Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Nasib OnePlus di Pasar Global Terancam, Ini Fakta Sebenarnya

26 Maret 2026 | 12:05

Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta

26 Maret 2026 | 12:00

Tablet Murah Advan Tab VX Neo: Harga 1 Jutaan Memori 128GB

26 Maret 2026 | 11:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Nasib OnePlus di Pasar Global Terancam, Ini Fakta Sebenarnya
  • Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta
  • Tablet Murah Advan Tab VX Neo: Harga 1 Jutaan Memori 128GB
  • Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?
  • Superkomputer PlayStation 3 Militer: Rahasia Kekuatan Udara AS
  • Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan
  • Diskon Tarif Tol Lebaran 2026: Jasa Marga Beri Potongan 30%
  • Gamer Tertua Yang Binglin Tamatkan Resident Evil Tanpa Panduan
Kamis, Maret 26
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Dominasi Pasar E-commerce China Jadi Sorotan Purbaya Sadewa
Berita Tekno

Dominasi Pasar E-commerce China Jadi Sorotan Purbaya Sadewa

Ana OctarinAna Octarin26 Maret 2026 | 10:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Dominasi pasar e-commerce China
Dominasi pasar e-commerce China (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Dominasi pasar e-commerce China di Indonesia kini memicu kekhawatiran serius bagi sejumlah pemangku kepentingan ekonomi nasional, termasuk Purbaya Yudhi Sadewa. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut secara terbuka menyoroti pergeseran kepemilikan platform belanja daring besar yang kini beralih ke tangan asing. Menurutnya, fenomena ini dapat mengancam ekosistem bisnis domestik jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak keluhan mengenai kondisi pasar digital saat ini. Salah satu contoh nyata yang ia soroti adalah Tokopedia, perusahaan kebanggaan Indonesia yang kini berada di bawah kendali TikTok, raksasa teknologi asal Negeri Tirai Bambu. Langkah akuisisi ini mengubah peta persaingan digital secara drastis, mengingat TikTok Shop kini terintegrasi penuh dengan infrastruktur Tokopedia.

Ia menekankan pentingnya mencari strategi jitu agar kendali atas pasar ritel daring tetap berada di tangan pelaku usaha lokal. Purbaya mengkhawatirkan dampak jangka panjang jika platform-platform besar terus dikuasai oleh entitas asing. “Saya lagi mikir gimana kembalikan marketplacenya. Enggak hanya yang dikuasai China, misalnya kan Tokopedia dikuasai China kan semuanya,” ujarnya kepada media di Jakarta.

Baca Juga

  • Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta
  • Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?

Advertisement

Dampak Dominasi Pasar E-commerce China Terhadap Ekonomi Nasional

Kekhawatiran utama yang muncul dari dominasi pasar e-commerce China ini berkaitan dengan aliran keuntungan. Purbaya menilai, ketika kepemilikan platform berpindah ke perusahaan asing, maka nilai tambah dan keuntungan ekonomi akan lebih banyak mengalir ke luar negeri ketimbang berputar di dalam ekosistem nasional. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi visi kedaulatan ekonomi digital Indonesia.

Selain masalah aliran modal, risiko masuknya barang-barang impor secara masif juga menjadi ancaman nyata bagi pelaku UMKM. Alih-alih menjadi sarana digitalisasi bagi pengusaha lokal, platform yang dikendalikan asing berpotensi menjadi “jalan tol” bagi produk-produk luar untuk membanjiri pasar domestik dengan harga yang sangat kompetitif. Purbaya mempertanyakan efektivitas digitalisasi jika pada akhirnya hanya menyerahkan pasar kepada pemain global secara langsung.

Untuk menghadapi tantangan ini, Purbaya sedang mengkaji peluang untuk menghidupkan kembali perusahaan domestik. Tujuannya adalah menciptakan kompetisi yang sehat guna mengimbangi kekuatan modal besar dari luar negeri. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki talenta dan potensi untuk membangun kembali platform yang benar-benar berakar pada kepentingan nasional tanpa harus bergantung sepenuhnya pada investasi asing yang bersifat mengendalikan.

Baca Juga

  • Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan
  • Motor Listrik Penyeimbang Otomatis Omoway Siap Masuk Indonesia

Advertisement

Kronologi Akuisisi dan Efisiensi di Tubuh Tokopedia

Sebagai informasi, ByteDance resmi mengakuisisi mayoritas saham Tokopedia dari Grup GoTo pada Desember 2023. Langkah strategis ini diambil agar TikTok Shop dapat kembali beroperasi di Indonesia setelah sempat terganjal regulasi perdagangan elektronik. Dalam kesepakatan tersebut, TikTok memegang kendali sebesar 75,01% saham, sementara kepemilikan GOTO menyusut menjadi 24,99%.

Investasi senilai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 23,38 triliun tersebut memang memberikan nafas baru bagi operasional perusahaan. Namun, integrasi pascamerger ini juga membawa konsekuensi pahit berupa efisiensi tenaga kerja. Fenomena dominasi pasar e-commerce China ini diiringi dengan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada ratusan karyawan di berbagai divisi.

Data internal menunjukkan sekitar 420 karyawan terdampak efisiensi pada periode Juli hingga Agustus 2025. Divisi yang terkena dampak meliputi tim teknologi informasi (IT), layanan pelanggan, hingga operasional gudang. Langkah ini diklaim sebagai upaya perusahaan untuk memperkuat sinergi dan menghadapi persaingan yang kian sengit di industri belanja daring tanah air.

Baca Juga

  • Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026
  • Ancaman Pengangguran Gen Z Akibat AI: 3 dari 10 Bakal Nganggur?

Advertisement

Di tengah isu perampingan tersebut, sempat beredar rumor bahwa aplikasi Tokopedia akan ditutup sepenuhnya dan dilebur ke dalam ekosistem TikTok. Namun, manajemen perusahaan dengan tegas membantah kabar tersebut. Mereka menyatakan bahwa Tokopedia akan tetap eksis sebagai entitas yang melayani kebutuhan belanja masyarakat Indonesia, meskipun kini berada di bawah payung kendali ByteDance.

Pentingnya Proteksi Terhadap Pelaku Usaha Lokal

Kehadiran modal asing memang memberikan suntikan teknologi dan efisiensi, namun perlindungan terhadap data dan keberlangsungan UMKM harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Tanpa regulasi yang ketat, dominasi pasar e-commerce China bisa menyebabkan ketergantungan yang sulit diputus di masa depan. Digitalisasi harus diarahkan untuk memperkuat daya saing produk lokal, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk manufaktur negara lain.

Purbaya Yudhi Sadewa berharap ada gerakan kolektif untuk mendukung platform yang memiliki keberpihakan jelas pada pengusaha dalam negeri. Penguatan modal bagi startup lokal dan kemudahan regulasi bagi perusahaan domestik menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Inovasi teknologi harus dibarengi dengan semangat nasionalisme ekonomi agar pertumbuhan digital membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Baca Juga

  • Operasi Akun Bot Indonesia Ternyata Dijalankan Manusia Manual
  • Pusat Manufaktur Smartphone India Geser China, Apple Pindah?

Advertisement

Ke depannya, tantangan industri e-commerce akan semakin kompleks dengan hadirnya teknologi AI dan algoritma personalisasi yang sangat canggih. Oleh karena itu, pemerintah dan sektor swasta perlu bersinergi untuk memastikan bahwa infrastruktur digital nasional tidak sepenuhnya jatuh dalam dominasi pasar e-commerce China yang dapat mendikte arah ekonomi bangsa.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
E-commerce Ekonomi Digital Investasi Asing TikTok Shop Tokopedia
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSamsung Galaxy Tab A9+ WiFi: Tablet 3 Jutaan dengan Layar 90Hz
Next Article Tablet Oppo Pad Air Murah: Desain Mewah Tipis & Layar 2.4K
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta

Ana Octarin26 Maret 2026 | 12:00

Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:50

Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan

Iphan S26 Maret 2026 | 11:40

Motor Listrik Penyeimbang Otomatis Omoway Siap Masuk Indonesia

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:27

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

Iphan S26 Maret 2026 | 11:15

Ancaman Pengangguran Gen Z Akibat AI: 3 dari 10 Bakal Nganggur?

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:05
Pilihan Redaksi
Gadget

HP Kamera Mid-range Terbaik untuk Foto Lebaran Ciamik

Olin Sianturi21 Maret 2026 | 03:46

HP kamera mid-range terbaik menjadi incaran utama menjelang momen libur Lebaran yang penuh dengan aktivitas…

Jaringan AI Grid Global Akamai-NVIDIA: Revolusi Komputasi Edge

20 Maret 2026 | 01:19

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15
Terbaru

Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta

Ana Octarin26 Maret 2026 | 12:00

Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:50

Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan

Iphan S26 Maret 2026 | 11:40

Motor Listrik Penyeimbang Otomatis Omoway Siap Masuk Indonesia

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:27

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

Iphan S26 Maret 2026 | 11:15
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.