Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

tablet murah POCO Pad M1: Spesifikasi Gahar Harga 4 Jutaan

20 Mei 2026 | 05:55

Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya

20 Mei 2026 | 04:55

Pajak Toyota Avanza 2026: Estimasi Biaya dan Tipe Terbaru

20 Mei 2026 | 03:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • tablet murah POCO Pad M1: Spesifikasi Gahar Harga 4 Jutaan
  • Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya
  • Pajak Toyota Avanza 2026: Estimasi Biaya dan Tipe Terbaru
  • Bocoran Spesifikasi Galaxy Z Fold8 dan Fold Wide Terungkap!
  • Distribusi Solar Subsidi Amburadul, INDEF Ungkap Solusinya
  • SUV Listrik Volvo EX90 Meluncur di Indonesia, Cek Harganya
  • Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional
  • Bocoran Samsung Galaxy Tab S12: Tablet Gahar dengan Fitur AI
Rabu, Mei 20
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul
Berita Tekno

7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Olin SianturiOlin Sianturi1 Januari 2026 | 08:00
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Benua Afrika terbelah dua, Samudra baru di Afrika
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Fenomena geologi dahsyat! Benua Afrika terbelah dua perlahan membentuk Samudra baru di Afrika. Simak 7 fakta menakjubkan tentang EARS dan dampaknya.

Kabar mengenai terbelahnya Benua Afrika mungkin terdengar seperti plot film fiksi ilmiah, namun ini adalah proses geologis nyata yang sedang terjadi saat ini.

Perubahan drastis ini dipicu oleh aktivitas tektonik pada area yang dikenal sebagai Sistem Celah Afrika Timur, atau yang sering disingkat EARS (East African Rift System).

Baca Juga

  • Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya
  • Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Advertisement

Proses ini tidak hanya akan mengubah peta Afrika, tetapi juga bakal melahirkan sebuah samudra baru yang memisahkan benua tersebut menjadi dua bagian besar.

Meskipun prosesnya sangat lambat—bahkan lebih lambat dari gerakan siput—dampak jangka panjangnya sungguh masif. Mari kita telusuri mengapa fenomena ini terjadi, seberapa cepat perubahannya, dan apa saja fakta menarik di baliknya.

Mengapa Benua Afrika Terbelah Dua? Memahami Sistem Celah Afrika Timur (EARS)

Untuk memahami mengapa Benua Afrika terbelah dua, kita perlu menengok kembali pada dasar ilmu geologi: lempeng tektonik.

Baca Juga

  • Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari
  • Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Advertisement

Bumi terdiri dari lempeng-lempeng raksasa yang bergerak di atas mantel cair, dan ketika lempeng-lempeng ini berpisah, bertabrakan, atau bergeser, mereka menghasilkan berbagai fenomena geologis seperti gempa bumi dan gunung berapi.

Sistem Celah Afrika Timur (EARS) adalah contoh klasik dari batas lempeng divergen. Ini adalah zona retakan terbesar di dunia, membentang ribuan kilometer.

Zona EARS ini melintasi banyak negara, mulai dari Ethiopia di utara, melewati Kenya, Kongo, Uganda, Rwanda, Burundi, Zambia, Tanzania, Malawi, hingga Mozambique di selatan.

Baca Juga

  • Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun
  • Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Advertisement

Area ini merupakan titik di mana Lempeng Afrika (secara khusus, Lempeng Nubia dan Lempeng Somalia) sedang tertarik menjauh satu sama lain.

Ketika dua lempeng benua menjauh, kerak bumi meregang dan menipis. Lama kelamaan, peregangan ini menyebabkan pembentukan lembah retakan (rift valley) yang dalam, yang pada akhirnya akan terisi air laut.

Seberapa Cepat Perubahan Ini Berlangsung?

Salah satu fakta yang paling penting untuk ditekankan adalah skala waktu geologis yang terlibat. Fenomena terbelahnya Afrika ini tidak akan terjadi dalam semalam, seratus tahun, atau bahkan seribu tahun.

Baca Juga

  • Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman
  • Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?

Advertisement

Studi yang dilakukan pada tahun 2004 dan penelitian-penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa proses pemisahan ini berjalan dengan kecepatan yang luar biasa lambat.

Para ilmuwan memperkirakan lempengan ini bergerak hanya beberapa milimeter per tahun. Kecepatan ini kira-kira setara dengan kecepatan pertumbuhan kuku jari kita.

Sebagai perbandingan, diperlukan waktu antara 5 juta hingga 10 juta tahun agar keretakan tersebut cukup lebar dan dalam untuk menampung air laut, secara efektif menciptakan Samudra baru di Afrika.

Baca Juga

  • Teknologi Pendingin Hemat Listrik Pengganti Freon Segera Hadir
  • Fitur Deteksi Penipuan Google Kini Hadir di HP Pixel

Advertisement

Meskipun demikian, ini adalah bukti nyata bahwa peta dunia, meskipun terlihat permanen, sebenarnya terus berubah secara dinamis di bawah kaki kita.

