Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta

26 Maret 2026 | 12:00

Tablet Murah Advan Tab VX Neo: Harga 1 Jutaan Memori 128GB

26 Maret 2026 | 11:55

Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?

26 Maret 2026 | 11:50
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta
  • Tablet Murah Advan Tab VX Neo: Harga 1 Jutaan Memori 128GB
  • Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?
  • Superkomputer PlayStation 3 Militer: Rahasia Kekuatan Udara AS
  • Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan
  • Diskon Tarif Tol Lebaran 2026: Jasa Marga Beri Potongan 30%
  • Gamer Tertua Yang Binglin Tamatkan Resident Evil Tanpa Panduan
  • Motor Listrik Penyeimbang Otomatis Omoway Siap Masuk Indonesia
Kamis, Maret 26
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Fosil Spinosaurus S. mirabilis Ditemukan di Sahara, Mirip Unicorn!
Berita Tekno

Fosil Spinosaurus S. mirabilis Ditemukan di Sahara, Mirip Unicorn!

Iphan SIphan S26 Maret 2026 | 09:45
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Fosil Spinosaurus S. mirabilis
Fosil Spinosaurus S. mirabilis (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Fosil Spinosaurus S. mirabilis baru saja terungkap ke publik setelah tim peneliti internasional melakukan penggalian intensif di jantung Gurun Sahara. Penemuan luar biasa ini dipimpin oleh Paul C. Sereno, seorang paleontolog ternama dari Universitas Chicago yang telah mendedikasikan bertahun-tahun waktunya untuk memetakan sejarah purba di Afrika Utara. Spesies baru ini menarik perhatian dunia karena memiliki fitur fisik yang sangat tidak lazim bagi kelompok dinosaurus predator pada umumnya.

Tim peneliti menemukan sisa-sisa purba ini di sebuah wilayah daratan terpencil yang mereka sebut sebagai Jenguebi. Berbeda dengan penggambaran dalam film Jurassic World Rebirth yang sering menempatkan predator besar di dekat lautan luas, fosil Spinosaurus S. mirabilis justru berada di area yang dulunya merupakan sistem sungai pedalaman yang kompleks. Penemuan ini memberikan perspektif baru mengenai sebaran geografis keluarga Spinosauridae di benua Afrika.

Keunikan Jambul Unicorn pada Fosil Spinosaurus S. mirabilis

Satu hal yang paling mencolok dari temuan ini adalah struktur di atas kepala sang predator. Paul Sereno menjelaskan bahwa fosil Spinosaurus S. mirabilis memiliki jambul yang melengkung ke arah atas dan belakang, tepat di atas rongga matanya. Struktur ini sangat padat, berbeda jauh dengan tulang berongga atau berpori yang biasa ilmuwan temukan pada burung-burung modern saat ini.

Baca Juga

  • Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta
  • Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?

Advertisement

Analisis mendalam terhadap tulang jambul tersebut menunjukkan adanya guratan memanjang yang halus serta alur-alur dalam. Para ahli meyakini bahwa saat hewan ini masih hidup, inti tulang tersebut terbungkus oleh selubung keratin yang keras dan tebal. Jika inti tulangnya saja mencapai 40 sentimeter, maka total panjang jambul beserta lapisan keratinnya bisa melebihi setengah meter. Fitur inilah yang membuat para peneliti menjuluki temuan ini sebagai dinosaurus unicorn dari Sahara.

Habitat Air Tawar di Kawasan Jenguebi

Berdasarkan data geologi, kawasan Jenguebi pada masa Cenomanian di akhir periode Cretaceous merupakan sebuah cekungan pedalaman yang sangat subur. Lokasi ini dipenuhi oleh aliran sungai yang deras, menjadikannya habitat tepi sungai yang ideal bagi berbagai makhluk raksasa. Menariknya, lokasi penemuan fosil Spinosaurus S. mirabilis ini berjarak sekitar 500 hingga 1.000 kilometer dari garis pantai terdekat pada masa itu.

