Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ponsel Gaming Lenovo Legion Siap Meluncur Mei 2026 Mendatang

14 April 2026 | 12:55

Huawei Pura 90 Pro Max Siap Rilis April 2026, Ini Speknya

14 April 2026 | 11:55

Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

14 April 2026 | 10:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ponsel Gaming Lenovo Legion Siap Meluncur Mei 2026 Mendatang
  • Huawei Pura 90 Pro Max Siap Rilis April 2026, Ini Speknya
  • Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator
  • Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh
  • Kebocoran Data Game IGRS Ungkap Plot 007: First Light
  • Harga MacBook Neo Indonesia: Laptop Apple Termurah Segera Rilis
  • Update Software Mobil Listrik BYD Tembus 200 Kali Setahun
  • Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi
Selasa, April 14
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Aplikasi » Fitur Expert Review Grammarly Resmi Dihapus Akibat Isu Etika
Aplikasi

Fitur Expert Review Grammarly Resmi Dihapus Akibat Isu Etika

Olin SianturiOlin Sianturi16 Maret 2026 | 02:46
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Fitur Expert Review Grammarly
Fitur Expert Review Grammarly
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Fitur Expert Review Grammarly resmi dihentikan oleh perusahaan induknya, Superhuman, setelah muncul gelombang protes dari komunitas penulis dan jurnalis global. Langkah drastis ini diambil menyusul temuan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) tersebut menggunakan karya para ahli sebagai referensi gaya penulisan tanpa adanya kesepakatan atau kompensasi. Keputusan ini menandai babak baru dalam perdebatan panjang mengenai batasan etika penggunaan data untuk melatih model bahasa besar

Layanan yang pertama kali meluncur pada Agustus lalu ini sejatinya dirancang untuk memberikan saran penulisan yang lebih berbobot. Dengan memanfaatkan pihak ketiga, fitur tersebut mampu menyajikan saran gaya bahasa yang menyerupai cara menulis para pakar ternama. Namun, masalah mendasar muncul ketika diketahui bahwa para ahli yang namanya dicatut tersebut sama sekali tidak mengetahui bahwa karya mereka menjadi basis algoritma fitur tersebut.

Kontroversi di Balik Fitur Expert Review Grammarly

Fitur Expert Review Grammarly menuai kecaman keras karena dianggap melampaui batas kewajaran dalam pengambilan data. Jika perusahaan AI lain biasanya hanya melakukan scraping data secara anonim untuk melatih model mereka, fitur ini justru secara terang-terangan menggunakan identitas dan profil penulis tertentu sebagai referensi gaya. Praktik ini dinilai sebagai bentuk eksploitasi intelektual yang tidak menghargai jerih payah para kreator konten orisinal.

Baca Juga

  • Infrastruktur Digital Indonesia: APJATEL Luncurkan Solusi OVC
  • Fitur WhatsApp Business AI Resmi Hadir untuk UMKM Indonesia

Advertisement

Kemarahan publik memuncak ketika sejumlah editor senior dan jurnalis dari media teknologi ternama menemukan nama mereka terdaftar sebagai referensi gaya di dalam alat tersebut. Mereka merasa keberatan karena identitas profesional mereka digunakan untuk mengomersialkan produk tanpa izin. Awalnya, Superhuman mencoba meredam situasi dengan menyediakan saluran email bagi penulis yang ingin menarik namanya dari sistem (opt-out), namun solusi ini dianggap tidak memadai.

Kritik yang terus mengalir akhirnya memaksa manajemen untuk menarik fitur tersebut sepenuhnya dari pasar. Pihak perusahaan mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan fatal dalam strategi pengembangan produk. Mereka menyadari bahwa membangun kepercayaan pengguna tidak bisa dilakukan dengan cara mengambil hak intelektual orang lain secara sepihak.

Kegagalan Etika dalam Pengembangan AI

Ailian Gan, Direktur Manajemen Produk di Superhuman, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait insiden ini. Ia mengakui bahwa perusahaan telah meleset dari target etika yang seharusnya dijunjung tinggi. Perusahaan berjanji akan melakukan pendekatan yang lebih transparan dan menghargai hak cipta di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga

  • NetApp AI Data Engine: Solusi Canggih Infrastruktur Data AI
  • ChatGPT di Apple CarPlay: Cara Pakai dan Fitur Unggulannya

Advertisement

Fenomena ini mencerminkan tren buruk di Lembah Silikon yang sering kali menerapkan prinsip “minta maaf lebih mudah daripada minta izin”. Di tengah persaingan ketat pengembangan AI, banyak perusahaan teknologi yang mengabaikan aspek legalitas demi mengejar inovasi cepat. Kasus Grammarly ini menjadi pengingat keras bahwa data bukan sekadar angka di server, melainkan hasil pemikiran manusia yang memiliki hak hukum.

Dunia kepenulisan saat ini memang sedang berada di titik nadir akibat gempuran AI generatif. Banyak penulis merasa pekerjaan mereka terancam bukan hanya karena AI bisa menulis, tetapi karena AI belajar dari tulisan mereka untuk kemudian menggantikan posisi mereka. Hal inilah yang membuat isu penggunaan identitas ahli menjadi sangat sensitif di mata publik.

Visi Baru dan Model Bisnis Berbasis Izin

CEO Superhuman, Shishir Mehrotra, memberikan penjelasan tambahan melalui platform LinkedIn. Ia memaparkan visi masa depan di mana para ahli tetap bisa berkolaborasi dengan AI, namun dengan kendali penuh di tangan mereka. Mehrotra membayangkan sebuah ekosistem di mana para pakar memilih secara sadar untuk berpartisipasi dan bahkan membangun model bisnis dari pengetahuan mereka yang diintegrasikan ke dalam alat digital.

Baca Juga

  • Strategi Mandiri AI Microsoft: Kurangi Ketergantungan OpenAI
  • Fitur Video Call RCS Hadir, Ubah SMS Jadi Panggilan Video

Advertisement

Dalam visi tersebut, para ahli dapat menentukan bagaimana pengetahuan mereka direpresentasikan dan mendapatkan keuntungan finansial dari setiap penggunaan gaya mereka oleh pengguna. Model “opt-in” ini dianggap jauh lebih adil dibandingkan praktik pengambilan data secara paksa yang dilakukan sebelumnya. Namun, banyak pihak tetap skeptis mengingat reputasi perusahaan yang sudah terlanjur tercoreng.

Langkah Superhuman untuk menghapus fitur tersebut memang patut diapresiasi, namun kerusakan reputasi sudah terjadi. Meniru identitas jurnalis dan penulis tanpa izin adalah langkah yang sangat berisiko, terutama di industri yang sangat menghargai integritas dan keaslian karya. Ke depannya, transparansi data akan menjadi mata uang utama dalam pengembangan teknologi AI asisten menulis.

Industri teknologi kini harus belajar bahwa inovasi tidak boleh mengorbankan etika. Para pengembang AI perlu membangun jembatan kolaborasi yang sehat dengan para pemilik konten, bukan sekadar menjadi “pencuri” intelektual yang bersembunyi di balik kecanggihan algoritma. Penghentian fitur ini menjadi bukti bahwa suara komunitas kreatif masih memiliki kekuatan besar untuk mengubah kebijakan perusahaan raksasa.

Baca Juga

  • Aplikasi Pengunduh Video Gratis Snaptube: Download Tanpa Watermark
  • Cara Cari Arah Kiblat Online Akurat Tanpa Instal Aplikasi

Advertisement

Kini, pengguna asisten menulis digital menunggu langkah konkret selanjutnya dari perusahaan-perusahaan teknologi. Apakah mereka benar-benar akan melibatkan manusia dalam proses pengembangan, atau hanya mencari cara lain untuk mengeksploitasi data dengan cara yang lebih halus. Yang pasti, kasus ini akan menjadi referensi penting dalam penyusunan regulasi AI di berbagai negara di masa depan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Grammarly Hak Cipta Jurnalisme Kecerdasan Buatan Superhuman
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleIntel Core Ultra 200S Plus Meluncur Jadi CPU Gaming Tercepat
Next Article Mini PC ASUS NUC 16 Pro: Komputer AI Super Kencang Resmi Rilis
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi

Iphan S14 April 2026 | 05:55

Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan

Ana Octarin12 April 2026 | 00:55

Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Ana Octarin11 April 2026 | 20:55

Teknologi MiroFish AI: Revolusi Swarm Intelligence atau Hype?

Olin Sianturi11 April 2026 | 08:55

Fitur Avatar AI YouTube Resmi Meluncur, Simak Cara Pakainya

Ana Octarin10 April 2026 | 21:55

Model AI Muse Spark Meta Resmi Meluncur Tantang Dominasi OpenAI

Ana Octarin10 April 2026 | 11:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

Ana Octarin13 April 2026 | 09:55

Harga Mobil Sedan Toyota pada bulan April 2026 menunjukkan tren yang stabil meskipun pasar otomotif…

Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

11 April 2026 | 04:55

Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

10 April 2026 | 23:55

Blender Philips Terbaik 2026: Rekomendasi Awet untuk Jus dan Bumbu

13 April 2026 | 11:55

Kendaraan Komersial Listrik Foton: Solusi Mobilitas Bisnis

9 April 2026 | 11:55
Terbaru

Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi

Iphan S14 April 2026 | 05:55

Material Chip AI Ajinomoto Jadi Kunci Industri Masa Depan

Ana Octarin12 April 2026 | 00:55

Insiden Pengeboman Rumah Sam Altman: Bos OpenAI Akui Banyak Salah

Ana Octarin11 April 2026 | 20:55

Teknologi MiroFish AI: Revolusi Swarm Intelligence atau Hype?

Olin Sianturi11 April 2026 | 08:55

Fitur Avatar AI YouTube Resmi Meluncur, Simak Cara Pakainya

Ana Octarin10 April 2026 | 21:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.