Sumber daya tersebut mampu menyediakan hingga tujuh bulan penggunaan untuk fungsi dasar membuka kunci. Dengan demikian, pengguna masih memiliki jalur akses meskipun baterai utama sedang tidak terpasang.
Namun, Huawei juga menyiapkan skenario ketika kedua sumber daya tersebut benar-benar habis.
Pada kondisi itu, tersedia tombol darurat fisik berwarna merah. Saat tombol ditekan, sistem akan mengaktifkan sumber daya cadangan internal yang bekerja secara independen.
Baca Juga :
Cadangan ini menyediakan listrik secukupnya agar pengguna tetap dapat membuka pintu menggunakan sidik jari atau kode PIN. Huawei menyebut sumber daya darurat tersebut mampu menangani hingga lima kali aktivasi dalam periode enam bulan.
Smart Lock Huawei Simpan Data Biometrik Secara Lokal
Dari sisi fisik, Huawei Smart Door Lock 2 Pro Enjoy Edition menggunakan bodi die-cast dan silinder kunci C-grade.
Perangkat ini juga membawa mekanisme penguncian otomatis yang akan mengamankan pintu setelah pintu ditutup. Fitur tersebut membuat proses mengunci pintu tidak perlu selalu dilakukan secara manual.
Baca Juga :
Sementara itu, Huawei juga memberikan perhatian pada keamanan data biometrik. Seluruh data biometrik, termasuk hasil pemindaian wajah dan sidik jari, dienkripsi dan disimpan secara lokal di perangkat.
Artinya, data tersebut tidak diunggah ke cloud.
Dalam kabar terkait, Huawei Smart Screen S7 RGB 4K TV dalam ukuran 55 inci, 65 inci, dan 75 inci kini juga sudah tersedia untuk pre-order di China.
Baca Juga :
Dengan kombinasi pengenalan wajah 3D, kamera AI, serta sistem daya tiga tingkat, Huawei Smart Door Lock 2 Pro Enjoy Edition menawarkan pendekatan yang cukup lengkap untuk perangkat keamanan rumah pintar. Terlebih, sistem cadangan dayanya dirancang agar pengguna tetap memiliki akses bahkan ketika baterai utama dan baterai sekunder sudah habis.