TechnonesiaID - Teknologi pengisian cepat mobil listrik kini memasuki babak baru yang semakin kompetitif di pasar otomotif global. Merek otomotif premium Lynk & Co, yang beroperasi di bawah naungan Geely Group, baru saja mengumumkan pencapaian luar biasa dalam hal efisiensi pengisian daya baterai. Inovasi terbaru ini diklaim mampu melampaui performa teknologi pengisian cepat yang sebelumnya diperkenalkan oleh raksasa kendaraan listrik, BYD.
Langkah agresif Lynk & Co ini muncul hanya selang satu bulan setelah BYD memamerkan generasi kedua baterai Blade mereka. Saat itu, BYD memperkenalkan sistem megawatt flash charging yang sempat digadang-gadang sebagai teknologi dengan kecepatan pengisian massal tercepat di dunia. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa Lynk & Co berhasil mematahkan dominasi tersebut melalui model teranyar mereka, Lynk & Co 10.
Keunggulan Teknologi Pengisian Cepat Mobil Listrik Lynk & Co 10
Lynk & Co 10 mengandalkan arsitektur kelistrikan tingkat tinggi dengan penggunaan 900V Energee Golden Brick Battery. Penggunaan sistem voltase tinggi ini memungkinkan kendaraan menerima aliran daya yang jauh lebih besar tanpa menghasilkan panas berlebih yang ekstrem. Dalam uji coba resmi, teknologi pengisian cepat mobil listrik ini mencatatkan angka yang sangat impresif dan sulit dipercaya bagi standar kendaraan listrik saat ini.
Baca Juga
Advertisement
Berdasarkan data pengujian, Lynk & Co 10 hanya membutuhkan waktu 4 menit 22 detik untuk mengisi daya dari level 10 persen hingga 70 persen. Jika pengguna ingin mencapai kapasitas 80 persen, waktu yang diperlukan hanya sekitar 5 menit 32 detik. Bahkan, untuk pengisian hingga hampir penuh atau 97 persen, sistem ini hanya memerlukan total waktu 8 menit 42 detik. Angka-angka ini membuktikan bahwa pengisian daya mobil listrik kini sudah menyamai durasi pengisian bensin di SPBU konvensional.
Pencapaian ini secara signifikan lebih unggul jika kita bandingkan dengan teknologi megawatt flash charging milik BYD. Sebagai perbandingan, sistem BYD memerlukan waktu sekitar 5 menit untuk mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen. Sementara itu, untuk mencapai kapasitas 97 persen, teknologi BYD membutuhkan waktu sekitar 9 menit. Meskipun selisihnya terlihat tipis dalam hitungan menit, dalam dunia teknik otomotif, efisiensi tersebut merupakan lompatan besar bagi teknologi pengisian cepat mobil listrik.
Rahasia di Balik Kecepatan Pengisian 1.100 kW
Selama proses pengujian berlangsung, daya pengisian puncak yang berhasil diraih mencapai angka fantastis, yakni 1.100 kW. Hal yang lebih mengagumkan adalah stabilitas aliran dayanya. Bahkan setelah kapasitas baterai menyentuh angka 80 persen, sistem masih mampu mempertahankan daya pengisian di atas 500 kW. Kecepatan yang konsisten ini sangat jarang ditemukan pada baterai EV konvensional yang biasanya mengalami penurunan daya drastis saat baterai mulai penuh.
Baca Juga
Advertisement
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan infrastruktur pengisian daya milik Zeekr, sesama merek di bawah naungan Geely. Pengujian tersebut menggunakan stasiun pengisian megawatt tipe V4 yang memiliki spesifikasi arus maksimum 1.300 ampere. Sistem ini menggunakan teknologi pendinginan cair penuh (full liquid cooling) untuk menjaga suhu komponen tetap stabil meski dihantam daya listrik yang sangat besar.
Meskipun performanya sudah teruji secara teknis, Lynk & Co belum memberikan tanggal pasti mengenai kapan infrastruktur pengisian secepat ini akan diterapkan secara massal bagi konsumen umum. Tantangan utama saat ini bukan lagi pada kendaraannya, melainkan pada kesiapan jaringan listrik kota dalam menyuplai daya sebesar satu megawatt untuk satu unit kendaraan secara simultan.
Ekosistem Pengisian Daya Geely vs BYD
Persaingan antara Geely Group dan BYD tidak hanya terbatas pada spesifikasi mobil, tetapi juga merambah ke pembangunan ekosistem. Hingga akhir Februari 2026, jaringan pengisian daya yang dibangun oleh grup Geely telah mencapai 2.103 stasiun dengan total 10.212 unit charging pile. Jaringan luas ini tersebar di 215 kota di seluruh China, mencakup area strategis seperti layanan jalan tol dan pusat perbelanjaan.
Baca Juga
Advertisement
Dari total tersebut, Geely telah mengoperasikan 1.216 stasiun pengisian ultra-cepat 800V yang menjadi standar baru bagi mobil listrik mewah. Di sisi lain, BYD juga tidak tinggal diam dengan meresmikan stasiun megawatt flash charging ke-5.000 mereka. BYD memiliki ambisi besar untuk membangun hingga 20.000 stasiun pengisian pada akhir tahun ini demi menjaga loyalitas penggunanya yang terus bertambah pesat.
Munculnya teknologi pengisian cepat mobil listrik yang menembus batas megawatt ini menandakan berakhirnya era kekhawatiran jarak tempuh atau range anxiety. Pabrikan kini fokus pada bagaimana membuat proses pengisian daya secepat mungkin agar mobilitas pengguna tidak terganggu. Penggunaan material baterai yang lebih tahan lama serta sistem manajemen termal yang canggih menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan ini.
Secara teknis, sistem pengisian Zeekr V4 yang digunakan Lynk & Co sebenarnya memiliki potensi daya puncak hingga 1.300 kW. Dengan arus listrik yang sangat kuat, keamanan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, penggunaan baterai “Golden Brick” yang berbasis teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate) yang dimodifikasi memberikan keseimbangan antara keamanan tinggi dan performa pengisian yang ekstrem.
Baca Juga
Advertisement
Dengan perkembangan yang begitu masif, konsumen di masa depan akan melihat kendaraan listrik bukan lagi sebagai beban saat perjalanan jauh. Kehadiran teknologi pengisian cepat mobil listrik dari Lynk & Co ini membuktikan bahwa inovasi China terus memimpin di garda terdepan industri otomotif global, memaksa produsen otomotif Barat untuk bekerja lebih keras dalam mengejar ketertinggalan teknologi mereka.
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA