Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

5 Januari 2026 | 16:00

7 Tanda WhatsApp Disadap dari Jauh dan Cara Ampuh Hentikan

5 Januari 2026 | 14:00

Pebble Round 2 Resmi Rilis! 3 Fitur Unggulan yang Bikin Nagih

5 Januari 2026 | 12:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 7 Tanda WhatsApp Disadap dari Jauh dan Cara Ampuh Hentikan
  • Pebble Round 2 Resmi Rilis! 3 Fitur Unggulan yang Bikin Nagih
  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas
  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut
  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak
  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
Senin, Januari 5
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah
Berita Tekno

3 Penemuan Ilmiah Terbaru Ungkap Cara Nabi Musa Membelah Laut Merah

Olin SianturiOlin Sianturi4 Januari 2026 | 20:00
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Nabi Musa Membelah Laut Merah, Penjelasan Ilmiah Laut Merah
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah adalah mukjizat. Kini, sains menawarkan Penjelasan Ilmiah Laut Merah yang mengejutkan. Bagaimana fenomena alam bisa menciptakan jalur kering? Cari tahu di sini!

TechnonesiaID - Kisah eksodus bangsa Israel dari Mesir yang dipimpin oleh Nabi Musa, terutama peristiwa pemisahan air Laut Merah, telah menjadi salah satu cerita paling monumental dalam sejarah peradaban dan keagamaan selama ribuan tahun.

Peristiwa luar biasa yang diperkirakan terjadi sekitar 3.500 tahun lalu ini selalu menjadi topik diskusi, di mana penjelasan keagamaan menempatkannya sebagai sebuah mukjizat murni dari Tuhan.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Advertisement

Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi simulasi, para ilmuwan modern mulai menelaah kejadian ini dari sudut pandang yang berbeda: apakah ada kemungkinan fenomena alam ekstrem yang dapat menjelaskan peristiwa ini?

Penelitian terbaru yang menggunakan model hidrodinamika dan simulasi komputer menunjukkan bahwa peristiwa pembelahan air, menciptakan “jalan kering” yang cukup lebar untuk dilewati ribuan orang, sangat mungkin terjadi melalui mekanisme alam yang disebut wind setdown.

Mukjizat atau Fenomena Alam? Menelaah Kisah Klasik

Dalam narasi keagamaan, diceritakan bahwa ketika bangsa Israel terdesak di tepi laut, Nabi Musa mengangkat tongkatnya, dan seketika air laut terbelah, memungkinkan mereka menyeberang sementara pasukan Firaun mengejar.

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI
  • 3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Advertisement

Para ilmuwan tidak berusaha membantah mukjizat tersebut, melainkan menawarkan perspektif tambahan yang menjembatani keyakinan dengan logika ilmiah.

Tujuannya adalah untuk memahami kondisi geografis dan meteorologis ekstrem yang mungkin terjadi pada masa itu, dan bagaimana kondisi tersebut dapat menghasilkan efek yang tampak supranatural.

Salah satu tantangan utama bagi para peneliti adalah menentukan lokasi yang tepat dari penyeberangan tersebut, karena peta kuno seringkali kurang spesifik.

Baca Juga

  • 5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas
  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta

Advertisement

Penelitian modern yang dilakukan oleh tim dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan University of Colorado di Boulder, AS, berfokus pada lokasi yang diduga merupakan delta sungai atau laguna dangkal, bukan Laut Merah dalam arti teluk yang sangat dalam.

Kenapa Fokus Lokasi Penting dalam Penjelasan Ilmiah Laut Merah?

Lokasi penyeberangan sangat penting karena menentukan kedalaman dan kontur air. Jika lokasi penyeberangan adalah bagian Laut Merah yang dalam (seperti Teluk Suez modern), tidak ada angin sekuat apa pun yang dapat membelahnya.

Para ilmuwan menduga titik penyeberangan yang paling realistis adalah di dekat daerah yang dulu dikenal sebagai “Danau Tanpa Batas” atau di sekitar delta Sungai Nil purba, di mana kedalaman air hanya beberapa meter saja.

