Pengguna tidak perlu memasangkan jam dengan smartphone atau membuka aplikasi tertentu hanya untuk melihat informasi dasar.
Cukup melihat pergelangan tangan, waktu dan kalender sudah tersedia.
Karakter seperti ini menjadi semakin menarik bagi pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada perangkat pintar. Jam tetap menjalankan fungsi utamanya tanpa membuat pengguna harus berurusan dengan notifikasi atau pengaturan yang rumit.
Baca Juga :
Baterai Casio Matcha Green Bisa Bertahan hingga 3 Tahun
Keunggulan lain dari Casio Matcha Green adalah daya tahan baterainya.
AQ230ECK-3A menggunakan satu baterai SR920W. Casio memperkirakan baterai tersebut dapat bertahan sekitar tiga tahun.
Angka tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan smartwatch yang umumnya membutuhkan pengisian ulang secara berkala.
Baca Juga :
Bagi pengguna yang hanya ingin memakai jam untuk melihat waktu, tanggal, alarm, dan stopwatch, daya tahan seperti ini tentu cukup menarik.
Tidak perlu mencari charger setiap malam. Tidak perlu khawatir baterai habis ketika sedang bepergian selama beberapa hari.
Selain itu, Casio mencatat tingkat akurasi sekitar ±30 detik per bulan.
Baca Juga :
Angka tersebut memang bukan ditujukan untuk kebutuhan yang membutuhkan ketepatan waktu ekstrem. Namun, untuk pemakaian sehari-hari, spesifikasi tersebut masih sejalan dengan karakter jam analog-digital sederhana.
Mengapa Casio Matcha Green Menarik di Tengah Tren Smartwatch?
Jika diperhatikan lebih jauh, alasan utama orang tertarik pada Casio Matcha Green bukanlah spesifikasinya.
Daya tarik sebenarnya ada pada pengalaman menggunakan jam tangan yang sederhana.
Baca Juga :
Smartwatch memang menawarkan jauh lebih banyak kemampuan. Mulai dari notifikasi, pelacakan aktivitas, pemantauan kesehatan, hingga integrasi dengan smartphone.
Namun, semakin banyak fitur juga berarti semakin banyak hal yang harus diperhatikan. Perangkat harus diisi daya, terhubung dengan ponsel, dan terkadang membutuhkan pembaruan perangkat lunak.
AQ230ECK-3A mengambil arah yang berlawanan.
Baca Juga :
Jam ini tidak berusaha menjadi pusat perhatian. Ia cukup menjadi aksesori yang menunjukkan waktu sekaligus memperkuat gaya penggunanya.
Di sinilah warna matcha menjadi penting.
Warna hijau lembut membuat jam tersebut lebih mudah diposisikan sebagai bagian dari outfit. Modelnya tetap retro, tetapi pilihan warna membuatnya tidak terasa kuno.
Terlebih lagi, identitas Café Kitsuné memberikan sentuhan lifestyle yang membuat produk ini memiliki cerita di balik desainnya.
Casio AQ230ECK-3A Bisa Jadi Pilihan Kolektor
Sebagai jam edisi terbatas, Casio AQ230ECK-3A memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor.
Penggemar Casio Vintage bisa mendapatkan model AQ-230 dengan tampilan yang tidak biasa. Sementara itu, penggemar Café Kitsuné mendapatkan produk kolaborasi yang membawa elemen khas brand tersebut ke dalam jam tangan.
Logo rubah pada dial, ukiran Café Kitsuné, serta kemasan khusus menjadi detail yang kemungkinan membuat model ini lebih menarik untuk disimpan sebagai koleksi.
Namun, produk ini juga masih masuk akal bagi pengguna yang tidak terlalu memikirkan aspek koleksi.