Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat

27 Mei 2026 | 18:55

Kapan Ganti Oli Mobil? Ini Tanda dan Panduan Lengkapnya!

27 Mei 2026 | 17:55

Promo Top Up eFootball Spesial HUT Ke-9, Diskon Rp35 Ribu!

27 Mei 2026 | 16:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bisnis ATM Bitcoin Bangkrut Akibat Regulasi Ketat
  • Kapan Ganti Oli Mobil? Ini Tanda dan Panduan Lengkapnya!
  • Promo Top Up eFootball Spesial HUT Ke-9, Diskon Rp35 Ribu!
  • Review Samsung Galaxy A57: Desain Tipis Premium, Layarkah Dibeli?
  • Insentif Makan Bergizi Gratis Rp6 Juta Per Hari Bakal Dicabut
  • Pembunuh Bos Yoozoo Games Dieksekusi Mati di China
  • Peluncuran Denza B5 di Indonesia: Jadwal & Harga
  • Daftar Harga iPhone Terbaru di Indonesia, Seri 17 Resmi Hadir
Rabu, Mei 27
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Otomotif » Standarisasi Steker Motor Listrik Didorong BRIN demi Adopsi EV
Otomotif

Standarisasi Steker Motor Listrik Didorong BRIN demi Adopsi EV

Ana OctarinAna Octarin6 April 2026 | 16:44
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Standarisasi steker motor listrik
Standarisasi steker motor listrik (Foto: www.medcom.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Standarisasi steker motor listrik kini menjadi fokus utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik roda dua di tanah air. Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana, menegaskan bahwa keseragaman komponen steker dan soket (plug and socket) merupakan fondasi vital bagi pertumbuhan industri otomotif masa depan. Tanpa adanya standar yang baku, masyarakat akan terus merasa ragu untuk beralih dari motor konvensional ke motor listrik.

Menurut Eka, hambatan utama dalam pengembangan kendaraan listrik, baik secara global maupun domestik, terletak pada keterbatasan infrastruktur pengisian daya. Pengguna seringkali merasa khawatir kendaraan mereka akan kehabisan daya di tengah jalan tanpa ada tempat pengisian yang kompatibel. Fenomena yang dikenal sebagai range anxiety ini semakin diperparah oleh harga baterai yang masih relatif tinggi bagi kantong konsumen rata-rata di Indonesia.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa investasi pada infrastruktur penukaran baterai (battery swapping) maupun pengisian cepat masih sangat terbatas. Hal ini menciptakan lingkaran setan di mana investor ragu bergerak karena populasi motor listrik belum masif, sementara masyarakat enggan membeli karena fasilitas pendukungnya belum memadai. Oleh karena itu, langkah pemerintah melalui BRIN untuk menetapkan standarisasi steker motor listrik dianggap sebagai solusi konkret untuk memutus mata rantai tersebut.

Baca Juga

  • Kapan Ganti Oli Mobil? Ini Tanda dan Panduan Lengkapnya!
  • Peluncuran Denza B5 di Indonesia: Jadwal & Harga

Advertisement

Tantangan Model Bisnis Battery Swapping

Eka menilai model bisnis baterai tukar atau battery swapping yang saat ini menjamur di kota-kota besar menghadapi kendala operasional yang cukup kompleks. Skema ini membutuhkan modal investasi yang sangat besar untuk pengadaan stok baterai di setiap stasiun penukaran. Selain itu, pembagian keuntungan antara penyedia layanan dengan pihak penyedia listrik seringkali menjadi isu yang menghambat ekspansi bisnis secara luas.

Di sisi lain, tren teknologi kendaraan listrik roda dua mulai bergeser ke arah penggunaan baterai tertanam dengan kapasitas besar atau tipe long range. Motor-motor jenis ini tidak dirancang untuk sistem tukar baterai, melainkan membutuhkan pengisian daya langsung ke unit kendaraan. Pergeseran tren ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan infrastruktur fast charging yang lebih efisien dan terintegrasi di berbagai titik publik.

Interoperabilitas atau kemampuan antarperangkat untuk saling terhubung menjadi kunci keberhasilan ekosistem ini. Tanpa adanya standarisasi steker motor listrik yang seragam, setiap merek motor akan memiliki jenis colokan yang berbeda-beda. Hal ini tentu tidak efisien karena satu stasiun pengisian daya tidak akan bisa melayani semua merek kendaraan yang beredar di pasar.

Baca Juga

  • Layanan Purna Jual Kia Tawarkan Garansi Hingga 7 Tahun
  • Merawat Kondensor AC Mobil Sebelum Musim Kemarau Tiba

Advertisement

Manfaat Standarisasi Steker Motor Listrik bagi Konsumen

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BRIN kini tengah menginisiasi pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk komponen pengisian cepat. Desain standar ini mengacu pada regulasi internasional IEC 62196-6, namun tetap disesuaikan dengan karakteristik unik penggunaan kendaraan di Indonesia. Penyesuaian ini mencakup ketahanan terhadap cuaca tropis, kelembapan tinggi, hingga faktor keamanan kelistrikan bagi pengguna rumahan.

Implementasi standarisasi steker motor listrik diharapkan mampu memberikan kepastian bagi para produsen otomotif dan penyedia infrastruktur. Dengan standar yang jelas, produsen tidak perlu lagi merancang desain baterai yang seragam, sehingga mereka tetap bisa berinovasi pada performa motor. Di sisi lain, investor infrastruktur pengisian daya akan lebih berani menanamkan modal karena alat yang mereka bangun pasti bisa digunakan oleh semua jenis motor listrik.

Langkah ini juga akan memicu pertumbuhan industri komponen lokal. Ketika standar sudah ditetapkan, pabrikan komponen dalam negeri dapat mulai memproduksi steker dan soket secara massal dengan biaya yang lebih kompetitif. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Baca Juga

  • Pajak Rolls-Royce Raffi Ahmad Setara Harga Mobil Baru
  • SUV premium Denza B8 Meluncur di Malaysia, Ini Harganya

Advertisement

Inovasi Teknologi SONIK R2 dari BRIN

Tidak hanya berhenti pada penyusunan regulasi, BRIN juga membuktikan keseriusannya dengan mengembangkan prototipe stasiun pengisian cepat bernama SONIK R2. Teknologi ini memiliki kapasitas pengisian hingga 6,6 kW yang mampu memangkas waktu tunggu pengguna secara signifikan. Sebagai gambaran, pengisian baterai berbasis LiFePO4 yang biasanya memakan waktu berjam-jam, kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 20 menit melalui sistem ini.

SONIK R2 memanfaatkan teknologi canggih bernama electric vehicle charge controller (EVCC). Perangkat cerdas ini berfungsi sebagai penerjemah komunikasi antara baterai motor dengan stasiun pengisian. Dengan adanya EVCC, kendaraan dari berbagai merek tetap dapat menggunakan infrastruktur pengisian yang sama meskipun protokol komunikasi baterainya berbeda-beda. Inilah wujud nyata dari kemudahan yang ditawarkan oleh semangat standarisasi steker motor listrik.

Saat ini, usulan standar tersebut sedang dalam tahap pembahasan intensif bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui komite teknis terkait. BRIN terus menjalin koordinasi dengan kementerian, asosiasi industri, hingga mitra swasta untuk memastikan aturan ini dapat segera diimplementasikan. Sinergi lintas sektoral ini menjadi faktor penentu agar ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dapat segera sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

Baca Juga

  • Pembaruan Toyota GR Yaris: Handling Makin Lincah & Nyaman
  • Tim Reli Wanita Indonesia Resmi Dibentuk untuk Kejurnas 2026

Advertisement

Kehadiran regulasi yang kuat mengenai standarisasi steker motor listrik diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat untuk tidak ragu lagi beralih ke kendaraan listrik. Dengan kemudahan pengisian daya yang setara dengan kemudahan menemukan SPBU, transisi menuju energi bersih di sektor transportasi bukan lagi sekadar impian. BRIN optimistis bahwa standarisasi ini akan menciptakan iklim industri yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan di tanah air.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
BRIN Infrastruktur EV Motor Listrik Standar Nasional Indonesia Teknologi Hijau
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleKlasemen MPL ID S17 Week 2: RRQ Hoshi Jadi Juru Kunci
Next Article Pemblokiran Nomor Telepon Penipuan: OJK Amankan Rp 585 Miliar
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Kapan Ganti Oli Mobil? Ini Tanda dan Panduan Lengkapnya!

Ana Octarin27 Mei 2026 | 17:55

Peluncuran Denza B5 di Indonesia: Jadwal & Harga

Ana Octarin27 Mei 2026 | 12:55

Layanan Purna Jual Kia Tawarkan Garansi Hingga 7 Tahun

Ana Octarin27 Mei 2026 | 08:55

Merawat Kondensor AC Mobil Sebelum Musim Kemarau Tiba

Ana Octarin27 Mei 2026 | 04:55

Pajak Rolls-Royce Raffi Ahmad Setara Harga Mobil Baru

Ana Octarin27 Mei 2026 | 00:55

SUV premium Denza B8 Meluncur di Malaysia, Ini Harganya

Ana Octarin26 Mei 2026 | 20:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Kapan Ganti Oli Mobil? Ini Tanda dan Panduan Lengkapnya!

Ana Octarin27 Mei 2026 | 17:55

Peluncuran Denza B5 di Indonesia: Jadwal & Harga

Ana Octarin27 Mei 2026 | 12:55

Layanan Purna Jual Kia Tawarkan Garansi Hingga 7 Tahun

Ana Octarin27 Mei 2026 | 08:55

Merawat Kondensor AC Mobil Sebelum Musim Kemarau Tiba

Ana Octarin27 Mei 2026 | 04:55

Pajak Rolls-Royce Raffi Ahmad Setara Harga Mobil Baru

Ana Octarin27 Mei 2026 | 00:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.