Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

5 Januari 2026 | 16:00
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 7 Tanda WhatsApp Disadap dari Jauh dan Cara Ampuh Hentikan
  • Pebble Round 2 Resmi Rilis! 3 Fitur Unggulan yang Bikin Nagih
  • Bocoran 4 Sensor Kamera Spesifikasi Kamera Oppo Find X9 Ultra
  • 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas
  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut
Senin, Januari 5
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut
Tech

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin SianturiOlin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Ledakan kosmik dahsyat, Misteri planet Fomalhaut
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ledakan kosmik dahsyat terkuak di sistem bintang Fomalhaut. Objek yang dikira planet ini lenyap. Simak misteri planet Fomalhaut terpecahkan oleh data Hubble!

TechnonesiaID - Antariksa selalu menyimpan rahasia yang melampaui imajinasi manusia. Baru-baru ini, komunitas astronomi global digegerkan oleh sebuah fenomena spektakuler yang terjadi di sistem bintang terdekat dengan Bumi, Fomalhaut.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan meyakini telah menemukan eksoplanet (planet luar Tata Surya) yang berjarak hanya 25 tahun cahaya dari kita. Mereka menamainya Fomalhaut b.

Baca Juga

  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?
  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Advertisement

Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan, objek yang semula dipuji sebagai penemuan revolusioner itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Data terbaru dari Teleskop Antariksa Hubble (HST) NASA mengungkap kebenaran yang jauh lebih dramatis: itu bukanlah planet, melainkan sisa-sisa ledakan kosmik raksasa.

Misteri Planet Fomalhaut yang Menghilang

Penemuan Fomalhaut b pada tahun 2008 melalui citra visual langsung adalah momen penting. Fomalhaut b tampak bergerak mengelilingi bintangnya, sesuai dengan perilaku sebuah planet. Objek ini menunjukkan cahaya terang dan diprediksi memiliki massa yang mirip dengan Jupiter.

Akan tetapi, ada beberapa keanehan yang mulai dicatat oleh para astronom. Pertama, cahaya Fomalhaut b terasa terlalu terang, bahkan untuk ukuran planet gas raksasa.

Baca Juga

  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim
  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Advertisement

Kedua, objek ini tidak memiliki tanda inframerah yang kuat, padahal planet seharusnya memancarkan panas yang terdeteksi dalam spektrum inframerah.

Ketika Hubble kembali mengamati area tersebut pada tahun 2014, objek yang diberi nama Fomalhaut b itu benar-benar lenyap. Penemuan ini memicu perdebatan sengit: apakah objek itu keluar dari orbit, atau apakah perkiraan awal tentang sifatnya salah?

Hasil analisis mendalam yang dipimpin oleh para peneliti di University of Arizona akhirnya memberikan jawaban pasti. Cahaya yang diamati bukanlah pantulan dari atmosfer planet, melainkan cahaya yang tersebar dari awan debu masif.

Baca Juga

  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!
  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!

Advertisement

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa objek yang dikira planet itu ternyata adalah akibat dari tabrakan dua benda langit raksasa yang terjadi beberapa saat sebelum pengamatan dimulai.

Bukti Ledakan Kosmik Dahsyat di Fomalhaut

Sistem Fomalhaut memang dikenal sebagai sistem yang masih sangat muda dan aktif, dikelilingi oleh cincin debu yang tebal, serupa dengan Sabuk Kuiper di Tata Surya kita. Di sinilah tabrakan dahsyat itu terjadi.

Tabrakan antara dua “planetisimal”—benda langit purba yang ukurannya cukup besar—menghasilkan awan debu yang sangat besar. Energi tabrakan ini menghasilkan panas luar biasa dan menyebarkan partikel debu ke seluruh ruang angkasa di sekitarnya.

Baca Juga

  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026
  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik

Advertisement

Awan debu yang baru terbentuk itulah yang kemudian memantulkan cahaya bintang Fomalhaut dengan sangat intens, sehingga Hubble menangkapnya sebagai satu titik terang, mirip dengan planet.

Dr. András Gáspár, salah satu pemimpin penelitian ini, menjelaskan bahwa fenomena ini menunjukkan betapa dinamis dan kerasnya proses pembentukan planet. Tabrakan seperti ini diperkirakan terjadi hanya setiap 200.000 tahun di sistem bintang muda.

4 Fakta Utama Mengapa Objek Itu Bukan Planet

Analisis data dari Hubble menunjukkan beberapa karakteristik kunci yang membedakan objek yang lenyap tersebut dari eksoplanet sejati. Penemuan ini sekaligus memecahkan misteri planet Fomalhaut yang selama ini membingungkan para astronom.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah
  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)

Advertisement

Berikut adalah 4 fakta ledakan kosmik dahsyat tersebut:

  • Tingkat Kecerahan yang Tidak Wajar: Objek Fomalhaut b awalnya tampak lebih terang dari yang diperkirakan oleh model planet mana pun. Kecerahan yang ekstrem ini sesuai dengan cahaya yang dipantulkan oleh awan debu tebal, bukan oleh atmosfer planet.
  • Tidak Ada Tanda Panas Internal: Eksoplanet, terutama planet gas raksasa, seharusnya memancarkan panas yang signifikan yang dapat dideteksi dalam panjang gelombang inframerah. Fomalhaut b hampir tidak menunjukkan jejak panas, yang sangat konsisten dengan gumpalan debu dingin.
  • Lintasan Aneh: Objek yang menghilang itu menunjukkan lintasan yang melintasi cincin debu Fomalhaut, daripada mengorbit di dalamnya. Planet biasanya memiliki orbit stabil; pergerakan ini lebih khas untuk puing-puing tabrakan.
  • Dispersi Cepat: Bukti paling meyakinkan adalah hilangnya objek itu sendiri. Awan debu, seiring waktu, akan menyebar dan mendingin, membuat pantulan cahayanya memudar. Dalam kasus Fomalhaut, awan debu tersebut menyebar hingga berada di bawah batas deteksi Hubble, sehingga objek itu seolah ‘lenyap’ dari pandangan.

