Technonesia - Pasar smartwatch premium kembali mendapat pendatang baru yang cukup menarik perhatian. Motorola resmi memperkenalkan Moto Watch Ultra, perangkat wearable yang tidak sekadar mengandalkan tampilan mewah, tetapi juga menawarkan konektivitas seluler, sistem operasi terbaru, serta fitur kesehatan yang lebih serius.
Menariknya, Motorola tidak hanya mengejar pengguna yang ingin memiliki jam tangan pintar dengan desain premium. Moto Watch Ultra juga dirancang agar mampu bekerja lebih mandiri berkat dukungan LTE dan eSIM.
Artinya, pengguna memiliki lebih banyak kebebasan ketika sedang berolahraga, bepergian, atau sekadar meninggalkan smartphone untuk sementara. Panggilan, pesan, hingga notifikasi tetap dapat dikelola langsung dari pergelangan tangan.
Baca Juga :
Di sisi lain, Motorola juga menggandeng teknologi Polar untuk menghadirkan pemantauan kesehatan dan kebugaran yang lebih mendalam. Kombinasi tersebut membuat smartwatch ini mencoba mengambil posisi sebagai perangkat yang menghubungkan kebutuhan komunikasi, olahraga, kesehatan, dan aktivitas harian dalam satu produk.
Moto Watch Ultra Mengandalkan Layar 2.700 Nits
Salah satu senjata utama Moto Watch Ultra ada pada sektor layar. Motorola membekali smartwatch ini dengan panel pOLED melengkung 2.5D berukuran 1,5 inci dan resolusi 466 x 466 piksel.
Namun, bukan hanya jenis panel yang menjadi perhatian. Tingkat kecerahan maksimalnya mencapai 2.700 nits, angka yang tergolong tinggi untuk sebuah smartwatch.
Baca Juga :
Keunggulan tersebut terutama terasa ketika perangkat digunakan di luar ruangan. Di bawah sinar matahari yang terang, layar dengan tingkat kecerahan tinggi berpotensi membuat informasi seperti notifikasi, peta, maupun data olahraga lebih mudah dilihat.
Selain itu, layar tersebut memiliki refresh rate variabel antara 1Hz hingga 60Hz. Sistem ini memungkinkan smartwatch menyesuaikan kecepatan penyegaran layar sesuai kebutuhan.
Ketika hanya menampilkan informasi sederhana, refresh rate dapat dibuat rendah untuk membantu menghemat baterai. Sebaliknya, saat membutuhkan animasi dan respons yang lebih mulus, refresh rate dapat meningkat hingga 60Hz.
Baca Juga :
Fitur always-on display juga tersedia. Sementara itu, Corning Gorilla Glass 3 digunakan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap goresan dan benturan ringan.
Dari segi fisik, jam tangan ini menggunakan bodi baja tahan karat dengan diameter 46,26 mm. Ketebalannya mencapai 12,1 mm dan bobotnya sekitar 51 gram. Pengguna juga dapat menggunakan strap berukuran 22 mm.
Untuk menunjang aktivitas luar ruangan, Moto Watch Ultra memiliki sertifikasi IP68 dan ketahanan air 5ATM. Dengan begitu, perangkat lebih siap menemani aktivitas sehari-hari maupun olahraga yang berkaitan dengan air.
Baca Juga :
Snapdragon W5 Gen 1 dan Wear OS 6 Jadi Andalan
Beralih ke performa, Motorola menggunakan platform Qualcomm Snapdragon W5 Gen 1. Chip tersebut dipadukan dengan Wear OS 6, sistem operasi yang menjadi salah satu daya tarik utama smartwatch ini.
Melalui Wear OS 6, pengguna dapat mengakses berbagai aplikasi dari Google Play Store. Beberapa layanan populer seperti Google Maps, Google Messages, dan YouTube Music juga tersedia.
Dengan demikian, fungsi smartwatch tidak berhenti pada menampilkan waktu atau notifikasi. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk navigasi, komunikasi, hingga menikmati musik ketika sedang beraktivitas.
Baca Juga :
Lebih jauh lagi, Motorola turut menghadirkan dukungan Google Gemini. Kehadiran asisten berbasis AI ini menjadi indikasi bahwa pengalaman penggunaan smartwatch mulai bergerak ke arah yang lebih interaktif.
Google Wallet juga tersedia untuk kebutuhan pembayaran digital yang kompatibel. Sementara itu, Motorola Qira ditujukan untuk membantu menghubungkan perangkat dalam ekosistem Moto dan Lenovo yang didukung.
Motorola juga menjanjikan dua pembaruan sistem operasi utama. Walaupun belum menjadikan dukungan software sebagai yang terpanjang di kelasnya, kebijakan tersebut setidaknya memberikan kepastian lebih bagi pengguna yang berencana memakai perangkat dalam beberapa tahun.
Moto Watch Ultra Jadi Moto Watch Pertama dengan LTE dan eSIM
Salah satu pembeda paling penting Moto Watch Ultra dibandingkan generasi sebelumnya adalah konektivitas seluler.
