Technonesia - Pasar kendaraan listrik Asia Tenggara kembali kedatangan calon pemain baru. Leapmotor B03X diprediksi segera menyusul model B10 dan C10 di Malaysia, bahkan ada peluang kendaraan listrik tersebut diproduksi secara lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD).
Jika rencana ini terealisasi, produksi Leapmotor B03X di Malaysia diperkirakan dimulai pada paruh pertama 2027. Kehadirannya tentu menarik perhatian karena model tersebut bisa menjadi salah satu kendaraan listrik yang menyasar konsumen dengan kebutuhan berbeda di kawasan.
Di sisi lain, kabar ini juga memunculkan pertanyaan bagi pasar Indonesia: apakah Leapmotor B03X nantinya ikut dibawa ke Tanah Air?
Baca Juga :
Leapmotor B03X Diproyeksi Masuk Malaysia
Leapmotor terus memperluas keberadaannya di Asia Tenggara dengan menghadirkan beberapa model kendaraan listrik. Saat ini, B10 dan C10 sudah dipasarkan di kawasan tersebut, termasuk Malaysia dan Indonesia.
Kini, merek asal China itu diprediksi menyiapkan model baru untuk Malaysia, yakni Leapmotor B03X. Di pasar China, kendaraan ini dikenal dengan nama A10.
Menariknya, B03X tidak hanya diperkirakan hadir sebagai kendaraan impor. Model tersebut disebut berpotensi dirakit secara lokal menggunakan skema CKD.
Baca Juga :
Mengutip Paultan, Senin, 14 September, rencana perakitan lokal tersebut masih bergantung pada negosiasi antara Stellantis dan pemerintah Malaysia. Pembahasannya terutama berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi serta penetapan harga.
Jika proses berjalan sesuai rencana, produksi lokal Leapmotor B03X akan dimulai pada paruh pertama 2027. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Leapmotor dan Stellantis untuk menghadirkan kendaraan listrik yang lebih terjangkau di Malaysia.
Spesifikasi Leapmotor B03X Beda dari A10
Untuk pasar Malaysia, Leapmotor B03X diperkirakan menggunakan spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari versi global yang sudah dipasarkan di Eropa.
Baca Juga :
Namun, B03X memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan A10 yang dijual di China. Perbedaan tersebut salah satunya terlihat dari pilihan dan kemampuan motor listriknya.
Untuk pasar Eropa, B03X tersedia dengan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dipasok Gotion.
Pilihan pertama menggunakan baterai berkapasitas 39,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 292 km berdasarkan standar WLTP. Sementara itu, baterai berkapasitas 53,0 kWh mampu membawa mobil menempuh jarak hingga 382 km berdasarkan standar pengujian yang sama.
Baca Juga :
Kedua pilihan baterai tersebut mendukung teknologi pengisian cepat 2.5C. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 16 menit.
Untuk kemampuan pengisian, B03X mendukung daya hingga 133 kW melalui DC dan 11 kW melalui AC.
Performa Leapmotor B03X Capai 197 HP
Di sektor performa, Leapmotor B03X versi global mengandalkan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian depan.
Baca Juga :
Motor tersebut menghasilkan tenaga 197 hp atau 145 kW dengan torsi maksimum 200 Nm.
Dengan tenaga tersebut, B03X mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 8,6 detik. Kecepatan maksimumnya mencapai 160 km/jam.
Angka tersebut membuat performa B03X versi global lebih bertenaga dibandingkan A10 yang dipasarkan di China.
Sebagai pembanding, A10 tersedia dalam dua pilihan output motor, yaitu 94 hp atau 70 kW dan 121 hp atau 90 kW. Kedua pilihan motor tersebut sama-sama menghasilkan torsi maksimum 150 Nm.
Untuk akselerasi 0-100 km/jam, A10 membutuhkan waktu masing-masing 10,5 detik dan 12 detik, tergantung pilihan motor.
Sementara itu, kecepatan maksimum kedua pilihan tersebut sama-sama berada di angka 160 km/jam.
Peluang Leapmotor B03X Masuk Indonesia
Rencana produksi Leapmotor B03X di Malaysia menjadi semakin menarik jika dikaitkan dengan pasar Indonesia.
Leapmotor sendiri sudah memperluas bisnisnya ke Tanah Air melalui kerja sama dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Saat ini, B10 dan C10 telah dipasarkan di Indonesia.
Karena B03X memiliki ukuran dan karakter yang lebih kompak, kehadirannya berpotensi memperluas pilihan kendaraan listrik Leapmotor sekaligus menyasar segmen konsumen yang berbeda.
Meski begitu, sampai sekarang belum ada informasi resmi yang memastikan Leapmotor Indonesia akan membawa B03X ke pasar nasional.
Jika kendaraan tersebut benar-benar diproduksi secara lokal di Malaysia, kehadirannya di kawasan ASEAN tentu layak dinantikan. Terlebih, produksi di kawasan dapat menjadi bagian penting dari strategi Leapmotor dan Stellantis dalam memperluas pilihan kendaraan listrik.
B03X Bisa Jadi Model Berikutnya di Indonesia?
Untuk saat ini, masuknya Leapmotor B03X ke Indonesia masih sebatas peluang. Belum ada keputusan resmi mengenai kehadiran model tersebut di pasar nasional.
Namun, ekspansi Leapmotor yang semakin agresif di Asia Tenggara membuat kemungkinan tersebut tetap menarik untuk diperhatikan.
B03X berpotensi menjadi salah satu model berikutnya yang dipertimbangkan untuk Indonesia, terutama jika produksi lokal di Malaysia benar-benar berjalan pada paruh pertama 2027.
Meski demikian, keputusan akhirnya tetap akan bergantung pada strategi Leapmotor dan Stellantis di kawasan serta kondisi pasar kendaraan listrik nasional.
Dengan demikian, rencana B03X di Malaysia bukan sekadar soal model baru. Perkembangan ini juga bisa menjadi petunjuk mengenai langkah Leapmotor berikutnya di pasar kendaraan listrik Asia Tenggara, termasuk Indonesia.