Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Fujifilm instax Wide 400 Jet Black Resmi Meluncur di Indonesia

6 April 2026 | 15:14

Kulkas Panasonic NR-AF171S: Solusi Segar Tanpa Beku di 2026

6 April 2026 | 14:30

Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak

6 April 2026 | 13:44
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Fujifilm instax Wide 400 Jet Black Resmi Meluncur di Indonesia
  • Kulkas Panasonic NR-AF171S: Solusi Segar Tanpa Beku di 2026
  • Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak
  • Hyundai Boulder Concept SUV: Gebrakan Off-Road Body-on-Frame
  • Hasil MPL ID S17 Week 2: RRQ dan Evos Terpuruk di Papan Bawah
  • Fitur Baru iOS 26.5 Resmi Dirilis, iPhone Jadi Makin Canggih
  • iPhone 15 Masih Layak Dibeli: Ini Alasan dan Spek Unggulannya
  • Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto
Senin, April 6
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » PHK Massal Karyawan Oracle: 30 Ribu Staf Dipangkas Demi AI
Berita Tekno

PHK Massal Karyawan Oracle: 30 Ribu Staf Dipangkas Demi AI

Ana OctarinAna Octarin4 April 2026 | 12:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
PHK massal karyawan Oracle
PHK massal karyawan Oracle (Foto: inet.detik.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - PHK massal karyawan Oracle kini menjadi sorotan tajam dunia teknologi setelah perusahaan raksasa tersebut mengumumkan pemangkasan hubungan kerja terhadap 30.000 pegawai secara global. Langkah drastis ini diambil sebagai bagian dari strategi besar perusahaan untuk mengalihkan sumber daya finansial guna mendanai pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang lebih masif. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Oracle merupakan salah satu pemain kunci dalam industri perangkat lunak dan layanan awan (cloud) dunia.

Proses pemutusan hubungan kerja ini berlangsung dengan cara yang dianggap sangat dingin oleh banyak staf yang terdampak. Para karyawan di berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, India, Kanada, hingga Meksiko, menerima notifikasi melalui surat elektronik (email) pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Email tersebut dikirimkan oleh tim “Oracle Leadership” dan memberikan instruksi yang sangat lugas mengenai akhir masa kerja mereka.

Bagi ribuan pekerja, email tersebut bukan sekadar pemberitahuan formal, melainkan pemutusan akses instan terhadap seluruh ekosistem digital perusahaan. Begitu email terkirim, akses ke komputer kantor, akun email internal, layanan pesan suara, hingga file pekerjaan langsung dinonaktifkan secara otomatis. Hal ini membuat para staf tidak memiliki kesempatan untuk berpamitan secara layak kepada rekan kerja atau menyelesaikan tugas-tugas administratif terakhir mereka.

Baca Juga

  • Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak
  • Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto

Advertisement

Ambisi AI di Balik PHK Massal Karyawan Oracle

Langkah PHK massal karyawan Oracle ini disebut-sebut sebagai salah satu pemangkasan terbesar dalam sejarah panjang perusahaan yang didirikan oleh Larry Ellison tersebut. Berdasarkan data internal per Mei 2025, Oracle mempekerjakan sekitar 162.000 orang. Dengan target pemangkasan mencapai 30.000 posisi, berarti sekitar 18 persen dari total tenaga kerja global mereka harus kehilangan pekerjaan dalam satu gelombang besar.

India menjadi wilayah yang paling terdampak dalam badai efisiensi ini. Laporan lokal menyebutkan bahwa sekitar 12.000 karyawan di pusat pengembangan Oracle di India terkena dampak langsung. Alasan utama yang dikemukakan manajemen dalam email pemberhentian tersebut adalah adanya “perubahan organisasi yang lebih luas”. Perubahan ini merujuk pada ambisi raksasa teknologi tersebut untuk membangun lebih banyak pusat data berbasis AI guna bersaing dengan kompetitor seperti Microsoft, AWS, dan Google.

Strategi ini menunjukkan pergeseran prioritas yang sangat kontras di industri teknologi saat ini. Perusahaan tidak lagi ragu untuk mengorbankan ribuan talenta manusia demi mempercepat adopsi teknologi otonom. Oracle dilaporkan sedang menguji coba program baru yang menggunakan agen AI untuk melakukan pekerjaan administrasi basis data rutin. Pekerjaan-pekerjaan ini sebelumnya membutuhkan tim insinyur yang besar, namun kini dianggap bisa diselesaikan oleh algoritma dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Baca Juga

  • Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?
  • Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Advertisement

Ironi Kinerja Keuangan dan Penurunan Saham

Fenomena PHK massal karyawan Oracle ini memicu perdebatan hangat di kalangan analis pasar modal. Pasalnya, pemangkasan ini terjadi justru saat perusahaan melaporkan kinerja kuartal terakhir yang cukup solid. Pendapatan Oracle tercatat naik signifikan sebesar 22 persen, melampaui ekspektasi para analis Wall Street. Secara fundamental, perusahaan sebenarnya berada dalam posisi yang menguntungkan secara operasional.

