ‘CallPhantom’. Meskipun tampil dengan nama dan ikon yang berbeda-beda di toko aplikasi, semuanya memiliki pola operasi yang identik. Para pengembang nakal ini memanfaatkan rasa penasaran atau kecurigaan pengguna terhadap pasangan atau rekan kerja mereka untuk melakukan aksi penipuan yang sangat terorganisir.

Cara Kerja Aplikasi Mata-Mata Palsu yang Merugikan

Modus operandi yang digunakan oleh aplikasi mata-mata palsu ini tergolong sangat licik namun sederhana. Pengguna awalnya diminta untuk memasukkan nomor telepon target yang ingin mereka pantau. Setelah nomor dimasukkan, aplikasi akan menampilkan proses pemindaian palsu seolah-olah sedang meretas atau mengambil data dari perangkat target. Tahap selanjutnya adalah jebakan pembayaran, di mana pengguna diwajibkan membayar sejumlah uang untuk bisa melihat hasil sadapan tersebut.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Setelah transaksi pembayaran selesai, pengguna tidak akan mendapatkan data komunikasi yang asli. Peneliti ESET menemukan fakta mengejutkan bahwa aplikasi-aplikasi ini hanya menyajikan data fiktif. Beberapa aplikasi bahkan secara otomatis membuat nomor telepon acak yang kemudian dipasangkan dengan nama-nama kontak palsu yang sudah tertanam di dalam kode pemrograman aplikasi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada aktivitas penyadapan nyata yang terjadi di balik layar.

Keberadaan aplikasi mata-mata palsu ini tidak hanya sekadar merugikan secara finansial, tetapi juga mengumpulkan data pribadi pengguna secara diam-diam. Beberapa aplikasi meminta alamat email pengguna dengan dalih akan mengirimkan laporan riwayat panggilan ke alamat tersebut. Meskipun ESET mencatat aplikasi ini tidak selalu meminta izin akses sistem yang agresif, pengumpulan informasi identitas tetap menjadi risiko keamanan yang patut diwaspadai dalam jangka panjang.

Manipulasi Psikologis dan Sistem Pembayaran

Para pengembang di balik aplikasi mata-mata palsu juga menggunakan trik psikologis untuk mencegah pengguna membatalkan langganan. Dalam sebuah kasus yang ditemukan, saat pengguna mencoba keluar dari aplikasi, muncul peringatan palsu yang menyerupai notifikasi email masuk. Notifikasi tersebut mengklaim bahwa data riwayat panggilan yang dicari sudah tersedia, namun saat diklik, pengguna justru diarahkan kembali ke halaman berlangganan yang mahal.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Sistem pembayaran yang diterapkan juga sangat membingungkan dan cenderung menjebak. Sebagian aplikasi memang menggunakan mekanisme pembayaran resmi dari Google Play Store yang memungkinkan korban untuk mengajukan pengembalian dana (refund). Namun, banyak aplikasi lain yang justru mengarahkan korban ke platform pembayaran pihak ketiga atau formulir pengisian data kartu kredit langsung di dalam aplikasi. Metode ini sangat berisiko karena informasi perbankan pengguna bisa jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Meningkatnya populasi aplikasi mata-mata palsu menunjukkan betapa rentannya pengguna terhadap janji-janji fitur yang melanggar privasi. Para pakar keamanan mengingatkan bahwa secara teknis, memantau riwayat panggilan atau pesan orang lain tanpa akses fisik ke perangkat atau izin khusus dari penyedia layanan adalah hal yang mustahil dilakukan hanya melalui aplikasi sederhana di toko resmi. Janji-janji instan seperti ini hampir bisa dipastikan adalah bentuk penipuan siber.

Sebagai langkah tindak lanjut, ESET telah melaporkan 28 aplikasi nakal tersebut kepada pihak Google. Saat ini, seluruh aplikasi yang teridentifikasi dalam laporan tersebut telah dihapus dari peredaran Google Play Store. Meski demikian, pengguna diimbau untuk tetap waspada karena aplikasi serupa bisa muncul kembali dengan nama dan kemasan yang baru di masa mendatang.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Untuk melindungi diri dari ancaman aplikasi mata-mata palsu, pengguna disarankan untuk selalu memeriksa ulasan pengguna lain dan kredibilitas pengembang sebelum mengunduh aplikasi apa pun. Hindari mengunduh aplikasi yang menjanjikan fitur-fitur yang tidak etis atau melanggar hukum. Selalu gunakan solusi keamanan atau antivirus terpercaya di perangkat seluler untuk mendeteksi keberadaan kode berbahaya secara real-time.

Kesadaran akan keamanan digital adalah kunci utama dalam menghadapi serangan siber yang semakin canggih. Jangan pernah memberikan informasi kartu kredit pada platform yang tidak dikenal atau melalui formulir in-app yang mencurigakan. Dengan tetap kritis dan waspada, Anda dapat terhindar dari kerugian materiil dan pencurian identitas yang sering kali diawali dengan mengunduh aplikasi mata-mata palsu.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Aplikasi Berbahaya ESET Google Play Store Keamanan Siber Penipuan Android
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePromo Mesin Cuci Sharp Front Load: Diskon Gede di Transmart!
Next Article Harga iPad Air M4 Indonesia Resmi Rilis Mulai Rp12 Jutaan
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Tech

Terbukti! 7 Cara Ampuh Atasi Internet Mati di HP, Sementara Data Seluler Aktif

Iphan S16 September 2025 | 02:15

Data seluler aktif tapi tidak konek ke internet? Jangan panik! Temukan 7 cara ampuh atasi…

Meta AI Makin Cerdas Berkat Muse Spark 1.1, Siap Jadi Asisten AI Personal yang Lebih Intuitif

30 Juli 2026 | 16:23

4 Fakta Menarik The Blackman Family Sebelum Berpisah, Keluarga Viral yang Bikin Heboh!

25 Februari 2025 | 07:50

Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya

30 April 2026 | 00:55

5 Fakta Mengejutkan Penemuan Harta Karun Emas Rp 1.358 T di China

27 Oktober 2025 | 08:38
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual Boost Your Website Traffic with TrafficPeak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.