Baca Juga

  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru
  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI

Advertisement

Area ini, yang kini telah berubah menjadi Laguna Suez atau sejenisnya, memiliki karakteristik unik yang mendukung teori wind setdown.

Mekanisme Ilmiah di Balik Pembelahan Laut Merah

Teori utama yang menjelaskan bagaimana Nabi Musa Membelah Laut Merah adalah melalui fenomena yang dikenal sebagai wind setdown (atau penurunan permukaan air akibat angin).

Mekanisme ini bekerja ketika angin yang sangat kencang dan konsisten, bertiup dari arah tertentu, mendorong air menjauh dari suatu area dan menumpuknya di area lain.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%
  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!

Advertisement

Fenomena ini sering terjadi di danau dangkal atau perairan teluk yang sempit, namun jarang mencapai skala yang bisa menciptakan jalan kering di tengah laut.

Berikut adalah 3 penemuan ilmiah kunci yang mendukung hipotesis ini:

  • Simulasi Hidrodinamika: Para peneliti menggunakan model komputer untuk merekonstruksi topografi dasar laut di wilayah delta purba. Mereka memasukkan data angin yang sangat kuat (diperkirakan mencapai kecepatan 63 mil per jam atau sekitar 100 km/jam) yang bertiup terus menerus selama 10 hingga 12 jam.
  • Arah Angin Kritis: Agar air dapat terbelah, angin harus bertiup dari Timur ke Barat, atau Tenggara ke Barat Laut. Arah angin ini secara spesifik akan mendorong air Laut Merah di area dangkal tersebut kembali ke laguna, sementara air dari Teluk Suez akan tertahan.
  • Penciptaan Jembatan Kering: Hasil simulasi menunjukkan bahwa angin berkekuatan badai tersebut dapat menyingkirkan air, menciptakan jembatan darat yang kering sepanjang 3 hingga 4 kilometer dan lebar 5 kilometer. Jalan ini diperkirakan terbuka selama empat jam, waktu yang cukup bagi ribuan orang untuk menyeberang.

Penemuan ini memberikan

Baca Juga

  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul
  • Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM

Advertisement

Penjelasan Ilmiah Laut Merah

yang masuk akal, menunjukkan bahwa peristiwa masif tersebut dapat dijelaskan sepenuhnya melalui interaksi fisika fluida dan kondisi meteorologi ekstrem.

Simulasi Komputer: Bagaimana Angin Berperan?

Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada tahun 2010 oleh Carl Drews dan Weiqing Han dari NCAR menjadi salah satu penelitian yang paling banyak dikutip mengenai topik ini.

Baca Juga

  • 5 Fakta Pemulihan Jaringan Telkomsel Aceh dan Paket Gratis Diteruskan
  • 4 Cara Ampuh Lindungi Anak dari Bahaya Radikalisme Media Sosial

Advertisement

Mereka berpendapat bahwa topografi khusus di lokasi yang diusulkan—sebuah U-shape delta yang memisahkan laguna—adalah kunci utama keberhasilan pembelahan air.

Ketika angin bertiup sepanjang malam dari arah yang tepat, angin tersebut menciptakan sebuah koridor kering yang stabil, dikelilingi oleh dinding air di kedua sisi.

Menurut model tersebut, begitu angin berhenti, air akan kembali ke posisi semula dengan sangat cepat. Inilah yang secara ilmiah menjelaskan mengapa air kemudian “menelan” kembali pasukan Firaun yang sedang mengejar.

Baca Juga

  • 7 Alasan Samsung Pilih Pameran Mandiri di CES 2024
  • 5 Seri Ponsel Xiaomi Global Ini Hilang dari Toko pada 2026!

Advertisement

Timing antara penyeberangan dan kembalinya air harus sangat presisi, sebuah faktor yang dalam konteks keagamaan dapat dianggap sebagai keajaiban yang sempurna.

