TechnonesiaID - Fitur Battery Share Google Pixel 10 secara mengejutkan resmi dihapus oleh Google pada jajaran smartphone flagship terbarunya. Keputusan ini menandai berakhirnya era pengisian daya nirkabel terbalik (reverse wireless charging) yang telah menjadi identitas seri Pixel selama lebih dari lima tahun terakhir. Meskipun Google menghadirkan peningkatan kecepatan melalui standar Qi2, pengguna harus merelakan kenyamanan berbagi daya dengan perangkat lain.
Langkah Google ini memicu perdebatan di kalangan penggemar gadget. Pasalnya, fitur tersebut sering kali menjadi penyelamat di saat darurat, terutama bagi pengguna yang sering lupa mengisi daya aksesori mereka. Kini, dengan kehadiran Google Pixel 10, skenario mengisi daya earbuds atau smartwatch melalui punggung ponsel tidak lagi bisa dilakukan.
Alasan Teknis Hilangnya Fitur Battery Share Google Pixel 10
Penyebab utama hilangnya Fitur Battery Share Google Pixel 10 adalah adopsi standar pengisian daya nirkabel Qi2 yang baru. Teknologi ini menggunakan rangkaian magnet di bawah panel belakang ponsel untuk memastikan posisi pengisian daya yang presisi dan lebih efisien. Sayangnya, keberadaan magnet-magnet kuat ini justru menciptakan hambatan fisik bagi sistem pengisian daya dua arah.
Baca Juga
Advertisement

Google menjelaskan bahwa susunan magnet tersebut dirancang untuk mengunci posisi ponsel dengan pengisi daya nirkabel secara sempurna. Namun, ketika ponsel mencoba mengirimkan daya keluar (reverse charging), medan magnet tersebut mengganggu transfer energi. Hal ini membuat efisiensi pengisian menjadi sangat rendah atau bahkan tidak berfungsi sama sekali tanpa adanya kunci magnetik dua arah yang kompatibel pada kedua perangkat.
Dalam pernyataan resminya, Google mengakui bahwa keterbatasan fisik ini menjadi alasan utama mengapa Battery Share tidak tersedia pada Google Pixel 10. Meskipun demikian, raksasa teknologi asal Mountain View ini menyatakan tetap mengeksplorasi inovasi masa depan untuk mengembalikan fungsi tersebut tanpa mengorbankan keunggulan magnetik Qi2.
Sejarah Panjang Battery Share di Ekosistem Pixel
Jika menilik ke belakang, fitur pengisian daya terbalik ini pertama kali diperkenalkan pada seri Pixel 5. Sejak saat itu, fitur ini menjadi standar pada hampir semua model Pixel kelas atas, mulai dari Pixel 6 hingga Pixel 9 series. Pengguna terbiasa menempelkan perangkat bersertifikat Qi lainnya ke bagian belakang Pixel untuk berbagi daya secara instan.
Baca Juga
Advertisement
Namun, Google memberikan pengecualian pada beberapa model tertentu. Berdasarkan halaman dukungan resmi Google, fitur Battery Share memang tidak pernah hadir pada model Pixel seri-A yang lebih terjangkau, serta perangkat lipat (foldable) mereka. Kini, dengan masuknya Pixel 10 ke dalam daftar perangkat yang tidak mendukung fitur ini, standar baru Google tampaknya mulai bergeser.
Dampak Terhadap Aksesori Magnetik PixelSnap
Meskipun kehilangan satu fitur penting, transisi ke Qi2 membuka pintu bagi ekosistem aksesori yang lebih luas, termasuk jajaran PixelSnap. Aksesori ini memanfaatkan magnet untuk menempelkan casing, dompet, hingga power bank nirkabel secara lebih kokoh di punggung ponsel. Kecepatan pengisian daya yang ditawarkan Qi2 juga jauh lebih stabil dibandingkan standar Qi generasi sebelumnya.
Bagi pengguna yang sangat bergantung pada ekosistem magnetik, perubahan ini mungkin dipandang sebagai kemajuan. Namun, bagi mereka yang sering menggunakan ponsel sebagai “power bank darurat” untuk earbuds seperti Pixel Buds, kehilangan ini sangat terasa. Pengguna kini harus membawa kabel tambahan atau power bank terpisah untuk memastikan aksesori mereka tetap menyala sepanjang hari.
Baca Juga
Advertisement
Perbandingan dengan Samsung Galaxy Z Fold 7
Keputusan Google ini kontras dengan apa yang dilakukan oleh kompetitor utamanya, Samsung. Hingga saat ini, Samsung masih mempertahankan fitur serupa yang mereka beri nama Wireless PowerShare. Bahkan pada perangkat terbaru seperti Galaxy Z Fold 7, pengguna masih bisa berbagi daya dengan perangkat lain secara nirkabel.
Samsung tampaknya masih menemukan cara untuk menyeimbangkan desain internal dan teknologi pengisian daya tanpa harus mengorbankan fitur berbagi daya. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di industri: apakah merek lain akan mengikuti jejak Google untuk meninggalkan pengisian daya terbalik demi magnet Qi2, atau mereka akan menemukan solusi teknis untuk mempertahankan keduanya?
Masa Depan Pengisian Daya Nirkabel di Android
Kehadiran Qi2 pada ekosistem Android diprediksi akan menjadi standar baru dalam beberapa tahun ke depan. Standar ini membawa pengalaman yang mirip dengan MagSafe milik Apple ke dunia Android secara universal. Namun, kasus pada Pixel 10 menunjukkan bahwa setiap lompatan teknologi sering kali menuntut pengorbanan pada fitur lama yang sudah mapan.
Baca Juga
Advertisement
Industri kini tengah memantau apakah produsen komponen dapat menciptakan modul pengisian daya nirkabel yang tetap mendukung reverse charging meski dikelilingi oleh magnet permanen. Jika solusi ini ditemukan, besar kemungkinan fitur Battery Share akan kembali hadir pada generasi Pixel berikutnya atau melalui pembaruan desain perangkat keras di masa depan.
Untuk saat ini, calon pembeli Google Pixel 10 harus mempertimbangkan prioritas mereka. Apakah kecepatan dan kenyamanan magnetik Qi2 lebih penting daripada kemampuan berbagi daya nirkabel? Pilihan tersebut kini ada di tangan konsumen, sementara teknologi terus berevolusi mencari titik keseimbangan terbaik antara fungsi dan inovasi.
Baca Juga
Advertisement
- Instagram : @technonesia_id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA