Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bocoran Game Uncharted 5: Benarkah Segera Digarap Naughty Dog?

23 April 2026 | 01:55

Teknologi Digital Printing Hybrid Sky Digital Resmi Meluncur

23 April 2026 | 00:55

Infrastruktur Data Center Tier IV DRB Siap Dukung Revolusi AI

22 April 2026 | 23:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bocoran Game Uncharted 5: Benarkah Segera Digarap Naughty Dog?
  • Teknologi Digital Printing Hybrid Sky Digital Resmi Meluncur
  • Infrastruktur Data Center Tier IV DRB Siap Dukung Revolusi AI
  • Pajak Mobil Listrik 2026 Naik Signifikan, Melampaui Tarif LCGC
  • Perlindungan Anak di Ruang Digital: YouTube Resmi Patuhi RI
  • Spesifikasi Poco X8 Pro Indonesia: Baterai 6500mAh & IP68
  • Pembatasan Usia YouTube Indonesia Berlaku, Nasib YouTube Kids?
  • Mobil Balap Porsche 975 RSE: Senjata Baru di Formula E GEN4
Kamis, April 23
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Elektronik » Samsung QLED Inovasi Quantum Dot Ramah Lingkungan
Elektronik

Samsung QLED Inovasi Quantum Dot Ramah Lingkungan

Iphan SIphan S16 April 2025 | 10:46
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Samsung QLED Inovasi Quantum Dot Ramah Lingkungan
Samsung QLED Inovasi Quantum Dot Ramah Lingkungan
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Samsung QLED inovasi Quantum Dot ramah lingkungan, hadir dengan bebas kadmium, menawarkan kualitas gambar unggul dan ramah lingkungan.

Selama lebih dari satu dekade, Quantum Dot telah menjadi ujung tombak inovasi teknologi layar, memberikan reproduksi warna yang lebih tajam dan akurat dibandingkan material lainnya.

Puncaknya terjadi pada tahun 2015, ketika Samsung Electronics meluncurkan TV SUHD pertama di dunia yang menggunakan teknologi Quantum Dot bebas kadmium, menggantikan logam berat berbahaya yang sebelumnya umum digunakan dalam sintesis Quantum Dot.

Baca Juga

  • Teknologi Digital Printing Hybrid Sky Digital Resmi Meluncur
  • Spesifikasi Poco X8 Pro Indonesia: Baterai 6500mAh & IP68

Advertisement

(Dari Kiri) Taeghwan Hyeon, Doh Chang Lee and Sanghyun Sohn
(Dari Kiri) Taeghwan Hyeon, Doh Chang Lee and Sanghyun Sohn

Keberhasilan ini langsung menyita perhatian dunia akademik. Komersialisasi TV Quantum Dot bebas kadmium tidak hanya menciptakan standar baru dalam riset dan pengembangan teknologi layar, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam penganugerahan Nobel Kimia 2023, yang mengakui pentingnya penemuan dan sintesis Quantum Dot.

Sebagai kelanjutannya, Technonesia.ID mengupas secara mendalam kontribusi revolusioner Samsung terhadap dunia akademik melalui inovasi material yang mengubah arah industri.

Awal Mula Quantum Dot dan Tantangan Kadmium

Quantum dot mulai menarik perhatian dunia ilmiah pada 1980-an, ketika para peneliti menemukan bahwa partikel nano ini memiliki sifat optik yang unik. Namun, penggunaan awalnya bergantung pada kadmium, logam berat yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Baca Juga

  • Program CSR Bingxue Indonesia Beri Kehangatan Lansia Jakarta
  • Cara Masak Nasi Rice Cooker Stainless Agar Pulen & Tak Kering

Advertisement

Kadmium digunakan karena kemampuannya menghasilkan warna yang tajam dan kontras tinggi. Namun, sifat toksiknya menjadi hambatan utama dalam pengembangan teknologi ini. Uni Eropa bahkan memasukkan kadmium dalam daftar bahan berbahaya yang dibatasi penggunaannya.

 “Saya benar-benar terkesan Samsung berhasil mengomersialkan produk layar quantum dot tanpa kadmium.”

— Taeghwan Hyeon, Universitas Nasional Seoul

Baca Juga

  • Tablet Lenovo Y700 Gen 5 Resmi Rilis dengan Snapdragon 8 Elite
  • Huawei MatePad 12X 2026: Tablet Rasa Laptop untuk Kerja

Advertisement

Taeghwan Hyeon, Universitas Nasional Seoul
Taeghwan Hyeon, Universitas Nasional Seoul

Samsung dan Komitmen terhadap Teknologi Ramah Lingkungan

Sejak 2001, Samsung telah berinvestasi dalam penelitian quantum dot. Mereka menyadari bahwa untuk mengkomersialkan teknologi ini, diperlukan alternatif yang lebih aman dari kadmium.

Pada 2014, Samsung berhasil mengembangkan material quantum dot bebas kadmium pertama di dunia. Setahun kemudian, mereka meluncurkan TV SUHD dengan teknologi ini, menandai era baru dalam industri layar.

Komitmen Samsung terhadap teknologi ramah lingkungan mendapat pengakuan internasional. Pada Maret 2025, SGS, lembaga sertifikasi global, mengonfirmasi bahwa lapisan film quantum dot pada TV Samsung bebas kadmium dan mematuhi standar RoHS Uni Eropa.

Baca Juga

  • Tren Dumb Phone Gen Z: Cara Ampuh Jaga Kesehatan Mental
  • Tablet untuk Desain Arsitektur: Pilihan Terbaik Tahun 2026

Advertisement

1 2
Bebas Kadmium Inovasi Samsung Quantum Dot Ramah Lingkungan Samsung Samsung QLED Teknologi Layar
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleWajib Punya! 4 Headset JBL Gaming Murah dan Berkualitas
Next Article 7 Fitur Unggulan Garmin Vivoactive 6: Smartwatch Terbaik 2025!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Teknologi Digital Printing Hybrid Sky Digital Resmi Meluncur

Olin Sianturi23 April 2026 | 00:55

Spesifikasi Poco X8 Pro Indonesia: Baterai 6500mAh & IP68

Olin Sianturi22 April 2026 | 20:55

Program CSR Bingxue Indonesia Beri Kehangatan Lansia Jakarta

Olin Sianturi22 April 2026 | 07:55

Update One UI 8.5 Samsung: Fitur AI S26 Hadir di S24 & Z Fold 7

Olin Sianturi22 April 2026 | 04:55

Fitur Quick Share Samsung Apple Kini Bisa Kirim ke iPhone

Olin Sianturi21 April 2026 | 20:55

Cara Masak Nasi Rice Cooker Stainless Agar Pulen & Tak Kering

Olin Sianturi21 April 2026 | 14:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Mitigasi Penyalahgunaan Nama Domain: PANDI dan TNN Kolaborasi

18 April 2026 | 12:55

Blokir Wikipedia di Indonesia Segera Berlaku Jika Tak Daftar PSE

21 April 2026 | 18:55

Stop Jengkel! 7 Cara Ampuh Hapus Iklan di Android yang Muncul Tiba-tiba

16 Oktober 2025 | 02:08

Produksi AirTag di Batam Resmi Diekspor ke Amerika Serikat

21 April 2026 | 13:55
Terbaru

Teknologi Digital Printing Hybrid Sky Digital Resmi Meluncur

Olin Sianturi23 April 2026 | 00:55

Spesifikasi Poco X8 Pro Indonesia: Baterai 6500mAh & IP68

Olin Sianturi22 April 2026 | 20:55

Program CSR Bingxue Indonesia Beri Kehangatan Lansia Jakarta

Olin Sianturi22 April 2026 | 07:55

Update One UI 8.5 Samsung: Fitur AI S26 Hadir di S24 & Z Fold 7

Olin Sianturi22 April 2026 | 04:55

Fitur Quick Share Samsung Apple Kini Bisa Kirim ke iPhone

Olin Sianturi21 April 2026 | 20:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.