Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah adalah mukjizat. Kini, sains menawarkan Penjelasan Ilmiah Laut Merah yang mengejutkan. Bagaimana fenomena alam bisa menciptakan jalur kering? Cari tahu di sini!
TechnonesiaID - Kisah eksodus bangsa Israel dari Mesir yang dipimpin oleh Nabi Musa, terutama peristiwa pemisahan air Laut Merah, telah menjadi salah satu cerita paling monumental dalam sejarah peradaban dan keagamaan selama ribuan tahun.
Peristiwa luar biasa yang diperkirakan terjadi sekitar 3.500 tahun lalu ini selalu menjadi topik diskusi, di mana penjelasan keagamaan menempatkannya sebagai sebuah mukjizat murni dari Tuhan.
Baca Juga
Advertisement
Namun, seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi simulasi, para ilmuwan modern mulai menelaah kejadian ini dari sudut pandang yang berbeda: apakah ada kemungkinan fenomena alam ekstrem yang dapat menjelaskan peristiwa ini?
Penelitian terbaru yang menggunakan model hidrodinamika dan simulasi komputer menunjukkan bahwa peristiwa pembelahan air, menciptakan “jalan kering” yang cukup lebar untuk dilewati ribuan orang, sangat mungkin terjadi melalui mekanisme alam yang disebut wind setdown.
Mukjizat atau Fenomena Alam? Menelaah Kisah Klasik
Dalam narasi keagamaan, diceritakan bahwa ketika bangsa Israel terdesak di tepi laut, Nabi Musa mengangkat tongkatnya, dan seketika air laut terbelah, memungkinkan mereka menyeberang sementara pasukan Firaun mengejar.
Baca Juga
Advertisement
Para ilmuwan tidak berusaha membantah mukjizat tersebut, melainkan menawarkan perspektif tambahan yang menjembatani keyakinan dengan logika ilmiah.
Tujuannya adalah untuk memahami kondisi geografis dan meteorologis ekstrem yang mungkin terjadi pada masa itu, dan bagaimana kondisi tersebut dapat menghasilkan efek yang tampak supranatural.
Salah satu tantangan utama bagi para peneliti adalah menentukan lokasi yang tepat dari penyeberangan tersebut, karena peta kuno seringkali kurang spesifik.
Baca Juga
Advertisement
Penelitian modern yang dilakukan oleh tim dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan University of Colorado di Boulder, AS, berfokus pada lokasi yang diduga merupakan delta sungai atau laguna dangkal, bukan Laut Merah dalam arti teluk yang sangat dalam.
Kenapa Fokus Lokasi Penting dalam Penjelasan Ilmiah Laut Merah?
Lokasi penyeberangan sangat penting karena menentukan kedalaman dan kontur air. Jika lokasi penyeberangan adalah bagian Laut Merah yang dalam (seperti Teluk Suez modern), tidak ada angin sekuat apa pun yang dapat membelahnya.
Para ilmuwan menduga titik penyeberangan yang paling realistis adalah di dekat daerah yang dulu dikenal sebagai “Danau Tanpa Batas” atau di sekitar delta Sungai Nil purba, di mana kedalaman air hanya beberapa meter saja.
Baca Juga
Advertisement
Area ini, yang kini telah berubah menjadi Laguna Suez atau sejenisnya, memiliki karakteristik unik yang mendukung teori wind setdown.
Mekanisme Ilmiah di Balik Pembelahan Laut Merah
Teori utama yang menjelaskan bagaimana Nabi Musa Membelah Laut Merah adalah melalui fenomena yang dikenal sebagai wind setdown (atau penurunan permukaan air akibat angin).
Mekanisme ini bekerja ketika angin yang sangat kencang dan konsisten, bertiup dari arah tertentu, mendorong air menjauh dari suatu area dan menumpuknya di area lain.
Baca Juga
Advertisement
Fenomena ini sering terjadi di danau dangkal atau perairan teluk yang sempit, namun jarang mencapai skala yang bisa menciptakan jalan kering di tengah laut.
Berikut adalah 3 penemuan ilmiah kunci yang mendukung hipotesis ini:
- Simulasi Hidrodinamika: Para peneliti menggunakan model komputer untuk merekonstruksi topografi dasar laut di wilayah delta purba. Mereka memasukkan data angin yang sangat kuat (diperkirakan mencapai kecepatan 63 mil per jam atau sekitar 100 km/jam) yang bertiup terus menerus selama 10 hingga 12 jam.
