TechnonesiaID - QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan akan secara resmi memulai operasional penuh pada April 2026 mendatang. Kepastian ini menandai babak baru dalam digitalisasi sistem pembayaran nasional yang semakin merambah kancah internasional. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengonfirmasi jadwal peluncuran tersebut dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur pada Selasa (17/3/2026).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memperluas konektivitas pembayaran digital lintas negara. Dengan adanya sistem ini, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan tidak perlu lagi repot menukarkan uang tunai ke Won dalam jumlah besar. Cukup dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan atau dompet digital yang sudah mendukung QRIS, transaksi dapat selesai seketika.
Peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan ini menjadi tindak lanjut nyata dari pertemuan tingkat tinggi (High Level Meeting) yang berlangsung pada Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo bertemu langsung dengan Gubernur Bank of Korea (BoK), RHEE Chang Yong, untuk mematangkan aspek teknis dan legalitas sistem pembayaran terintegrasi ini.
Baca Juga
Advertisement
Manfaat QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan bagi Wisatawan
Implementasi teknologi ini membawa angin segar bagi sektor pariwisata dan perdagangan. Wisatawan asal Indonesia kini bisa menikmati kemudahan belanja di pasar tradisional Seoul hingga pusat perbelanjaan modern di Gangnam hanya dengan ponsel. Sistem ini secara otomatis mengonversi nilai tukar dari Rupiah ke Won dengan kurs yang lebih kompetitif dibandingkan penukaran uang manual di money changer.
Selain efisiensi biaya, faktor keamanan menjadi keunggulan utama. Pengguna tidak perlu membawa fisik uang tunai dalam jumlah banyak yang berisiko hilang atau dicuri. Bank Indonesia menjamin bahwa setiap transaksi melalui QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan memiliki enkripsi tingkat tinggi yang setara dengan standar keamanan perbankan global.
Interkoneksi ini juga mendukung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kedua negara. Turis asal Korea Selatan yang berkunjung ke Bali atau Jakarta juga dapat menggunakan aplikasi pembayaran lokal mereka untuk bertransaksi di merchant QRIS Indonesia. Hal ini tentu akan mendorong volume penjualan produk lokal dan mempercepat perputaran ekonomi di sektor riil.
Baca Juga
Advertisement
Sinergi Local Currency Transaction (LCT) dan Efisiensi Valuta Asing
Kehadiran layanan ini tidak lepas dari kerangka kerja Local Currency Transaction (LCT) yang sudah berlaku sejak September 2024. Melalui LCT, transaksi antara Indonesia dan Korea Selatan tidak lagi bergantung pada mata uang perantara seperti Dollar AS (USD). Penggunaan mata uang lokal secara langsung dalam transaksi lintas batas terbukti mampu menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Bank Indonesia mencatat bahwa pengurangan ketergantungan pada mata uang global dapat memangkas biaya konversi valuta asing secara signifikan. Para pelaku usaha yang terlibat dalam ekspor-impor skala kecil kini mendapatkan kepastian nilai tukar yang lebih stabil. Sinergi antara LCT dan QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan menciptakan ekosistem keuangan yang mandiri dan tangguh di kawasan Asia.
Upaya ini juga sejalan dengan visi ASEAN yang ingin menciptakan kawasan dengan integrasi ekonomi yang kuat. Sebelum Korea Selatan, Indonesia telah sukses mengimplementasikan kerja sama serupa dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura. Keberhasilan ekspansi ke Korea Selatan membuktikan bahwa standar QRIS Indonesia diakui secara global dan memiliki infrastruktur yang mumpuni untuk bersaing di luar negeri.
Baca Juga
Advertisement
Proses Panjang Menuju Digitalisasi Lintas Batas
Perjalanan mewujudkan pembayaran digital ini dimulai sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Juli 2024. Selama hampir dua tahun, tim teknis dari Bank Indonesia dan Bank of Korea melakukan serangkaian uji coba (piloting) untuk memastikan sistem berjalan tanpa kendala. Uji coba ini mencakup sinkronisasi data, kecepatan pemrosesan transaksi, hingga penanganan keluhan pelanggan.
Bank Indonesia terus mendorong percepatan akseptasi digital di seluruh lapisan masyarakat. Perry Warjiyo menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan pokok untuk memacu pertumbuhan ekonomi pascapandemi. Dengan semakin luasnya jaringan QRIS di luar negeri, posisi Rupiah diharapkan semakin kuat di peta ekonomi internasional.
Masyarakat kini hanya perlu menunggu hingga April 2026 untuk bisa merasakan langsung pengalaman belanja praktis di Negeri Ginseng. Pastikan aplikasi pembayaran digital Anda sudah ter-update ke versi terbaru untuk menikmati fitur QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan saat resmi meluncur nanti. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi finansial Indonesia mampu memberikan solusi nyata bagi mobilitas masyarakat global.
Baca Juga
Advertisement
Tren penggunaan QRIS yang terus meningkat di dalam negeri menjadi modal kuat bagi keberhasilan program internasional ini. Hingga akhir tahun lalu, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah mencapai puluhan juta orang dengan jutaan merchant yang tersebar hingga pelosok desa. Ekspansi ke Korea Selatan hanyalah awal dari rencana besar Bank Indonesia untuk menghubungkan sistem pembayaran domestik dengan pasar-pasar strategis lainnya di dunia.
- Instagram : @technonesia.id
- Facebook : Technonesia ID
- X (Twitter) : @technonesia_id
- Whatsapp Channel : Technonesia.ID
- Google News : TECHNONESIA