Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Akses Internet di Iran Mulai Dibuka Lewat Skema Internet Pro

30 April 2026 | 05:55

The Elite Showcase 2026 Segera Hadir di ICE BSD, Cek Jadwalnya!

30 April 2026 | 04:55

Main PUBG di Dunia Nyata: Tren AR Gen Z China yang Viral

30 April 2026 | 03:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Akses Internet di Iran Mulai Dibuka Lewat Skema Internet Pro
  • The Elite Showcase 2026 Segera Hadir di ICE BSD, Cek Jadwalnya!
  • Main PUBG di Dunia Nyata: Tren AR Gen Z China yang Viral
  • Ekspansi Diablo IV Lord of Hatred Resmi Rilis, Gandeng KoRn
  • Tablet Redmi Pad 2 Terbaru: Layar 2.5K Tajam & Baterai Awet
  • Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya
  • Fitur Layar Sentuh Mitsubishi Destinator: Cara Atur SUV Pintar
  • Game PlayStation yang Akan Dimatikan Juni 2026, Cek Daftarnya
Kamis, April 30
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Xiaomi HyperOS Dikabarkan Bebas Aplikasi Google
Berita Tekno

Xiaomi HyperOS Dikabarkan Bebas Aplikasi Google

Jundi AmrullahJundi Amrullah3 Mei 2025 | 12:14
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
HyperOS
HyperOS
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan versi baru dari sistem operasi HyperOS yang dirancang tanpa dukungan aplikasi Google atau Google Mobile Services (GMS). Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi tekanan dari pemerintah Amerika Serikat, seperti yang sebelumnya dialami Huawei.

Menurut laporan dari WCCF Tech, Xiaomi tidak bekerja sendiri. Perusahaan ini disebut menggandeng BBK Group induk dari Oppo, vivo, dan realme serta Huawei untuk bersama-sama mengembangkan HyperOS versi khusus tersebut. Jika benar, kolaborasi ini terbilang mengejutkan mengingat persaingan yang cukup ketat di antara para produsen smartphone ini.

Meski hingga kini Xiaomi masih memiliki izin untuk menggunakan layanan Google, spekulasi tentang pengembangan HyperOS tanpa GMS menunjukkan bahwa perusahaan mulai bersiap menghadapi kemungkinan pembatasan di masa depan, sebagaimana yang menimpa Huawei.

Baca Juga

  • Akses Internet di Iran Mulai Dibuka Lewat Skema Internet Pro
  • Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya

Advertisement

Amerika Serikat sebelumnya telah menunjukkan kekhawatiran terhadap kemajuan teknologi buatan Tiongkok, terutama setelah Huawei berhasil menciptakan chipset mandiri dengan performa tinggi. Langkah Xiaomi dalam inovasi serupa mungkin menimbulkan perhatian serupa dari pihak Barat.

Salah satu pencapaian penting Xiaomi adalah pengembangan chipset berteknologi fabrikasi 3nm. Teknologi ini memungkinkan penempatan transistor dalam jumlah lebih besar pada area lebih kecil, yang berujung pada peningkatan efisiensi daya, performa yang lebih cepat, serta pengurangan suhu panas perangkat.

Selain itu, Xiaomi telah membentuk tim khusus bernama Xring untuk merancang chipset internal. Jika sukses, Xiaomi dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok chip global seperti Qualcomm dan MediaTek, serta meningkatkan kemandirian teknologi mereka.

Baca Juga

  • Perbaikan Kabel Laut Sulawesi, Telkom Targetkan Normal 7 Mei
  • Ancaman AI China DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi Teknologi AS

Advertisement

Namun, jika di masa depan Xiaomi terkena pembatasan seperti Huawei, maka perjalanan mereka akan semakin menantang. Huawei telah membuktikan bahwa meskipun secara teknis produk mereka canggih, absennya layanan Google bisa berdampak besar pada minat konsumen.

Situasi ini membuat penggemar teknologi, termasuk di Indonesia, bisa mulai mempertimbangkan bagaimana jika Xiaomi mengikuti jejak Huawei. Apakah konsumen tetap antusias jika suatu saat Xiaomi hadir tanpa ekosistem Google di perangkatnya?

Baca Juga

  • Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati
  • Biaya Operasional Teknologi AI Ternyata Lebih Mahal dari Gaji

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Google Headline Huawei HyperOS Xiaomi
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePendaftaran Bootcamp AI IDCamp 2025 untuk Jurnalis
Next Article Rahasia Tersembunyi AI di Samsung Galaxy S25 Series
Jundi Amrullah
  • Website

Artikel Terkait

Akses Internet di Iran Mulai Dibuka Lewat Skema Internet Pro

Iphan S30 April 2026 | 05:55

Tablet Redmi Pad 2 Terbaru: Layar 2.5K Tajam & Baterai Awet

Olin Sianturi30 April 2026 | 01:55

Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya

Ana Octarin30 April 2026 | 00:55

Perbaikan Kabel Laut Sulawesi, Telkom Targetkan Normal 7 Mei

Iphan S29 April 2026 | 19:55

Ancaman AI China DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi Teknologi AS

Ana Octarin29 April 2026 | 14:55

Suhu Kritis Daun Hutan Tropis Terlampaui, Hutan Terancam Mati

Iphan S29 April 2026 | 09:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

MPL Indonesia Creative Playground: Moonton Gandeng Tale X

24 April 2026 | 18:55

Rice Cooker Stainless Sanken SJ-203BK: Solusi Masak Sehat 6-in-1

25 April 2026 | 17:55

Cara Hemat BBM Mobil Hybrid Saat Harga Minyak Dunia Naik

24 April 2026 | 01:55
Terbaru

Akses Internet di Iran Mulai Dibuka Lewat Skema Internet Pro

Iphan S30 April 2026 | 05:55

Tablet Redmi Pad 2 Terbaru: Layar 2.5K Tajam & Baterai Awet

Olin Sianturi30 April 2026 | 01:55

Fenomena Gempa Langit Hebohkan Dunia, Ilmuwan Ungkap Faktanya

Ana Octarin30 April 2026 | 00:55

Perbaikan Kabel Laut Sulawesi, Telkom Targetkan Normal 7 Mei

Iphan S29 April 2026 | 19:55

Ancaman AI China DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi Teknologi AS

Ana Octarin29 April 2026 | 14:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.