Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
Selasa, Juli 14
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Karyawan Google Judi Online Terancam 50 Tahun Penjara
Berita Tekno

Karyawan Google Judi Online Terancam 50 Tahun Penjara

Iphan SIphan S29 Mei 2026 | 23:06
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
karyawan Google judi online
karyawan Google judi online (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Karyawan Google judi online kini menjadi sorotan dunia setelah seorang staf internalnya nekat memanfaatkan data rahasia perusahaan untuk meraup keuntungan pribadi yang fantastis. Pria bernama Spagnuolo, seorang warga negara Italia yang menetap di Swiss, diduga membocorkan informasi internal demi memenangkan taruhan di platform pasar prediksi Polymarket. Nilai kemenangan dari aksi lancung tersebut mencapai US$1,2 juta atau setara dengan Rp21,4 miliar.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sendiri telah memblokir Polymarket di Indonesia karena mengategorikannya sebagai situs judi online. Kasus ini membuka mata publik tentang bagaimana celah keamanan internal perusahaan teknologi raksasa bisa disalahgunakan untuk aktivitas perjudian digital.

Modus Operandi Karyawan Google Judi Online di Polymarket

Jaksa federal di Distrik Selatan New York menuduh Spagnuolo mengakses peranti lunak internal Google yang berstatus sangat rahasia. Lewat sistem tersebut, ia berhasil mengunduh data nonpublik mengenai hasil pencarian tahunan bertajuk ‘Year in Search‘ 2025 sebelum rilis resmi ke publik. Tindakan nekat karyawan Google judi online ini terungkap setelah jaksa federal di Distrik Selatan New York mengajukan tuntutan resmi terhadap pria berusia 36 tahun tersebut.

Baca Juga

  • Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Advertisement

Google sebenarnya telah menandai peranti lunak internal itu dengan teks merah menyala bertuliskan ‘Google Confidential’. Label ini memperingatkan seluruh staf bahwa informasi di dalamnya tidak boleh disebarluaskan kepada pihak luar. Namun, Spagnuolo mengabaikan peringatan tersebut demi keuntungan finansial instan.

Ia memanfaatkan data curian itu untuk melakukan transaksi taruhan di Polymarket sepanjang Oktober hingga Desember 2025. Jaksa membeberkan bahwa pelaku menggunakan nama samaran “AlphaRaccoon” untuk menyamarkan identitasnya sebagai karyawan Google judi online selama bertransaksi di platform tersebut.

Taruhan Bernilai Fantastis Berbekal Data Rahasia

Spagnuolo tidak main-main dalam melancarkan aksinya. Ia mempertaruhkan dana hingga US$2,7 juta (sekitar Rp48,2 miliar) pada sedikitnya 23 kontrak taruhan yang berkaitan dengan peringkat pencarian tahunan Google. Salah satu taruhan terbesarnya adalah menebak bahwa penyanyi D4vd akan menempati posisi teratas sebagai orang yang paling banyak dicari di Google sepanjang tahun 2025.

Baca Juga

  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Advertisement

Ketika Google resmi merilis data ‘Year in Search’ pada 4 Desember 2025, prediksi tersebut terbukti sangat akurat. Penyanyi D4vd benar-benar menduduki peringkat pertama pencarian global. Kemenangan mutlak ini langsung mencairkan keuntungan bersih sebesar US$1,2 juta ke kantong Spagnuolo.

Berikut adalah lini masa singkat bagaimana skandal manipulasi data ini terjadi hingga akhirnya terendus publik:

  • Oktober – November 2025: Spagnuolo aktif mengumpulkan data internal Google secara ilegal dan mulai memasang taruhan di Polymarket.
  • 4 Desember 2025: Google mempublikasikan data pencarian resmi ‘Year in Search’ 2025, mengonfirmasi kemenangan taruhan pelaku.
  • Pertengahan Desember 2025: Muncul kecurigaan publik di platform X dan Discord mengenai aktivitas mencurigakan akun “AlphaRaccoon”.
  • Mei 2026: Kejaksaan Agung AS resmi menahan pelaku setelah mendapat laporan dari sistem keamanan Polymarket.

Menyadari posisinya terancam setelah rumor beredar di Discord, Spagnuolo segera mengubah nama akunnya dan memindahkan asetnya ke alat mata uang kripto privat untuk menghapus jejak digitalnya.

