Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar

4 Juni 2026 | 07:27

HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa

3 Juni 2026 | 05:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Strava Rilis Fitur Baru: Olahraga Kini Makin Personal, Ada Terapi Fisik dan Anti Nyasar
  • HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?
  • Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Wisata Ikonik Sulsel
  • Inovasi Gigabyte Computex 2026: Era Baru Teknologi AI
  • HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Performa Monster Rp2 Jutaan
  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota
Rabu, Juni 17
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Teknologi Baterai Mobil Listrik Korea Bisa Tempuh 1.000 Km
Berita Tekno

Teknologi Baterai Mobil Listrik Korea Bisa Tempuh 1.000 Km

Ana OctarinAna Octarin3 Mei 2026 | 03:55
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Teknologi baterai mobil listrik
Teknologi baterai mobil listrik (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Teknologi baterai mobil listrik kini mengalami lompatan besar berkat penemuan terbaru dari para peneliti di Korea Selatan yang berpotensi mengakhiri era mobil bensin. Penurunan harga kendaraan listrik (EV) saat ini memang sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen global. Namun, inovasi teknologi terbarulah yang akan benar-benar mengubah peta persaingan di industri otomotif secara permanen.

Kondisi industri kendaraan listrik saat ini dinilai semakin matang dengan infrastruktur yang terus berkembang. Para ahli memprediksi bahwa dominasi mesin pembakaran internal (ICE) akan segera runtuh jika masalah utama EV, yakni jarak tempuh dan durasi pengisian daya, teratasi sepenuhnya. Harapan tersebut kini datang dari Pohang University of Science and Technology

Terobosan Jarak Tempuh 1.000 Km dalam Sekali Cas

Para peneliti di POSTECH berhasil mengembangkan sebuah inovasi yang memanfaatkan material silikon sebagai bahan utama anoda. Penggunaan teknologi baterai mobil listrik berbasis silikon ini menjadi titik balik penting karena menawarkan kapasitas penyimpanan energi yang jauh lebih besar daripada baterai lithium-ion konvensional yang ada di pasaran saat ini.

Baca Juga

  • Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara
  • Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Advertisement

Salah satu keunggulan paling mencolok dari hasil riset ini adalah klaim jarak tempuh yang fantastis. Dalam satu kali pengisian daya penuh, kendaraan yang menggunakan baterai silikon ini diprediksi mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer. Angka ini setara dengan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya dan kembali lagi setengah jalan tanpa perlu berhenti di stasiun pengisian daya.

Pencapaian ini tentu menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan mobil bensin. Selama ini, “range anxiety” atau ketakutan akan kehabisan daya di tengah jalan menjadi penghambat utama masyarakat beralih ke EV. Dengan teknologi baterai mobil listrik yang mampu mencapai 1.000 km, hambatan psikologis dan teknis tersebut praktis menghilang dari pertimbangan konsumen.

Mengatasi Masalah Ekspansi Silikon dengan Skala Mikro

Meskipun silikon memiliki potensi energi yang tinggi, material ini memiliki kelemahan alami yang sangat sulit dipecahkan selama puluhan tahun. Saat proses pengisian daya berlangsung, partikel silikon akan memuai atau membengkak hingga tiga kali lipat dari ukuran aslinya. Setelah daya digunakan, partikel tersebut akan menyusut kembali ke ukuran semula.

Baca Juga

  • Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota
  • Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Advertisement

Siklus kembang-kempis yang ekstrem ini biasanya menyebabkan kerusakan struktur baterai secara cepat. Sebelumnya, banyak peneliti mencoba menggunakan partikel silikon berukuran nano (sangat kecil) untuk meminimalisir dampak ekspansi tersebut. Namun, penggunaan partikel nano justru menimbulkan masalah baru berupa biaya produksi yang sangat mahal dan proses manufaktur yang sangat rumit.

Di sinilah letak kejeniusan para peneliti dari Pohang. Mereka mengambil pendekatan yang berlawanan dengan menggunakan silikon berukuran mikro, yang ukurannya 1.000 kali lebih besar daripada partikel nano. Penggunaan skala mikro pada teknologi baterai mobil listrik ini terbukti jauh lebih efisien secara biaya dan lebih mudah untuk diproduksi dalam skala massal.

Inovasi Gel Polimer Elektrolit sebagai Pengikat

Untuk mengatasi masalah pembengkakan pada partikel silikon berukuran mikro, tim peneliti mengembangkan gel polimer elektrolit khusus. Gel ini berfungsi sebagai media yang fleksibel namun kuat untuk mengikat partikel silikon. Saat silikon memuai, gel polimer ini akan ikut berubah bentuk secara elastis tanpa merusak integritas struktur baterai.