Di sekitar lokasi penggalian, tim juga menemukan tulang-belulang dari dinosaurus herbivora besar berleher panjang, seperti sauropoda titanosaurus dan rebbachisaurid. Kehadiran berbagai spesies di satu titik yang sama menunjukkan bahwa predator dan mangsa ini hidup serta mati di lingkungan air tawar yang serupa. Hal ini memperkuat teori bahwa ekosistem sungai purba di Sahara jauh lebih kompleks daripada yang ilmuwan perkirakan sebelumnya.

Baca Juga

  • Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan
  • Motor Listrik Penyeimbang Otomatis Omoway Siap Masuk Indonesia

Advertisement

Mematahkan Teori Spinosaurus sebagai Penyelam Laut

Penemuan ini sekaligus menantang gagasan lama yang menyebutkan bahwa Spinosaurus adalah pemburu akuatik yang mahir menyelam di laut dalam. Paul Sereno menegaskan bahwa struktur anatomi fosil Spinosaurus S. mirabilis tidak mendukung kemampuan menyelam tersebut. Tubuh spesies ini dianggap terlalu panjang dan tidak proporsional untuk berfungsi sebagai “dayung” yang efektif di dalam air yang dalam.

Alih-alih menjadi penyelam, struktur rahangnya yang panjang justru lebih menyerupai moncong buaya modern. Bentuk moncong ini sangat efisien untuk menjebak mangsa di permukaan air atau di perairan dangkal. Dengan gigi-gigi yang tajam dan kemampuan menutup rahang dengan sangat cepat, predator ini kemungkinan besar mengandalkan strategi penyergapan di tepian sungai daripada mengejar mangsa di dasar air.

Eksplorasi di wilayah yang jarang terjamah manusia memang selalu menjanjikan kejutan besar bagi dunia sains. Sereno menekankan bahwa untuk menemukan sesuatu yang benar-benar baru, para peneliti harus berani keluar dari jalur yang sudah umum dilewati. Keberhasilan mengungkap fosil Spinosaurus S. mirabilis menjadi bukti nyata bahwa masih banyak rahasia prasejarah yang terkubur di bawah pasir Sahara, menunggu untuk ditemukan oleh generasi peneliti berikutnya.

Baca Juga

  • Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026
  • Ancaman Pengangguran Gen Z Akibat AI: 3 dari 10 Bakal Nganggur?

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Evolusi Dinosaurus Gurun Sahara Paleontologi Penemuan Fosil Spinosaurus
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleSnapdragon 8 Elite Gen 6 Bocor, Usung Fabrikasi 2nm dan LPDDR6
Next Article Tablet Murah Itel Pad 1: Spek Lengkap Harga Cuma 1 Jutaan
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta

Ana Octarin26 Maret 2026 | 12:00

Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:50

Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan

Iphan S26 Maret 2026 | 11:40

Motor Listrik Penyeimbang Otomatis Omoway Siap Masuk Indonesia

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:27

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

Iphan S26 Maret 2026 | 11:15

Ancaman Pengangguran Gen Z Akibat AI: 3 dari 10 Bakal Nganggur?

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:05
Pilihan Redaksi
Gadget

HP Kamera Mid-range Terbaik untuk Foto Lebaran Ciamik

Olin Sianturi21 Maret 2026 | 03:46

HP kamera mid-range terbaik menjadi incaran utama menjelang momen libur Lebaran yang penuh dengan aktivitas…

Jaringan AI Grid Global Akamai-NVIDIA: Revolusi Komputasi Edge

20 Maret 2026 | 01:19

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15
Terbaru

Kasus Pelecehan Anak di Instagram: Meta Didenda US$375 Juta

Ana Octarin26 Maret 2026 | 12:00

Akun X Mojtaba Khamenei Centang Biru Muncul Lagi, Langgar Sanksi?

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:50

Alasan Namibia Tolak Starlink: Aturan Kepemilikan Jadi Ganjalan

Iphan S26 Maret 2026 | 11:40

Motor Listrik Penyeimbang Otomatis Omoway Siap Masuk Indonesia

Ana Octarin26 Maret 2026 | 11:27

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

Iphan S26 Maret 2026 | 11:15
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.