Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27

HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa

3 Juni 2026 | 05:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota
Senin, Juni 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Otomotif » Pengisian Daya Mobil Listrik di Sri Lanka Dibatasi Malam Hari
Otomotif

Pengisian Daya Mobil Listrik di Sri Lanka Dibatasi Malam Hari

Ana OctarinAna Octarin27 Maret 2026 | 18:53
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Pengisian daya mobil listrik
Pengisian daya mobil listrik (Foto: www.medcom.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pengisian daya mobil listrik pada malam hari kini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Sri Lanka di tengah krisis energi yang melanda negara tersebut. Presiden Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake, secara resmi mengimbau para pemilik kendaraan listrik (EV) untuk mengalihkan waktu pengisian baterai mereka ke siang hari. Langkah ini diambil untuk mencegah kegagalan sistem pada jaringan listrik nasional yang terus mengalami tekanan berat.

Pemerintah melihat adanya pola yang mengkhawatirkan di mana para pemilik kendaraan mengisi daya sesampainya mereka di rumah setelah jam kerja. Fenomena ini menciptakan lonjakan beban puncak yang sangat signifikan. Menurut data pemerintah, kebiasaan pengisian daya mobil listrik pada malam hari telah menambah beban permintaan hingga 300 megawatt, sebuah angka yang cukup untuk mengguncang stabilitas distribusi listrik negara tersebut.

Beban Jaringan Akibat Pengisian Daya Mobil Listrik

Presiden Dissanayake menjelaskan bahwa lonjakan permintaan listrik pada malam hari memaksa pemerintah untuk mengaktifkan seluruh pembangkit listrik cadangan. “Pemilik mobil listrik mengisi daya kendaraan mereka saat pulang kerja. Hal ini memberikan beban tambahan pada jaringan listrik, dan kami terpaksa mengoperasikan seluruh pembangkit untuk memenuhi lonjakan ini,” ungkapnya sebagaimana dilaporkan oleh media internasional.

Baca Juga

  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Harga Xpander Bekas 2018 Mulai Rp140 Jutaan, Cek Tipenya

Advertisement

Lonjakan beban akibat pengisian daya mobil listrik ini menjadi masalah besar karena profil energi Sri Lanka yang belum seimbang. Saat malam hari, ketika konsumsi mencapai titik tertinggi, negara tersebut tidak lagi mendapatkan pasokan dari energi surya. Alhasil, jaringan listrik harus bergantung sepenuhnya pada sumber energi konvensional yang mahal dan terbatas ketersediaannya.

Kondisi ini menciptakan paradoks bagi kampanye kendaraan ramah lingkungan di negara tersebut. Alih-alih mengurangi emisi, penggunaan EV justru memicu pembakaran lebih banyak bahan bakar fosil pada malam hari. Pemerintah harus memutar otak agar transisi menuju transportasi hijau tidak justru merusak ketahanan energi nasional yang sudah rapuh.

Ketergantungan pada Batu Bara dan Diesel

Saat ini, pasokan listrik malam hari di Sri Lanka masih sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan kapasitas 900 megawatt. Selain itu, pemerintah juga harus menyiagakan pembangkit listrik tenaga diesel dengan kapasitas tambahan sekitar 1.000 megawatt untuk menutupi kekurangan saat beban puncak terjadi.

Baca Juga

  • Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen
  • Harga Toyota Alphard Bekas Juni 2026: Cek Daftarnya

Advertisement

Penggunaan diesel dan batu bara secara masif untuk mendukung pengisian daya mobil listrik dinilai bertentangan dengan semangat keberlanjutan. Biaya operasional pembangkit berbahan bakar fosil ini sangat tinggi, terutama karena Sri Lanka harus mengimpor seluruh kebutuhan bahan bakarnya menggunakan cadangan devisa yang terbatas. Hal ini memperburuk kondisi ekonomi negara yang sedang berusaha bangkit dari kebangkrutan.

Masalah utama yang dihadapi Sri Lanka adalah ketiadaan sistem penyimpanan energi skala besar atau Battery Energy Storage System (BESS). Tanpa teknologi ini, kelebihan listrik yang dihasilkan oleh panel surya pada siang hari terbuang percuma karena tidak bisa disimpan untuk digunakan pada malam hari. Oleh karena itu, pemerintah mendorong warga untuk memanfaatkan energi matahari secara langsung melalui pengisian daya di siang hari.

Upaya Insentif dan Skema Tarif Baru

Untuk mengubah perilaku konsumen, pemerintah Sri Lanka tengah merancang skema tarif listrik baru. Skema ini nantinya akan memberikan harga yang jauh lebih murah bagi mereka yang melakukan pengisian daya mobil listrik pada siang hari, saat pasokan listrik dari tenaga surya melimpah. Sebaliknya, tarif pada jam sibuk di malam hari akan dinaikkan secara signifikan sebagai disinsentif bagi pengguna.

Baca Juga

  • Pengisian Daya Mobil Listrik di Inggris Terhambat Regulasi
  • Turnamen Padel HUT FORWOT Pererat Insan Otomotif Nasional

Advertisement

Langkah ini diharapkan dapat meratakan kurva beban listrik nasional. Dengan menggeser waktu pengisian daya, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel yang mahal. Selain itu, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan listrik benar-benar menggunakan energi bersih dari matahari, bukan dari pembakaran batu bara atau minyak bumi.

