Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Microwave 3 in 1 Terbaik 2026: Masak Cepat dan Hemat Listrik

29 Maret 2026 | 21:54

Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun

29 Maret 2026 | 21:22

Harga Suzuki Grand Vitara 2026: Daftar OTR Jakarta Terbaru

29 Maret 2026 | 20:53
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Microwave 3 in 1 Terbaik 2026: Masak Cepat dan Hemat Listrik
  • Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun
  • Harga Suzuki Grand Vitara 2026: Daftar OTR Jakarta Terbaru
  • Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Mengganggu, Ampuh!
  • Oven Listrik Terbaik untuk Usaha: 5 Rekomendasi Awet & Cepat Panas
  • Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli
  • Laptop 5 jutaan terbaik 2026: Rekomendasi Spek Dewa Harga Irit
  • Tablet 2026 Pengganti Laptop: Rekomendasi Murah Performa Kencang
Minggu, Maret 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Nvidia Rugi Akibat Larangan Ekspor Chip ke China
Berita Tekno

Nvidia Rugi Akibat Larangan Ekspor Chip ke China

Jundi AmrullahJundi Amrullah29 Mei 2025 | 11:15
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Nvidia Rugi Akibat Larangan Ekspor Chip ke China
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Nvidia melaporkan kerugian besar akibat pembatasan ekspor chip AI ke China. Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan dan memicu kekhawatiran tentang posisi Amerika dalam persaingan teknologi global.

Nvidia baru saja merilis laporan keuangan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2026, yang berakhir pada 28 April. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa kebijakan pembatasan ekspor chip oleh pemerintah AS memberikan dampak besar terhadap performa bisnis perusahaan.

Dilaporkan bahwa Nvidia mengalami kerugian sebesar 4,5 miliar dolar AS akibat larangan penjualan chip AI H20 ke perusahaan-perusahaan di China. Pembatasan ini muncul dari aturan lisensi baru yang membatasi ekspor teknologi canggih ke negara tersebut.

Baca Juga

  • Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun
  • Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

Advertisement

Selain kerugian langsung, Nvidia juga kehilangan potensi pendapatan sebesar 2,5 miliar dolar AS pada periode yang sama karena tidak dapat mengirimkan chip H20 ke pasar China. Perusahaan sebelumnya telah memproyeksikan kerugian total bisa mencapai 5,5 miliar dolar AS di kuartal ini.

Prospek keuangan kuartal berikutnya pun tidak lebih baik. Nvidia memperkirakan kerugian tambahan hingga 8 miliar dolar AS akibat pembatasan yang masih berlanjut, meskipun pendapatan keseluruhan kuartal kedua diperkirakan mencapai 45 miliar dolar AS.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa China merupakan pasar penting dalam pengembangan AI global. Ia menekankan bahwa pasar AI di China bernilai sekitar 50 miliar dolar AS dan telah menjadi pusat inovasi teknologi dengan kontribusi besar dari peneliti lokal.

Baca Juga

  • Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari
  • Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

Advertisement

Huang mengungkapkan bahwa larangan ekspor chip H20 secara efektif menghentikan bisnis Nvidia di segmen pusat data China, yang selama ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam ekspansi global.

Perusahaan telah menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ekspor yang diusulkan oleh pemerintahan Trump. Nvidia juga menyambut baik keputusan pemerintah AS yang membatalkan rencana peraturan ekspor lanjutan dari era Presiden Biden.

Meski demikian, Huang tetap khawatir atas tekanan politik terhadap pasar China. Ia menilai bahwa membatasi akses ke teknologi AS justru memberi ruang bagi pesaing lokal untuk tumbuh lebih cepat dan dapat melemahkan posisi kompetitif Amerika di tingkat global.

Baca Juga

  • Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains
  • Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

Advertisement


    Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
    • Instagram : @technonesia.id
    • Facebook : Technonesia ID
    • X (Twitter) : @technonesia_id
    • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
    • Google News : TECHNONESIA
    Chip Headline Nvidia
    Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
    Previous ArticleApple Bidik Industri Gim, Siap Tantang Raksasa Game Dunia?
    Next Article Nonton Youtube Shorts, Langsung Cari dengan Google Lens!
    Jundi Amrullah
    • Website

    Artikel Terkait

    Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun

    Ana Octarin29 Maret 2026 | 21:22

    Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

    Iphan S29 Maret 2026 | 19:22

    Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari

    Iphan S29 Maret 2026 | 17:54

    Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

    Iphan S29 Maret 2026 | 15:53

    Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains

    Ana Octarin29 Maret 2026 | 13:53

    Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

    Iphan S29 Maret 2026 | 12:22
    Pilihan Redaksi
    Elektronik

    Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

    Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

    Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

    Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

    26 Maret 2026 | 08:05

    Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

    26 Maret 2026 | 07:55

    Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

    26 Maret 2026 | 11:15

    Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

    26 Maret 2026 | 07:30
    Terbaru

    Mikroba Tertua dalam Batu Kuno Ditemukan, Berusia 2 Miliar Tahun

    Ana Octarin29 Maret 2026 | 21:22

    Dampak Media Sosial pada Remaja: Psikolog Beri Kesaksian Ahli

    Iphan S29 Maret 2026 | 19:22

    Jurusan Studi Kematian NTU Resmi Dibuka, Simak Apa yang Dipelajari

    Iphan S29 Maret 2026 | 17:54

    Aturan Platform Digital Indonesia Belum Dipatuhi YouTube dan Meta

    Iphan S29 Maret 2026 | 15:53

    Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains

    Ana Octarin29 Maret 2026 | 13:53
    technonesia-ads
    TechnoNesia.ID
    Member Of : Media Publica
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    Terhubung Dengan Kami
    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
    www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

    Media Publica Networks :

    UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.