Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

5 Tipe Kepribadian Penonton di YouTube Recap 2025, Sudah Cek?

8 Desember 2025 | 02:48

Red Dead Redemption Mobile Rilis Resmi! Ini 3 Alasan Netflix Games Penting

8 Desember 2025 | 00:48

4 Karakter Naruto Senki Terbaik yang OP dan Cara Menguasainya

8 Desember 2025 | 00:30
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 5 Tipe Kepribadian Penonton di YouTube Recap 2025, Sudah Cek?
  • Red Dead Redemption Mobile Rilis Resmi! Ini 3 Alasan Netflix Games Penting
  • 4 Karakter Naruto Senki Terbaik yang OP dan Cara Menguasainya
  • 5 Karakter Naruto Senki yang Diremehkan Tapi OP, Wajib Coba!
  • 5 Fakta: Masa Depan Guru Matematika di Era AI Jago Berhitung
  • Waspada! 5 Ciri Modus Baru Penipuan Missed Call yang Harus Anda Tahu
  • Top 10: Daftar HP Radiasi Tertinggi 2025, Ada Ponsel Favorit Anda?
  • 5 Hal Penting Soal Peringatan Banjir Google (SOS Alert) Sumatra di Layar HP
Senin, Desember 8
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 7 Bukti Lubang Kawah Bulan Terbaru Akibat Dampak Roket China
Tech

7 Bukti Lubang Kawah Bulan Terbaru Akibat Dampak Roket China

Olin SianturiOlin Sianturi28 November 2025 | 03:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Lubang kawah bulan, Dampak roket china
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ilmuwan temukan lubang kawah bulan ganda misterius! Simak 7 fakta mengejutkan tentang Dampak Roket China yang menabrak permukaan satelit Bumi pada 2022.

TechnonesiaID - Kabar mengejutkan datang dari eksplorasi luar angkasa. Para ilmuwan baru-baru ini mengonfirmasi penemuan sepasang kawah (kawah ganda) di permukaan Bulan yang terbentuk akibat benturan keras.

Setelah melalui investigasi mendalam, kesimpulan mengerucut pada satu pelaku: tahap pendorong roket Long March 3C milik Tiongkok (China). Peristiwa ini bukan hanya unik, tetapi juga memicu perdebatan penting tentang pengendalian puing-puing luar angkasa.

Baca Juga

  • 5 Fakta: Masa Depan Guru Matematika di Era AI Jago Berhitung
  • 5 Bukti Nyata 15.000 Ilmuwan Teriak Kiamat Sudah Tiba di Indonesia

Advertisement

Tabrakan bersejarah ini terjadi pada Maret 2022, namun penemuan visual kawah ganda baru dikonfirmasi pada 24 Juni 2022. Fenomena ini menunjukkan betapa sulitnya melacak objek kecil yang bergerak cepat di ruang hampa.

Lubang Kawah Bulan: Penemuan yang Mengguncang Dunia Sains

Kawah ganda yang ditemukan di Bulan ini sama sekali berbeda dari kawah tabrakan lainnya yang biasa diamati. Kawah-kawah alami biasanya terbentuk oleh meteorit atau asteroid yang mendarat tanpa hambatan di permukaan Bulan.

Namun, kawah akibat roket cenderung berbeda. Roket umumnya memiliki cangkang kosong yang membuat dampak benturannya lebih menyerupai ‘memukul bantal’ ketimbang ‘memukul batu’.

Baca Juga

  • 5 Fakta Mengejutkan Dampak Tanam Pohon di China: Hutan Luas, Air Berkurang
  • Prediksi Elon Musk: 20 Tahun Lagi, 5 Alasan Kerja Manusia Jadi Hobi

Advertisement

Dalam kasus roket China ini, hasilnya justru jauh lebih merusak dari yang diperkirakan. Penemuan ini memaksa para ahli untuk memikirkan kembali bagaimana benda buatan manusia berinteraksi dengan permukaan planet.

Mengapa Struktur Lubang Kawah Bulan Ganda Ini Begitu Unik?

Kawah yang ditemukan bukanlah satu lubang tunggal, melainkan dua lubang yang saling tumpang tindih. Kawah timur diukur sekitar 19,5 yard (sekitar 17,8 meter), sedangkan kawah barat sedikit lebih kecil, yaitu 17,5 yard (sekitar 16 meter).

Para peneliti dari University of Arizona, yang pertama kali mengonfirmasi penemuan ini, menjelaskan bahwa formasi ganda ini mengindikasikan distribusi massa yang tidak merata pada tahap pendorong roket.

Baca Juga

  • Pendaftaran Internet 100 Mbps Rp 100 Ribu Dibuka: 5 Fakta Wajib Tahu!
  • Regulasi Media Sosial Australia: 5 Efek Domino Perubahan Digital Global

Advertisement

Fakta menariknya, roket dirancang kosong di bagian depannya untuk mengangkut muatan. Bagian pendorong roket Long March 3C yang menabrak Bulan kemungkinan besar memiliki massa yang terkonsentrasi di kedua ujungnya—satu ujung memiliki mesin, dan ujung lainnya memiliki perangkat keras tambahan—sehingga menciptakan dua dampak terpisah pada saat benturan terjadi.

7 Fakta Mengejutkan di Balik Dampak Roket China

Identifikasi roket China sebagai penyebab kawah ganda ini awalnya merupakan proses yang panjang dan membingungkan. Spekulasi liar sempat beredar sebelum para ilmuwan berhasil mengaitkannya dengan misi tertentu. Berikut adalah 7 fakta penting seputar Dampak Roket China ini:

  • Asal Usul yang Kontroversial: Puing-puing yang menabrak Bulan diyakini berasal dari roket Long March 3C, yang diluncurkan pada Oktober 2014. Roket ini membawa pesawat antariksa Chang’e-5 T1 sebagai bagian dari misi eksplorasi Bulan.
  • Identifikasi yang Keliru: Sebelum dikonfirmasi sebagai roket China, puing ini sempat diidentifikasi salah sebagai tahap pendorong roket Falcon 9 milik SpaceX pada awal 2022. Kesalahan ini menunjukkan betapa kompleksnya pelacakan puing angkasa.
  • Waktu Tabrakan Tepat: Tabrakan terjadi pada tanggal 4 Maret 2022, di sisi jauh Bulan, yang membuat deteksi secara langsung menjadi mustahil pada saat kejadian.
  • Lokasi yang Tersembunyi: Kawah tersebut terletak di dekat Ekuator Bulan, di kawah Hertzsprung. Area ini merupakan sisi jauh Bulan yang tidak pernah menghadap Bumi.
  • Energi Benturan yang Fantastis: Roket menabrak Bulan dengan kecepatan yang sangat tinggi, diperkirakan mencapai sekitar 5.800 mil per jam (sekitar 9.330 km/jam). Energi kinetik yang dilepaskan setara dengan ledakan yang cukup besar.
  • Bukti Komposisi: Analisis spektroskopi dari kawah (meskipun masih dalam proses) diharapkan dapat menunjukkan jejak material buatan manusia, membedakannya dari tabrakan meteorit alami.
  • Preseden Pertama: Ini adalah pertama kalinya sepotong besar puing luar angkasa yang sengaja dibiarkan oleh negara tertentu dikonfirmasi telah menabrak permukaan Bulan dan meninggalkan kawah ganda yang terdeteksi.

Mengidentifikasi Pelakunya: Siapa Pemilik Roket Long March 3C?

Proses identifikasi puing yang menabrak Bulan ini adalah pelajaran penting dalam dunia astronomi. Awalnya, seorang pelacak puing independen Bill Gray, mengidentifikasi objek tersebut sebagai tahap pendorong roket Falcon 9 SpaceX.

Baca Juga

  • Rotasi Bumi Berubah? 3 Fakta Mengejutkan Proyek Raksasa China NASA
  • 3 Fakta Terbaru Penyebab Orang Tua Pikun, Ilmuwan Temukan Solusinya

Advertisement

Namun, setelah menganalisis lebih banyak data dan model orbit, Gray menarik kembali klaimnya. Ia menemukan bahwa orbit puing tersebut tidak konsisten dengan profil penerbangan Falcon 9.

Kuncinya ada pada waktu dan lokasi peluncuran. Roket Long March 3C yang meluncur pada tahun 2014 memiliki jalur yang memungkinkan tahap pendorongnya terdampar di orbit Bulan selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya jatuh.

Konfirmasi bahwa roket itu adalah milik Tiongkok diperkuat oleh data observasi yang konsisten dengan roket yang membawa misi Chang’e-5 T1. Meskipun Beijing sempat membantah bahwa roket itu adalah milik mereka, bukti ilmiah dari studi orbit dan analisis kawah semakin kuat.