- Arah Angin Kritis: Agar air dapat terbelah, angin harus bertiup dari Timur ke Barat, atau Tenggara ke Barat Laut. Arah angin ini secara spesifik akan mendorong air Laut Merah di area dangkal tersebut kembali ke laguna, sementara air dari Teluk Suez akan tertahan.
- Penciptaan Jembatan Kering: Hasil simulasi menunjukkan bahwa angin berkekuatan badai tersebut dapat menyingkirkan air, menciptakan jembatan darat yang kering sepanjang 3 hingga 4 kilometer dan lebar 5 kilometer. Jalan ini diperkirakan terbuka selama empat jam, waktu yang cukup bagi ribuan orang untuk menyeberang.
Penemuan ini memberikan
Baca Juga
Advertisement
Penjelasan Ilmiah Laut Merah
yang masuk akal, menunjukkan bahwa peristiwa masif tersebut dapat dijelaskan sepenuhnya melalui interaksi fisika fluida dan kondisi meteorologi ekstrem.
Simulasi Komputer: Bagaimana Angin Berperan?
Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada tahun 2010 oleh Carl Drews dan Weiqing Han dari NCAR menjadi salah satu penelitian yang paling banyak dikutip mengenai topik ini.
Baca Juga
Advertisement
Mereka berpendapat bahwa topografi khusus di lokasi yang diusulkan—sebuah U-shape delta yang memisahkan laguna—adalah kunci utama keberhasilan pembelahan air.
Ketika angin bertiup sepanjang malam dari arah yang tepat, angin tersebut menciptakan sebuah koridor kering yang stabil, dikelilingi oleh dinding air di kedua sisi.
Menurut model tersebut, begitu angin berhenti, air akan kembali ke posisi semula dengan sangat cepat. Inilah yang secara ilmiah menjelaskan mengapa air kemudian “menelan” kembali pasukan Firaun yang sedang mengejar.
Baca Juga
Advertisement
Timing antara penyeberangan dan kembalinya air harus sangat presisi, sebuah faktor yang dalam konteks keagamaan dapat dianggap sebagai keajaiban yang sempurna.
Mengapa Penemuan Ini Penting untuk Sains dan Sejarah
Penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa kejadian yang dulunya dianggap mustahil secara fisika, ternyata dapat direplikasi dalam simulasi ilmiah, selama kondisi alamnya sangat spesifik dan ekstrem.
Ini tidak hanya memberikan perspektif baru tentang bagaimana Nabi Musa Membelah Laut Merah, tetapi juga membantu ahli arkeologi dan sejarawan untuk mempersempit kemungkinan rute eksodus kuno.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, studi ini menjadi contoh sempurna bagaimana ilmu pengetahuan modern dapat digunakan untuk menganalisis dan menguji narasi kuno, baik yang bersifat historis maupun mitologis.
Tentu saja, penelitian ini tidak meniadakan penjelasan supranatural. Sebagian orang berargumen bahwa kemunculan angin berkekuatan badai yang tepat pada momen yang dibutuhkan adalah keajaiban itu sendiri.
Jembatan Antara Keyakinan dan Sains
Kisah Nabi Musa membelah air Laut Merah adalah pengingat akan kekuatan keyakinan yang luar biasa. Namun, upaya mencari Penjelasan Ilmiah Laut Merah justru memperkaya narasi tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Sains menunjukkan bahwa kekuatan alam dapat menghasilkan peristiwa yang sangat dramatis. Sementara itu, bagi mereka yang percaya, keselarasan sempurna antara angin, topografi, dan waktu adalah manifestasi kehendak Ilahi.
Baik dilihat sebagai mukjizat maupun fenomena alam ekstrem, peristiwa penyeberangan Laut Merah tetap menjadi salah satu kisah paling menakjubkan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Penelitian ini membuktikan bahwa batas antara misteri dan ilmu pengetahuan seringkali sangat tipis, dan terkadang, keduanya dapat berjalan beriringan untuk menjelaskan kejadian-kejadian luar biasa di masa lalu.
Baca Juga
Advertisement
Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
- Instagram : @technonesia_id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA