Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jadwal MPL ID S17 Week 5: Duel Panas Evos Lawan Onic!

23 April 2026 | 16:55

Biaya per Juta Token AI Jadi Standar Baru Infrastruktur Masa Depan

23 April 2026 | 15:55

Keunggulan LG Nano80 2026: TV Pintar dengan Update OS 5 Tahun

23 April 2026 | 14:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Jadwal MPL ID S17 Week 5: Duel Panas Evos Lawan Onic!
  • Biaya per Juta Token AI Jadi Standar Baru Infrastruktur Masa Depan
  • Keunggulan LG Nano80 2026: TV Pintar dengan Update OS 5 Tahun
  • Aturan Usia Minimum YouTube Indonesia: Nasib Akun Remaja RI
  • Uji Coba Biodiesel B50 Jadi Peluang Emas Otomotif Indonesia
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru April 2026: Klaim Hadiah TOTS
  • Hollyland Pyro Ultra Indonesia Resmi Rilis, Video 4K 1,5 Km
  • Spesifikasi Honor 600 Series: HP Kamera 200MP Baterai 7000 mAh
Kamis, April 23
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Xiaomi HyperOS Dikabarkan Bebas Aplikasi Google
Berita Tekno

Xiaomi HyperOS Dikabarkan Bebas Aplikasi Google

Jundi AmrullahJundi Amrullah3 Mei 2025 | 12:14
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
HyperOS
HyperOS
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan versi baru dari sistem operasi HyperOS yang dirancang tanpa dukungan aplikasi Google atau Google Mobile Services (GMS). Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi tekanan dari pemerintah Amerika Serikat, seperti yang sebelumnya dialami Huawei.

Menurut laporan dari WCCF Tech, Xiaomi tidak bekerja sendiri. Perusahaan ini disebut menggandeng BBK Group induk dari Oppo, vivo, dan realme serta Huawei untuk bersama-sama mengembangkan HyperOS versi khusus tersebut. Jika benar, kolaborasi ini terbilang mengejutkan mengingat persaingan yang cukup ketat di antara para produsen smartphone ini.

Meski hingga kini Xiaomi masih memiliki izin untuk menggunakan layanan Google, spekulasi tentang pengembangan HyperOS tanpa GMS menunjukkan bahwa perusahaan mulai bersiap menghadapi kemungkinan pembatasan di masa depan, sebagaimana yang menimpa Huawei.

Baca Juga

  • Aturan Usia Minimum YouTube Indonesia: Nasib Akun Remaja RI
  • Penyelundupan Perangkat Starlink Iran: Dua Warga Asing Ditangkap

Advertisement

Amerika Serikat sebelumnya telah menunjukkan kekhawatiran terhadap kemajuan teknologi buatan Tiongkok, terutama setelah Huawei berhasil menciptakan chipset mandiri dengan performa tinggi. Langkah Xiaomi dalam inovasi serupa mungkin menimbulkan perhatian serupa dari pihak Barat.

Salah satu pencapaian penting Xiaomi adalah pengembangan chipset berteknologi fabrikasi 3nm. Teknologi ini memungkinkan penempatan transistor dalam jumlah lebih besar pada area lebih kecil, yang berujung pada peningkatan efisiensi daya, performa yang lebih cepat, serta pengurangan suhu panas perangkat.

Selain itu, Xiaomi telah membentuk tim khusus bernama Xring untuk merancang chipset internal. Jika sukses, Xiaomi dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok chip global seperti Qualcomm dan MediaTek, serta meningkatkan kemandirian teknologi mereka.

Baca Juga

  • Profil CEO Baru Apple John Ternus: Perjalanan Sang Insinyur
  • Infrastruktur Data Center Tier IV DRB Siap Dukung Revolusi AI

Advertisement

Namun, jika di masa depan Xiaomi terkena pembatasan seperti Huawei, maka perjalanan mereka akan semakin menantang. Huawei telah membuktikan bahwa meskipun secara teknis produk mereka canggih, absennya layanan Google bisa berdampak besar pada minat konsumen.

Situasi ini membuat penggemar teknologi, termasuk di Indonesia, bisa mulai mempertimbangkan bagaimana jika Xiaomi mengikuti jejak Huawei. Apakah konsumen tetap antusias jika suatu saat Xiaomi hadir tanpa ekosistem Google di perangkatnya?

Baca Juga

  • Pembatasan Usia YouTube Indonesia Berlaku, Nasib YouTube Kids?
  • Ancaman AI Mythos Anthropic Incar Sektor Perbankan Global

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Google Headline Huawei HyperOS Xiaomi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePendaftaran Bootcamp AI IDCamp 2025 untuk Jurnalis
Next Article Rahasia Tersembunyi AI di Samsung Galaxy S25 Series
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Aturan Usia Minimum YouTube Indonesia: Nasib Akun Remaja RI

Ana Octarin23 April 2026 | 13:55

Penyelundupan Perangkat Starlink Iran: Dua Warga Asing Ditangkap

Ana Octarin23 April 2026 | 08:55

Profil CEO Baru Apple John Ternus: Perjalanan Sang Insinyur

Ana Octarin23 April 2026 | 03:55

Infrastruktur Data Center Tier IV DRB Siap Dukung Revolusi AI

Iphan S22 April 2026 | 23:55

Pembatasan Usia YouTube Indonesia Berlaku, Nasib YouTube Kids?

Ana Octarin22 April 2026 | 19:55

Ancaman AI Mythos Anthropic Incar Sektor Perbankan Global

Ana Octarin22 April 2026 | 14:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

Mitigasi Penyalahgunaan Nama Domain: PANDI dan TNN Kolaborasi

18 April 2026 | 12:55

Blokir Wikipedia di Indonesia Segera Berlaku Jika Tak Daftar PSE

21 April 2026 | 18:55

Produksi AirTag di Batam Resmi Diekspor ke Amerika Serikat

21 April 2026 | 13:55
Terbaru

Aturan Usia Minimum YouTube Indonesia: Nasib Akun Remaja RI

Ana Octarin23 April 2026 | 13:55

Penyelundupan Perangkat Starlink Iran: Dua Warga Asing Ditangkap

Ana Octarin23 April 2026 | 08:55

Profil CEO Baru Apple John Ternus: Perjalanan Sang Insinyur

Ana Octarin23 April 2026 | 03:55

Infrastruktur Data Center Tier IV DRB Siap Dukung Revolusi AI

Iphan S22 April 2026 | 23:55

Pembatasan Usia YouTube Indonesia Berlaku, Nasib YouTube Kids?

Ana Octarin22 April 2026 | 19:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.