Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ciri Oli Power Steering Harus Diganti Agar Setir Tetap Enteng

18 Maret 2026 | 04:54

Modus Penipuan Digital Lebaran di WhatsApp dan Facebook Marak

18 Maret 2026 | 04:41

Fitur Fast Charging Galaxy S26 Ultra: Alasan Tak Kejar Watt

18 Maret 2026 | 04:07
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ciri Oli Power Steering Harus Diganti Agar Setir Tetap Enteng
  • Modus Penipuan Digital Lebaran di WhatsApp dan Facebook Marak
  • Fitur Fast Charging Galaxy S26 Ultra: Alasan Tak Kejar Watt
  • Amazfit Active 3 Premium Indonesia Rilis, Intip Spesifikasinya
  • Spesifikasi Poco X8 Pro dan Pro Max Resmi, Segera Masuk RI
  • Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran: Pakar Ingatkan Modus Makin Nekat
  • Spesifikasi Infinix XPad 30E Indonesia: Tablet Edukasi Rp2 Jutaan
  • Chip AI Pusat Data Luar Angkasa Nvidia Vera Rubin Space-1 Resmi Dirilis
Rabu, Maret 18
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Modus Penipuan Digital Lebaran di WhatsApp dan Facebook Marak
Berita Tekno

Modus Penipuan Digital Lebaran di WhatsApp dan Facebook Marak

Olin SianturiOlin Sianturi18 Maret 2026 | 04:41
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Modus Penipuan Digital Lebaran
Modus Penipuan Digital Lebaran (foto: Istimewa)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Modus penipuan digital Lebaran kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang aktif melakukan transaksi dan silaturahmi secara daring menjelang hari raya. Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) melaporkan adanya lonjakan tren kejahatan siber yang menyasar platform populer seperti WhatsApp dan Facebook. Momen puncak aktivitas digital ini sering kali menjadi celah bagi pelaku kriminal untuk menguras rekening atau mencuri data sensitif milik pengguna yang kurang waspada.

Lebaran memang identik dengan peningkatan volume transaksi ekonomi, mulai dari belanja baju baru di marketplace, transfer uang untuk keluarga di kampung halaman, hingga pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Aktivitas yang masif ini menciptakan ekosistem yang sangat menggiurkan bagi para peretas. Mereka memanfaatkan kelengahan pengguna yang tengah bersukacita untuk melancarkan serangan siber dengan berbagai skema manipulasi psikologis atau social engineering.

Founder and Chairman ICSF, Ardi Sutedja K., menjelaskan bahwa para pelaku kini menggunakan teknik yang jauh lebih rapi dan sulit terdeteksi oleh mata awam. Mereka tidak lagi sekadar mengirim pesan acak, melainkan menyusun narasi yang sangat meyakinkan agar korban merasa terdesak atau tergiur. Tingginya ketergantungan masyarakat pada ponsel pintar selama periode mudik dan Lebaran membuat risiko ini meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa.

Baca Juga

  • Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran: Pakar Ingatkan Modus Makin Nekat
  • Chip AI Pusat Data Luar Angkasa Nvidia Vera Rubin Space-1 Resmi Dirilis

Advertisement

Mengenali Modus Penipuan Digital Lebaran yang Paling Sering Muncul

Salah satu modus penipuan digital Lebaran yang paling mendominasi adalah penawaran undian berhadiah palsu. Pelaku biasanya mengirimkan pesan melalui WhatsApp, SMS, atau surat elektronik yang mencatut nama besar perusahaan multinasional, marketplace ternama, hingga institusi perbankan. Pesan tersebut berisi iming-iming hadiah uang tunai atau barang mewah yang diklaim sebagai “Berkah Ramadhan” atau “Promo Lebaran”.

Selain pesan singkat, media sosial seperti Facebook dan Instagram juga menjadi ladang subur bagi iklan palsu. Ardi mengungkapkan bahwa banyak pelaku yang memasang iklan promosi diskon Lebaran fiktif dengan harga yang tidak masuk akal. Ketika pengguna mengeklik iklan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri informasi kartu kredit atau data login perbankan korban.

