Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta

3 Januari 2026 | 02:00

7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026

3 Januari 2026 | 00:00

5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

2 Januari 2026 | 22:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026
  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru
  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik
  • 7 Cara Rahasia Ubah Tulisan di WhatsApp Biar Beda dan Gaya
  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah
  • 5 Aplikasi Penyebab Memori Penuh Ini Bikin HP Lemot, Cek Daftarnya!
  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI
Sabtu, Januari 3
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » 3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta
Berita Tekno

3 Fakta Mengerikan: NASA Peringatkan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta

Olin SianturiOlin Sianturi3 Januari 2026 | 02:00
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Ancaman Kiamat Iklim Jakarta, NASA Peringatan Kenaikan Air Laut
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

NASA buka-bukaan data 3 fakta kenaikan air laut global yang menakutkan. Peringatan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta semakin nyata. Apakah kita punya waktu?

Data Terkini dari NASA: Bahaya Kenaikan Air Laut Global

Isu perubahan iklim bukan lagi sekadar prediksi masa depan yang jauh. Kini, lembaga antariksa paling otoritatif di dunia, National Aeronautics and Space Administration (NASA), telah mengeluarkan peringatan keras yang mengejutkan tentang masa depan Bumi.

TechnonesiaID - Peringatan ini menyoroti satu ancaman krusial: kenaikan signifikan permukaan air laut global. Data dan pemodelan yang dilakukan NASA menunjukkan bahwa waktu yang tersisa untuk manusia, terutama yang hidup di wilayah pesisir, semakin sempit.

Baca Juga

  • 5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru
  • 7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI

Advertisement

Fakta mengerikan yang diungkap NASA menjadi alarm bagi seluruh dunia, dan bagi Indonesia, khususnya DKI Jakarta, ini adalah panggilan darurat. Mari kita bedah lebih dalam NASA Peringatan Kenaikan Air Laut yang akan membentuk kembali peta dunia kita.

NASA Peringatan Kenaikan Air Laut dan Proyeksi Hingga Akhir Abad

Menurut laporan resmi dari NASA, proyeksi kenaikan permukaan air laut pada akhir abad ini—sekitar tahun 2100—adalah antara 3 hingga 6 kaki. Jika dikonversi ke satuan metrik, angka ini setara dengan 0,9 hingga 1,8 meter.

Meskipun rentang angkanya terlihat luas, bahkan skenario terendah (0,9 meter) sudah cukup untuk menimbulkan bencana kemanusiaan skala besar. Kenaikan air laut sebesar ini akan memicu hilangnya daratan pesisir, mengganggu infrastruktur vital, dan mengancam sumber daya air bersih.

Baca Juga

  • 3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%
  • 5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!

Advertisement

Penyebab utama dari ancaman ini sudah sangat jelas, yakni pemanasan global yang ekstrem. Kenaikan suhu Bumi memicu dua proses utama yang berdampak langsung pada volume air laut:

Baca Juga

  • 7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul
  • Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM

Advertisement

  • Ekspansi Termal: Air laut memuai ketika suhunya meningkat.
  • Pencairan Es Kutub: Mencairnya lapisan es di Greenland dan Antartika menambah volume air laut secara dramatis.

Para ilmuwan NASA menegaskan bahwa jika tren emisi gas rumah kaca saat ini tidak dihentikan atau dikurangi secara drastis, ratusan juta orang di seluruh dunia berpotensi kehilangan tempat tinggal permanen.

Fakta 1: Potensi Bencana Global yang Tak Terhindarkan

Kenaikan air laut 1,8 meter mungkin terdengar kecil dalam skala global, tetapi dampaknya terasa di setiap garis pantai. Kota-kota besar dan padat penduduk yang didirikan di delta sungai atau lahan rendah akan menjadi korban pertama.

Selain Jakarta, beberapa kota ikonik dunia yang berada dalam daftar risiko tinggi termasuk Venesia (Italia), Miami (AS), Dhaka (Bangladesh), dan bahkan Shanghai (Tiongkok). Mereka menghadapi tantangan yang sama: daratan yang datar dan populasi yang terpusat.

Baca Juga

  • 5 Fakta Pemulihan Jaringan Telkomsel Aceh dan Paket Gratis Diteruskan
  • 4 Cara Ampuh Lindungi Anak dari Bahaya Radikalisme Media Sosial

Advertisement

Ancaman ini bukan lagi soal mitigasi, melainkan adaptasi. Negara-negara harus mulai merencanakan skenario terburuk, termasuk relokasi populasi dan pembangunan sistem pertahanan pantai yang masif.

Ancaman Kiamat Iklim Jakarta: Mengapa Indonesia Sangat Rentan?

Ketika berbicara mengenai risiko kenaikan air laut, nama Jakarta sering kali menjadi contoh paling mengerikan. Jakarta tidak hanya menghadapi air laut yang naik, tetapi juga menghadapi bencana ganda: daratan yang turun.

Data menunjukkan bahwa ibu kota Indonesia saat ini mengalami laju penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang sangat cepat. Rata-rata, daratan Jakarta tenggelam hingga 17 cm per tahun di beberapa wilayah pesisir utara.

Baca Juga

  • 7 Alasan Samsung Pilih Pameran Mandiri di CES 2024
  • 5 Seri Ponsel Xiaomi Global Ini Hilang dari Toko pada 2026!

Advertisement

Fakta ini jauh melampaui rata-rata penurunan tanah yang dialami kota-kota pesisir lainnya di dunia. Ketika laju kenaikan air laut global bertemu dengan laju tenggelamnya Jakarta, dampaknya menjadi eksponensial.

Fakta 2: Jakarta Tenggelam 17 cm per Tahun

Laju 17 cm per tahun berarti dalam waktu kurang dari satu dekade, beberapa bagian Jakarta Utara telah tenggelam lebih dari 1,7 meter. Penyebab utama penurunan tanah ini adalah eksploitasi air tanah yang berlebihan, yang menyebabkan lapisan tanah di bawahnya kolaps.

Meskipun pemerintah telah berupaya membatasi penggunaan air tanah, efeknya membutuhkan waktu lama untuk dibatalkan. Kombinasi faktor alami dan aktivitas manusia ini menjadikan Ancaman Kiamat Iklim Jakarta sebagai salah satu masalah perkotaan paling mendesak di dunia.

Baca Juga

  • Bocoran 6 Spesifikasi OnePlus Turbo 6 & Turbo 6V: Debut 8 Januari!
  • 5 Alasan Integrasi Google Photos Samsung TV Mengubah Cara Anda Menonton

Advertisement

Bahkan tanpa adanya prediksi NASA mengenai kenaikan air laut 1,8 meter, Jakarta sudah berjuang keras melawan banjir rob dan genangan. Kenaikan air laut global hanya akan mempercepat garis waktu kehancuran infrastruktur pesisir.

Fakta 3: Batas Waktu Kritis Menuju Akhir Abad

Proyeksi NASA yang menunjuk pada akhir abad ini (2100) mungkin terasa masih lama. Namun, bagi proyek infrastruktur besar dan perubahan kebijakan iklim, tahun 2100 hanyalah hitungan jari.

Keputusan yang diambil oleh para pemimpin negara hari ini akan menentukan apakah kenaikan air laut berada di batas bawah (0,9 meter) atau batas atas (1,8 meter). Semakin lambat aksi global dalam mengurangi emisi, semakin tinggi risiko yang dihadapi oleh jutaan penduduk pesisir.

Baca Juga

  • Bocoran 4 Fitur Utama OnePlus Turbo 6 Terbaru: Siap Rilis 8 Januari!
  • 5 Tanda Harga Komputer Laptop Naik, Dampak Kekurangan Memori Global

Advertisement

Maka dari itu, NASA Peringatan Kenaikan Air Laut adalah pengingat bahwa kita berada dalam periode waktu kritis. Generasi yang lahir hari ini akan menyaksikan dampak penuh dari krisis iklim ini.

Langkah Adaptasi dan Mitigasi yang Harus Dilakukan Indonesia

Pemerintah Indonesia, sadar akan risiko yang sangat besar, telah mengambil langkah signifikan, salah satunya adalah pemindahan ibu kota ke Nusantara (IKN). Namun, pemindahan ibu kota tidak menghilangkan kewajiban untuk melindungi 10 juta lebih penduduk yang masih tinggal di Jakarta.

Apa saja langkah konkret yang bisa dilakukan untuk menghadapi Ancaman Kiamat Iklim Jakarta dan global?

Baca Juga

  • 3 Temuan Terbaru Gletser Thwaites Mencair: 50 Juta Jiwa Terancam
  • 6 Poin Penting Evaluasi Kinerja Oppo 2025: Find X9 Pro Terbaik?

Advertisement

Upaya Mengurangi Dampak di Jakarta

  • Penghentian Total Penggunaan Air Tanah: Ini adalah langkah paling krusial untuk memperlambat laju penurunan tanah. Warga harus beralih sepenuhnya ke pasokan air perpipaan.
  • Pembangunan Infrastruktur Pesisir: Pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) merupakan solusi jangka pendek yang mahal, tetapi penting untuk melindungi area vital.
  • Revitalisasi Lahan Basah: Membangun kembali mangrove dan lahan basah alami berfungsi sebagai penyangga alami terhadap gelombang pasang.

