Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Spesifikasi iQOO Z11 5G: HP Baterai 9.000 mAh Tertipis

29 Mei 2026 | 21:34

Registrasi Kartu SIM Pakai Wajah: Aturan Baru Mulai Juli 2026

29 Mei 2026 | 21:11

Cara Cek Pelat Nomor Asli dalam 3 Detik, Ini Panduannya

29 Mei 2026 | 20:48
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Spesifikasi iQOO Z11 5G: HP Baterai 9.000 mAh Tertipis
  • Registrasi Kartu SIM Pakai Wajah: Aturan Baru Mulai Juli 2026
  • Cara Cek Pelat Nomor Asli dalam 3 Detik, Ini Panduannya
  • Aplikasi Drama Pendek Penghasil Uang Terbaik untuk Dicoba
  • Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik Mei 2026, Anti-Lemot!
  • Tren Kenaikan Harga HP: Bos Xiaomi Imbau Jangan Tunda Beli
  • Tim Honda Racing Indonesia 2026 Resmi Umumkan Skuad Baru
  • Grand Final FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta Juli Ini
Jumat, Mei 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » pergeseran sungai di Himalaya Kian Cepat dan Berbahaya
Berita Tekno

pergeseran sungai di Himalaya Kian Cepat dan Berbahaya

Iphan SIphan S29 Mei 2026 | 07:23
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
pergeseran sungai di Himalaya
pergeseran sungai di Himalaya (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pergeseran sungai di Himalaya kini menjadi ancaman nyata yang dipicu oleh lonjakan suhu global akibat pemanasan global ekstrem. Kawasan pegunungan tertinggi di dunia ini mengalami kenaikan suhu dua kali lebih cepat daripada rata-rata global sejak era 1980-an. Fenomena ini memicu perubahan drastis pada bentang alam dan mengancam jutaan jiwa yang tinggal di hilir.

Kondisi ini terungkap melalui penelitian mendalam yang terbit dalam jurnal prestisius Science. Para ilmuwan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi dan melakukan pengamatan lapangan langsung dari tahun 1980 hingga 2020. Mereka fokus menyelidiki bagaimana pencairan gletser dan tanah beku (permafrost) mempercepat pergerakan aliran air dan mengubah morfologi sungai.

Kawasan Himalaya kerap mendapat julukan sebagai “Kutub Ketiga” bumi karena menyimpan cadangan es terbesar di luar wilayah kutub. Ketika suhu memanas, es yang berfungsi sebagai semen alami pengikat tanah mulai mencair. Akibatnya, struktur tanah kehilangan kekuatannya dan sangat mudah tererosi oleh arus air.

Baca Juga

  • Registrasi Kartu SIM Pakai Wajah: Aturan Baru Mulai Juli 2026
  • Tren Kenaikan Harga HP: Bos Xiaomi Imbau Jangan Tunda Beli

Advertisement

Dampak Ngeri Pergeseran Sungai di Himalaya

Studi terbaru menunjukkan bahwa pergeseran sungai di Himalaya bergerak jauh lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. Tim peneliti dari Universitas Geosains China di Beijing mengamati secara detail 1.079 tikungan sungai di sepanjang 1.582 kilometer saluran air yang mengalir di atas tanah beku. Hasilnya sangat mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan bagi keselamatan kawasan tersebut.

Pencairan permafrost membuat tebing-tebing sungai kehilangan stabilitasnya. Ketika volume air meningkat akibat pencairan gletser, arus sungai membawa sedimen dalam jumlah raksasa. Sedimen ini menumpuk di dasar sungai, mendesak air keluar dari jalur aslinya, dan menciptakan aliran baru secara acak.

Ketidakstabilan tanah ini mempercepat pergeseran sungai di Himalaya sehingga jalurnya menjadi sangat sulit diprediksi oleh para ahli. Perubahan rute air yang mendadak ini meningkatkan risiko bencana banjir bandang dan erosi tanah secara masif. Infrastruktur vital seperti jembatan, jalan raya, lahan pertanian, hingga pemukiman warga terancam hancur dalam sekejap.

Baca Juga

  • Akun Medsos Terhubung Nomor HP: ATSI Siap Dukung Aturan Baru
  • Registrasi Nomor HP Pakai Wajah Wajib Mulai 1 Juli 2026

Advertisement

Mengapa Himalaya Lebih Rentan Dibandingkan Arktik?

