Technonesia - Apple resmi memperkenalkan A20 Pro, chipset generasi terbaru yang menjadi salah satu peningkatan terbesar pada lini iPhone terbaru. Chip tersebut diperkenalkan dalam Apple Event pada Rabu (9/9/2026) waktu Amerika Serikat.
A20 Pro menjadi otak di balik perangkat yang diperkenalkan dalam acara tersebut, termasuk iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan ponsel lipat iPhone Duo.
Namun, daya tarik utama A20 Pro bukan hanya pada peningkatan performanya. Untuk pertama kalinya, Apple menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer (2 nm) pada chip iPhone. Teknologi tersebut menggantikan proses 3 nm yang digunakan A19 Pro pada iPhone 17 Pro.
Baca Juga :
Peralihan ke fabrikasi 2 nm membuat transistor di dalam chip dapat dibuat lebih kecil sekaligus lebih rapat. Karena itu, Apple dapat meningkatkan kemampuan pemrosesan pada sejumlah bagian, mulai dari CPU, GPU, hingga pengolahan kecerdasan buatan (AI).
Apple A20 Pro Gunakan Fabrikasi 2 Nm
A20 Pro tetap mempertahankan konfigurasi CPU enam inti atau core. Komposisinya terdiri dari dua inti performa tinggi (supercore) dan empat inti yang dirancang untuk efisiensi daya.
Meski jumlah intinya tidak berubah, kemampuan masing-masing inti mendapatkan peningkatan. Apple mengklaim dua supercore pada A20 Pro mampu bekerja 20 persen lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca Juga :
Menariknya, seluruh inti CPU kini dilengkapi Neural Accelerator masing-masing. Komponen tersebut dirancang untuk mempercepat pemrosesan AI dengan latensi rendah.
Apple bahkan menyebut CPU pada iPhone 18 Pro sebagai CPU smartphone tercepat dibandingkan perangkat lainnya.
Dengan pendekatan ini, peningkatan A20 Pro tidak hanya ditujukan untuk aplikasi yang membutuhkan CPU tinggi. Pemrosesan AI juga menjadi bagian penting dari rancangan chip generasi terbaru tersebut.
Baca Juga :
GPU A20 Pro Naik 40 Persen
Peningkatan berikutnya hadir pada sektor grafis. Apple membekali A20 Pro dengan GPU 7-core.
Konfigurasi baru tersebut diklaim memberikan peningkatan performa grafis hingga 40 persen dibandingkan chip generasi sebelumnya.
Peningkatan GPU tentu memberikan dampak pada berbagai aktivitas yang membutuhkan kemampuan grafis tinggi. Mulai dari bermain game, mengolah konten, hingga menjalankan aplikasi dengan visual kompleks.
Baca Juga :
Dengan demikian, A20 Pro tidak hanya mengejar kecepatan pemrosesan CPU, tetapi juga meningkatkan kemampuan grafis secara signifikan.
A20 Pro Dibuat Lebih Siap untuk AI
AI menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan A20 Pro. Apple menghadirkan Neural Accelerator generasi baru dengan kemampuan komputasi floating-point 8-bit hingga dua kali lebih cepat.
Kemampuan tersebut memungkinkan perangkat menjalankan large language model (LLM) pihak ketiga secara langsung di perangkat.
Baca Juga :
Artinya, sebagian pemrosesan AI dapat dilakukan tanpa selalu bergantung pada pemrosesan di cloud.
Apple juga menggandakan jumlah Neural Engine. Jika sebelumnya hanya tersedia satu unit, kini A20 Pro memiliki dua Neural Engine.