Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Blender Penghancur Es Batu: 4 Pilihan Terbaik Mulai 700 Ribuan

31 Maret 2026 | 04:53

Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T

31 Maret 2026 | 04:22

Cara Menghemat BBM Mobil Manual Agar Irit dan Mesin Awet

31 Maret 2026 | 03:54
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Blender Penghancur Es Batu: 4 Pilihan Terbaik Mulai 700 Ribuan
  • Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T
  • Cara Menghemat BBM Mobil Manual Agar Irit dan Mesin Awet
  • Ekosistem HP IQ Terbaru Hadir di Imagine 2026 untuk Kerja Cerdas
  • Mesin Cuci 2 Tabung Hemat Listrik Polytron PWM-7363 Irit Banget!
  • Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank
  • Spesifikasi Subaru Sambar 2026: Pikap Mungil 4×4 Makin Canggih
  • Oppo A6s Baterai 7000mAh Resmi Dirilis, HP Tangguh Anti Air
Selasa, Maret 31
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 3 Alasan Mengejutkan XL Batal Wujudkan Internet 100 Mbps Murah
Berita Tekno

3 Alasan Mengejutkan XL Batal Wujudkan Internet 100 Mbps Murah

Olin SianturiOlin Sianturi30 September 2025 | 15:05
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
XL Batal Wujudkan Internet 100 Mbps
XL Batal Wujudkan Internet 100 Mbps
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Mimpi internet 100 Mbps murah pupus? XL Axiata mundur dari lelang frekuensi kunci. Temukan 3 alasan mengejutkan di balik keputusan besar ini!

Kabar mengejutkan datang dari salah satu operator seluler terbesar di Indonesia. Di tengah antusiasme publik menantikan era internet super cepat dengan harga terjangkau, PT XL Axiata Tbk (EXCL) justru mengambil langkah mundur. Perusahaan ini secara resmi mengumumkan tidak akan melanjutkan partisipasinya dalam lelang frekuensi 1,4 GHz yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Keputusan ini sontak menjadi buah bibir, mengingat frekuensi 1,4 GHz digadang-gadang sebagai “jalan tol” utama untuk mewujudkan mimpi internet 100 Mbps murah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? Mari kita bedah lebih dalam.

Baca Juga

  • Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T
  • Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Advertisement

Apa Itu Frekuensi 1.4 GHz dan Mengapa Sangat Penting?

Sebelum membahas lebih jauh keputusan XL, penting untuk memahami mengapa frekuensi 1,4 GHz (atau dikenal juga sebagai L-Band) ini begitu spesial. Bayangkan spektrum frekuensi radio seperti sebuah jalan raya di udara. Setiap “jalur” memiliki karakteristiknya sendiri.

Frekuensi rendah (di bawah 1 GHz) punya jangkauan sangat luas, cocok untuk menyebarkan sinyal hingga ke pelosok desa, namun “jalurnya” sempit sehingga kecepatan datanya terbatas. Sebaliknya, frekuensi tinggi (di atas 2,3 GHz) punya “jalur” sangat lebar untuk kecepatan super kencang, namun jangkauannya pendek dan mudah terhalang bangunan.

Nah, frekuensi 1,4 GHz ini berada di titik yang ideal. Jangkauannya cukup luas, namun tetap mampu menghadirkan kapasitas data yang besar. Kombinasi inilah yang membuatnya menjadi kandidat sempurna untuk menggelar layanan internet cepat 100 Mbps secara efisien dan dengan biaya yang lebih murah, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Baca Juga

  • Aturan Batas Usia Media Sosial: Komdigi Tegur TikTok-Roblox
  • Bahaya Nasihat AI Chatbot: Studi Stanford Ungkap Sisi Gelap

Advertisement

3 Alasan Mengejutkan di Balik Mundurnya XL Axiata

Pernyataan resmi dari XL menyebutkan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan kajian mendalam. “Setelah kita kaji dokumennya, mungkin tidak sejalan dengan business plan kita,” ujar Merza Fachys, Director & Chief Regulatory Officer XL Axiata. Namun, frasa “tidak sejalan” ini tentu memicu banyak spekulasi. Berikut adalah tiga kemungkinan alasan XL batal lelang frekuensi yang paling masuk akal.

1. Ketidaksesuaian dengan Rencana Bisnis Jangka Panjang

Ini adalah alasan resmi yang diungkapkan ke publik. “Rencana bisnis” adalah istilah yang sangat luas. Ini bisa berarti XL Axiata saat ini memiliki prioritas strategis yang berbeda. Mungkin saja, perusahaan lebih memilih untuk berinvestasi pada pengembangan teknologi lain, seperti:

  • Optimalisasi jaringan 4G yang sudah ada dengan teknologi baru seperti carrier aggregation.
  • Percepatan ekspansi jaringan 5G pada spektrum frekuensi yang sudah mereka miliki atau yang akan dilelang di masa depan.
  • Fokus pada segmen pasar lain, misalnya layanan enterprise (B2B) atau Internet of Things (IoT) yang tidak terlalu bergantung pada frekuensi 1,4 GHz.

