Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perbandingan POCO X8 Pro dan iQOO Z11, Siapa Unggul?

30 Mei 2026 | 17:30

Tragedi Tsunami Jepang 2011: Kisah Gelombang 40 Meter

30 Mei 2026 | 17:07

Pajak Honda Brio Satya 2026: Cek Tarif dan Biaya Resminya

30 Mei 2026 | 16:44
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perbandingan POCO X8 Pro dan iQOO Z11, Siapa Unggul?
  • Tragedi Tsunami Jepang 2011: Kisah Gelombang 40 Meter
  • Pajak Honda Brio Satya 2026: Cek Tarif dan Biaya Resminya
  • Timnas Indonesia EA FC 26 Rilis, Dustin Tiffani Bawa Juara
  • Tablet Produktivitas Murah Terbaik 2026: Alternatif Laptop
  • Erupsi Gunung Marapi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik 2 Km
  • Bus DAMRI Lintas Negara Dapat Armada Baru REXUS 8S
  • Memori HBM4E Samsung Mulai Dikirim, Chip AI Super Cepat
Sabtu, Mei 30
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 3 Fakta Mengejutkan Kesepakatan TikTok Trump, China Tak Tergoyahkan!
Berita Tekno

3 Fakta Mengejutkan Kesepakatan TikTok Trump, China Tak Tergoyahkan!

Olin SianturiOlin Sianturi30 September 2025 | 14:05
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Kesepakatan TikTok Trump
Kesepakatan TikTok Trump (foto: CNBC Indonesia)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Terungkap! Ini 3 fakta mengejutkan di balik kesepakatan TikTok Donald Trump senilai Rp233 T. Benarkah ByteDance China masih punya kendali penuh?

Drama saga antara pemerintahan Donald Trump dan aplikasi fenomenal TikTok sepertinya telah mencapai babak baru. Setelah berbulan-bulan penuh ketidakpastian, Presiden AS Donald Trump akhirnya menandatangani perintah eksekutif yang merestui penjualan operasi TikTok di Amerika Serikat kepada konsorsium investor lokal.

Kesepakatan ini, yang digawangi oleh raksasa teknologi Oracle dan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, menciptakan entitas baru bernama TikTok Global dengan valuasi yang fantastis, mencapai US$14 miliar atau setara Rp233 triliun. Namun, jangan terkecoh dengan angka-angka besar ini. Di balik layar, kesepakatan ini jauh lebih rumit dari yang terlihat.

Baca Juga

  • Tragedi Tsunami Jepang 2011: Kisah Gelombang 40 Meter
  • Erupsi Gunung Marapi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik 2 Km

Advertisement

Deal Bernilai Fantastis, Tapi Penuh Tanda Tanya

Secara resmi, tujuan utama dari kesepakatan ini adalah untuk mengamankan data pribadi jutaan pengguna TikTok di AS dari potensi pengawasan oleh pemerintah China. Oracle diposisikan sebagai “mitra teknologi tepercaya” yang akan mengelola seluruh data pengguna AS di infrastruktur cloud mereka, menjanjikan keamanan tingkat tinggi.

Namun, banyak analis dan pakar keamanan siber yang masih skeptis. Pertanyaan besarnya adalah: Apakah kesepakatan ini benar-benar memutus hubungan TikTok AS dari induknya di China, ByteDance? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.

3 Fakta Mengejutkan di Balik Kesepakatan TikTok Donald Trump

Jika Anda berpikir penjualan ini berarti ByteDance benar-benar “ditendang” keluar dari Amerika, Anda mungkin perlu melihat lebih dalam. Ada beberapa detail krusial dalam struktur kesepakatan yang membuatnya tidak seperti akuisisi pada umumnya. Berikut adalah tiga fakta terpenting yang perlu Anda ketahui.

Baca Juga

  • Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika
  • Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai 2026, Komdigi Jamin Aman

Advertisement

1. ByteDance Masih Jadi Pemain Utama

Ini mungkin fakta yang paling mengejutkan. Meskipun Oracle dan Walmart (sebagai bagian dari konsorsium) akan memiliki saham di TikTok Global, ByteDance dilaporkan akan tetap mempertahankan mayoritas kepemilikan saham, sekitar 80% sebelum entitas baru ini melantai di bursa (IPO). Angka ini jelas menunjukkan bahwa ByteDance masih menjadi pemegang kendali terbesar.

Meskipun investor AS akan memegang kendali mayoritas di dewan direksi TikTok Global, kepemilikan saham mayoritas oleh ByteDance memunculkan pertanyaan signifikan tentang sejauh mana pengaruh perusahaan China tersebut dapat dihilangkan. Ini membuat kesepakatan TikTok Donald Trump terasa lebih seperti restrukturisasi korporat yang kompleks daripada penjualan total.

2. Algoritma “Rahasia” Tetap di Tangan ByteDance

Apa yang membuat TikTok begitu adiktif dan viral? Jawabannya terletak pada algoritma personalisasinya yang sangat canggih. Inilah “saus rahasia” yang menjadi inti dari kesuksesan TikTok. Menurut laporan dari berbagai sumber, kesepakatan ini tidak mencakup transfer atau penjualan kode sumber algoritma tersebut.

Baca Juga

  • Jurusan Kuliah Masa Depan Tak Penting Lagi Kata Bos Nvidia
  • Makassar Half Marathon 2026 Didukung Jaringan 5G Telkomsel

Advertisement

ByteDance akan tetap memiliki dan mengelola algoritma inti tersebut dari China. TikTok Global hanya akan mendapatkan lisensi untuk menggunakan teknologi tersebut. Ini berarti, secara teknis, otak di balik operasional TikTok masih berada di tangan ByteDance. Poin-poin penting dari struktur ini adalah:

  • Oracle akan meninjau kode sumber untuk memastikan tidak ada backdoor atau celah keamanan.
  • Namun, pengembangan dan pembaruan algoritma inti tetap dilakukan oleh ByteDance.
  • Struktur ini adalah kompromi untuk memuaskan tuntutan pemerintah AS dan pemerintah China, yang sebelumnya melarang ekspor teknologi algoritma.

3. Data Pengguna AS: Benarkah Sudah Aman?

Pemerintahan Trump berulang kali menyatakan bahwa ancaman utama TikTok adalah potensi pengumpulan data pengguna AS oleh pemerintah China melalui ByteDance. Dengan Oracle yang kini mengelola data di server AS, masalah ini seolah-olah terselesaikan.

Namun, para kritikus berpendapat bahwa selama ByteDance masih memiliki kontrol teknis dan kepemilikan mayoritas, risiko tersebut tidak sepenuhnya hilang. Akses terhadap data, meskipun secara fisik berada di AS, masih bisa menjadi area abu-abu. Keamanan data ini akan sangat bergantung pada seberapa ketat protokol yang diterapkan dan diawasi oleh Oracle.

Baca Juga

  • Mikroba Dalam Batu Kuno 2 Miliar Tahun Ditemukan Hidup
  • Fosil Tulang Paus Purba Dikira Mammoth, Misteri 70 Tahun Terungkap

Advertisement

Bagaimana Nasib TikTok di Amerika Serikat ke Depannya?

Meski kesepakatan telah disetujui oleh Trump, nasib TikTok di Amerika Serikat masih belum 100% aman. Kesepakatan ini masih memerlukan persetujuan akhir dari regulator di AS dan China. Kompleksitas struktur kepemilikan dan kontrol teknologi bisa menjadi batu sandungan di masa depan.

Satu hal yang pasti, kesepakatan ini menjadi preseden baru tentang bagaimana perusahaan teknologi global harus menavigasi ketegangan geopolitik antara AS dan China. Ini adalah solusi kompromi yang dirancang untuk menenangkan semua pihak, meskipun tidak ada yang benar-benar mendapatkan semua yang mereka inginkan.

Pada akhirnya, meskipun Trump berhasil memaksa adanya entitas baru yang berbasis di AS, ia tidak sepenuhnya berhasil “menendang” China keluar dari ekosistem TikTok. ByteDance, dengan kepemilikan mayoritas dan kontrol atas algoritma, terbukti masih menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan di balik aplikasi video pendek paling populer di dunia saat ini.

Baca Juga

  • Agen Penagih Utang AI Mulai Gantikan Manusia, Amankah?
  • Pesan Paus tentang AI yang Sentil Keras Para Miliarder Dunia

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Aplikasi Berita Teknologi ByteDance Donald Trump TikTok
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article3 Alasan RI Susah Pindah ke 5G, Bikin Internet Lambat!
Next Article 3 Alasan Mengejutkan XL Batal Wujudkan Internet 100 Mbps Murah
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Tragedi Tsunami Jepang 2011: Kisah Gelombang 40 Meter

Ana Octarin30 Mei 2026 | 17:07

Erupsi Gunung Marapi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik 2 Km

Iphan S30 Mei 2026 | 15:35

Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika

Ana Octarin30 Mei 2026 | 12:54

Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai 2026, Komdigi Jamin Aman

Iphan S30 Mei 2026 | 11:45

Jurusan Kuliah Masa Depan Tak Penting Lagi Kata Bos Nvidia

Ana Octarin30 Mei 2026 | 10:36

Makassar Half Marathon 2026 Didukung Jaringan 5G Telkomsel

Iphan S30 Mei 2026 | 09:27
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

HP Samsung 1 jutaan Terbaik 2026, Baterai Jumbo Kamera 50MP

26 Mei 2026 | 19:55

Cara Cek SLIK Online Terbaru Lewat HP, Bebas BI Checking!

28 Mei 2026 | 22:57

Tablet Murah untuk Mahasiswa, Xiaomi Redmi Pad SE Juara!

27 Mei 2026 | 10:55

Taktik Phishing Kode QR Jenis Baru Incar Karyawan

29 Mei 2026 | 16:58
Terbaru

Tragedi Tsunami Jepang 2011: Kisah Gelombang 40 Meter

Ana Octarin30 Mei 2026 | 17:07

Erupsi Gunung Marapi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik 2 Km

Iphan S30 Mei 2026 | 15:35

Penemuan Pulau Misterius Baru di Zona Bahaya Antartika

Ana Octarin30 Mei 2026 | 12:54

Registrasi Kartu Pakai Wajah Mulai 2026, Komdigi Jamin Aman

Iphan S30 Mei 2026 | 11:45

Jurusan Kuliah Masa Depan Tak Penting Lagi Kata Bos Nvidia

Ana Octarin30 Mei 2026 | 10:36
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.