Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pabrik AI Fleksibel NVIDIA Gandeng Raksasa Energi Amerika

1 April 2026 | 05:53

Spesifikasi Realme 16 Pro Plus: Desain Wild & Baterai 7.000 mAh

1 April 2026 | 05:22

Astronaut NASA Mendadak Bisu di Luar Angkasa, Ini Faktanya

1 April 2026 | 04:54
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pabrik AI Fleksibel NVIDIA Gandeng Raksasa Energi Amerika
  • Spesifikasi Realme 16 Pro Plus: Desain Wild & Baterai 7.000 mAh
  • Astronaut NASA Mendadak Bisu di Luar Angkasa, Ini Faktanya
  • Sepeda Balap Bugatti Factor One: Performa Hypercar di Dua Roda
  • Program Future of Work Accelerator HP Pilih 5 Organisasi Inovatif
  • Rice Cooker Low Watt Terbaik 2026: Hemat Listrik Mulai 250 Ribu
  • Keuntungan Beli Mobil Lelang: Mengapa Kini Semakin Diminati?
  • HP Xiaomi Snapdragon 8 Elite: Daftar Lengkap dan Spesifikasi
Rabu, April 1
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Astronaut NASA Mendadak Bisu di Luar Angkasa, Ini Faktanya
Berita Tekno

Astronaut NASA Mendadak Bisu di Luar Angkasa, Ini Faktanya

Iphan SIphan S1 April 2026 | 04:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Astronaut NASA mendadak bisu
Astronaut NASA mendadak bisu (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Astronaut NASA mendadak bisu menjadi sorotan dunia setelah Mike Fincke akhirnya buka suara mengenai insiden medis misterius yang menimpanya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kejadian yang sempat dirahasiakan selama berbulan-bulan ini memicu kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang tinggal di lingkungan gravitasi mikro bagi tubuh manusia. Fincke, seorang veteran ruang angkasa, terpaksa mengakhiri misinya lebih awal demi mendapatkan perawatan medis darurat di Bumi.

Peristiwa ini bermula pada Januari lalu saat Mike Fincke sedang menjalankan misi bersama astronaut Zena Cardman. Awalnya, mereka memiliki agenda penting untuk melakukan spacewalk atau berjalan di luar angkasa guna memasang komponen peningkat daya ISS. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan teknis sebelum laboratorium raksasa tersebut akhirnya dikeluarkan dari orbitnya di masa depan. Namun, rencana tersebut batal secara mendadak karena alasan kesehatan yang saat itu belum NASA jelaskan secara rinci.

Kronologi Kejadian Astronaut NASA Mendadak Bisu

Dalam pengakuannya baru-baru ini, Fincke menceritakan bahwa serangan medis tersebut terjadi saat ia sedang menikmati makan malam di ISS. Tanpa ada gejala awal, astronaut NASA mendadak bisu dan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi selama kurang lebih 20 menit. Rekan-rekan krunya yang melihat keganjilan tersebut langsung bertindak cepat dalam hitungan detik untuk memberikan pertolongan pertama sesuai protokol darurat.

Baca Juga

  • Kebocoran Data Nasabah Bank Melanda 450 Ribu Orang di Inggris
  • Musim Kemarau 2026 Indonesia Diprediksi Lebih Kering dan Panjang

Advertisement

“Terjadi tiba-tiba, sangat cepat. Para kru melihat saya mengalami masalah dan semua bertindak hanya dalam beberapa detik,” ujar Fincke dalam wawancara dengan media internasional. Kondisi ini sangat mengejutkan mengingat Fincke adalah sosok berpengalaman yang telah menghabiskan total 549 hari di luar angkasa. Meskipun tim medis di ISS berhasil menstabilkan kondisinya dengan panduan dokter bedah dari Bumi, NASA mengambil keputusan berisiko untuk memulangkan seluruh Crew-11 lebih awal.

Keputusan pemulangan ini diambil karena ISS tidak memiliki peralatan pencitraan medis yang cukup canggih untuk mendiagnosis gangguan saraf atau otak secara mendalam. NASA menilai bahwa keselamatan kru adalah prioritas utama, sehingga teknologi pemindaian di Bumi menjadi satu-satunya jalan untuk mengetahui mengapa astronaut NASA mendadak bisu secara tiba-tiba di tengah misi penting tersebut.

Misteri Medis yang Belum Terpecahkan

Hingga saat ini, penyebab pasti dari hilangnya kemampuan bicara Mike Fincke masih menjadi teka-teki bagi para ahli medis NASA. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan intensif setibanya di Bumi, dokter memastikan bahwa Fincke tidak mengalami stroke maupun serangan jantung. Data medis menunjukkan bahwa fungsi organ vitalnya tetap normal, namun serangan selama 20 menit itu tetap tidak terjelaskan secara ilmiah.

Baca Juga

  • Misi Artemis II NASA ke Bulan Siap Cetak Sejarah Baru
  • Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto Bangun Jam 3 Pagi Cek YouTube

Advertisement

Kondisi astronaut NASA mendadak bisu ini diduga kuat berkaitan erat dengan efek lingkungan ruang angkasa terhadap sistem saraf manusia. Para ilmuwan kini tengah meneliti fenomena “pergeseran cairan” yang sering dialami astronaut, di mana cairan tubuh mengalir lebih banyak ke arah kepala akibat ketiadaan gravitasi. Tekanan intrakranial yang meningkat ini disinyalir dapat memengaruhi pusat bicara di otak, meskipun teori ini masih memerlukan bukti lebih lanjut.

NASA juga mulai memeriksa kembali rekam medis para astronaut terdahulu untuk mencari pola serupa. Selama ini, risiko kesehatan di luar angkasa lebih banyak berfokus pada pengeroposan tulang, atrofi otot, dan paparan radiasi. Munculnya kasus gangguan bicara mendadak ini menambah daftar panjang tantangan kesehatan yang harus dipecahkan sebelum manusia benar-benar mengirimkan misi berawak menuju Mars yang memakan waktu jauh lebih lama.

Dampak Jangka Panjang bagi Misi Masa Depan

Kasus astronaut NASA mendadak bisu ini memberikan pelajaran berharga bagi agensi antariksa di seluruh dunia. Mike Fincke sendiri menekankan pentingnya memahami anomali ini demi keselamatan penjelajah ruang angkasa di masa depan. Jika gangguan komunikasi terjadi saat seorang astronaut sedang melakukan prosedur kritis di luar wahana, dampaknya bisa sangat fatal bagi keselamatan seluruh misi.

Baca Juga

  • Keamanan Zero Trust Berbasis AI Hadir di Solusi Terbaru Akamai
  • Paus Terdampar di Jerman: Timmy Berjuang Hidup di Laut Baltik

Advertisement

  • Evaluasi Protokol Medis: NASA kemungkinan akan memperbarui peralatan diagnosis di dalam ISS untuk menangani kasus neurologis secara mandiri.
  • Studi Neuroplastisitas: Penelitian lebih dalam mengenai bagaimana otak beradaptasi dengan gravitasi mikro akan menjadi prioritas utama.
  • Seleksi Kesehatan: Kriteria kesehatan bagi astronaut mungkin akan diperketat, terutama yang berkaitan dengan sistem vaskular otak.

Meskipun penyebabnya masih misterius, Mike Fincke merasa beruntung karena kondisinya kini telah pulih sepenuhnya. Ia berharap pengalaman pahitnya dapat menjadi data ilmiah yang berguna. Penyelidikan mendalam terhadap fenomena astronaut NASA mendadak bisu tetap berlanjut, karena memahami setiap risiko medis adalah kunci utama untuk menembus batas-batas eksplorasi manusia di alam semesta yang luas.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Astronaut ISS Kesehatan Luar Angkasa NASA
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSepeda Balap Bugatti Factor One: Performa Hypercar di Dua Roda
Next Article Spesifikasi Realme 16 Pro Plus: Desain Wild & Baterai 7.000 mAh
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Kebocoran Data Nasabah Bank Melanda 450 Ribu Orang di Inggris

Ana Octarin1 April 2026 | 00:54

Musim Kemarau 2026 Indonesia Diprediksi Lebih Kering dan Panjang

Ana Octarin31 Maret 2026 | 22:54

Misi Artemis II NASA ke Bulan Siap Cetak Sejarah Baru

Iphan S31 Maret 2026 | 20:54

Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto Bangun Jam 3 Pagi Cek YouTube

Iphan S31 Maret 2026 | 18:22

Keamanan Zero Trust Berbasis AI Hadir di Solusi Terbaru Akamai

Olin Sianturi31 Maret 2026 | 16:54

Paus Terdampar di Jerman: Timmy Berjuang Hidup di Laut Baltik

Iphan S31 Maret 2026 | 16:22
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Kebocoran Data Nasabah Bank Melanda 450 Ribu Orang di Inggris

Ana Octarin1 April 2026 | 00:54

Musim Kemarau 2026 Indonesia Diprediksi Lebih Kering dan Panjang

Ana Octarin31 Maret 2026 | 22:54

Misi Artemis II NASA ke Bulan Siap Cetak Sejarah Baru

Iphan S31 Maret 2026 | 20:54

Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto Bangun Jam 3 Pagi Cek YouTube

Iphan S31 Maret 2026 | 18:22

Keamanan Zero Trust Berbasis AI Hadir di Solusi Terbaru Akamai

Olin Sianturi31 Maret 2026 | 16:54
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.