Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cara Menggunakan Fitur Autopark Xpeng G6 Agar Parkir Praktis

31 Maret 2026 | 20:22

Game PUBG: Blindspot Ditutup Permanen Setelah Dua Bulan Rilis

31 Maret 2026 | 19:54

Update SFCC 2026 Ver 1.2: Shion Hori & Dice Event Hadir!

31 Maret 2026 | 19:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Cara Menggunakan Fitur Autopark Xpeng G6 Agar Parkir Praktis
  • Game PUBG: Blindspot Ditutup Permanen Setelah Dua Bulan Rilis
  • Update SFCC 2026 Ver 1.2: Shion Hori & Dice Event Hadir!
  • Huawei MatePad Mini Terbaru: Tablet Ringkas Pesaing iPad Mini
  • Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto Bangun Jam 3 Pagi Cek YouTube
  • Review Mobil Listrik iCar V23: Sensasi Jip Gagah Tanpa Emisi
  • Keamanan Zero Trust Berbasis AI Hadir di Solusi Terbaru Akamai
  • Paus Terdampar di Jerman: Timmy Berjuang Hidup di Laut Baltik
Selasa, Maret 31
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Keamanan Zero Trust Berbasis AI Hadir di Solusi Terbaru Akamai
Berita Tekno

Keamanan Zero Trust Berbasis AI Hadir di Solusi Terbaru Akamai

Olin SianturiOlin Sianturi31 Maret 2026 | 16:54
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Keamanan Zero Trust Berbasis AI
Keamanan Zero Trust Berbasis AI (Foto: www.medcom.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Keamanan Zero Trust Berbasis AI kini menjadi pilar utama yang diusung Akamai Technologies melalui pembaruan fitur pada solusi Akamai Guardicore Segmentation. Langkah strategis ini bertujuan untuk membantu perusahaan menghadapi lanskap ancaman digital yang terus berubah dengan sangat cepat. Akamai menyadari bahwa metode pertahanan tradisional tidak lagi cukup untuk menahan serangan siber yang menggunakan teknik infiltrasi tingkat tinggi.

Inovasi terbaru ini dirancang khusus untuk merevolusi cara organisasi membangun pertahanan siber melalui kebijakan keamanan yang lebih cerdas, otomatis, dan adaptif. Di tengah era transformasi digital, lingkungan bisnis modern tidak lagi bersifat statis. Beban kerja aplikasi berkembang dengan sangat cepat, yang secara tidak langsung membuka celah kerentanan baru jika tidak dikelola dengan ketat.

Para pelaku kejahatan siber saat ini semakin mahir memanfaatkan pergerakan lateral untuk menyusup ke dalam jaringan perusahaan. Begitu mereka berhasil menembus satu titik lemah, mereka akan bergerak secara horizontal untuk mencari data sensitif atau aset bernilai tinggi lainnya. Di sinilah Keamanan Zero Trust Berbasis AI berperan penting untuk membatasi ruang gerak tersebut secara otomatis tanpa mengganggu operasional bisnis.

Baca Juga

  • Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto Bangun Jam 3 Pagi Cek YouTube
  • Paus Terdampar di Jerman: Timmy Berjuang Hidup di Laut Baltik

Advertisement

Keunggulan Keamanan Zero Trust Berbasis AI dalam Segmentasi Jaringan

Metode mikrosegmentasi tradisional seringkali dianggap sebagai proses yang rumit, memakan waktu, dan membutuhkan keahlian teknis yang sangat mendalam. Hal ini sering kali membuat tim keamanan ragu dalam menegakkan kontrol keamanan yang ketat karena takut akan mengganggu stabilitas aplikasi. Namun, integrasi kecerdasan buatan dalam Akamai Guardicore Segmentation hadir untuk menghapus kekhawatiran tersebut secara total.

Teknologi ini mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memahami perilaku aplikasi secara mandiri. Berdasarkan analisis mendalam tersebut, sistem akan secara otomatis menghasilkan kebijakan keamanan yang akurat dan siap diterapkan. Dengan demikian, beban kerja manual bagi staf keamanan dapat berkurang secara signifikan, memungkinkan mereka untuk fokus pada tugas-tugas strategis lainnya yang lebih mendesak.

Penerapan Keamanan Zero Trust Berbasis AI juga memberikan visibilitas secara real-time terhadap seluruh aset jaringan. Visibilitas ini merupakan fondasi utama dalam penerapan kerangka kerja keamanan modern. Tanpa mengetahui apa saja yang ada di dalam jaringan, sebuah organisasi mustahil bisa melindunginya dengan efektif. Akamai memastikan setiap sudut infrastruktur TI, mulai dari server fisik hingga kontainer Kubernetes, terpantau dengan jelas.

Baca Juga

  • Pembatasan Media Sosial Anak: Komdigi Tegur Keras Meta dan Google
  • Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Berlaku

Advertisement

Fitur Canggih untuk Menghadapi Ancaman Ransomware

Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah kemampuan AI yang memahami aplikasi untuk mensimulasikan dampak kebijakan sebelum benar-benar diterapkan. Hal ini sangat krusial bagi perusahaan besar untuk meminimalkan risiko operasional. Staf TI dapat melihat terlebih dahulu apakah sebuah aturan keamanan akan memutus koneksi penting atau tidak, sehingga proses mitigasi menjadi jauh lebih aman dan terukur.

