Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif

8 Februari 2026 | 02:37

Pelumas Mesin Kendaraan Elektrifikasi Motul Tahan Lama di IIMS 2026

8 Februari 2026 | 02:07

Changan Lumin Deepal IIMS 2026: Debut Menggebrak Pasar EV

8 Februari 2026 | 01:57
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Xpeng The Next P7 IIMS 2026: Mengintip Evolusi AI Otomotif
  • Pelumas Mesin Kendaraan Elektrifikasi Motul Tahan Lama di IIMS 2026
  • Changan Lumin Deepal IIMS 2026: Debut Menggebrak Pasar EV
  • New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026: DNA Balap Makin Ganas
  • Pilihan Warna Yamaha Aerox 2026 Tampil Lebih Agresif di IIMS
  • Harga Chery C5 CSH Hybrid Resmi Diumumkan di IIMS 2026
  • Bocoran iPhone 17e Terbaru: Bakal Gunakan Chip A19 dan Rilis Februari 2026?
  • Nissan Navara Pro-4X di IIMS 2026: Andalkan Suspensi Multilink
Minggu, Februari 8
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Tech » 3 Fakta NASA: Fenomena Meteor Cirebon dan Perbedaan Meteoroid Meteorit
Tech

3 Fakta NASA: Fenomena Meteor Cirebon dan Perbedaan Meteoroid Meteorit

Olin SianturiOlin Sianturi9 November 2025 | 18:38
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Fenomena meteor Cirebon, Perbedaan meteoroid meteorit
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Apa bedanya meteoroid dan meteorit? NASA membeberkan 3 fakta di balik fenomena meteor Cirebon yang sempat viral. Pelajari 7 poin perbedaan meteoroid meteorit!

Fenomena alam selalu sukses menarik perhatian publik, apalagi jika menyangkut benda langit yang melintas dekat dengan Bumi. Pada Oktober 2025 lalu, langit di atas wilayah Cirebon, Jawa Barat, menjadi saksi bisu dari penampakan bola api misterius yang viral di media sosial.

Peristiwa ini tentu saja menimbulkan berbagai spekulasi. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera memberikan konfirmasi bahwa penampakan dramatis tersebut memang merupakan jatuhnya meteor.

Baca Juga

  • 7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)
  • 5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Advertisement

Menariknya, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memiliki penjelasan mendalam mengenai objek luar angkasa semacam ini. Penjelasan NASA menjadi kunci untuk memahami secara ilmiah apa yang terjadi, dan yang lebih penting, membedakan tiga istilah krusial yang sering tertukar: meteoroid, meteor, dan meteorit.

1. Fenomena Meteor Cirebon: Validasi Ilmiah dari BRIN

Penampakan bola api di Cirebon yang terjadi beberapa waktu lalu bukan hanya sekadar kilatan cahaya biasa. Berdasarkan analisis awal, para peneliti di BRIN membenarkan bahwa objek tersebut adalah meteor yang memasuki atmosfer Bumi.

Fenomena ini dikenal sebagai fireball atau bola api, yaitu meteor yang memiliki kecerahan lebih tinggi dari planet Venus. Penampakan seperti ini sangat langka dan seringkali menjadi daya tarik utama bagi para pengamat langit dan astronom amatir.

Baca Juga

  • 7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya
  • Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Advertisement

Para ahli menyatakan bahwa penampakan fenomena meteor Cirebon ini memberikan kesempatan berharga untuk mempelajari komposisi materi luar angkasa yang berhasil masuk ke atmosfer kita. Ini menunjukkan betapa aktifnya interaksi antara Bumi dan benda-benda di Tata Surya.

2. Mengapa NASA Perlu Mengklarifikasi Perbedaan Istilah Benda Langit?

Di tengah kehebohan seputar meteor Cirebon, seringkali terjadi kekeliruan dalam penggunaan istilah, terutama antara “meteor” dan “bintang jatuh.” Padahal, bintang jatuh tidaklah ada. Yang kita lihat hanyalah efek visual saat material luar angkasa terbakar di atmosfer.

