Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri

14 April 2026 | 14:55

HUT MBI DKI Jakarta ke-7: Ratusan Biker Gelar Rolling Thunder

14 April 2026 | 13:55

Ponsel Gaming Lenovo Legion Siap Meluncur Mei 2026 Mendatang

14 April 2026 | 12:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri
  • HUT MBI DKI Jakarta ke-7: Ratusan Biker Gelar Rolling Thunder
  • Ponsel Gaming Lenovo Legion Siap Meluncur Mei 2026 Mendatang
  • Huawei Pura 90 Pro Max Siap Rilis April 2026, Ini Speknya
  • Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator
  • Krisis Biji Plastik Otomotif Mengintai, Honda Siaga Penuh
  • Kebocoran Data Game IGRS Ungkap Plot 007: First Light
  • Harga MacBook Neo Indonesia: Laptop Apple Termurah Segera Rilis
Selasa, April 14
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya
Berita Tekno

Implementasi QRIS di Korea Selatan Dimulai April 2026, Cek Faktanya

Olin SianturiOlin Sianturi27 Februari 2026 | 09:03
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Implementasi QRIS di Korea Selatan
Implementasi QRIS di Korea Selatan (Foto: Istimewa)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Implementasi QRIS di Korea Selatan resmi ditargetkan mulai berjalan pada April 2026 mendatang melalui kolaborasi strategis antara Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea. Langkah besar ini menjadi babak baru dalam digitalisasi sistem pembayaran lintas batas yang menghubungkan ekosistem keuangan Indonesia dengan Negeri Ginseng. Kepastian ini muncul setelah kedua bank sentral memperkuat komitmen dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung pada awal Februari 2026.

Kerja sama ini sebenarnya bukan rencana mendadak, melainkan kelanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sejak Juli 2024. Bank Indonesia terus memperluas jangkauan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke berbagai negara mitra guna mempermudah mobilitas masyarakat Indonesia di luar negeri. Setelah sukses di Thailand, Malaysia, dan Singapura, kini giliran Korea Selatan yang masuk dalam radar integrasi pembayaran digital tersebut.

Manfaat Implementasi QRIS di Korea Selatan bagi Wisatawan

Implementasi QRIS di Korea Selatan
Implementasi QRIS di Korea Selatan (Foto: kabargadget.com)

Bagi wisatawan asal Indonesia, kabar ini tentu menjadi angin segar yang sangat dinantikan. Selama ini, pelancong seringkali harus membawa uang tunai dalam jumlah besar atau mengandalkan kartu kredit internasional untuk transaksi kecil di pasar tradisional maupun kedai kopi di Seoul. Dengan adanya sistem ini, Anda cukup membuka aplikasi perbankan atau dompet digital di ponsel untuk melakukan pembayaran secara instan.

Baca Juga

  • Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri
  • Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

Advertisement

Kehadiran QRIS di Korea Selatan akan menghilangkan kerumitan mencari tempat penukaran uang (money changer) dengan kurs yang kompetitif. Transaksi kecil seperti membeli jajanan kaki lima di Myeongdong atau tiket transportasi lokal kini menjadi lebih praktis. Hal ini sejalan dengan tren cashless society yang sedang berkembang pesat di kedua negara, memberikan rasa aman karena tidak perlu membawa dompet tebal.

Di sisi lain, para pemilik usaha di Korea Selatan, khususnya di sektor ritel dan pariwisata, juga akan sangat terbantu. Mereka dapat menerima pembayaran dari turis Indonesia tanpa perlu menyediakan perangkat tambahan yang rumit. Proses kasir menjadi lebih cepat karena sistem akan secara otomatis mengonversi nilai mata uang sesuai standar yang berlaku, sehingga risiko kesalahan hitung manual dapat diminimalisir.

Mekanisme Pembayaran dan Efisiensi Kurs

Secara teknis, pengguna hanya perlu memindai kode QR yang tersedia di merchant Korea Selatan yang sudah kompatibel dengan standar internasional. Proses otorisasi transaksi akan berjalan di balik layar sesuai dengan aturan ketat yang telah disepakati oleh Bank Indonesia dan Bank of Korea. Pengalaman pengguna dipastikan tetap sederhana, serupa dengan cara kita membayar bakso atau kopi di tanah air menggunakan aplikasi harian.

Baca Juga

  • Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi
  • Ancaman Siber Model AI Mythos Picu Peringatan Darurat Global

Advertisement

Salah satu keunggulan utama dari proyek ini adalah penggunaan kerangka Local Currency Transaction (LCT). Melalui mekanisme LCT yang sudah mulai diuji coba sejak September 2024, setiap transaksi akan diselesaikan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara, yakni Rupiah (IDR) dan Won (KRW). Hal ini berbeda dengan sistem konvensional yang biasanya harus dikonversi terlebih dahulu ke Dollar AS

Dengan memotong jalur konversi ke mata uang ketiga, biaya transaksi menjadi jauh lebih murah. Selisih kurs yang biasanya membebani konsumen kini bisa ditekan serendah mungkin. Hal ini tidak hanya menguntungkan wisatawan individu, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang terlibat dalam perdagangan antarnegara, karena margin keuntungan mereka tidak tergerus oleh biaya administrasi bank yang tinggi.

Dampak Ekonomi dan Pengembangan Fitur Masa Depan

Implementasi QRIS di Korea Selatan diprediksi akan mendongkrak volume perdagangan dan konsumsi pada sektor riil. Sektor perhotelan, transportasi, hingga industri kreatif akan merasakan dampak langsung dari kemudahan akses keuangan ini. Bank Indonesia optimis bahwa efisiensi pembayaran akan mempercepat perputaran ekonomi di kedua wilayah, mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin kuat selama ini.

Baca Juga

  • Penanganan Kejahatan Digital Dipercepat Lewat Sinergi Komdigi-Polri
  • Proyek Golden Dome Trump: Perisai Rudal AS Mulai Dibangun

Advertisement

Lebih jauh lagi, kedua bank sentral tidak berhenti pada transaksi ritel semata. Saat ini, sedang berlangsung pembahasan mengenai perluasan fitur interoperabilitas antarplatform. Tujuannya adalah agar ekosistem pembayaran ini bisa mencakup layanan digital yang lebih kompleks, seperti pembayaran asuransi perjalanan, pajak turis, hingga transaksi bisnis antarperusahaan (B2B) dalam skala tertentu.

Visi jangka panjangnya adalah menjadikan ponsel sebagai satu-satunya alat pembayaran universal yang andal di kawasan Asia Pasifik. Dengan integrasi yang semakin luas, ketergantungan pada infrastruktur kartu fisik yang mahal akan berkurang. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung inklusi keuangan digital yang lebih merata, di mana siapa pun yang memiliki ponsel pintar dapat bertransaksi secara global.

Hal Penting yang Harus Disiapkan Pengguna

Meskipun target peluncuran sudah ditetapkan pada April 2026, masyarakat disarankan untuk tetap memantau perkembangan teknis dari penyedia jasa pembayaran (PJP) favorit mereka. Kesiapan aplikasi dari masing-masing bank atau dompet digital menjadi faktor kunci. Tidak semua aplikasi mungkin akan mendukung fitur ini secara serentak pada hari pertama peluncuran.

Baca Juga

  • Bocoran desain kacamata pintar Apple terungkap, siap tantang Meta
  • Fosil Gajah Purba Bumiayu Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan

Advertisement

Selain itu, aspek keamanan siber menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem ini. Bank Indonesia menjamin bahwa protokol keamanan yang digunakan dalam QRIS lintas negara telah memenuhi standar internasional guna melindungi data nasabah. Namun, pengguna tetap diimbau untuk selalu memperbarui aplikasi keuangan mereka ke versi terbaru dan menjaga kerahasiaan PIN atau biometrik saat bertransaksi di luar negeri.

Secara keseluruhan, integrasi sistem pembayaran ini adalah lompatan besar bagi ekosistem finansial Indonesia. Kehadiran QRIS di Korea Selatan membuktikan bahwa teknologi keuangan dalam negeri mampu bersaing dan diakui secara global. Bagi Anda yang berencana mengunjungi Seoul atau Busan di tahun 2026, bersiaplah untuk merasakan pengalaman belanja yang jauh lebih modern, murah, dan tanpa hambatan.

Baca Juga

  • Penemuan Spesies Langka di Papua yang Dikira Punah 6.000 Tahun
  • Cahaya Misterius di Langit Bali Ternyata Roket China Jielong-3

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Bank Indonesia korea selatan Kurs Valas QRIS Wisata Luar Negeri
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleRemaja Makin Aktif Online, Ini Tips Aman Akses Internet yang Wajib Dicoba
Next Article Fitur Battery Share Google Pixel 10 Resmi Dihapus Karena Qi2
Olin Sianturi
  • Website

Olin Sianturi adalah seorang Content Writer di Media TechnoNesia dan GadgetVIVA, berpengalaman dalam menulis artikel informatif dan SEO-friendly. Spesialisasinya mencakup teknologi, gadget, elektronik, game. Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Olin mampu menghadirkan konten berkualitas yang relevan dan bernilai bagi pembaca.

Artikel Terkait

Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri

Ana Octarin14 April 2026 | 14:55

Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

Ana Octarin14 April 2026 | 10:55

Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi

Iphan S14 April 2026 | 05:55

Ancaman Siber Model AI Mythos Picu Peringatan Darurat Global

Iphan S14 April 2026 | 01:55

Penanganan Kejahatan Digital Dipercepat Lewat Sinergi Komdigi-Polri

Iphan S13 April 2026 | 20:55

Proyek Golden Dome Trump: Perisai Rudal AS Mulai Dibangun

Ana Octarin13 April 2026 | 15:55
Pilihan Redaksi
Otomotif

Harga Mobil Sedan Toyota April 2026: Cek Daftar Lengkapnya

Ana Octarin13 April 2026 | 09:55

Harga Mobil Sedan Toyota pada bulan April 2026 menunjukkan tren yang stabil meskipun pasar otomotif…

Dell Pro 5 Micro Panther Lake: Mini PC Workstation Terbaru

11 April 2026 | 04:55

Flashdisk ChromeOS Flex Google: Solusi Murah Laptop Lawas

10 April 2026 | 23:55

Blender Philips Terbaik 2026: Rekomendasi Awet untuk Jus dan Bumbu

13 April 2026 | 11:55

Kendaraan Komersial Listrik Foton: Solusi Mobilitas Bisnis

9 April 2026 | 11:55
Terbaru

Kasus Sextortion di Indonesia Melonjak, Komdigi Gandeng Polri

Ana Octarin14 April 2026 | 14:55

Aturan Baru Akun Roblox Berlaku, Lindungi Anak dari Predator

Ana Octarin14 April 2026 | 10:55

Chip AI Sel Otak Manusia: Inovasi Startup TBC Atasi Krisis Energi

Iphan S14 April 2026 | 05:55

Ancaman Siber Model AI Mythos Picu Peringatan Darurat Global

Iphan S14 April 2026 | 01:55

Penanganan Kejahatan Digital Dipercepat Lewat Sinergi Komdigi-Polri

Iphan S13 April 2026 | 20:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.