Apalagi, dalam kondisi darurat, tambahan daya dari sebuah ponsel yang masih menyimpan baterai bisa menjadi jauh lebih berguna daripada sekadar memiliki feature phone biasa.
Baca Juga :
Senter Nokia 300 Charge Diklaim Sangat Terang
Selain baterai, HMD juga memberikan perhatian pada fitur yang terlihat sederhana tetapi cukup berguna, yakni senter.
Nokia 300 Charge memiliki lampu senter di bagian atas bodi. HMD mengklaim tingkat kecerahannya mencapai empat kali lebih terang dibandingkan senter pada Nokia 105 dan dua kali lebih terang daripada senter yang ada di iPhone 16 Pro.
Senter tersebut memang bukan lampu flash untuk kamera. Kamera belakangnya sendiri sangat sederhana dengan resolusi 320 x 240 piksel.
Baca Juga :
Dengan begitu, kemampuan fotografi jelas bukan alasan utama membeli perangkat ini. Justru fungsi seperti senter, baterai besar, dan kemampuan reverse charging menjadi daya tarik utamanya.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa HMD tidak mencoba menjadikan Nokia 300 Charge sebagai pengganti smartphone. Sebaliknya, perangkat ini lebih diarahkan untuk kebutuhan praktis yang sering terlupakan oleh ponsel modern.
Desain Nokia 300 Charge Terlihat Tangguh
Dari sisi desain, Nokia 300 Charge membawa pendekatan yang berbeda dari feature phone Nokia berukuran kecil pada umumnya.
Baca Juga :
Bodinya dibuat dengan sudut yang cukup tegas dan memiliki tekstur anti-slip. Pilihan warna yang tersedia adalah Sandstone dan Green.
Ukurannya juga tergolong cukup besar untuk sebuah feature phone. Perangkat ini memiliki tinggi 136,6 mm, lebar 55 mm, dan ketebalan 14,94 mm. Bobotnya mencapai 138 gram.
Meski tampilannya mengarah ke desain rugged, pengguna tetap perlu berhati-hati. Nokia 300 Charge ternyata belum memiliki sertifikasi resmi untuk ketahanan terhadap air maupun benturan.
Baca Juga :
Jadi, tampilan kokohnya sebaiknya tidak langsung diartikan sebagai perangkat yang benar-benar tahan banting.
Spesifikasi Nokia 300 Charge Sangat Sederhana
Di balik bodinya, Nokia 300 Charge menggunakan layar LCD berukuran 2,4 inci. Performanya ditopang chipset Unisoc SC6531E dan sistem operasi S30+.
RAM dan penyimpanan internalnya masing-masing hanya 4 MB. Spesifikasi tersebut tentu sangat jauh dari standar smartphone masa kini.
Baca Juga :
Namun, sebenarnya hal itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Feature phone memang dirancang untuk menjalankan fungsi dasar seperti menelepon, berkirim pesan, menggunakan senter, dan menjalankan fitur sederhana lainnya.
Untuk pengguna yang membutuhkan kapasitas penyimpanan tambahan, HMD menyediakan slot microSD yang mendukung kartu hingga 32 GB.
Menariknya lagi, colokan headphone jack 3,5 mm masih dipertahankan. Fitur yang mulai menghilang dari banyak smartphone modern ini justru masih tersedia pada perangkat sederhana seperti Nokia 300 Charge.
Konektivitas 2G Jadi Catatan Penting
Di balik daya tahan baterai yang mengesankan, ada satu kelemahan yang cukup penting untuk diperhatikan.
Nokia 300 Charge hanya mendukung jaringan 2G dual-band pada frekuensi 900 MHz dan 1.800 MHz. Artinya, penggunaan ponsel ini sangat bergantung pada ketersediaan jaringan 2G di wilayah pengguna.