Untuk model J7 SHS-P yang menggendong baterai kapasitas 18,3 kWh, biaya penggantian baterainya berada di kisaran Rp106 juta. Sementara itu, model flagship J8 SHS-P Ardis dengan baterai 34,46 kWh membutuhkan biaya penggantian sebesar Rp160 juta. Sebagai perbandingan, harga baru untuk unit J7 saat ini dibanderol Rp509,9 juta, sedangkan J8 dipasarkan dengan harga Rp828 juta.
Baca Juga :
Pentingnya Perawatan Baterai Mobil Listrik
Tingginya harga komponen baterai pada kendaraan listrik merupakan hal yang wajar dalam industri otomotif global saat ini. Baterai merupakan komponen paling mahal karena menggunakan material aktif bernilai tinggi serta memerlukan teknologi manufaktur presisi tinggi. Namun, dengan perawatan harian yang tepat, degradasi baterai dapat ditekan seminimal mungkin agar masa pakainya lebih optimal.
Para pakar otomotif menyarankan pemilik kendaraan listrik untuk menghindari kebiasaan mengosongkan baterai hingga di bawah 20 persen. Selain itu, kurangi penggunaan fitur pengisian daya cepat (fast charging) secara terus-menerus karena suhu tinggi saat pengisian cepat dapat mempercepat penuaan sel baterai. Melakukan pengisian daya secara berkala hingga 80 persen sangat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan baterai jangka panjang.
Keputusan beralih ke kendaraan ramah lingkungan memang menuntut pemahaman mendalam mengenai kalkulasi biaya kepemilikan secara total. Meskipun nilai komponen pengganti terlihat besar, kehadiran jaminan garansi yang komprehensif dari pabrikan menjadi proteksi finansial yang sangat membantu. Pada akhirnya, mengetahui harga baterai Jaecoo J5 membantu konsumen melakukan perencanaan finansial jangka panjang dengan lebih matang.