Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Ke-5.000 Resmi Hadir

25 Mei 2026 | 12:55

Klasemen Akhir MPL ID S17: RRQ dan Alter Ego Gagal Lolos

25 Mei 2026 | 11:55

Serial Drama The Other Sister Siap Tayang Mei 2026 di iQIYI

25 Mei 2026 | 10:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Ke-5.000 Resmi Hadir
  • Klasemen Akhir MPL ID S17: RRQ dan Alter Ego Gagal Lolos
  • Serial Drama The Other Sister Siap Tayang Mei 2026 di iQIYI
  • Tablet Murah 2 Jutaan: itel VistaTab 30GT Bawa Helio G99
  • Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya
  • Mobil Jaecoo J5 EV Laris Manis Kirim 16 Ribu Unit
  • Laptop MacBook Neo Terbaru Resmi Hadir, Ini Harganya
  • Program Makan Bergizi Gratis: Butuh 4,8 Ton Beras per SPPG
Senin, Mei 25
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Xiaomi HyperOS Dikabarkan Bebas Aplikasi Google
Berita Tekno

Xiaomi HyperOS Dikabarkan Bebas Aplikasi Google

Jundi AmrullahJundi Amrullah3 Mei 2025 | 12:14
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
HyperOS
HyperOS
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan versi baru dari sistem operasi HyperOS yang dirancang tanpa dukungan aplikasi Google atau Google Mobile Services (GMS). Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi tekanan dari pemerintah Amerika Serikat, seperti yang sebelumnya dialami Huawei.

Menurut laporan dari WCCF Tech, Xiaomi tidak bekerja sendiri. Perusahaan ini disebut menggandeng BBK Group induk dari Oppo, vivo, dan realme serta Huawei untuk bersama-sama mengembangkan HyperOS versi khusus tersebut. Jika benar, kolaborasi ini terbilang mengejutkan mengingat persaingan yang cukup ketat di antara para produsen smartphone ini.

Meski hingga kini Xiaomi masih memiliki izin untuk menggunakan layanan Google, spekulasi tentang pengembangan HyperOS tanpa GMS menunjukkan bahwa perusahaan mulai bersiap menghadapi kemungkinan pembatasan di masa depan, sebagaimana yang menimpa Huawei.

Baca Juga

  • Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya
  • Titip KTP di Gedung Ternyata Melanggar Undang-Undang?

Advertisement

Amerika Serikat sebelumnya telah menunjukkan kekhawatiran terhadap kemajuan teknologi buatan Tiongkok, terutama setelah Huawei berhasil menciptakan chipset mandiri dengan performa tinggi. Langkah Xiaomi dalam inovasi serupa mungkin menimbulkan perhatian serupa dari pihak Barat.

Salah satu pencapaian penting Xiaomi adalah pengembangan chipset berteknologi fabrikasi 3nm. Teknologi ini memungkinkan penempatan transistor dalam jumlah lebih besar pada area lebih kecil, yang berujung pada peningkatan efisiensi daya, performa yang lebih cepat, serta pengurangan suhu panas perangkat.

Selain itu, Xiaomi telah membentuk tim khusus bernama Xring untuk merancang chipset internal. Jika sukses, Xiaomi dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok chip global seperti Qualcomm dan MediaTek, serta meningkatkan kemandirian teknologi mereka.

Baca Juga

  • Ciri Nomor WA Diblokir Seseorang, Ini 6 Tanda Utamanya
  • Kontrol Ekspor Chip AI Malah Jadi Bumerang bagi Amerika Serikat

Advertisement

Namun, jika di masa depan Xiaomi terkena pembatasan seperti Huawei, maka perjalanan mereka akan semakin menantang. Huawei telah membuktikan bahwa meskipun secara teknis produk mereka canggih, absennya layanan Google bisa berdampak besar pada minat konsumen.

Situasi ini membuat penggemar teknologi, termasuk di Indonesia, bisa mulai mempertimbangkan bagaimana jika Xiaomi mengikuti jejak Huawei. Apakah konsumen tetap antusias jika suatu saat Xiaomi hadir tanpa ekosistem Google di perangkatnya?

Baca Juga

  • Potensi Gempa Megathrust Indonesia: Ahli Jepang Ungkap Ini
  • Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia: Kunci Ekonomi 8%

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Google Headline Huawei HyperOS Xiaomi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePendaftaran Bootcamp AI IDCamp 2025 untuk Jurnalis
Next Article Rahasia Tersembunyi AI di Samsung Galaxy S25 Series
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Iphan S25 Mei 2026 | 08:55

Titip KTP di Gedung Ternyata Melanggar Undang-Undang?

Iphan S25 Mei 2026 | 04:55

Ciri Nomor WA Diblokir Seseorang, Ini 6 Tanda Utamanya

Ana Octarin24 Mei 2026 | 23:55

Kontrol Ekspor Chip AI Malah Jadi Bumerang bagi Amerika Serikat

Iphan S24 Mei 2026 | 18:55

Potensi Gempa Megathrust Indonesia: Ahli Jepang Ungkap Ini

Ana Octarin24 Mei 2026 | 14:55

Akselerasi Infrastruktur Digital Indonesia: Kunci Ekonomi 8%

Ana Octarin24 Mei 2026 | 09:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Spesifikasi POCO X7 5G: HP 3 Jutaan Terbaik Layar AMOLED

21 Mei 2026 | 23:55

Muka Air Danau Toba Menyusut, Ribuan Ikan Terancam Mati

20 Mei 2026 | 08:55

The Frame dan Music Frame Samsung: Inovasi Aesthetic yang Bikin Ruangan Naik Kelas ala Naura Ayu

28 November 2025 | 22:38

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Fitur Pesan Rahasia WhatsApp Diuji Coba, Ini Cara Kerjanya

Iphan S25 Mei 2026 | 08:55

Titip KTP di Gedung Ternyata Melanggar Undang-Undang?

Iphan S25 Mei 2026 | 04:55

Ciri Nomor WA Diblokir Seseorang, Ini 6 Tanda Utamanya

Ana Octarin24 Mei 2026 | 23:55

Kontrol Ekspor Chip AI Malah Jadi Bumerang bagi Amerika Serikat

Iphan S24 Mei 2026 | 18:55

Potensi Gempa Megathrust Indonesia: Ahli Jepang Ungkap Ini

Ana Octarin24 Mei 2026 | 14:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.