Namun, situasinya berubah ketika pengguna membuka game dengan grafis berat, melakukan editing foto atau video, menjalankan banyak aplikasi sekaligus, atau menggunakan fitur AI.
Pada kondisi seperti itu, sistem operasi dan scheduler CPU akan membagi pekerjaan ke inti yang tersedia berdasarkan kebutuhan.
Baca Juga :
Di sinilah konfigurasi All Big Core memberikan keuntungan. Karena sebagian besar inti memiliki kemampuan komputasi tinggi, sistem mempunyai lebih banyak pilihan untuk menangani beban kerja yang membutuhkan respons cepat.
Dengan kata lain, keunggulannya bukan sekadar "semua inti besar", tetapi bagaimana seluruh inti tersebut dikelola.
Selain arsitektur inti, performa juga dipengaruhi oleh cache, kecepatan memori, sistem operasi, manajemen daya, hingga teknologi fabrikasi chipset.
Baca Juga :
Jadi, apabila ada chipset dengan jumlah inti yang sama tetapi arsitekturnya berbeda, hasil akhirnya belum tentu identik.
Dimensity 9400 Jadi Bukti Pendekatan Ini Serius
MediaTek semakin memperkuat pendekatan tersebut melalui Dimensity 9400.
Chipset ini membawa satu Cortex-X925 yang memiliki clock hingga 3,62 GHz, ditambah tiga Cortex-X4 dan empat Cortex-A720.
Baca Juga :
MediaTek mengklaim konfigurasi tersebut mampu memberikan peningkatan performa single-core hingga 35 persen serta sustained multi-core hingga 28 persen dibandingkan generasi flagship sebelumnya.
Angka tersebut penting karena menunjukkan bahwa MediaTek tidak hanya mengejar performa sesaat.
Istilah sustained multi-core justru berkaitan dengan kemampuan prosesor mempertahankan performa ketika banyak inti bekerja dalam periode tertentu. Bagi pengguna, kemampuan semacam ini lebih relevan untuk aktivitas seperti gaming dalam waktu lama, rendering, multitasking berat, dan pekerjaan produktivitas.
Baca Juga :
Akan tetapi, angka benchmark tetap bukan gambaran keseluruhan.
Smartphone dengan chipset yang sama bisa menghasilkan pengalaman berbeda karena produsen ponsel memiliki sistem pendingin, software, RAM, storage, dan pengaturan thermal yang berbeda.
Cache Besar Ikut Menentukan Performa
Salah satu bagian yang sering tidak terlihat ketika membahas chipset adalah cache.
Baca Juga :
Padahal, cache memiliki peran penting karena CPU membutuhkan akses cepat terhadap data yang sering digunakan.
Pada Dimensity 9400, MediaTek meningkatkan kapasitas cache dibandingkan Dimensity 9300. L2 cache disebut meningkat dua kali lipat, sementara L3 cache menjadi 1,5 kali lebih besar.
Secara sederhana, kapasitas cache yang lebih besar memberikan lebih banyak ruang bagi CPU untuk menyimpan data yang sering dibutuhkan.
Dengan begitu, prosesor tidak harus terus-menerus mengambil data dari memori utama yang memiliki karakteristik akses berbeda.
Dampaknya mungkin tidak selalu terlihat dalam bentuk satu fitur tertentu. Namun, cache merupakan bagian dari fondasi yang membantu CPU bekerja lebih efisien ketika menangani beban komputasi yang kompleks.
Karena itu, ketika melihat spesifikasi chipset flagship, pengguna sebaiknya tidak hanya memperhatikan angka GHz.
Dimensity 9500 Bawa All Big Core ke Level Berikutnya
Konsep tersebut kemudian berkembang pada Dimensity 9500, yang menjadi generasi ketiga MediaTek dengan pendekatan All Big Core.