Keputusan bisnis seringkali tentang memilih pertempuran mana yang ingin dimenangkan. Bisa jadi, XL merasa memenangkan lelang ini bukan prioritas utama mereka saat ini.

Baca Juga

  • Pembatasan Media Sosial Anak di Indonesia Disorot Media Asing
  • Aturan Batas Usia Media Sosial: YouTube dan Meta Belum Patuh

Advertisement

2. Kalkulasi Investasi dan Potensi Return on Investment (ROI)

Mengikuti lelang frekuensi bukanlah perkara murah. Selain biaya untuk memenangkan hak penggunaan spektrum itu sendiri, operator juga harus mengeluarkan dana investasi yang masif untuk membangun infrastruktur pendukungnya, seperti membangun menara BTS baru yang kompatibel dengan frekuensi tersebut.

XL Axiata kemungkinan besar telah melakukan kalkulasi cermat mengenai total biaya investasi (CAPEX) yang dibutuhkan dibandingkan dengan potensi pendapatan yang bisa dihasilkan. Jika angka-angkanya menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi (ROI) kurang menarik atau memakan waktu terlalu lama, maka mundur dari lelang adalah keputusan bisnis yang bijak dari sudut pandang finansial.

3. Fokus pada Optimalisasi Aset Frekuensi yang Sudah Ada

Setiap operator seluler memiliki “portofolio” frekuensi yang mereka kelola. Bisa jadi, XL Axiata merasa sumber daya frekuensi yang mereka miliki saat ini (di band 900 MHz, 1800 MHz, 2.1 GHz, dll.) masih memiliki banyak ruang untuk dioptimalkan.

Baca Juga

  • Permintaan Chip AI Nvidia Meledak, Pesanan Tembus Rp16.985 T
  • Manufaktur Apple di Amerika Serikat Resmi Gandeng Bosch-TSMC

Advertisement

Daripada mengeluarkan dana besar untuk frekuensi baru, mereka mungkin memilih untuk mengalokasikan dana tersebut untuk “densifikasi” jaringan, yaitu memperbanyak jumlah BTS di area-area yang trafiknya padat. Strategi ini juga terbukti efektif untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan tanpa harus mengakuisisi spektrum baru.

Lalu, Bagaimana Nasib Mimpi Internet 100 Mbps Murah?

Mundurnya XL tentu menjadi sebuah kehilangan, karena persaingan yang lebih sedikit berpotensi membuat harga lelang tidak sekompetitif yang diharapkan. Namun, bukan berarti harapan internet cepat dan murah sirna begitu saja.

Lelang ini kemungkinan besar akan terus berlanjut dengan peserta lain yang masih bertahan. Kemenkominfo sebagai regulator juga memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong pemerataan akses internet berkualitas di seluruh Indonesia. Mundurnya satu pemain bisa jadi justru membuka peluang lebih besar bagi pemain lainnya untuk berinovasi.

Baca Juga

  • Penemuan Cadangan Emas China Sebesar 1.000 Ton di Hunan
  • Biaya Teknologi Perang AS Membengkak Lawan Drone Murah Iran

Advertisement

Pada akhirnya, keputusan XL Axiata adalah sebuah langkah strategis yang didasarkan pada kalkulasi bisnis internal mereka. Bagi kita sebagai konsumen, yang terpenting adalah lelang frekuensi ini tetap berjalan dan pemenangnya nanti benar-benar bisa merealisasikan janji untuk menghadirkan layanan internet yang lebih baik dan lebih terjangkau untuk semua. Kita nantikan saja babak selanjutnya.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
internet 100 Mbps internet cepat Kominfo lelang frekuensi XL Axiata
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article3 Fakta Mengejutkan Kesepakatan TikTok Trump, China Tak Tergoyahkan!
Next Article 5 Fakta Mengejutkan Instagram Tanpa Iklan, Cek Syarat & Harganya!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T

Ana Octarin31 Maret 2026 | 04:22

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Aturan Batas Usia Media Sosial: Komdigi Tegur TikTok-Roblox

Iphan S31 Maret 2026 | 00:22

Bahaya Nasihat AI Chatbot: Studi Stanford Ungkap Sisi Gelap

Iphan S30 Maret 2026 | 22:22

Pembatasan Media Sosial Anak di Indonesia Disorot Media Asing

Ana Octarin30 Maret 2026 | 17:54

Aturan Batas Usia Media Sosial: YouTube dan Meta Belum Patuh

Iphan S30 Maret 2026 | 15:54
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Gugatan Elon Musk terhadap OpenAI: Tuntut Ganti Rugi Rp2.277 T

Ana Octarin31 Maret 2026 | 04:22

Investasi Softbank di OpenAI: Pinjam Rp 679 Triliun dari Bank

Iphan S31 Maret 2026 | 02:22

Aturan Batas Usia Media Sosial: Komdigi Tegur TikTok-Roblox

Iphan S31 Maret 2026 | 00:22

Bahaya Nasihat AI Chatbot: Studi Stanford Ungkap Sisi Gelap

Iphan S30 Maret 2026 | 22:22

Pembatasan Media Sosial Anak di Indonesia Disorot Media Asing

Ana Octarin30 Maret 2026 | 17:54
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.