Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya

20 Mei 2026 | 04:55

Pajak Toyota Avanza 2026: Estimasi Biaya dan Tipe Terbaru

20 Mei 2026 | 03:55

Bocoran Spesifikasi Galaxy Z Fold8 dan Fold Wide Terungkap!

20 Mei 2026 | 02:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya
  • Pajak Toyota Avanza 2026: Estimasi Biaya dan Tipe Terbaru
  • Bocoran Spesifikasi Galaxy Z Fold8 dan Fold Wide Terungkap!
  • Distribusi Solar Subsidi Amburadul, INDEF Ungkap Solusinya
  • SUV Listrik Volvo EX90 Meluncur di Indonesia, Cek Harganya
  • Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional
  • Bocoran Samsung Galaxy Tab S12: Tablet Gahar dengan Fitur AI
  • Aplikasi Penghasil Uang 2026: Daftar Paling Cuan Lewat HP
Rabu, Mei 20
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya
Berita Tekno

Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Kandungan, Ini Tipsnya

Iphan SIphan S20 Mei 2026 | 04:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
agar anak suka sayur
agar anak suka sayur (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Agar anak suka sayur sejak dini ternyata bisa Ibu upayakan bahkan sebelum sang buah hati lahir ke dunia. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama masa kehamilan memiliki pengaruh besar terhadap preferensi makanan anak di kemudian hari. Melalui cairan ketuban, janin dapat mendeteksi dan mengingat aroma serta rasa dari makanan yang Ibu konsumsi.

Para ahli menjelaskan bahwa indra pengecap manusia mulai berkembang pesat pada trimester ketiga kehamilan. Pada usia sekitar 28 minggu, janin aktif menelan cairan ketuban setiap hari sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya. Cairan ini bertindak sebagai media yang kaya akan molekul rasa dari makanan harian ibu hamil. Ketika Ibu mengonsumsi sayuran, molekul rasa tersebut larut dalam ketuban dan menstimulasi reseptor penciuman serta pengecap janin. Proses stimulasi dini ini membantu otak janin mengenali rasa tersebut sebagai sesuatu yang aman dan familiar.

Rahasia Ilmiah Agar Anak Suka Sayur Sejak dalam Rahim

Sebuah kolaborasi riset antara Durham University dan Aston University di Inggris membuktikan fenomena menarik ini. Tim peneliti mengamati perkembangan respons rasa pada anak-anak hingga mereka menginjak usia 3 tahun. Pada fase kehamilan 32 dan 36 minggu, para ibu hamil diberikan kapsul khusus yang mengandung bubuk wortel atau kangkung. Kapsul ini dirancang agar larut dan melepaskan konsentrat rasa langsung ke sistem pencernaan ibu, yang kemudian diteruskan ke cairan ketuban.

Baca Juga

  • Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari
  • Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Advertisement

Melalui pemindaian ultrasonografi (USG) 4D pada tahun 2022, peneliti melihat reaksi wajah janin yang sangat kontras saat menerima rasa yang berbeda. Janin yang terpapar wortel menunjukkan ekspresi “wajah tertawa”, sementara mereka yang terpapar kangkung menunjukkan ekspresi “menangis” atau tidak suka. Reaksi ini sangat wajar terjadi karena kangkung memiliki profil rasa yang cenderung lebih pahit bagi lidah sensitif janin.

Namun, kejutan sesungguhnya terjadi saat anak-anak tersebut menginjak usia balita. Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa memori sensorik yang terbentuk di dalam rahim tetap bertahan hingga anak berusia 3 tahun. Ketika anak-anak ini diminta menghirup aroma wortel dan kangkung, mereka yang sudah terbiasa dengan rasa tersebut saat dalam kandungan menunjukkan penolakan yang jauh lebih minim. Ini membuktikan bahwa mengenalkan makanan sehat sejak dini adalah kunci utama agar anak suka sayur saat mereka mulai mengonsumsi MPASI.

Nadja Reissland, seorang psikolog dari Universitas Durham yang memimpin studi ini, membenarkan temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa paparan rasa di akhir masa kehamilan menciptakan memori sensorik jangka panjang. Memori inilah yang nantinya mempermudah proses transisi anak saat mulai mengenal makanan padat, sehingga meminimalkan drama gerakan tutup mulut (GTM) atau anak yang pilih-pilih makanan.

Baca Juga

  • Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap
  • Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Advertisement

Meskipun anak secara alami cenderung menghindari rasa pahit seperti sayuran hijau, pembiasaan sejak dalam kandungan terbukti efektif memotong resistensi tersebut. Dengan kata lain, langkah strategis agar anak suka sayur adalah dengan melatih lidah mereka sejak masih berupa janin. Ibu hamil yang rutin mengonsumsi sayuran pahit seperti kangkung, brokoli, atau bayam sebenarnya sedang membantu menyederhanakan tugas menyuapi anak di masa depan.

Meski demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa pola makan bukan satu-satunya faktor penentu. Preferensi makan anak terbentuk dari kombinasi rumit antara genetika, lingkungan sosial, dan budaya makan keluarga. Ada anak yang secara genetik memiliki sensitivitas super terhadap rasa pahit. Oleh karena itu, konsistensi orang tua dalam menyajikan makanan sehat di meja makan setelah anak lahir tetap memegang peranan vital. Lingkungan sosial yang positif saat makan juga sangat membantu anak mengatasi rasa takut mencoba makanan baru.

Untuk memaksimalkan metode ini, ibu hamil disarankan untuk mempraktikkan beberapa langkah praktis berikut:

Baca Juga

  • Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi
  • Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman

Advertisement

  • Mengonsumsi variasi sayuran yang beragam tanpa tambahan penyedap rasa berlebih.
  • Menghindari penggunaan gula berlebih untuk menutupi rasa asli sayuran.
  • Mengonsumsi sayur dalam bentuk segar, sup hangat, atau tumisan ringan untuk menjaga kualitas nutrisinya.

Keberagaman asupan ini tidak hanya memperkaya nutrisi janin untuk perkembangan otak dan jantung, tetapi juga menjadi cara jitu agar anak suka sayur sejak dini.

Jacqueline Blissett, psikolog dari Universitas Aston, menambahkan bahwa hasil studi ini memberikan alat baru yang sangat praktis bagi para calon ibu. Dengan memahami bahwa janin bisa belajar menyukai makanan sehat lewat plasenta dan ketuban, ibu hamil kini memiliki motivasi ekstra untuk menjaga pola makan seimbang. Mengubah kebiasaan makan anak ternyata tidak perlu menunggu hingga mereka tumbuh besar dan bisa diajak bicara.

Pada akhirnya, investasi kesehatan terbaik yang bisa diberikan orang tua dimulai dari piring makan sang ibu. Membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi selama masa kehamilan adalah langkah awal yang paling efektif agar anak suka sayur secara alami tanpa paksaan di kemudian hari.

Baca Juga

  • Asal-usul Hajar Aswad secara Ilmiah: Benarkah dari Meteorit?
  • Teknologi Pendingin Hemat Listrik Pengganti Freon Segera Hadir

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
kesehatan ibu hamil MPASI sehat nutrisi janin pola makan anak tips parenting
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticlePajak Toyota Avanza 2026: Estimasi Biaya dan Tipe Terbaru
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Iphan S19 Mei 2026 | 16:55

Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Iphan S19 Mei 2026 | 07:55

Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Ana Octarin19 Mei 2026 | 02:55

Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Iphan S18 Mei 2026 | 21:55

Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Ana Octarin18 Mei 2026 | 16:55

Cara Mematikan Pelacakan Google Agar Privasi Data Anda Aman

Ana Octarin18 Mei 2026 | 10:55
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Modus Rekrutmen Teroris Anak Lewat Game Online Diungkap BNPT

15 Mei 2026 | 06:55

Monitor Huawei Qingyun M273U: Spek 4K 160Hz untuk Profesional

19 Mei 2026 | 22:55

HP Kamera 4K Termurah 2026: Pilihan Terbaik Konten Kreator

15 Mei 2026 | 16:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55
Terbaru

Profesi Baru Bidang AI dengan Gaji Miliaran Paling Dicari

Iphan S19 Mei 2026 | 16:55

Sinyal Radio Misterius Matahari Terdeteksi Selama 19 Hari

Iphan S19 Mei 2026 | 07:55

Cara Cek NIK KTP Pinjol: Lindungi Data dari Kredit Gelap

Ana Octarin19 Mei 2026 | 02:55

Mogok Massal Buruh Samsung: Ancaman Kerugian Rp 1.174 Triliun

Iphan S18 Mei 2026 | 21:55

Verifikasi Nomor HP Media Sosial Jadi Syarat Wajib dari Komdigi

Ana Octarin18 Mei 2026 | 16:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.