Melalui materi tersebut, ASN tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek administratif, tetapi juga didorong untuk memiliki pola pikir yang lebih inovatif dan responsif terhadap perubahan.
Penguatan SDM ASN Dimulai dari Budaya Disiplin dan Kolaborasi
Selain peningkatan kompetensi, Sri Purwaningsih juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya disiplin sebagai fondasi utama organisasi.
Ia mengingatkan seluruh pegawai agar mematuhi aturan kedisiplinan, menjaga komunikasi yang sehat, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarunit kerja.
Baca Juga :
Menurutnya, budaya organisasi yang kuat akan lahir ketika setiap pegawai memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Tidak hanya itu, pengukuran beban kerja juga dinilai perlu dilakukan secara tepat agar kebutuhan organisasi dapat dipenuhi secara proporsional. Langkah tersebut termasuk untuk mendukung penguatan fungsi media di lingkungan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan yang memiliki peran penting dalam penyebarluasan informasi kepada publik.
Dengan disiplin yang konsisten, kepercayaan pimpinan terhadap kualitas kinerja pegawai juga akan semakin meningkat.
Baca Juga :
CEKATAN Ditjen Bina Adwil Hadir sebagai Solusi Integrasi Layanan Kearsipan
CEKATAN Ditjen Bina Adwil Percepat Integrasi Layanan Kearsipan
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah diperkenalkannya platform Single Window Preservation Arsip atau CEKATAN.
Inovasi yang dikembangkan oleh Bagian Umum Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan ini mengusung konsep Kecepatan, Kemudahan, dan Ketepatan, sehingga seluruh layanan kearsipan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Melalui pendekatan tersebut, proses administrasi diharapkan menjadi lebih sederhana, efisien, sekaligus mampu mengurangi hambatan birokrasi yang selama ini masih ditemukan dalam pengelolaan arsip.
Baca Juga :
Selain mendukung efektivitas pekerjaan internal, platform ini juga diproyeksikan menjadi bagian penting dari transformasi digital di lingkungan Ditjen Bina Adwil.
Integrasi Layanan Kearsipan Diharapkan Tingkatkan Tata Kelola Organisasi
Kepala Bagian Umum Sekretariat Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, Rizza Kamajaya, menjelaskan bahwa inovasi CEKATAN dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi yang terus berkembang.
Menurutnya, perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah spektakuler, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Baca Juga :
Karena itu, CEKATAN diharapkan menjadi katalisator dalam mengoptimalkan tugas dan fungsi Ditjen Bina Adwil melalui pengelolaan arsip yang lebih modern, cepat, mudah, dan akurat.
Implementasi platform ini juga diproyeksikan mampu memperkuat budaya kerja digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi di lingkungan internal kementerian.
CEKATAN dan Penguatan SDM ASN Jadi Strategi Menuju Pelayanan Publik Berkualitas
Penguatan kapasitas aparatur dan lahirnya inovasi CEKATAN menunjukkan bahwa Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga melakukan pembenahan sistem kerja secara menyeluruh.
Baca Juga :
Kedua strategi tersebut saling melengkapi. SDM yang kompeten membutuhkan sistem yang modern agar mampu bekerja secara optimal, sementara sistem digital yang baik memerlukan aparatur yang adaptif untuk mengelolanya.