Para peneliti juga membandingkan respons ekosistem Himalaya dengan wilayah Arktik di kutub utara dalam menghadapi pemanasan global ekstrem. Meski kedua wilayah sama-sama mengalami pencairan tanah beku, dampak yang terjadi di Himalaya jauh lebih destruktif. Perbedaan utama terletak pada keberadaan vegetasi atau tanaman penutup tanah.

Di wilayah Arktik, pertumbuhan tanaman dan semak belukar berlangsung cukup masif seiring menghangatnya suhu. Akar-akar tanaman ini berfungsi sebagai jangkar alami yang mengikat tanah dan menstabilkan tebing sungai. Proses ini secara efektif memperlambat perubahan jalur sungai di utara bumi tersebut.

Sebaliknya, kondisi geografis Himalaya yang ekstrem dan berbatu membuat vegetasi sangat jarang tumbuh. Tanpa adanya cengkeraman akar tanaman, tebing sungai yang mencair menjadi sangat rapuh dan mudah runtuh saat terhantam arus. Berbeda dengan wilayah kutub, ketiadaan vegetasi pelindung membuat pergeseran sungai di Himalaya terjadi tanpa ada penahan alami.

Baca Juga

  • Registrasi SIM Card Biometrik Berlaku, Ini Aturannya
  • Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai Berlaku 1 Juli 2026

Advertisement

Selain merusak lingkungan sekitar, fenomena ini juga mengancam ketahanan air bagi miliaran manusia di Asia. Sungai-sungai besar seperti Indus, Gangga, dan Yangtze berhulu di Himalaya. Jika hulu sungai mengalami ketidakstabilan geomorfologi, pasokan air bersih dan sektor pertanian di negara-negara hilir seperti India, Pakistan, dan China akan terganggu secara drastis.

Pemerintah di wilayah sekitar pegunungan harus segera bersiap mengantisipasi dampak buruk dari pergeseran sungai di Himalaya demi keselamatan warga. Mitigasi bencana berbasis teknologi satelit dan penguatan dinding sungai di titik-titik rawan kini menjadi agenda yang sangat mendesak untuk segera direalisasikan.

Baca Juga

  • Harga Langganan WhatsApp Plus Resmi Rilis, Ini Detailnya
  • Alasan Tangan T-Rex Kecil Akhirnya Terungkap Lewat Riset Baru

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Bencana Alam Geologi gletser mencair himalaya Perubahan Iklim
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSpesifikasi Vivo T5 4G Resmi Rilis, Baterai 7200mAh
Next Article HP Terbaik Mei 2026: 10 Rekomendasi Mulai 2 Jutaan
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Registrasi Kartu SIM Pakai Wajah: Aturan Baru Mulai Juli 2026

Iphan S29 Mei 2026 | 21:11

Tren Kenaikan Harga HP: Bos Xiaomi Imbau Jangan Tunda Beli

Iphan S29 Mei 2026 | 19:39

Akun Medsos Terhubung Nomor HP: ATSI Siap Dukung Aturan Baru

Iphan S29 Mei 2026 | 17:44

Registrasi Nomor HP Pakai Wajah Wajib Mulai 1 Juli 2026

Iphan S29 Mei 2026 | 16:12

Registrasi SIM Card Biometrik Berlaku, Ini Aturannya

Ana Octarin29 Mei 2026 | 14:40

Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai Berlaku 1 Juli 2026

Ana Octarin29 Mei 2026 | 12:45
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

Keamanan Digital Keluarga: Atasi Kesenjangan Proteksi Siber

23 Mei 2026 | 01:55

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Aplikasi Penyebab Memori HP Penuh yang Wajib Dihapus

23 Mei 2026 | 12:55
Terbaru

Registrasi Kartu SIM Pakai Wajah: Aturan Baru Mulai Juli 2026

Iphan S29 Mei 2026 | 21:11

Tren Kenaikan Harga HP: Bos Xiaomi Imbau Jangan Tunda Beli

Iphan S29 Mei 2026 | 19:39

Akun Medsos Terhubung Nomor HP: ATSI Siap Dukung Aturan Baru

Iphan S29 Mei 2026 | 17:44

Registrasi Nomor HP Pakai Wajah Wajib Mulai 1 Juli 2026

Iphan S29 Mei 2026 | 16:12

Registrasi SIM Card Biometrik Berlaku, Ini Aturannya

Ana Octarin29 Mei 2026 | 14:40
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.