Motorola menjadikan perangkat ini sebagai Moto Watch pertama yang membawa dukungan LTE dan eSIM. Fitur tersebut membuat smartwatch bisa melakukan lebih banyak hal tanpa bergantung sepenuhnya pada smartphone.
Dalam kondisi tertentu, pengguna dapat menerima atau melakukan panggilan, mengirim pesan, dan melihat notifikasi melalui jaringan seluler.
Kepraktisan ini menjadi semakin terasa ketika pengguna sedang berlari atau melakukan aktivitas olahraga. Smartphone yang biasanya harus dibawa ke mana-mana dapat ditinggalkan untuk sementara.
Selain LTE, Motorola menyematkan GPS dual-band. Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi pelacakan posisi, terutama ketika digunakan untuk berlari, berjalan kaki, atau beraktivitas di kawasan perkotaan dengan banyak bangunan.
Fitur Kesehatan Moto Watch Ultra Diperkuat Teknologi Polar
Motorola tampaknya tidak ingin Moto Watch Ultra hanya dikenal sebagai smartwatch untuk komunikasi. Sektor kesehatan dan kebugaran justru mendapat perhatian cukup besar melalui penggunaan algoritma dari Polar.
Fitur yang tersedia mencakup pemantauan aktivitas, tidur, pemulihan tubuh, hingga olahraga seperti lari.
Ada pula fitur seperti Serene, Nightly Recharge, dan Sleep Plus Stages. Masing-masing dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh berdasarkan data yang dikumpulkan smartwatch.
Sebagai contoh, Nightly Recharge dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi pemulihan tubuh setelah menjalani aktivitas. Sementara itu, Sleep Plus Stages membantu pengguna memahami tahapan tidur.
Pendekatan seperti ini menarik karena smartwatch tidak hanya memberikan angka mentah. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat kebiasaan sehari-hari.
Misalnya, pengguna dapat mengetahui apakah waktu istirahat sudah cukup setelah beberapa hari menjalani aktivitas padat. Dengan begitu, smartwatch berpotensi berfungsi sebagai pengingat agar pengguna lebih memperhatikan keseimbangan antara aktivitas dan pemulihan.
Baterai Moto Watch Ultra Bisa Bertahan hingga Dua Hari
Untuk urusan daya, Motorola mengklaim Moto Watch Ultra mampu digunakan hingga dua hari dengan penggunaan aktif dan always-on display dalam kondisi tidak aktif.
Ketahanan tersebut tentu sangat bergantung pada pola penggunaan. Fitur seperti LTE, GPS, layar dengan refresh rate tinggi, serta pemantauan kesehatan secara terus-menerus dapat memengaruhi konsumsi baterai.
Meski begitu, Motorola mencoba mengatasi persoalan tersebut melalui teknologi pengisian cepat.
Pengisian selama sekitar 15 menit diklaim mampu memberikan daya hingga 24 jam penggunaan aktif. Ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.
Sebab, salah satu masalah smartwatch adalah kebutuhan mengisi daya secara berkala. Dengan kemampuan pengisian cepat, pengguna tidak harus menunggu lama ketika baterai mulai menipis sebelum kembali beraktivitas.
Harga Moto Watch Ultra Masuk Kelas Premium
Dari sisi harga, Motorola membanderol Moto Watch Ultra mulai dari €429 atau sekitar US$500.
Perangkat ini akan dipasarkan secara bertahap di sejumlah wilayah, termasuk Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin, Amerika Utara, dan Asia-Pasifik. Ketersediaan serta harga akhirnya dapat berbeda di setiap negara.
Dengan banderol tersebut, jelas bahwa Motorola menempatkan perangkat ini di segmen smartwatch premium.
Namun, harga tinggi tersebut juga datang bersama paket fitur yang cukup agresif. Layar pOLED 2.700 nits, LTE dan eSIM, GPS dual-band, Wear OS 6, Google Gemini, serta fitur kesehatan berbasis Polar membuatnya tidak sekadar mengandalkan desain.
Moto Watch Ultra Punya Strategi yang Lebih Berani
Jika melihat keseluruhan spesifikasinya, Moto Watch Ultra tampaknya membawa strategi yang cukup jelas. Motorola ingin membuat smartwatch yang tidak selalu bergantung pada smartphone.
LTE dan eSIM menjadi salah satu kunci utama karena memberikan kebebasan lebih besar kepada pengguna. Kemudian, Wear OS 6 memperluas fungsi perangkat melalui aplikasi Google dan layanan pihak ketiga.
Di saat yang sama, integrasi teknologi Polar membuat fokus perangkat bergeser dari sekadar pelengkap smartphone menjadi pendamping aktivitas dan kebugaran.
Memang, banderol €429 bukan angka yang murah. Karena itu, daya tarik sebenarnya akan sangat bergantung pada seberapa baik fitur-fitur tersebut bekerja dalam penggunaan sehari-hari.
Namun demikian, kombinasi layar 2.700 nits, LTE, Wear OS 6, GPS dual-band, dan pemantauan kesehatan Polar membuat Moto Watch Ultra layak diperhitungkan. Jika Motorola mampu menjaga pengalaman penggunaan tetap mulus dan dukungan software berjalan konsisten, smartwatch ini berpotensi menjadi salah satu penantang menarik di kelas premium.