Metode lain yang patut diwaspadai adalah phishing melalui tautan berbahaya. Dalam skema ini, pelaku mengirimkan tautan yang menyerupai alamat resmi institusi tertentu. Begitu korban memasukkan data pribadi di situs tiruan tersebut, pelaku langsung mengambil alih akun atau menyedot saldo yang ada. Teknik ini sering kali dibungkus dengan alasan pembaruan data sistem atau verifikasi keamanan akun menjelang libur panjang.

Baca Juga

  • Kasasi Google Ditolak MA, Denda Rp 202,5 Miliar Resmi Berlaku
  • Perbandingan Chipset Flagship 2026: Snapdragon vs Exynos vs Dimensity

Advertisement

Platform yang Menjadi Incaran Utama Kejahatan Siber

Berdasarkan pengamatan ICSF, terdapat tiga kategori platform yang paling sering dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber selama musim Lebaran. Pertama adalah marketplace atau pasar daring. Di sini, penipuan sering terjadi melalui toko-toko palsu yang menjual produk imitasi atau melakukan transaksi di luar sistem resmi aplikasi untuk menghindari pelacakan.

Kedua, aplikasi perpesanan instan seperti WhatsApp dan Telegram. Platform ini sering digunakan untuk menyebarkan pesan berantai yang mengandung malware atau virus berbahaya. Pelaku sering kali menyamarkan file berbahaya tersebut dalam bentuk undangan digital, foto paket kiriman, atau daftar rincian THR. Begitu file dibuka, perangkat pengguna akan terinfeksi dan data di dalamnya dapat diakses oleh pihak luar secara ilegal.

Ketiga adalah media sosial yang memiliki jangkauan sangat luas. Kemudahan dalam membuat akun anonim membuat pelaku bebas menyebarkan konten viral yang menyesatkan. Akun-akun palsu ini sering kali berpura-pura menjadi layanan pelanggan (customer service) bank yang menawarkan bantuan, padahal tujuan utamanya adalah mendapatkan kode OTP (One-Time Password) dari korban.

Baca Juga

  • Pasar Wearable Dunia 2025: Xiaomi Resmi Geser Apple dan Samsung
  • Penundaan Seedance 2.0 ByteDance: Dampak Kontroversi Hak Cipta AI

Advertisement

Langkah Strategis Melindungi Keamanan Data Pribadi

Untuk menghadapi ancaman yang kian nyata ini, Ardi mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip skeptis terhadap setiap informasi yang masuk. Kesadaran akan keamanan data pribadi adalah benteng pertahanan utama agar momen Lebaran tetap aman dan nyaman. Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan oleh setiap pengguna ruang digital.

  • Waspadai pesan yang menawarkan hadiah atau diskon yang terlalu menggiurkan, terutama jika sumber pengirimnya tidak dikenal atau menggunakan nomor pribadi.
  • Jangan pernah mengeklik tautan (link) secara sembarangan yang diterima melalui pesan singkat atau media sosial. Selalu pastikan alamat URL situs web tersebut memiliki protokol keamanan ‘https’ dan ejaan nama domain yang benar.
  • Aktifkan fitur verifikasi dua langkah atau multi-factor authentication (MFA) pada semua akun penting, mulai dari email, media sosial, hingga aplikasi perbankan.
  • Lakukan penggantian kata sandi secara berkala dengan kombinasi karakter yang kuat dan unik untuk setiap platform.
  • Meningkatkan literasi digital dengan terus memperbarui informasi mengenai modus penipuan terbaru serta melaporkan aktivitas mencurigakan ke pihak berwenang atau melalui fitur laporan di aplikasi terkait.

Ardi menegaskan bahwa Lebaran seharusnya menjadi waktu untuk merayakan kemenangan dan kebahagiaan bersama keluarga, bukan menjadi momen duka akibat kerugian finansial dari kejahatan siber. Dengan sikap kritis dan kewaspadaan tinggi, masyarakat dapat meminimalisir risiko menjadi korban dari para pelaku kriminal yang memanfaatkan momen suci ini untuk kepentingan pribadi.