Baca Juga

  • 5 Perusahaan Indonesia Penerima Dana SoftBank Vision Fund
  • 5 Fakta Krisis Chip: Jensen Huang Nasib Nvidia Terancam Ditendang China

Advertisement

Pentingnya Investigasi Dampak Roket China Bagi Masa Depan Eksplorasi

Penemuan lubang kawah bulan akibat roket China ini membawa perhatian baru pada isu puing-puing luar angkasa. Saat ini, orbit Bumi dipenuhi oleh ribuan ton sampah antariksa. Walaupun Bulan jauh, kasus ini menunjukkan bahwa benda buatan manusia berpotensi menabrak benda langit terdekat kita.

Para ilmuwan berharap peristiwa ini dapat menjadi katalisator bagi komunitas global untuk meningkatkan protokol pelacakan. Objek yang lebih kecil dan tidak berfungsi sering kali diabaikan karena fokus utama ada pada satelit aktif dan benda-benda berukuran besar.

Ke depannya, sangat penting untuk memiliki sistem pelacakan yang akurat, terutama karena semakin banyak negara dan perusahaan swasta berlomba-lomba meluncurkan misi ke Bulan dan Mars.

Baca Juga

  • 5 Alasan HyperOS 3 Wearable Datang Desember untuk Perangkat Xiaomi Band 9
  • 5 Inovasi Teknologi AI HP China yang Bikin iPhone Tertinggal

Advertisement

Kawah ganda misterius ini mungkin terlihat seperti luka kecil di permukaan Bulan. Namun, bagi komunitas ilmiah, ini adalah bukti nyata sekaligus pengingat bahwa jejak kegiatan manusia kini telah mencapai benda langit di luar Bumi. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa eksplorasi kita dilakukan dengan tanggung jawab penuh, meminimalkan risiko pencemaran ruang angkasa di masa depan.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Berita Sains Eksplorasi Luar Angkasa Kawah Bulan Long March 3C Roket China
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article5 Fakta Cloudflare: Mengapa Layanan Ini Jadi Penyebab Situs Down Global?
Next Article 5 Alasan Vivo X300 Pro Indonesia Layak Ditunggu: Kamera 200 MP ZEISS
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Fakta: Masa Depan Guru Matematika di Era AI Jago Berhitung

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 18:49

5 Bukti Nyata 15.000 Ilmuwan Teriak Kiamat Sudah Tiba di Indonesia

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 09:18

5 Fakta Mengejutkan Dampak Tanam Pohon di China: Hutan Luas, Air Berkurang

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 07:18

Prediksi Elon Musk: 20 Tahun Lagi, 5 Alasan Kerja Manusia Jadi Hobi

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 05:18

Pendaftaran Internet 100 Mbps Rp 100 Ribu Dibuka: 5 Fakta Wajib Tahu!

Olin Sianturi6 Desember 2025 | 21:18

Regulasi Media Sosial Australia: 5 Efek Domino Perubahan Digital Global

Olin Sianturi6 Desember 2025 | 15:18
Pilihan Redaksi
Gadget

Top 10: Daftar HP Radiasi Tertinggi 2025, Ada Ponsel Favorit Anda?

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 15:18

Ingin tahu Daftar HP Radiasi Tertinggi di pasaran? Kami sajikan data Tingkat Radiasi SAR Ponsel…

5 Fakta: Masa Depan Guru Matematika di Era AI Jago Berhitung

7 Desember 2025 | 18:49

Spesifikasi Samsung Galaxy Z TriFold: Inovasi 3-in-1 Futuristik yang Bikin Takjub!

2 Desember 2025 | 18:17

5 Hal Penting Soal Peringatan Banjir Google (SOS Alert) Sumatra di Layar HP

7 Desember 2025 | 13:18

7 Bukti Digital Kecanduan Padel di Indonesia: Tren Olahraga 2025

7 Desember 2025 | 11:18
Terbaru

5 Fakta: Masa Depan Guru Matematika di Era AI Jago Berhitung

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 18:49

5 Bukti Nyata 15.000 Ilmuwan Teriak Kiamat Sudah Tiba di Indonesia

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 09:18

5 Fakta Mengejutkan Dampak Tanam Pohon di China: Hutan Luas, Air Berkurang

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 07:18

Prediksi Elon Musk: 20 Tahun Lagi, 5 Alasan Kerja Manusia Jadi Hobi

Olin Sianturi7 Desember 2025 | 05:18

Pendaftaran Internet 100 Mbps Rp 100 Ribu Dibuka: 5 Fakta Wajib Tahu!

Olin Sianturi6 Desember 2025 | 21:18
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2025 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.