Baca Juga

  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA
  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Advertisement

Ancaman Hukuman 50 Tahun Penjara dan Denda Sipil

Perilaku menyimpang karyawan Google judi online ini akhirnya tercium oleh sistem keamanan internal Polymarket yang mendeteksi adanya aktivitas perdagangan tidak wajar. Pihak Polymarket kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum, yang berujung pada penangkapan Spagnuolo.

Kini, Spagnuolo harus menghadapi serangkaian tuntutan pidana berat dengan ancaman hukuman penjara maksimal hingga 50 tahun. Dalam persidangan awal di hadapan Hakim Magistrat AS Sarah Netburn, pengadilan memberikan penangguhan penahanan dengan jaminan fantastis sebesar US$2,25 juta atau sekitar Rp40,2 miliar. Pengacara Spagnuolo, Mike Ferrara, memilih bungkam dan menolak memberikan komentar kepada media terkait dakwaan kliennya.

Selain tuntutan pidana, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) juga melayangkan gugatan perdata terpisah. Lembaga regulator ini menuntut pengadilan untuk memaksa Spagnuolo melakukan hal-hal berikut:

Baca Juga

  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik
  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu

Advertisement

  • Mengembalikan seluruh keuntungan ilegal hasil taruhan di pasar prediksi.
  • Membayar denda administratif sipil dalam jumlah yang signifikan.
  • Menerima hukuman larangan berdagang dan registrasi di pasar berjangka selamanya.

Respons Google dan Fenomena Insider Trading di Pasar Prediksi

Pihak Google langsung mengambil tindakan tegas pasca-terbongkarnya skandal ini. Perwakilan Google menyatakan bahwa pelaku mengakses materi pemasaran menggunakan alat yang sebenarnya tersedia bagi seluruh karyawan. Namun, menyalahgunakan informasi sensitif tersebut untuk bertaruh di platform judi merupakan pelanggaran berat terhadap integritas dan kebijakan internal perusahaan. Saat ini, Google telah menonaktifkan karyawan tersebut dan sedang menyiapkan langkah hukum lanjutan.

Kasus yang menyeret karyawan Google judi online ini bukanlah kejadian pertama yang melibatkan penyalahgunaan informasi sensitif di platform pasar prediksi. Sebelumnya, seorang sersan utama Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat bernama Gannon Ken Van Dyke juga tersandung kasus serupa. Ia menggunakan intelijen militer rahasia untuk bertaruh pada kontrak penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan meraup untung Rp7,3 miliar.

Rentetan skandal ini memicu penyelidikan mendalam oleh Kongres Amerika Serikat terhadap platform pasar prediksi seperti Polymarket dan pesaingnya, Kalshi. Para senator kini tengah menggodok lebih dari 10 rancangan undang-undang baru untuk memperketat regulasi dan mencegah praktik perdagangan orang dalam (insider trading) yang kian marak di dunia digital.

Baca Juga

  • Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru
  • Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Diselidiki Taiwan

Advertisement

Skandal besar ini menjadi peringatan keras bagi perusahaan teknologi raksasa lainnya tentang betapa besarnya risiko kebocoran data internal yang melibatkan karyawan Google judi online maupun pelaku industri digital lainnya. Diperlukan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat agar informasi sensitif tidak disalahgunakan menjadi komoditas perjudian ilegal di masa mendatang.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Google Judi Online Kejahatan Siber Polymarket Year in Search
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleFitur Penyimpanan Mitsubishi Destinator: Kabin Praktis!
Next Article Tablet OnePlus Pad 3 Terbaru Siap Mengguncang Pasar 2026
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

JAKARTA – Transformasi birokrasi tidak hanya bergantung pada regulasi baru, tetapi juga ditentukan oleh kualitas…

3 Cara Melihat Tanggal Pembuatan Akun Facebook, Auto Nostalgia

3 Oktober 2025 | 23:19

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Stop Gangguan! 7 Cara Ampuh Blokir Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

20 Desember 2025 | 18:27

5 Teknologi Kunci HP Xiaomi yang Dihapus Diam-diam

2 Desember 2025 | 07:18
Terbaru

Ditjen Bina Adwil Luncurkan CEKATAN, Inovasi Integrasi Layanan Kearsipan untuk Perkuat SDM ASN

Ana Octarin3 Juli 2026 | 09:38

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.