Mengapa Penemuan Ini Penting untuk Sains dan Sejarah

Penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa kejadian yang dulunya dianggap mustahil secara fisika, ternyata dapat direplikasi dalam simulasi ilmiah, selama kondisi alamnya sangat spesifik dan ekstrem.

Ini tidak hanya memberikan perspektif baru tentang bagaimana Nabi Musa Membelah Laut Merah, tetapi juga membantu ahli arkeologi dan sejarawan untuk mempersempit kemungkinan rute eksodus kuno.

Baca Juga

  • Bocoran 6 Spesifikasi OnePlus Turbo 6 & Turbo 6V: Debut 8 Januari!
  • 5 Alasan Integrasi Google Photos Samsung TV Mengubah Cara Anda Menonton

Advertisement

Selain itu, studi ini menjadi contoh sempurna bagaimana ilmu pengetahuan modern dapat digunakan untuk menganalisis dan menguji narasi kuno, baik yang bersifat historis maupun mitologis.

Tentu saja, penelitian ini tidak meniadakan penjelasan supranatural. Sebagian orang berargumen bahwa kemunculan angin berkekuatan badai yang tepat pada momen yang dibutuhkan adalah keajaiban itu sendiri.

Jembatan Antara Keyakinan dan Sains

Kisah Nabi Musa membelah air Laut Merah adalah pengingat akan kekuatan keyakinan yang luar biasa. Namun, upaya mencari Penjelasan Ilmiah Laut Merah justru memperkaya narasi tersebut.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Fitur Utama OnePlus Turbo 6 Terbaru: Siap Rilis 8 Januari!
  • 5 Tanda Harga Komputer Laptop Naik, Dampak Kekurangan Memori Global

Advertisement

Sains menunjukkan bahwa kekuatan alam dapat menghasilkan peristiwa yang sangat dramatis. Sementara itu, bagi mereka yang percaya, keselarasan sempurna antara angin, topografi, dan waktu adalah manifestasi kehendak Ilahi.

Baik dilihat sebagai mukjizat maupun fenomena alam ekstrem, peristiwa penyeberangan Laut Merah tetap menjadi salah satu kisah paling menakjubkan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Penelitian ini membuktikan bahwa batas antara misteri dan ilmu pengetahuan seringkali sangat tipis, dan terkadang, keduanya dapat berjalan beriringan untuk menjelaskan kejadian-kejadian luar biasa di masa lalu.

Baca Juga

  • 3 Temuan Terbaru Gletser Thwaites Mencair: 50 Juta Jiwa Terancam
  • 6 Poin Penting Evaluasi Kinerja Oppo 2025: Find X9 Pro Terbaik?

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Arkeologi Laut Merah Mukjizat Nabi Musa Sains
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 HP RAM 12GB Murah 2025: Rekomendasi HP 512GB Gaming Tanpa Lag
Next Article 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 06:00

5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 04:00

3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 02:00
Pilihan Redaksi
Gadget

5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro

Olin Sianturi29 Desember 2025 | 16:00

HyperOS 3 Redmi Note 13 Pro dan HyperOS 3 POCO M6 Pro Android 16 resmi…

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

23 Agustus 2025 | 20:56

Momoshiki Otsutsuki Resmi Hadir di Naruto to Boruto: Shinobi Striker (DLC #46)

1 Desember 2025 | 00:49

5 Fitur Keren POCO Launcher HyperOS 3: Update Terbaru Wajib Coba!

29 Desember 2025 | 14:00

5 HP Xiaomi Ini Diprediksi Jadi Obsolete di 2026

29 Desember 2025 | 04:00
Terbaru

Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 10:00

5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 08:00

5 Strategi Kunci Pembangunan Pemerintahan Digital RI

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 02:00

3 Negara Larang Akses Media Sosial Remaja: Intip Aturan Baru Prancis 2026

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 06:00

5 Pemandangan Miris Saat Astronaut Lihat Bumi, Efek Pemanasan Global Terlihat Jelas

Olin Sianturi3 Januari 2026 | 04:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.