Namun, kinerja keuangan yang baik di atas kertas ternyata tidak cukup untuk menenangkan para investor. Saham Oracle telah mengalami tren penurunan yang mengkhawatirkan, dengan koreksi hampir 25 persen sejak awal tahun. Penurunan ini jauh lebih dalam dibandingkan dengan rata-rata penurunan perusahaan teknologi besar lainnya di indeks Nasdaq. Investor tampaknya meragukan kecepatan Oracle dalam bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur AI yang dominan.

Analis keuangan memproyeksikan bahwa dengan melakukan PHK massal karyawan Oracle terhadap 30.000 orang, perusahaan dapat memperoleh tambahan arus kas bebas (free cash flow) hingga mencapai USD 10 miliar. Dana segar inilah yang nantinya akan dialokasikan untuk membeli ribuan GPU kelas atas dan membangun fasilitas data center generasi terbaru yang membutuhkan modal sangat besar.

Baca Juga

  • Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya
  • Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Advertisement

Dampak Psikologis dan Paket Pesangon

Kondisi ini tentu memberikan tekanan mental yang berat bagi para karyawan yang terdampak. Banyak dari mereka yang merasa dikhianati oleh perusahaan tempat mereka mengabdi selama bertahun-tahun, terutama karena cara penyampaian informasi yang dilakukan pada pagi buta melalui email. Tren “layoff via email” ini memang semakin umum di Silicon Valley, namun tetap menyisakan trauma bagi individu yang mengalaminya.

Manajemen Oracle menyatakan bahwa karyawan yang terdampak akan mendapatkan hak-hak mereka sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Setelah menandatangani dokumen pemutusan hubungan kerja, Anda akan berhak menerima paket pesangon yang tunduk pada syarat dan ketentuan dari rencana pesangon perusahaan,” tulis Oracle dalam pernyataan resminya. Namun, bagi banyak insinyur senior, paket pesangon mungkin tidak sebanding dengan hilangnya stabilitas karier di tengah pasar kerja teknologi yang sedang lesu.

Pergeseran peran dari manusia ke mesin di Oracle menjadi sinyal kuat bagi industri teknologi global. Pekerjaan-pekerjaan administratif yang bersifat repetitif kini berada di ujung tanduk. Transformasi Oracle menuju perusahaan yang “AI-first” membuktikan bahwa keahlian teknis konvensional saja tidak lagi cukup untuk menjamin keamanan posisi di perusahaan teknologi tingkat atas.

Baca Juga

  • Penggunaan AI di Indonesia Diprediksi Melonjak 41% pada 2030
  • Tas dari kolagen T-rex ini dijual seharga Rp8,5 miliar

Advertisement

Ke depannya, industri akan terus memantau apakah strategi PHK massal karyawan Oracle ini benar-benar mampu mendongkrak kembali harga saham perusahaan dan memperkuat posisi mereka di kancah persaingan cloud AI. Bagi para pekerja teknologi, peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa efisiensi perusahaan sering kali datang dengan biaya manusia yang sangat mahal. Keputusan melakukan PHK massal karyawan Oracle secara besar-besaran tetap menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah industri perangkat lunak modern.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
efisiensi perusahaan Industri teknologi Kecerdasan Buatan Oracle PHK Massal
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleRed Hat OpenShift Google Cloud: Solusi Modernisasi Aplikasi
Next Article Google Photos di Samsung TV 2026: Cara Baru Nikmati Kenangan
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak

Iphan S6 April 2026 | 13:44

Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto

Iphan S6 April 2026 | 09:59

Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?

Iphan S6 April 2026 | 06:59

Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Iphan S6 April 2026 | 04:44

Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya

Iphan S6 April 2026 | 02:30

Foto Bumi Misi Artemis II: Gambaran Dramatis dari Luar Angkasa

Ana Octarin6 April 2026 | 00:14
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Investasi Softbank di OpenAI kini memasuki babak baru yang sangat ambisius setelah perusahaan modal ventura…

Tablet 2 jutaan rasa laptop Terbaik 2026, Performa Kencang!

6 April 2026 | 05:30

Tablet 5 Jutaan Terbaik 2026: 6 Pilihan untuk Kerja & Kuliah

5 April 2026 | 15:53

Harga AC Split 1 PK Polytron Diskon Gede di Transmart

5 April 2026 | 10:54

Rekomendasi Tablet Baterai Awet Terbaik 2026 untuk Kerja

4 April 2026 | 03:53
Terbaru

Bahaya Nudge Technique Digital: Pakar Ingatkan Risiko Anak

Iphan S6 April 2026 | 13:44

Teknologi Penyimpanan Data DNA China Mampu Simpan Miliaran Foto

Iphan S6 April 2026 | 09:59

Pekerjaan Kreatif Era AI Lebih Mahal dari Insinyur?

Iphan S6 April 2026 | 06:59

Misi Artemis II NASA Terganggu Masalah Toilet Saat ke Bulan

Iphan S6 April 2026 | 04:44

Potensi Gempa Sesar Lembang Mengintai, BRIN Ungkap Buktinya

Iphan S6 April 2026 | 02:30
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.