Baca Juga

  • Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!
  • Potensi Gempa Besar Ciremai Terlacak dari Struktur Tanah Terbalik

Advertisement

Para peneliti menggunakan radiasi tembakan elektron untuk menciptakan ikatan kimia yang stabil antara gel dan silikon. Hasilnya adalah sebuah sistem anoda yang tetap kokoh meskipun partikel di dalamnya mengalami perubahan volume yang drastis. Inovasi ini menghasilkan densitas energi yang 40 persen lebih besar dibandingkan baterai lithium-ion standar yang banyak digunakan Tesla atau pabrikan EV lainnya saat ini.

  • Kapasitas energi meningkat hingga 40% lebih tinggi.
  • Biaya produksi lebih murah karena menggunakan material skala mikro.
  • Stabilitas baterai tetap terjaga meski digunakan dalam jangka panjang.
  • Kompatibel dengan sistem manufaktur baterai yang sudah ada.

Profesor Park Soojin dari Pohang University menegaskan bahwa riset ini membawa industri selangkah lebih dekat ke sistem baterai dengan densitas energi tinggi yang aman. “Kami menggunakan anoda mikro-silikon, dan hasilnya tetap menghasilkan baterai yang stabil secara struktural,” ujarnya. Hal ini membuktikan bahwa teknologi baterai mobil listrik masa depan tidak hanya soal performa, tapi juga efisiensi ekonomi.

Dampak Global dan Masa Depan Industri Otomotif

Kehadiran baterai dengan jarak tempuh 1.000 km ini akan memaksa produsen mobil konvensional untuk mempercepat transisi mereka. Jika teknologi ini segera dikomersialkan, mobil bensin mungkin akan menjadi barang antik lebih cepat dari yang diperkirakan. Selain ramah lingkungan, biaya operasional EV yang menggunakan teknologi ini akan jauh lebih murah dibandingkan membeli BBM secara rutin.

Baca Juga

  • Pekerja Penutup Pintu Taksi Otonom Raup Ratusan Ribu
  • Penyebab Manusia Jarang Kidal Menurut Penelitian Terbaru

Advertisement

Negara-negara seperti China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan kini saling berpacu untuk mematenkan teknologi serupa. Namun, penemuan dari POSTECH ini memberikan keunggulan kompetitif bagi Korea Selatan dalam rantai pasok global. Ke depannya, integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan manajemen baterai akan semakin menyempurnakan efisiensi kendaraan listrik.

Sebagai penutup, perkembangan teknologi baterai mobil listrik yang dipelopori oleh peneliti Korea ini memberikan sinyal kuat bahwa era transportasi tanpa emisi sudah berada di depan mata. Dengan jarak tempuh yang semakin jauh dan harga yang semakin terjangkau, masyarakat kini memiliki alasan yang sangat kuat untuk meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil selamanya.

Baca Juga

  • Penyelundupan Chip AI Nvidia ke China Diselidiki Taiwan
  • Krisis Chip Smartphone Global Bikin Penjualan HP Anjlok

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Inovasi Otomotif Kendaraan Ramah Lingkungan korea selatan Mobil Listrik Teknologi Baterai
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSubsidi Motor Listrik Terbaru: Pemerintah Kaji Skema Baru
Next Article Philips Fuzzy Logic Rice Cooker: Desain Mewah dan Hemat Listrik
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen

Ana Octarin2 Juni 2026 | 21:53

Modus Penipuan Kloning Suara Intai Anak Anda, Waspadalah!

Iphan S2 Juni 2026 | 19:37
Pilihan Redaksi
Aplikasi

7 Strategi Jitu Cara Menambah Followers TikTok Cepat (Update Algoritma 2026)

Olin Sianturi1 Februari 2026 | 00:59

Persaingan di dunia konten digital semakin memanas. Khususnya di TikTok, platform video pendek yang kini…

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

5 Juni 2026 | 13:02

4 Cara Mudah Lacak Lokasi Orang Lewat WhatsApp & Google Maps

5 Desember 2025 | 13:18

5 Fakta Mengejutkan Penemuan Harta Karun Emas Rp 1.358 T di China

27 Oktober 2025 | 08:38

HP Paling Laris di Dunia 2026, Apple dan Samsung Berkuasa

3 Juni 2026 | 05:22
Terbaru

Industri Teknologi dan Polisi Global Bongkar Sindikat Online Scams Asia Tenggara

Ana Octarin5 Juni 2026 | 13:02

Scan Wajah Nomor HP Baru Bayar Rp 3.000, Siapa yang Bayar?

Ana Octarin3 Juni 2026 | 04:37

Saham Softbank Melonjak, Kuasai Pasar Jepang Lampaui Toyota

Iphan S3 Juni 2026 | 01:37

Misi Penyelamatan Satelit Palapa: Kisah Heroik Astronaut NASA

Ana Octarin2 Juni 2026 | 22:37

Cara Cas Mobil Listrik yang Benar di SPKLU, Jangan 100 Persen

Ana Octarin2 Juni 2026 | 21:53
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.