Gambar dari beberapa kamera kemudian disatukan secara digital dan ditampilkan dalam bentuk bird's-eye view. Cakupan dan kualitas gambar dapat berbeda tergantung kondisi kamera, pencahayaan, serta konfigurasi kendaraan.
Fitur transparent chassis juga bukan berarti kamera dapat menembus bodi mobil. Sebaliknya, sistem membuat visualisasi digital untuk membantu memperkirakan posisi roda, garis parkir, pembatas, lubang, maupun objek rendah.
Namun, visualisasi tersebut tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya secara sempurna. Karena itu, pengemudi tetap perlu melakukan pengamatan langsung.
Baca Juga :
Garis pandu pada layar juga dapat bergerak mengikuti sudut kemudi untuk memperkirakan arah kendaraan. Meski membantu, informasi tersebut tetap perlu dikonfirmasi dengan kondisi nyata di sekitar mobil.
Pada Chery Q Rizz dengan SIGMA Package, kamera tersebut dipadukan dengan Autonomous Parking Assist. Sistem dapat membantu menghitung lintasan serta mengatur kemudi dan pergerakan kendaraan ketika parkir dalam kondisi yang didukung.
Pengemudi tetap memiliki tanggung jawab untuk mengawasi area sekitar dan mengikuti instruksi yang ditampilkan pada layar.
Baca Juga :
Dengan radius putar yang diklaim 5,2 meter, kombinasi kamera 540 derajat dan APA berpotensi membuat Chery Q lebih mudah bermanuver di ruang sempit.
Namun, angka radius putar dan manfaatnya tetap dapat bergantung pada metode pengukuran serta kondisi manuver. Teknologi ini tidak membuat lahan parkir menjadi lebih luas, tetapi dapat membantu mengurangi kesulitan ketika kendaraan harus masuk ke ruang terbatas.
4. Sistem Manajemen Baterai Chery Q Utamakan Keamanan
Untuk pasar Indonesia, Chery Q menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas 42,7 kWh.
Baca Juga :
Baterai tersebut menggerakkan motor listrik berdaya 90 kW atau 122 PS dengan torsi 115 Nm ke roda belakang, sesuai spesifikasi yang tercantum untuk varian terkait.
Teknologi LFP secara umum dikenal memiliki stabilitas termal dan potensi usia pakai yang baik. Meski begitu, performa serta usia baterai tetap dipengaruhi pola pengisian, suhu, penggunaan, dan sistem pengelolaannya.
Chery Q mendukung pengisian cepat DC hingga 85 kW. Pabrikan mengklaim pengisian dari 30 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam sekitar 16,5 menit pada kondisi pengujian tertentu.
Baca Juga :
Pada pengisian DC, arus searah dipasok langsung menuju baterai. Selama proses tersebut, Battery Management System mengatur tegangan, arus, suhu, serta kondisi setiap sel.
Pengisian cepat umumnya akan melambat ketika kapasitas baterai semakin mendekati penuh. Oleh sebab itu, angka 16,5 menit bukan waktu pengisian dari 0 hingga 100 persen.
Waktu sebenarnya dapat berubah karena suhu baterai, daya stasiun pengisian, kondisi baterai, serta berbagai faktor lainnya.
Baca Juga :
Chery Q diklaim memiliki jarak tempuh hingga 400 km berdasarkan metode NEDC. Angka tersebut merupakan hasil pengujian standar dan bukan jaminan jarak tempuh dalam seluruh kondisi penggunaan.