Menghitung Energi di Balik Tabrakan Raksasa

Untuk menghasilkan awan debu sebesar yang terlihat, para ilmuwan memperkirakan bahwa dua planetisimal yang bertabrakan harus memiliki ukuran yang sangat besar. Perkiraan menunjukkan bahwa masing-masing benda tersebut setidaknya sebesar komet besar, mungkin berdiameter 10 hingga 50 kilometer.

Energi yang dilepaskan dalam insiden ledakan kosmik dahsyat ini setara dengan ratusan triliun ton TNT. Tabrakan ini menghasilkan puing-puing halus yang kini membentuk awan debu yang menyebar.

Baca Juga

  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer
  • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru

Advertisement

Para peneliti beranggapan bahwa tabrakan ini merupakan salah satu contoh pertama yang dapat diamati secara langsung tentang bagaimana puing-puing tabrakan raksasa menyebar dan menghilang dalam sistem bintang lain. Ini memberikan petunjuk penting tentang evolusi sistem planet.

Penemuan ini juga mengubah cara kita memahami pengamatan awal eksoplanet. Teleskop Hubble kini menjadi alat yang sangat krusial, karena kemampuannya memantau perubahan halus di antariksa selama bertahun-tahun memungkinkan para astronom untuk membedakan antara planet sejati dan fenomena kosmik yang bersifat sementara.

Dengan kata lain, apa yang awalnya terlihat seperti kesalahan observasi karena ‘kehilangan’ planet, justru berubah menjadi penemuan ilmiah yang jauh lebih menarik tentang dinamika pembentukan planet di awal masa sistem bintang.

Baca Juga

  • 3 Cara Bikin Tulisan Arab di WhatsApp Tanpa Aplikasi, Sangat Mudah!
  • Terungkap! 50+ Miliarder Baru 2025 Kaya Raya Berkat AI dan Startup

Advertisement

Implikasi Bagi Perburuan Eksoplanet

Kasus Fomalhaut b memberikan pelajaran berharga bagi ilmu keplanetan. Penelitian masa depan harus lebih berhati-hati dalam mengklasifikasikan objek yang ditemukan di cincin debu bintang muda.

Ini menekankan pentingnya melacak objek dari waktu ke waktu. Sebuah planet akan menunjukkan orbit yang konsisten, sedangkan awan debu akibat tabrakan akan terus menyebar dan memudar.

Tentu saja, penelitian tentang Fomalhaut belum berakhir. Para ilmuwan akan terus memantau area bekas ledakan tersebut untuk melihat bagaimana puing-puing debu tersebut berinteraksi dengan cincin debu yang lebih besar di Fomalhaut.

Baca Juga

  • Direstui Trump, China Borong Chip AS Rp 238 T: 3 Alasan Balik Arah
  • Bukan Polusi! Ini 5 Alasan Bumi Panas Mendidih Menurut Ilmuwan

Advertisement

Penyebaran debu ini mungkin akan membentuk fitur baru dalam cincin tersebut, memberikan bukti nyata bagaimana sistem tata surya “membersihkan” puing-puing setelah kejadian kosmik masif.

Singkatnya, misteri planet Fomalhaut telah terpecahkan, tetapi ia membuka pintu pada pemahaman yang lebih baik tentang proses alam yang paling brutal dan mendasar dalam pembentukan alam semesta kita.

Baca Juga

  • 5 Strategi Kunci Peningkatan Kompetensi ASN Lewat ASN DIGITAL
  • 5 Fakta Gila Baterai 20.000 mAh Samsung, Standar Baru HP 2026?

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Eksoplanet Fomalhaut NASA Tabrakan Kosmik Teleskop Hubble
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak
Next Article 5 Perbaikan Kritis HyperOS Terbaru: Bug Kamera & Layar Xiaomi/Redmi Tuntas
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00

5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 00:00

5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!

Olin Sianturi4 Januari 2026 | 22:00
Pilihan Redaksi
Gadget

5 Fitur Terbaik HyperOS 3 untuk Redmi Note 13 Pro & POCO M6 Pro

Olin Sianturi29 Desember 2025 | 16:00

HyperOS 3 Redmi Note 13 Pro dan HyperOS 3 POCO M6 Pro Android 16 resmi…

Honda Vario 160 Street Edition 2025, Desain Berani Bakal Hadir dengan Setang Telanjang

23 Agustus 2025 | 20:56

Momoshiki Otsutsuki Resmi Hadir di Naruto to Boruto: Shinobi Striker (DLC #46)

1 Desember 2025 | 00:49

5 Fitur Keren POCO Launcher HyperOS 3: Update Terbaru Wajib Coba!

29 Desember 2025 | 14:00

5 HP Xiaomi Ini Diprediksi Jadi Obsolete di 2026

29 Desember 2025 | 04:00
Terbaru

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00

5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 00:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.