Ledakan kosmik dahsyat terkuak di sistem bintang Fomalhaut. Objek yang dikira planet ini lenyap. Simak misteri planet Fomalhaut terpecahkan oleh data Hubble!
TechnonesiaID - Antariksa selalu menyimpan rahasia yang melampaui imajinasi manusia. Baru-baru ini, komunitas astronomi global digegerkan oleh sebuah fenomena spektakuler yang terjadi di sistem bintang terdekat dengan Bumi, Fomalhaut.
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini telah menemukan eksoplanet (planet luar Tata Surya) yang berjarak hanya 25 tahun cahaya dari kita. Mereka menamainya Fomalhaut b.
Baca Juga
Advertisement
Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan, objek yang semula dipuji sebagai penemuan revolusioner itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Data terbaru dari Teleskop Antariksa Hubble (HST) NASA mengungkap kebenaran yang jauh lebih dramatis: itu bukanlah planet, melainkan sisa-sisa ledakan kosmik raksasa.
Misteri Planet Fomalhaut yang Menghilang
Penemuan Fomalhaut b pada tahun 2008 melalui citra visual langsung adalah momen penting. Fomalhaut b tampak bergerak mengelilingi bintangnya, sesuai dengan perilaku sebuah planet. Objek ini menunjukkan cahaya terang dan diprediksi memiliki massa yang mirip dengan Jupiter.
Akan tetapi, ada beberapa keanehan yang mulai dicatat oleh para astronom. Pertama, cahaya Fomalhaut b terasa terlalu terang, bahkan untuk ukuran planet gas raksasa.
Baca Juga
Advertisement
Kedua, objek ini tidak memiliki tanda inframerah yang kuat, padahal planet seharusnya memancarkan panas yang terdeteksi dalam spektrum inframerah.
Ketika Hubble kembali mengamati area tersebut pada tahun 2014, objek yang diberi nama Fomalhaut b itu benar-benar lenyap. Penemuan ini memicu perdebatan sengit: apakah objek itu keluar dari orbit, atau apakah perkiraan awal tentang sifatnya salah?
Hasil analisis mendalam yang dipimpin oleh para peneliti di University of Arizona akhirnya memberikan jawaban pasti. Cahaya yang diamati bukanlah pantulan dari atmosfer planet, melainkan cahaya yang tersebar dari awan debu masif.
Baca Juga
Advertisement
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa objek yang dikira planet itu ternyata adalah akibat dari tabrakan dua benda langit raksasa yang terjadi beberapa saat sebelum pengamatan dimulai.
Bukti Ledakan Kosmik Dahsyat di Fomalhaut
Sistem Fomalhaut memang dikenal sebagai sistem yang masih sangat muda dan aktif, dikelilingi oleh cincin debu yang tebal, serupa dengan Sabuk Kuiper di Tata Surya kita. Di sinilah tabrakan dahsyat itu terjadi.
Tabrakan antara dua “planetisimal”—benda langit purba yang ukurannya cukup besar—menghasilkan awan debu yang sangat besar. Energi tabrakan ini menghasilkan panas luar biasa dan menyebarkan partikel debu ke seluruh ruang angkasa di sekitarnya.
Baca Juga
Advertisement
Awan debu yang baru terbentuk itulah yang kemudian memantulkan cahaya bintang Fomalhaut dengan sangat intens, sehingga Hubble menangkapnya sebagai satu titik terang, mirip dengan planet.
Dr. András Gáspár, salah satu pemimpin penelitian ini, menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan betapa dinamis dan kerasnya proses pembentukan planet. Tabrakan seperti ini diperkirakan terjadi hanya setiap 200.000 tahun di sistem bintang muda.
4 Fakta Utama Mengapa Objek Itu Bukan Planet
Analisis data dari Hubble menunjukkan beberapa karakteristik kunci yang membedakan objek yang lenyap tersebut dari eksoplanet sejati. Penemuan ini sekaligus memecahkan misteri planet Fomalhaut yang selama ini membingungkan para astronom.
