BYD M6 DM menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut. Model ini diperkenalkan pada Mei 2026 dan sejak itu mencatat penjualan kumulatif lebih dari 4.400 unit hingga Agustus 2026.
Pada semester pertama 2026, BYD M6 DM mencatat pangsa pasar sebesar 47 persen di segmen PHEV.
Baca Juga :
Setelah peluncurannya, model tersebut juga mencatat penjualan tertinggi di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut. Pada periode tersebut, pangsa pasarnya mencapai 69 persen.
BYD M6 DM Naik 34 Persen pada Agustus
Kinerja BYD M6 DM kembali meningkat pada Agustus. Penjualan model tersebut tumbuh 34 persen dibandingkan Juli 2026.
Pertumbuhan ini memperkuat kontribusi M6 DM terhadap penjualan BYD. Pada saat yang sama, permintaan kendaraan elektrifikasi dengan teknologi plug-in hybrid juga terus meningkat.
Baca Juga :
BYD juga mencatat pertumbuhan melalui keluarga M6. Selain M6 DM yang menggunakan teknologi plug-in hybrid, BYD M6 EV menawarkan sistem penggerak listrik sepenuhnya.
Kedua model tersebut menyasar kebutuhan konsumen keluarga dengan pilihan teknologi elektrifikasi yang berbeda.
Kendaraan Elektrifikasi BYD Mulai Diproduksi Lokal
Pertumbuhan penjualan tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan produksi lokal.
Baca Juga :
Saat ini, BYD Atto 1, BYD M6 EV, dan BYD M6 DM telah diproduksi secara lokal di fasilitas BYD di Subang, Jawa Barat.
Dengan wholesales lebih dari 40.600 unit hingga Agustus dan pangsa sekitar 37 persen dari pasar NEV nasional, BYD menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan kendaraan energi baru di Indonesia.
Sementara itu, kenaikan penjualan NEV sebesar 22 persen pada Agustus menunjukkan pasar elektrifikasi masih mencatat pertumbuhan.
Baca Juga :
Di tengah semakin banyaknya pilihan model dan teknologi yang tersedia bagi konsumen, perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa kendaraan energi baru terus mendapatkan ruang di pasar otomotif Indonesia