Secara global, fokus utama harus tetap pada mitigasi iklim, yang berarti mengurangi emisi karbon secara drastis.

Peran Teknologi dan Inovasi

Badan seperti NASA dan NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) terus memantau permukaan laut menggunakan satelit dan teknologi canggih. Data yang mereka kumpulkan sangat penting untuk perencanaan kota dan penentuan kebijakan.

Masyarakat perlu memahami bahwa krisis ini memerlukan respons multidimensi, mulai dari inovasi teknologi untuk menangkap karbon hingga perubahan gaya hidup yang mendasar.

Baca Juga

  • 5 Penemuan Bawah Laut Sulut di 4.500 M: Hasil Riset BRIN Tak Terduga
  • 5 Fakta: 16.600 Jejak Kaki Dinosaurus Bolivia, Situs Terbesar Dunia

Advertisement

Para ahli berharap, data akurat dari lembaga antariksa ini dapat mendesak pemerintah untuk menetapkan target iklim yang lebih ambisius. Karena pada akhirnya, ancaman yang dihadirkan oleh NASA Peringatan Kenaikan Air Laut adalah masalah global yang membutuhkan solusi kolektif.

Kesimpulan: Waktunya Bertindak

Peringatan dari NASA bukan bertujuan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi tindakan yang harus diambil. Tiga fakta mengerikan—prediksi kenaikan air laut, laju tenggelamnya Jakarta, dan garis waktu hingga 2100—menegaskan urgensi krisis iklim.

Jika kenaikan air laut mencapai batas atas yang diprediksi NASA, wilayah pesisir Indonesia akan berubah selamanya. Jakarta, sebagai pusat ekonomi dan kebudayaan, berada di garis depan risiko ini.

Baca Juga

  • Bocoran 1,8 Juta Skor AnTuTu OnePlus Turbo: Siap Gempur Kelas Gaming?
  • Terekam: 5 Fakta Tumbukan Objek Kecepatan Tinggi di Bulan 2025

Advertisement

Penting bagi setiap individu dan pemangku kepentingan untuk mengambil bagian dalam solusi ini. Mengurangi jejak karbon kita, mendukung kebijakan ramah lingkungan, dan menekan pemerintah untuk berinvestasi dalam adaptasi iklim adalah langkah awal yang mutlak diperlukan untuk menghadapi Ancaman Kiamat Iklim Jakarta.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Ancaman Kiamat Iklim Jakarta Jakarta Tenggelam Kenaikan Air Laut NASA Perubahan Iklim
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Olin Sianturi2 Januari 2026 | 22:00

7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI

Olin Sianturi2 Januari 2026 | 12:00

3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%

Olin Sianturi2 Januari 2026 | 00:00

5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 18:00

7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 08:00

Fakta 1 Penemuan Botol Palung Mariana: Sampah Terdalam Dunia 10,7 KM

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 06:00
Pilihan Redaksi
Gadget

5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro

Olin Sianturi29 Desember 2025 | 16:00

HyperOS 3 Redmi Note 13 Pro dan HyperOS 3 POCO M6 Pro Android 16 resmi…

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

23 Agustus 2025 | 20:56

Mager ke Luar Saat Liburan? Samsung TV Bikin Rumah Serasa Bioskop! Cek 7 Alasannya!

26 Desember 2025 | 13:05

Top 5 Ponsel Terbaik 2025 Pilihan Editor: Mana yang Paling Layak Dibeli?

28 Desember 2025 | 22:00

Moto Pad 60 Pro vs iPad Gen 11: 7 Perbedaan Kunci Tablet Menggambar Presisi

24 Desember 2025 | 22:43
Terbaru

5 Fakta Ngeri Peta Bahaya Gempa Indonesia 2024: 14 Zona Megathrust Baru

Olin Sianturi2 Januari 2026 | 22:00

7 Bahaya Besar! Ancaman PHK Massal 2026 Diprediksi Bapak AI

Olin Sianturi2 Januari 2026 | 12:00

3 Fakta Mengejutkan Soal Data Pribadi Warga RI Ditukar Tarif Impor AS 19%

Olin Sianturi2 Januari 2026 | 00:00

5 Bocoran Heboh Spesifikasi Realme Neo8 Infinite: Layar Realme Neo8 165Hz!

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 18:00

7 Fakta Ilmiah Kenapa Benua Afrika Terbelah Dua dan Samudra Baru Muncul

Olin Sianturi1 Januari 2026 | 08:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.