NASA secara konsisten berupaya mengedukasi publik mengenai terminologi yang tepat. Mereka menjelaskan bahwa ada tiga kata spesifik yang merujuk pada benda langit yang sama, namun berada dalam situasi dan lokasi yang berbeda.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut
  • 7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Advertisement

Klarifikasi ini penting tidak hanya untuk akurasi ilmiah tetapi juga untuk komunikasi yang efektif, terutama saat melaporkan potensi bahaya atau penemuan baru.

7 Poin Kunci Perbedaan Meteoroid Meteorit Menurut NASA

Untuk memahami sepenuhnya objek yang terlihat di Cirebon, kita harus membedakan secara jelas antara tiga istilah yang disebutkan NASA. Ketiga istilah ini menggambarkan fase perjalanan suatu benda luar angkasa, mulai dari antariksa hingga mencapai permukaan Bumi.

Berikut adalah 7 poin penting yang menjadi perbedaan meteoroid meteorit, dan juga meteor, yang wajib Anda ketahui:

Baca Juga

  • 5 Tanda Jelas Telepon Penipuan M-Banking: Lindungi Uang Anda Sekarang!
  • 5 Prediksi Harga iPhone 16 Awal 2026: Turun Drastis!

Advertisement

  • Meteoroid: Ini adalah bebatuan atau puing-puing kecil yang berasal dari asteroid, komet, atau bahkan planet yang mengambang bebas di luar angkasa, sebelum ia berinteraksi dengan atmosfer planet manapun. Ukurannya berkisar antara sebutir pasir hingga beberapa meter.
  • Meteor: Ini adalah kilatan cahaya yang kita saksikan di langit. Ketika meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan udara menyebabkannya terbakar dan menghasilkan jejak cahaya yang dikenal sebagai “bintang jatuh” atau, dalam kasus Cirebon, fireball.
  • Meteorit: Jika sebagian dari meteoroid tidak habis terbakar di atmosfer dan berhasil mencapai permukaan tanah, maka sisa material tersebut disebut meteorit. Hanya benda yang mendarat di permukaan Bumi yang dapat disebut meteorit.
  • Lokasi Keberadaan: Meteoroid berada di luar angkasa; Meteor berada di atmosfer (saat terbakar); Meteorit berada di permukaan Bumi.
  • Kondisi Fisik: Meteoroid dalam kondisi dingin dan padat; Meteor dalam kondisi panas membara dan menguap; Meteorit dalam kondisi padat kembali (biasanya dengan lapisan luar yang meleleh karena panas atmosfer).
  • Kejadian Langka: Peristiwa meteor (cahaya) terjadi setiap hari, meskipun seringkali tidak terlihat. Sementara penemuan meteorit (material yang mendarat) jauh lebih langka.
  • Nilai Ilmiah: Meteorit memiliki nilai ilmiah tertinggi karena memberikan sampel fisik materi luar angkasa yang dapat dipelajari di laboratorium.

Jadi, objek di Cirebon adalah sebuah meteor (saat terlihat), yang berasal dari meteoroid (saat di luar angkasa). Jika ada sisa material yang ditemukan, barulah disebut meteorit.

3. Dampak dan Peluang di Balik Fenomena Meteor Cirebon

Meskipun penampakan bola api seperti yang terjadi di Cirebon terlihat spektakuler, di sisi lain, benda langit ini membawa potensi risiko dan peluang penelitian ilmiah yang signifikan. Kesadaran akan keberadaan benda-benda ini adalah prioritas utama bagi NASA dan lembaga antariksa lainnya.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah kemungkinan dampak yang besar, seperti peristiwa Chelyabinsk di Rusia pada 2013, di mana meteor kecil menyebabkan gelombang kejut yang melukai ratusan orang, meskipun benda tersebut hancur sebelum mencapai tanah.

Baca Juga

  • 7 Alasan Harga iPhone 16 Pro Max Turun Rp 5,5 Juta di Awal 2026
  • 5 Fakta Mesin Chip Canggih China: Rahasia EUV Bikin AS Panik

Advertisement

Fenomena meteor Cirebon, meskipun tidak menimbulkan dampak kerusakan, mengingatkan kita bahwa Bumi terus-menerus diserang oleh puing-puing kosmik. Ini memperkuat kebutuhan untuk sistem pertahanan planet yang lebih baik.