7 Fakta Menarik Proses Terbentuknya Samudra Baru di Afrika

Proses terbelahnya benua ini adalah salah satu peristiwa geologis paling signifikan yang terjadi di zaman modern. Berikut adalah tujuh fakta penting mengenai fenomena EARS dan pembentukan Samudra baru di Afrika:

  • Tiga Lempeng Utama Bertemu: EARS adalah tempat pertemuan tiga lempeng tektonik utama: Lempeng Nubia, Lempeng Somalia, dan Lempeng Arab. Pemisahan terjadi ketika Lempeng Nubia dan Somalia menjauh dari Lempeng Arab.
  • Bukan Fenomena Baru: Meskipun kita membicarakannya sekarang, proses retakan ini sebenarnya sudah dimulai sejak sekitar 25 juta tahun yang lalu. EARS adalah hasil akumulasi dari jutaan tahun tekanan dan peregangan.
  • Zona Retakan Terbesar Dunia: EARS merupakan salah satu sistem celah terpanjang dan teraktif di permukaan bumi. Panjang totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 6.400 kilometer.
  • Bukti Nyata Terkini: Pada tahun 2018, celah raksasa tiba-tiba muncul di Kenya setelah hujan lebat. Retakan ini, yang lebarnya mencapai puluhan meter dan kedalamannya signifikan, menjadi pengingat visual yang dramatis tentang aktivitas bawah tanah yang sedang terjadi.
  • Pembentukan Dua Benua Baru: Jika proses ini selesai, Afrika akan terbagi menjadi dua benua baru. Bagian yang terpisah, yang disebut Lempeng Somalia, akan mencakup Somalia, sebagian Ethiopia, dan Kenya, serta beberapa negara lain di sisi timur.
  • Menciptakan Lautan dan Cekungan: Ketika retakan mencapai dasar laut, air akan membanjiri celah tersebut. Retakan yang ada sekarang sudah menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Dalam jutaan tahun, koneksi ini akan meluas ke selatan, membentuk lautan baru.
  • Aktivitas Vulkanik Tinggi: Zona retakan adalah tempat di mana magma dari mantel naik mendekati permukaan. Ini menjelaskan mengapa EARS juga dikenal sebagai area dengan aktivitas gempa bumi dan gunung berapi yang tinggi, seperti Gunung Kilimanjaro dan Oldoinyo Lengai.

Dampak Jangka Panjang bagi Geografi Global

Ketika celah ini benar-benar terisi air, konsekuensinya akan terasa secara global.

Baca Juga

  • Proyek Data Center Microsoft di Kenya Terancam Krisis Listrik
  • Aplikasi Mata-Mata Palsu Jerat 7,3 Juta Korban, Simak Modusnya

Advertisement

Pertama, akan terbentuk lautan dangkal baru yang kemudian akan melebar seiring berjalannya waktu geologis. Lautan ini akan memisahkan Benua Afrika Timur dari Afrika Barat.

Daratan yang saat ini meliputi Somalia, sebagian Kenya, dan Ethiopia akan menjadi pulau atau benua kecil tersendiri, terpisah oleh lautan yang semakin luas.

Perubahan ini juga akan berdampak pada pola cuaca, arus laut, dan tentu saja, keanekaragaman hayati di kedua daratan yang terpisah tersebut.

Baca Juga

  • Pelacakan Aktivitas Karyawan Meta Picu Protes Keras Internal
  • Cara Mematikan Iklan di HP Android yang Tiba-tiba Muncul

Advertisement

Saat ini, wilayah EARS sudah dicirikan oleh lanskap yang unik, termasuk danau-danau besar yang terbentuk di dalam lembah retakan, seperti Danau Tanganyika dan Danau Malawi.

Danau-danau ini adalah indikator awal dari apa yang suatu hari nanti akan menjadi dasar laut bagi Samudra baru di Afrika.

Benua Afrika Terbelah Dua: Proses Abadi Geologi Bumi

Proses terbelahnya benua ini mengingatkan kita bahwa planet kita adalah sistem yang hidup dan selalu berubah. Meskipun kita, sebagai manusia, hanya dapat menyaksikan pergerakan lempeng ini pada skala waktu yang sangat kecil, pergerakan tersebut tetap krusial.

Baca Juga

  • Aplikasi Pinjaman Online Berbahaya yang Wajib Segera Dihapus
  • Pegawai bank kena PHK Akibat Pakai Mouse Jiggler Saat WFH

Advertisement

Fakta bahwa Benua Afrika terbelah dua adalah bukti nyata dari kekuatan dahsyat di bawah permukaan bumi yang terus membentuk kembali geografi dunia kita.

Dalam jutaan tahun mendatang, ketika anak cucu kita melihat peta dunia, mereka akan menyaksikan kehadiran samudra baru yang membagi Afrika, sebuah warisan dari aktivitas geologis yang dimulai hari ini.

Proses ini mungkin lambat, namun dampak akhirnya—penciptaan benua dan lautan baru—jelas merupakan salah satu fenomena alam paling menakjubkan yang pernah diamati oleh para ilmuwan.

Baca Juga

  • Tren HP Lipat 2026: Ponsel Layar Datar Mulai Ditinggalkan
  • Kota Terancam Tenggelam 2100: NASA Beri Peringatan Serius

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Benua Afrika EARS Geologi Lempeng Tektonik Samudra Baru
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleFakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM
Next Article 10 Perangkat Sedot Listrik Standby, Musuh Utama Tagihan Listrik Anda
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya

Iphan S20 Mei 2026 | 04:55

Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Iphan S19 Mei 2026 | 16:55

Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Iphan S19 Mei 2026 | 07:55

Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Ana Octarin19 Mei 2026 | 02:55

Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Iphan S18 Mei 2026 | 21:55

Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Ana Octarin18 Mei 2026 | 16:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Modus Rekrutmen Teroris Anak Lewat Game Online Diungkap BNPT

15 Mei 2026 | 06:55

Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional

19 Mei 2026 | 22:55

HP Kamera 4K Termurah 2026: Pilihan Terbaik Konten Kreator

15 Mei 2026 | 16:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55
Terbaru

Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya

Iphan S20 Mei 2026 | 04:55

Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Iphan S19 Mei 2026 | 16:55

Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Iphan S19 Mei 2026 | 07:55

Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Ana Octarin19 Mei 2026 | 02:55

Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Iphan S18 Mei 2026 | 21:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.