Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tablet untuk Menggambar Digital Terbaik, Galaxy Tab S8 Ultra

24 Mei 2026 | 10:55

Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia: Kunci Ekonomi 8%

24 Mei 2026 | 09:55

Promo Samsung Smart TV 43 Inch di Transmart Cuma Rp 3 Jutaan

24 Mei 2026 | 08:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tablet untuk Menggambar Digital Terbaik, Galaxy Tab S8 Ultra
  • Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia: Kunci Ekonomi 8%
  • Promo Samsung Smart TV 43 Inch di Transmart Cuma Rp 3 Jutaan
  • Spesifikasi OPPO Reno 13F, HP Rp4 Jutaan Baterai Jumbo
  • Komdigi Blokir Polymarket karena Terindikasi Judi Online
  • Harga iCar V23 Indonesia Resmi Rilis, SUV Boxy Rp300 Jutaan
  • Harga MacBook Air M5 Resmi di Indonesia Mulai Rp 20 Juta
  • Tablet Pengganti Laptop Murah: Samsung Galaxy Tab A9+ Juara
Minggu, Mei 24
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Misi Artemis II NASA ke Bulan Pecahkan Rekor Jarak Terjauh
Berita Tekno

Misi Artemis II NASA ke Bulan Pecahkan Rekor Jarak Terjauh

Iphan SIphan S7 April 2026 | 15:14
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Misi Artemis II NASA ke Bulan
Misi Artemis II NASA ke Bulan (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Misi Artemis II NASA ke Bulan resmi mencatatkan sejarah baru dalam peradaban manusia dengan mencapai titik terjauh yang pernah dijelajahi oleh astronaut dari Bumi. Empat awak kapal yang berada di dalam kapsul Orion kini berada di bawah pengaruh gravitasi Bulan sejak 6 April pukul 00:37 EDT. Momen ini menandai kembalinya manusia ke orbit satelit alami Bumi setelah lebih dari setengah abad vakum.

Kru yang terlibat dalam perjalanan fenomenal ini terdiri dari tiga astronaut NASA, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta satu astronaut dari Badan Antariksa Kanada (CSA), Jeremy Hansen. Mereka tidak hanya sekadar melintas, tetapi membawa ambisi besar untuk menguji ketahanan teknologi manusia di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.

Christina Koch mengungkapkan antusiasmenya saat kapsul mulai ditarik oleh gaya tarik Bulan. Ia menggambarkan pengalaman tersebut sebagai sebuah lompatan besar bagi umat manusia. “Kita akan jatuh ke Bulan, bukan lagi menjauh dari Bumi. Ini merupakan tonggak sejarah yang luar biasa!” ujar Koch dengan penuh semangat.

Baca Juga

  • Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia: Kunci Ekonomi 8%
  • Komdigi Blokir Polymarket karena Terindikasi Judi Online

Advertisement

Melalui Misi Artemis II NASA ke Bulan, para kru berhasil mencapai jarak maksimum sekitar 406.773 kilometer dari permukaan Bumi pada pukul 19:05 EST. Angka ini secara resmi mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh misi legendaris Apollo 13 pada tahun 1970 silam.

Misi Artemis II NASA ke Bulan Lampaui Rekor Apollo 13

Pencapaian jarak ini menjadi sorotan utama dunia karena posisi Orion saat ini berada sekitar 6.600 kilometer lebih jauh dibandingkan titik terjauh yang dicapai Apollo 13. Jika Apollo 13 terpaksa melakukan manuver tersebut demi keselamatan kru setelah kegagalan teknis, Artemis II melakukannya sebagai bagian dari rencana eksplorasi yang terukur dan matang.

Keberhasilan Misi Artemis II NASA ke Bulan dalam menembus jarak tersebut membuktikan keandalan sistem peluncuran Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion. Teknologi pelindung panas dan sistem pendukung kehidupan di dalam wahana ini bekerja optimal meski berada sangat jauh dari perlindungan atmosfer Bumi.

Baca Juga

  • Benda Misterius dari Langit Gegerkan Warga Argentina
  • Cara Cek SLIK Online Lewat iDebku OJK Terbaru

Advertisement

Selama perjalanan, keempat astronaut aktif membagikan dokumentasi visual yang memukau. Foto-foto yang mereka kirimkan ke pusat kendali di Bumi menunjukkan sisi lain Bulan yang jarang terlihat dengan detail setajam itu. Penampakan permukaan Bulan dari perspektif ini memberikan data ilmiah baru bagi para peneliti di NASA.

Salah satu objek yang tertangkap kamera adalah Oceanus Procellarum, sebuah dataran lava luas yang membentang di tepi barat Bulan. Kawasan ini memiliki nilai budaya yang tinggi karena bentuknya menyerupai sosok manusia atau kelinci dalam berbagai mitologi Asia. Kejelasan gambar yang dihasilkan jauh melampaui standar misi-misi sebelumnya.

Detail Visual dan Fenomena Geologi Bulan

Foto-foto dari Misi Artemis II NASA ke Bulan memperlihatkan Oceanus Procellarum berada tepat di tengah cakram Bulan jika dilihat dari posisi Orion. Sementara itu, kawah Tycho yang ikonik tampak bergeser lebih ke arah samping. Hal ini memberikan sudut pandang yang lebih jelas terhadap sisi barat Bulan yang selama ini sulit dipetakan secara mendetail dari Bumi.

Baca Juga

  • Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya
  • Langganan ShopeeVIP Gratis Duolingo, Ini Cara Klaimnya!

Advertisement

Selain kawah dan dataran lava, para astronaut juga mengabadikan Mare Orientale atau Laut Timur. Kawasan ini merupakan salah satu fitur geologi paling menarik di Bulan dengan diameter mencapai 930 kilometer. Bentuknya yang unik menyerupai sasaran tembak dengan beberapa lapisan cekungan konsentris yang terbentuk akibat hantaman asteroid raksasa di masa lampau.

  • Reid Wiseman: Komandan misi yang bertanggung jawab atas navigasi utama.
  • Victor Glover: Pilot yang memastikan kestabilan kapsul Orion selama manuver gravitasi.
  • Christina Koch: Spesialis misi yang melakukan berbagai eksperimen sains di dalam kabin.
  • Jeremy Hansen: Mewakili kontribusi internasional dalam pengembangan teknologi antariksa.

Keberhasilan teknis dalam Misi Artemis II NASA ke Bulan menjadi fondasi krusial bagi misi berikutnya, Artemis III, yang direncanakan akan mendaratkan manusia kembali di kutub selatan Bulan. Eksplorasi ini bukan sekadar pamer kekuatan teknologi, melainkan langkah awal untuk membangun pangkalan tetap di Bulan sebagai batu loncatan menuju Planet Mars.

NASA memastikan bahwa seluruh sistem komunikasi dan navigasi tetap stabil meski berada di titik terjauh. Data yang dikumpulkan oleh kru Artemis II akan dianalisis selama berbulan-bulan untuk memastikan keamanan misi pendaratan di masa depan. Kesiapan mental dan fisik para astronaut juga menjadi catatan penting bagi tim medis di Bumi.

Baca Juga

  • Prosesor Laptop AMD Terbaru Ryzen AI 400 Rilis, Ini Daftarnya
  • Talenta Digital Indonesia: Telkom Group Raih Penghargaan

Advertisement

Seluruh dunia kini menantikan kepulangan para pahlawan antariksa ini ke Bumi. Keberhasilan Misi Artemis II NASA ke Bulan telah membuktikan bahwa batas kemampuan manusia masih terus berkembang, membuka jalan bagi generasi baru penjelajah untuk melangkah lebih jauh ke kedalaman alam semesta.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Artemis II astronomi Bulan NASA Teknologi Luar Angkasa
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleMobil Irit BBM Gen-Z: 12 Pilihan Terbaik yang Stylish dan Hemat
Next Article AC Sharp Hemat Listrik 0.5 PK: Pilihan Terbaik Kamar Kost 2026
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia: Kunci Ekonomi 8%

Ana Octarin24 Mei 2026 | 09:55

Komdigi Blokir Polymarket karena Terindikasi Judi Online

Iphan S24 Mei 2026 | 06:55

Benda Misterius dari Langit Gegerkan Warga Argentina

Ana Octarin24 Mei 2026 | 02:55

Cara Cek SLIK Online Lewat iDebku OJK Terbaru

Ana Octarin23 Mei 2026 | 18:55

Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya

Iphan S23 Mei 2026 | 14:55

Langganan ShopeeVIP Gratis Duolingo, Ini Cara Klaimnya!

Iphan S23 Mei 2026 | 08:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia: Kunci Ekonomi 8%

Ana Octarin24 Mei 2026 | 09:55

Komdigi Blokir Polymarket karena Terindikasi Judi Online

Iphan S24 Mei 2026 | 06:55

Benda Misterius dari Langit Gegerkan Warga Argentina

Ana Octarin24 Mei 2026 | 02:55

Cara Cek SLIK Online Lewat iDebku OJK Terbaru

Ana Octarin23 Mei 2026 | 18:55

Bahaya Sampah Antariksa Mengincar Jakarta, Ini Penjelasannya

Iphan S23 Mei 2026 | 14:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.