Technonesia - Pasar mobil listrik Indonesia semakin ramai. Di tengah gempuran berbagai model dari pabrikan China, segmen mobil listrik mungil kini juga mulai menarik perhatian. Menariknya, Suzuki tampaknya sudah menyiapkan kejutan baru.
Suzuki Indonesia diketahui telah mendaftarkan desain Suzuki e SKY di Tanah Air. Mobil listrik mungil tersebut sebelumnya baru diluncurkan secara resmi di negara asal Suzuki.
Sinyal kehadiran mobil listrik baru ini terungkap melalui Berita Resmi Desain Industri No. 63/DI/2026, dengan nomor permohonan A00202604867.
Baca Juga :
Lantas, seperti apa kemampuan mobil listrik mungil Suzuki tersebut?
Suzuki e SKY Punya Dimensi Kompak dan Fokus Efisiensi
Suzuki e SKY dikembangkan dengan konsep “Easy to Switch”, yang bertujuan memberikan pengalaman lebih mudah bagi masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan bermesin bensin menuju kendaraan listrik.
Dikutip dari informasi resmi Suzuki, Senin, 24 Agustus, e SKY hadir membawa dimensi kompak yang mengikuti karakter mobil kei di Jepang. Mobil ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm.
Baca Juga :
Sementara itu, jarak sumbu rodanya mencapai 2.460 mm.
Untuk sistem penggeraknya, mobil listrik ini hanya tersedia dalam konfigurasi dua roda atau 2WD. Bobot kendaraannya sendiri berada di angka sekitar 1.030 kilogram.
Salah satu perhatian utama Suzuki pada e SKY adalah efisiensi. Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 26 kWh yang diklaim sanggup menempuh jarak hingga 310 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Baca Juga :
Suzuki tidak memilih baterai berkapasitas besar hanya untuk mengejar jarak tempuh. Sebaliknya, pabrikan Jepang tersebut mengoptimalkan setiap komponen agar dapat bekerja secara efisien sebagai sebuah kesatuan.
Kepala insinyur Suzuki menjelaskan bahwa perusahaan tidak ingin sekadar berkompetisi dalam urusan jarak tempuh atau efisiensi energi. Pendekatan yang diterapkan lebih menitikberatkan pada optimalisasi setiap komponen kendaraan sehingga efisiensi dapat dicapai secara menyeluruh.
Suzuki e SKY Andalkan eAxle 3-in-1 dan Aerodinamika
Untuk mendukung efisiensi tersebut, Suzuki e SKY menggunakan eAxle kompak dengan konfigurasi 3-in-1. Sistem ini mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan roda gigi dalam satu struktur.
Baca Juga :
Selain sistem penggerak, Suzuki juga memberikan perhatian pada aspek aerodinamika. Setiap bagian kendaraan, mulai dari desain bodi hingga bagian bawah lantai, dikembangkan untuk menghasilkan hambatan udara yang rendah.
Baterai pun ditempatkan secara terintegrasi ke dalam struktur bodi. Penempatan tersebut turut membantu meningkatkan performa aerodinamika kendaraan.
Dari sisi karakter berkendara, Suzuki berusaha mempertahankan rasa berkendara yang mudah seperti mobil bermesin bensin. Namun, e SKY tetap menghadirkan karakter kendaraan listrik melalui respons akselerasi yang halus sekaligus spontan.
Baca Juga :
Platform Baru Suzuki e SKY untuk Mobil Listrik Kei
Suzuki e SKY dibangun di atas platform baru bernama HEARTECT e. Platform ini dikembangkan secara khusus untuk kendaraan listrik ringan.
Baterai ditempatkan secara efisien di bagian bawah lantai. Dengan posisi tersebut, pusat gravitasi kendaraan dapat diturunkan sehingga diklaim memberikan kontribusi terhadap peningkatan stabilitas saat mobil dikendarai.
Suzuki juga meningkatkan kekakuan bodi untuk mendukung kenyamanan serta stabilitas pengendalian. Selain itu, ban yang digunakan dikembangkan secara khusus dengan mempertimbangkan bobot kendaraan.
Menariknya, mobil listrik mungil ini memiliki radius putar minimum 4,4 meter. Angka tersebut diklaim termasuk yang terbaik di kelas mobil penumpang kei, bahkan jika dibandingkan dengan kendaraan bermesin bensin.
Teknologi Suzuki e SKY Dibuat untuk Mobilitas Perkotaan
Tidak hanya mengandalkan bodi mungil, Suzuki e SKY juga dibekali sejumlah teknologi untuk menunjang penggunaan sehari-hari di kawasan perkotaan.
Salah satunya adalah sistem audio dengan layar berukuran 10,1 inci. Sistem tersebut menjadi yang pertama kali digunakan pada mobil kei Suzuki yang dipasarkan di Jepang.
Sistem navigasinya juga menggunakan teknologi connected navigation berbasis aplikasi. Menariknya, sistem tersebut tidak hanya memperhitungkan informasi lalu lintas, tetapi juga mempertimbangkan level baterai kendaraan ketika menentukan rute perjalanan.
Dengan begitu, teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran pengguna kendaraan listrik mengenai ketersediaan daya ketika melakukan perjalanan lebih jauh.
Selain itu, e SKY memiliki sistem yang memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi dan deselerasi hanya melalui pedal akselerator. Fitur ini diharapkan dapat mengurangi beban pengemudi ketika melewati kawasan perkotaan yang dipenuhi lampu lalu lintas maupun kemacetan.
Suzuki juga membekali e SKY dengan pompa panas langsung dan pemanas listrik bertenaga udara. Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi dampak penggunaan sistem pemanas terhadap jarak tempuh kendaraan.
Dengan desain mungil, baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 kilometer, serta radius putar 4,4 meter, Suzuki e SKY memiliki sejumlah karakter yang sesuai untuk mobilitas perkotaan.
Kini, setelah desainnya terdaftar di Indonesia, pertanyaan berikutnya adalah apakah mobil listrik mungil ini benar-benar akan dipasarkan di Tanah Air. Kehadirannya tentu patut ditunggu.