Ketergantungan yang sudah terlanjur mengakar ini membuat AS rentan terhadap gangguan rantai pasokan. Jika terjadi ketegangan geopolitik yang lebih parah, China bisa saja menghentikan pasokan suku cadang atau pembaruan perangkat lunak, melumpuhkan armada drone yang digunakan oleh kepolisian AS.
Baca Juga :
Konflik Penggunaan Drone DJI di Lapangan
Sementara Washington sibuk berdebat mengenai ancaman spionase, ribuan petugas di garis depan sedang berhadapan dengan masalah yang lebih praktis. Mereka telah mengandalkan teknologi ini untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan efisiensi kerja.
Keputusan untuk melarang atau membatasi penggunaan DJI akan memicu Konflik penggunaan drone DJI yang masif di tingkat operasional, terutama di antara lembaga keselamatan publik.
Saat ini, drone DJI digunakan untuk berbagai keperluan penting:
Baca Juga :
- Pencarian dan Penyelamatan (SAR): Drone dengan kamera termal (thermal imaging) sangat efektif mencari orang hilang di malam hari atau di area yang sulit dijangkau.
- Pemantauan Kebakaran: Dinas pemadam kebakaran menggunakannya untuk memetakan penyebaran api dan mengarahkan strategi pemadaman tanpa membahayakan petugas.
- Investigasi Kecelakaan: Polisi menggunakan drone untuk memetakan lokasi kecelakaan secara cepat dan akurat, mengurangi waktu penutupan jalan.
- Pengawasan Kerumunan: Digunakan untuk memantau acara besar atau protes, memberikan pandangan udara yang kritis.
Melarang penggunaan drone secara mendadak akan memaksa lembaga-lembaga ini melakukan penggantian armada besar-besaran, yang memerlukan biaya fantastis dan pelatihan ulang personil.
Dilema Anggaran dan Waktu
Bagi departemen kepolisian kecil di pedesaan AS, drone DJI adalah solusi paling terjangkau. Harga unitnya relatif murah dibandingkan model militer, dan ekosistemnya sudah mapan.
Jika larangan berlaku, mereka harus mencari vendor yang disetujui pemerintah AS. Seringkali, drone yang disetujui memiliki harga tiga hingga lima kali lipat lebih mahal, menimbulkan dilema anggaran yang serius bagi pembayar pajak setempat.
Baca Juga :
Selain itu, proses sertifikasi drone alternatif dan pelatihan pilot baru akan memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, meninggalkan celah operasional yang berbahaya.
3 Skenario Dampak Besar Jika DJI Dilarang
Jika pemerintahan AS pada akhirnya memutuskan untuk mencantumkan DJI dalam daftar hitam keamanan nasional—seperti yang pernah mereka lakukan pada Huawei—dampak yang ditimbulkan akan bergema jauh melampaui batas-batas industri teknologi.
Berikut adalah 3 Ancaman Serius yang harus dipertimbangkan oleh Washington sebelum mengambil keputusan drastis:
Baca Juga :
1. Dampak Operasional Keamanan Publik
Skenario terburuk adalah terganggunya operasi darurat. Lembaga kepolisian dan pemadam kebakaran mungkin terpaksa mengandangkan armada drone mereka sambil menunggu pengganti yang disetujui.
Ini secara langsung akan mengurangi kemampuan mereka dalam misi pencarian, penyelamatan, dan pemantauan bencana. Dalam konteks di mana setiap detik berharga, hilangnya alat penting ini bisa berakibat fatal.
2. Peningkatan Ketegangan Perdagangan AS-China
Pelarangan DJI akan dianggap oleh Beijing sebagai eskalasi proteksionisme teknologi dan serangan langsung terhadap salah satu perusahaan teknologi terbaiknya. Hal ini hampir pasti akan memicu balasan, mungkin berupa pembatasan ekspor bahan baku penting atau teknologi lain ke AS.