Selain itu, sistem ini memungkinkan penerapan berbasis bukti yang membantu organisasi memperluas cakupan keamanan tanpa harus menambah jumlah personel secara besar-besaran. Di tengah kelangkaan talenta keamanan siber global, efisiensi yang ditawarkan oleh Keamanan Zero Trust Berbasis AI menjadi solusi yang sangat relevan. Perusahaan tetap bisa meningkatkan level keamanan mereka meskipun memiliki sumber daya manusia yang terbatas.

Untuk mempercepat operasional di skala perusahaan besar, Akamai menyediakan portal khusus yang melibatkan pemilik unit bisnis dalam proses persetujuan kebijakan keamanan. Kolaborasi antara tim teknis dan pemilik bisnis ini memastikan bahwa keamanan tidak lagi dianggap sebagai penghambat, melainkan sebagai pendukung kelancaran bisnis yang terpercaya.

Baca Juga

  • Investasi Chip Memori Samsung di China Melonjak Demi Kebutuhan AI
  • Asal-usul Cadangan Minyak Timur Tengah dan Rahasia Samudra Tethys

Advertisement

Ofer Wolf, Senior Vice President Akamai, menjelaskan bahwa pengembangan solusi ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap lebih dari 500 proyek segmentasi di seluruh dunia. Tujuannya adalah menciptakan solusi yang mencakup seluruh siklus pengendalian risiko, mulai dari penemuan aset, deteksi anomali, hingga respons cepat terhadap serangan yang masuk ke sistem.

Relevansi bagi Infrastruktur TI Modern dan Cloud

Pemanfaatan Keamanan Zero Trust Berbasis AI sangat relevan bagi organisasi yang mengelola infrastruktur TI hibrida dan multi-cloud. Saat ini, banyak perusahaan yang menjalankan aplikasi mereka di berbagai platform secara bersamaan. Konsistensi kebijakan keamanan di seluruh platform tersebut sering kali menjadi tantangan terbesar bagi para Chief Information Security Officer

Dengan teknologi Akamai, kebijakan keamanan dapat diterapkan secara seragam baik di lingkungan on-premises maupun di awan. Hal ini memberikan perlindungan yang konsisten terhadap beban kerja AI dan microservices yang sangat dinamis. Kemampuan adaptasi AI memastikan bahwa setiap kali ada perubahan pada infrastruktur, kebijakan keamanan akan menyesuaikan diri secara otomatis tanpa perlu intervensi manual yang berulang.

Baca Juga

  • Aturan Perlindungan Anak Digital Dilanggar, Komdigi Panggil Meta-Google
  • Taktik Singapore Washing AI: Xi Jinping Jegal Startup ke AS

Advertisement

Selain aspek keamanan teknis, solusi ini juga membantu perusahaan dalam memenuhi standar kepatuhan data dan kedaulatan informasi yang semakin ketat di tingkat global. Regulasi seperti GDPR atau aturan perlindungan data pribadi lokal menuntut perusahaan untuk memiliki kontrol ketat terhadap akses data. Teknologi ini memberikan audit trail yang jelas dan kontrol akses yang presisi untuk memenuhi persyaratan hukum tersebut.

Melalui penguatan pada sisi kecerdasan buatan, perusahaan diharapkan dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi serangan ransomware yang terus berevolusi. Ransomware masa kini tidak hanya mengenkripsi data, tetapi juga mencuri informasi sensitif untuk memeras korbannya. Dengan membatasi akses melalui Keamanan Zero Trust Berbasis AI, risiko kebocoran data massal dapat ditekan hingga ke level minimal.

Sebagai penutup, transformasi keamanan digital kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap organisasi yang ingin bertahan di era siber. Investasi pada teknologi yang mampu bekerja secara proaktif seperti Keamanan Zero Trust Berbasis AI akan menjadi pembeda utama antara perusahaan yang rentan dan perusahaan yang memiliki ketahanan siber tinggi di masa depan.

Baca Juga

  • Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T
  • Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Akamai Technologies Artificial Intelligence Keamanan Siber Ransomware Zero Trust
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePaus Terdampar di Jerman: Timmy Berjuang Hidup di Laut Baltik
Next Article Review Mobil Listrik iCar V23: Sensasi Jip Gagah Tanpa Emisi
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto Bangun Jam 3 Pagi Cek YouTube

Iphan S31 Maret 2026 | 18:22

Paus Terdampar di Jerman: Timmy Berjuang Hidup di Laut Baltik

Iphan S31 Maret 2026 | 16:22

Pembatasan Media Sosial Anak: Komdigi Tegur Keras Meta dan Google

Ana Octarin31 Maret 2026 | 14:54

Bahaya malware loader RenEngine Intai Pengguna Aplikasi Bajakan

Olin Sianturi31 Maret 2026 | 13:54

Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Berlaku

Ana Octarin31 Maret 2026 | 13:22

Investasi Chip Memori Samsung di China Melonjak Demi Kebutuhan AI

Ana Octarin31 Maret 2026 | 11:54
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Kebiasaan Presiden Prabowo Subianto Bangun Jam 3 Pagi Cek YouTube

Iphan S31 Maret 2026 | 18:22

Paus Terdampar di Jerman: Timmy Berjuang Hidup di Laut Baltik

Iphan S31 Maret 2026 | 16:22

Pembatasan Media Sosial Anak: Komdigi Tegur Keras Meta dan Google

Ana Octarin31 Maret 2026 | 14:54

Bahaya malware loader RenEngine Intai Pengguna Aplikasi Bajakan

Olin Sianturi31 Maret 2026 | 13:54

Larangan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Resmi Berlaku

Ana Octarin31 Maret 2026 | 13:22
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.