Sinergi Pemerintah dan Institusi dalam Memperkuat Ekosistem Digital

Di sisi lain, peran pemerintah dan institusi terkait menjadi sangat krusial dalam membangun ekosistem keamanan digital yang tangguh. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) perlu terus mengakselerasi edukasi publik secara masif. Penguatan regulasi, termasuk implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), diharapkan mampu memberikan jaminan keamanan lebih bagi masyarakat.

Baca Juga

  • Fitur AI Android Terbaru Gemini: Revolusi Pencarian dan Keamanan
  • Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Advertisement

Institusi perbankan dan penyedia jasa marketplace juga memikul tanggung jawab besar. Mereka didorong untuk terus memperbarui sistem deteksi transaksi mencurigakan yang berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, penyediaan kanal pengaduan yang responsif selama 24 jam penuh selama libur Lebaran sangat diperlukan untuk menangani laporan penipuan dengan cepat sebelum kerugian semakin meluas.

Pada akhirnya, kolaborasi antara pemerintah yang menyediakan regulasi, institusi yang menyediakan teknologi keamanan, serta masyarakat yang memiliki literasi digital mumpuni adalah kunci utama. Menciptakan ruang siber yang aman bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif demi menjaga integritas ekonomi digital Indonesia di masa depan.

Baca Juga

  • Adopsi AI Pusat Operasi Keamanan Jadi Prioritas Utama Perusahaan RI di 2026
  • Krisis Cip Global Mendorong Kenaikan Harga Server dan Memori di Awal 2026

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
ICSF Keamanan Siber lebaran 2026 Penipuan digital WhatsApp
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleFitur Fast Charging Galaxy S26 Ultra: Alasan Tak Kejar Watt
Next Article Ciri Oli Power Steering Harus Diganti Agar Setir Tetap Enteng
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran: Pakar Ingatkan Modus Makin Nekat

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 03:21

Chip AI Pusat Data Luar Angkasa Nvidia Vera Rubin Space-1 Resmi Dirilis

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 02:39

Kasasi Google Ditolak MA, Denda Rp 202,5 Miliar Resmi Berlaku

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 00:53

Perbandingan Chipset Flagship 2026: Snapdragon vs Exynos vs Dimensity

Olin Sianturi17 Maret 2026 | 17:10

Pasar Wearable Dunia 2025: Xiaomi Resmi Geser Apple dan Samsung

Olin Sianturi15 Maret 2026 | 21:30

Penundaan Seedance 2.0 ByteDance: Dampak Kontroversi Hak Cipta AI

Olin Sianturi15 Maret 2026 | 20:19
Pilihan Redaksi
Elektronik

Speaker Multi-room Sonos Terbaru: Era 100 SL dan Play Hadir

Olin Sianturi14 Maret 2026 | 03:05

Speaker multi-room Sonos terbaru kini resmi memperkuat jajaran perangkat audio premium untuk pasar global melalui…

Bocoran Spesifikasi OnePlus 16: Snapdragon 8 Elite & Kamera 200MP

14 Maret 2026 | 03:43

Chip AI Pusat Data Luar Angkasa Nvidia Vera Rubin Space-1 Resmi Dirilis

18 Maret 2026 | 02:39

Fitur Fast Charging Galaxy S26 Ultra: Alasan Tak Kejar Watt

18 Maret 2026 | 04:07

Galaxy Buds4 Series Hadirkan HD Voice, Panggilan Telepon Kini Super Jernih

14 Maret 2026 | 14:01
Terbaru

Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran: Pakar Ingatkan Modus Makin Nekat

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 03:21

Chip AI Pusat Data Luar Angkasa Nvidia Vera Rubin Space-1 Resmi Dirilis

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 02:39

Kasasi Google Ditolak MA, Denda Rp 202,5 Miliar Resmi Berlaku

Olin Sianturi18 Maret 2026 | 00:53

Perbandingan Chipset Flagship 2026: Snapdragon vs Exynos vs Dimensity

Olin Sianturi17 Maret 2026 | 17:10

Pasar Wearable Dunia 2025: Xiaomi Resmi Geser Apple dan Samsung

Olin Sianturi15 Maret 2026 | 21:30
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.