Dampak Krisis Global dan Konflik Timur Tengah

Situasi energi di Sri Lanka semakin terjepit akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang terjadi di kawasan tersebut telah mengganggu jalur pasokan minyak mentah dunia. Presiden Dissanayake mengungkapkan bahwa negaranya baru saja kehilangan dua pengiriman minyak mentah masing-masing sebesar 90.000 ton yang gagal tiba tepat waktu.

Kekurangan pasokan minyak ini berdampak langsung pada operasional pembangkit listrik dan ketersediaan bahan bakar di SPBU. Sebagai langkah darurat, pemerintah telah menerapkan kebijakan empat hari kerja sejak pertengahan Maret 2024. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan menghemat konsumsi energi secara nasional.

Baca Juga

  • Insentif Motor Listrik Tepat Sasaran ke Daerah Terpencil
  • Tips Baterai Motor Listrik Awet untuk Mobilitas Harian

Advertisement

Pada puncaknya, aktivitas ekonomi di ibu kota Colombo sempat lumpuh sementara. Sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, hingga lembaga perbankan diperintahkan tutup untuk menekan penggunaan listrik dan bahan bakar. Dalam kondisi darurat seperti ini, setiap megawatt listrik menjadi sangat berharga, sehingga aktivitas seperti pengisian daya mobil listrik harus diatur dengan sangat ketat.

Pertumbuhan Kendaraan Listrik yang Tak Terbendung

Ironisnya, permintaan terhadap mobil listrik di Sri Lanka justru melonjak tajam setelah pemerintah mencabut larangan impor kendaraan pada Februari 2025. Larangan yang sempat berlaku selama lima tahun tersebut dicabut untuk merangsang ekonomi, namun dengan syarat ketat yang memprioritaskan kendaraan ramah lingkungan. Hasilnya, lebih dari 10 persen kendaraan yang masuk ke Sri Lanka saat ini adalah mobil listrik.

Peningkatan populasi EV yang cepat ini tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya dan penguatan jaringan distribusi. Pemerintah kini harus berpacu dengan waktu untuk membangun ekosistem pendukung yang memadai. Kerja sama internasional pun mulai dijajaki, termasuk dengan India dan Rusia, untuk mengamankan pasokan energi jangka panjang serta bantuan teknis infrastruktur.

Baca Juga

  • Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Resmi Digelar, Bebas Denda!
  • Biaya Balik Nama Kendaraan Terbaru: Syarat dan Cara Mengurus

Advertisement

Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, pemerintah tetap berkomitmen pada visi jangka panjang transportasi hijau. Namun, untuk saat ini, kerja sama dari para pemilik kendaraan sangat diperlukan. Kedisiplinan masyarakat dalam mengatur waktu pengisian daya mobil listrik akan menjadi kunci utama agar Sri Lanka terhindar dari pemadaman listrik total di masa mendatang.

Kesadaran kolektif untuk beralih ke pengisian daya di siang hari bukan hanya soal penghematan biaya pribadi, tetapi juga soal menjaga kedaulatan energi negara. Dengan memanfaatkan energi surya secara maksimal, masyarakat dapat membantu mengurangi beban negara sekaligus memastikan bahwa kendaraan mereka tetap menjadi solusi transportasi yang benar-benar ramah lingkungan. Pemerintah mengimbau warga untuk terus memantau informasi terbaru mengenai jadwal beban listrik agar bisa mengoptimalkan pengisian daya mobil listrik saat matahari bersinar terik.

Baca Juga

  • Batas Kecepatan Jalan Tol: Aturan Terbaru dan Sanksinya
  • Insentif Mobil Listrik 2026 Resmi Cair, Ini Skemanya

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Energi Terbarukan Infrastruktur Listrik Krisis Energi Mobil Listrik Sri Lanka
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleGame Stranger Than Heaven Terbaru Unjuk Gigi di Xbox Preview
Next Article Teknologi AI Militer Jerman: Modernisasi Perang Masa Depan
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel

Ana Octarin3 Juni 2026 | 03:54

Harga Xpander Bekas 2018 Mulai Rp140 Jutaan, Cek Tipenya

Ana Octarin3 Juni 2026 | 00:53

Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen

Ana Octarin2 Juni 2026 | 21:53

Harga Toyota Alphard Bekas Juni 2026: Cek Daftarnya

Ana Octarin2 Juni 2026 | 18:54

Pengisian Daya Mobil Listrik di Inggris Terhambat Regulasi

Ana Octarin2 Juni 2026 | 15:53

Turnamen Padel HUT FORWOT Pererat Insan Otomotif Nasional

Ana Octarin2 Juni 2026 | 12:07
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

5 Fakta Mengejutkan Penemuan Harta Karun Emas Rp 1.358 T di China

27 Oktober 2025 | 08:38

Perbandingan Konsumsi BBM Innova vs Rush, Mana Pilihan Paling Irit?

2 April 2026 | 01:54

5 Fitur Baru Xiaomi 15 Ultra Setelah Update HyperOS 3 dan Android 16

4 November 2025 | 03:38

Cara Cek Nomor IM3 Paling Praktis dan Cepat Terbaru

31 Mei 2026 | 05:00
Terbaru

Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel

Ana Octarin3 Juni 2026 | 03:54

Harga Xpander Bekas 2018 Mulai Rp140 Jutaan, Cek Tipenya

Ana Octarin3 Juni 2026 | 00:53

Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen

Ana Octarin2 Juni 2026 | 21:53

Harga Toyota Alphard Bekas Juni 2026: Cek Daftarnya

Ana Octarin2 Juni 2026 | 18:54

Pengisian Daya Mobil Listrik di Inggris Terhambat Regulasi

Ana Octarin2 Juni 2026 | 15:53
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.