Pentingnya Mendaftar dan Mempelajari Meteorit

Ketika sebuah meteorit ditemukan, seperti yang mungkin terjadi jika material fenomena meteor Cirebon berhasil mendarat, ia menjadi harta karun ilmiah. Meteorit adalah kapsul waktu yang menawarkan petunjuk tentang bagaimana Tata Surya terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu.

Para ilmuwan menggunakan sampel meteorit untuk memahami asal usul air dan elemen organik di Bumi. Dengan mempelajari perbedaan meteoroid meteorit, kita dapat mengidentifikasi komposisi unik dari benda-benda yang berhasil selamat dari perjalanan berbahaya melalui atmosfer.

Baca Juga

  • 4 Fakta Ilmiah Perlambatan Rotasi Bumi, Panjang Hari di Bumi Berubah
  • 3 Tanda Gejala Demensia Lewat HP: Revolusi Deteksi Dini (58 karakter)

Advertisement

NASA menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk melaporkan penemuan benda asing yang mencurigakan kepada otoritas seperti BRIN, bukan menyentuhnya atau mengambilnya sendiri. Meteorit yang baru jatuh dapat memberikan data yang sangat berharga.

Penutup: Keterbukaan Langit dan Ilmu Pengetahuan

Peristiwa bola api di Cirebon telah berhasil meningkatkan kesadaran publik tentang benda-benda langit. Klarifikasi dari NASA mengenai perbedaan meteoroid meteorit memberikan pemahaman yang lebih akurat dan ilmiah.

Meskipun kita tidak bisa menghentikan benda langit memasuki atmosfer, pemantauan dan pemahaman mendalam tentang siklus hidup kosmik ini memungkinkan kita untuk lebih siap, sekaligus memperkaya pengetahuan kita tentang alam semesta yang luas. Dengan adanya BRIN dan informasi dari NASA, kita bisa menyaksikan fenomena luar biasa ini tanpa perlu diliputi kebingungan atau mitos yang tidak berdasar.

Baca Juga

  • 7 Faktor Utama Anjloknya Penjualan Gadget 2026: Nasib Pedagang HP dan Komputer
  • SoftBank ‘BU’ Jual Saham, 4 Pemicu Kejar Dana Investasi OpenAI Terbaru

Advertisement

Sambil menanti penemuan meteorit yang mungkin berasal dari fenomena meteor Cirebon, mari kita hargai setiap kilasan cahaya di langit sebagai pengingat akan keajaiban dan kompleksitas ruang angkasa.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia_id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
astronomi Benda Langit BRIN meteor Cirebon NASA
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous Article7 Alasan Wajib Beli Charger Xiaomi 45W GaN Terbaru
Next Article 5 Trik Vital Menggunakan Fitur Navigasi HP Xiaomi Agar Selamat di Hutan
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00

7 Rahasia Burung Peminum Darah: Simbiosis Unik di Punggung Badak

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 04:00
Pilihan Redaksi
Otomotif

BYD Atto 3 Advanced Plus Resmi Meluncur di IIMS 2026: Intip Harga dan Spesifikasinya

Ana Octarin5 Februari 2026 | 21:26

JAKARTA – Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran varian terbaru dari salah…

JVC HA-A110T Nirkabel ANC: Ulasan Fitur, Baterai 44 Jam dan Harga

3 Februari 2026 | 02:16

Harga Huawei Mate Pura Nova: Diskon Fantastis Februari 2026

6 Februari 2026 | 02:46

Samsung Galaxy A16 5G Jadi Ponsel Android Terlaris 2025

5 Februari 2026 | 03:34

Update Harga HP OPPO Februari 2026: Diskon Gila-gilaan Tembus 36%, Cek Daftar Lengkap Semua Seri!

6 Februari 2026 | 05:23
Terbaru

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

5 Fakta Prosedur Masuk Gedung KTP: Langgar UU Perlindungan Data?

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 20:00

7 Karyawan Dipecat Karena Skandal Keyboard Palsu, Ini Alasannya

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 18:00

Bill Gates Ungkap 3 Tanda Kiamat Bumi: Peran Indonesia dalam Perubahan Iklim

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 16:00

4 Fakta Ledakan Kosmik Dahsyat yang Melenyapkan Misteri Planet Fomalhaut

Olin Sianturi5 Januari 2026 | 06:00
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.