Baca Juga
Advertisement
Berikut adalah 4 fakta ledakan kosmik dahsyat tersebut:
- Tingkat Kecerahan yang Tidak Wajar: Objek Fomalhaut b awalnya tampak lebih terang dari yang diperkirakan oleh model planet mana pun. Kecerahan yang ekstrem ini sesuai dengan cahaya yang dipantulkan oleh awan debu tebal, bukan oleh atmosfer planet.
- Tidak Ada Tanda Panas Internal: Eksoplanet, terutama planet gas raksasa, seharusnya memancarkan panas yang signifikan yang dapat dideteksi dalam panjang gelombang inframerah. Fomalhaut b hampir tidak menunjukkan jejak panas, yang sangat konsisten dengan gumpalan debu dingin.
- Lintasan Aneh: Objek yang menghilang itu menunjukkan lintasan yang melintasi cincin debu Fomalhaut, daripada mengorbit di dalamnya. Planet biasanya memiliki orbit stabil; pergerakan ini lebih khas untuk puing-puing tabrakan.
- Dispersi Cepat: Bukti paling meyakinkan adalah hilangnya objek itu sendiri. Awan debu, seiring waktu, akan menyebar dan mendingin, membuat pantulan cahayanya memudar. Dalam kasus Fomalhaut, awan debu tersebut menyebar hingga berada di bawah batas deteksi Hubble, sehingga objek itu seolah ‘lenyap’ dari pandangan.
Menghitung Energi di Balik Tabrakan Raksasa
Untuk menghasilkan awan debu sebesar yang terlihat, para ilmuwan memperkirakan bahwa dua planetisimal yang bertabrakan harus memiliki ukuran yang sangat besar. Perkiraan menunjukkan bahwa masing-masing benda tersebut setidaknya sebesar komet besar, mungkin berdiameter 10 hingga 50 kilometer.
Energi yang dilepaskan dalam insiden ledakan kosmik dahsyat ini setara dengan ratusan triliun ton TNT. Tabrakan ini menghasilkan puing-puing halus yang kini membentuk awan debu yang menyebar.
Baca Juga
Advertisement
Para peneliti beranggapan bahwa tabrakan ini merupakan salah satu contoh pertama yang dapat diamati secara langsung tentang bagaimana puing-puing tabrakan raksasa menyebar dan menghilang dalam sistem bintang lain. Ini memberikan petunjuk penting tentang evolusi sistem planet.
Penemuan ini juga mengubah cara kita memahami pengamatan awal eksoplanet. Teleskop Hubble kini menjadi alat yang sangat krusial, karena kemampuannya memantau perubahan halus di antariksa selama bertahun-tahun memungkinkan para astronom untuk membedakan antara planet sejati dan fenomena kosmik yang bersifat sementara.
Dengan kata lain, apa yang awalnya terlihat seperti kesalahan observasi karena ‘kehilangan’ planet, justru berubah menjadi penemuan ilmiah yang jauh lebih menarik tentang dinamika pembentukan planet di awal masa sistem bintang.
Baca Juga
Advertisement
Implikasi Bagi Perburuan Eksoplanet
Kasus Fomalhaut b memberikan pelajaran berharga bagi ilmu keplanetan. Penelitian masa depan harus lebih berhati-hati dalam mengklasifikasikan objek yang ditemukan di cincin debu bintang muda.
Ini menekankan pentingnya melacak objek dari waktu ke waktu. Sebuah planet akan menunjukkan orbit yang konsisten, sedangkan awan debu akibat tabrakan akan terus menyebar dan memudar.
Tentu saja, penelitian tentang Fomalhaut belum berakhir. Para ilmuwan akan terus memantau area bekas ledakan tersebut untuk melihat bagaimana puing-puing debu tersebut berinteraksi dengan cincin debu yang lebih besar di Fomalhaut.
Baca Juga
Advertisement
Penyebaran debu ini mungkin akan membentuk fitur baru dalam cincin tersebut, memberikan bukti nyata bagaimana sistem tata surya “membersihkan” puing-puing setelah kejadian kosmik masif.
Singkatnya, misteri planet Fomalhaut telah terpecahkan, tetapi ia membuka pintu pada pemahaman yang lebih baik tentang proses alam yang paling brutal dan mendasar dalam pembentukan alam semesta kita.
Baca Juga
Advertisement
Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
- Instagram : @technonesia_id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA