Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tips Membersihkan Kaca Mobil Agar Jernih dan Bebas Kusam

27 Maret 2026 | 14:22

Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: Derby STM Bigetron vs Alter Ego

27 Maret 2026 | 13:54

Solusi Lenovo Hybrid AI Advantage: Akselerasi Bisnis Lewat NVIDIA

27 Maret 2026 | 13:22
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Tips Membersihkan Kaca Mobil Agar Jernih dan Bebas Kusam
  • Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: Derby STM Bigetron vs Alter Ego
  • Solusi Lenovo Hybrid AI Advantage: Akselerasi Bisnis Lewat NVIDIA
  • Harga Tecno Spark 40 2026 Mulai 1 Jutaan, Ngecas Paling Cepat
  • Akses Wikimedia Commons Normal Kembali, Komdigi Beri Penjelasan
  • Pengembangan Mobil Listrik Afeela Resmi Dihentikan Sony Honda
  • Event PUBG Mobile Surabaya 2026: Festival 8 Tahun & Final PMPL
  • Batas Usia Pengguna X di Indonesia Resmi Naik Jadi 16 Tahun
Jumat, Maret 27
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Otomotif » Pengembangan Mobil Listrik Afeela Resmi Dihentikan Sony Honda
Otomotif

Pengembangan Mobil Listrik Afeela Resmi Dihentikan Sony Honda

Ana OctarinAna Octarin27 Maret 2026 | 11:53
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Pengembangan Mobil Listrik Afeela
Pengembangan Mobil Listrik Afeela (Foto: www.medcom.id)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Pengembangan Mobil Listrik Afeela kini resmi berakhir setelah Sony Honda Mobility memutuskan untuk menghentikan seluruh proses produksinya. Keputusan mengejutkan ini menyusul langkah Honda yang memilih untuk meredam ambisi besar mereka di sektor kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Langkah ini menjadi sinyal kuat mengenai betapa beratnya persaingan bagi pemain baru di industri otomotif masa depan yang kian kompetitif.

Sebelum keputusan ini mencuat, Honda telah mengumumkan kebijakan finansial yang cukup drastis. Raksasa otomotif asal Jepang tersebut bersiap mencatatkan penurunan nilai aset atau writedown hingga mencapai 2,5 triliun yen. Angka ini setara dengan kurang lebih 15,7 miliar dolar AS. Penyesuaian besar-besaran ini mencerminkan adanya pergeseran mendasar dalam peta jalan teknologi perusahaan di tengah ketidakpastian pasar global.

Keputusan menghentikan pengembangan mobil listrik Afeela ini berakar dari langkah drastis Honda yang berpotensi memicu kerugian tahunan pertama bagi perusahaan dalam tujuh dekade terakhir sebagai entitas publik. Kondisi ekonomi makro dan dinamika politik internasional turut memberikan tekanan hebat. Di Amerika Serikat, kebijakan yang berkembang di bawah pengaruh Donald Trump cenderung mengurangi insentif bagi kendaraan ramah lingkungan, yang secara otomatis melemahkan daya saing EV.

Baca Juga

  • Tips Membersihkan Kaca Mobil Agar Jernih dan Bebas Kusam
  • Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Kawal Arus Balik Kedua

Advertisement

Mengapa Pengembangan Mobil Listrik Afeela Gagal Berlanjut?

Selain faktor kebijakan di Amerika Serikat, permintaan pasar di wilayah Eropa ternyata tidak tumbuh sekuat proyeksi awal. Konsumen di Benua Biru mulai menunjukkan kejenuhan terhadap model-model EV yang ada, sementara infrastruktur pendukung belum merata sepenuhnya. Kondisi inilah yang memaksa Sony Honda Mobility mengevaluasi kembali kelayakan bisnis jangka panjang dari proyek ambisius mereka.

Fenomena ini sebenarnya tidak hanya menimpa kolaborasi Sony dan Honda. Sejumlah produsen otomotif konvensional kelas dunia seperti Ford dan Stellantis juga sedang berjuang keras menghadapi realitas pasar. Mereka terpaksa melakukan perombakan strategi setelah mencatatkan kerugian operasional yang sangat masif di divisi kendaraan listrik mereka. Hal ini membuktikan bahwa transisi menuju energi bersih memerlukan napas finansial yang sangat panjang.

Bagi Sony, kegagalan dalam melanjutkan pengembangan mobil listrik Afeela menempatkan mereka dalam daftar panjang perusahaan teknologi yang kesulitan menembus industri otomotif. Membangun mobil ternyata jauh lebih rumit daripada memproduksi perangkat elektronik konsumen. Saat ini, penguasaan pasar EV masih berada kuat di tangan Tesla serta gempuran produsen asal China yang mampu memproduksi kendaraan berkualitas dengan harga jauh lebih terjangkau.

Baca Juga

  • Penyebab Penjualan Motor Listrik Rendah Ternyata Karena Hal Ini
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 29 Maret

Advertisement

Belajar dari Kegagalan Apple dan Keberhasilan Xiaomi

Dunia teknologi sebelumnya juga sempat heboh ketika Apple memutuskan untuk menyetop proyek mobil listrik rahasia mereka. Padahal, Apple telah menghabiskan waktu pengembangan selama lebih dari satu dekade dengan investasi miliaran dolar. Namun, kerumitan manufaktur skala besar dan margin keuntungan yang tipis membuat raksasa Cupertino tersebut memilih mundur dari gelanggang otomotif.

Di sisi lain, Xiaomi justru muncul sebagai anomali yang menarik perhatian dunia. Perusahaan asal China ini sukses meluncurkan sedan listrik SU7 setelah bertahun-tahun fokus pada ekosistem perangkat pintar. Keberhasilan Xiaomi seringkali dikaitkan dengan rantai pasok manufaktur di China yang sudah sangat matang, sesuatu yang tidak dimiliki oleh proyek pengembangan mobil listrik Afeela secara mandiri.

Sony Honda Mobility kini mengakui bahwa tanpa dukungan teknologi dan aset manufaktur penuh dari Honda, proyek Afeela kehilangan arah. Honda yang semula menjadi tulang punggung produksi kini lebih memilih mengamankan neraca keuangan perusahaan. Tanpa adanya jalur yang jelas menuju pasar massal, melanjutkan proyek ini hanya akan menjadi beban finansial yang tidak berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Baca Juga

  • Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 Meluncur, Cek Spek dan Harganya!
  • Perawatan Mobil Pasca Mudik: 4 Komponen Vital yang Wajib Dicek

Advertisement

Dampak bagi Konsumen dan Masa Depan Perusahaan

Sebagai bentuk tanggung jawab, Sony Honda Mobility memastikan akan mengembalikan seluruh dana pemesanan kepada konsumen. Kebijakan pengembalian dana penuh ini berlaku bagi pelanggan di wilayah California, Amerika Serikat, yang sebelumnya telah melakukan pre-order untuk model perdana Afeela. Padahal, menurut rencana awal, pengiriman unit seharusnya sudah bisa dilakukan pada akhir tahun ini.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait pembatalan proyek ini:

  • Pengembalian dana deposit 100% bagi konsumen yang sudah memesan.
  • Pembatalan rencana peluncuran model kedua yang semula dijadwalkan pada tahun 2028.
  • Fokus perusahaan beralih pada penguatan fundamental bisnis inti masing-masing.
  • Penataan ulang kerja sama teknologi antara Sony dan Honda di masa depan.

Analis senior dari Quiddity Advisors, Travis Lundy, memberikan komentar yang cukup tajam mengenai fenomena ini. Sejak awal, ia menilai bahwa pengembangan mobil listrik Afeela adalah sebuah proyek yang sangat berisiko. Lundy bahkan menyebutnya sebagai proyek ambisi pribadi yang kurang selaras dengan kebutuhan pasar Honda secara global. Menurutnya, Afeela tidak pernah menjadi bagian inti dari strategi masa depan Honda yang lebih luas.

Baca Juga

  • Mercedes-Maybach S-Class Terbaru: Definisi Baru Kemewahan Digital
  • Pilihan Motor Listrik Buatan Indonesia dengan Fitur Canggih

Advertisement

Meski proyek ini resmi berhenti, manajemen Honda menyatakan bahwa langkah ini tidak akan memberikan dampak material yang signifikan terhadap proyeksi keuangan tahun fiskal berjalan. Perusahaan justru merasa lebih aman dengan menghentikan pengeluaran pada sektor yang tidak menguntungkan. Sony juga mengeluarkan pernyataan serupa, menegaskan bahwa kondisi keuangan mereka tetap stabil meski harus merelakan proyek kebanggaan tersebut.

Kini, publik hanya bisa melihat Afeela sebagai sebuah konsep futuristik yang gagal mencapai aspal jalanan. Persaingan di industri EV yang semakin berdarah-darah memaksa perusahaan besar untuk lebih realistis dalam mengelola inovasi. Keputusan pahit ini pada akhirnya menjadi titik balik bagi Sony dan Honda dalam menata ulang visi mereka di tengah ketatnya persaingan global serta mengakhiri seluruh babak pengembangan mobil listrik Afeela.

Baca Juga

  • Mobil Listrik Kia EV2 Meluncur: Cek Harga dan Spesifikasinya
  • Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 Meluncur, Intip Spesifikasinya

Advertisement


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
Honda Global Krisis EV Mobil Listrik Afeela Sony Honda Mobility Teknologi Otomotif
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleEvent PUBG Mobile Surabaya 2026: Festival 8 Tahun & Final PMPL
Next Article Akses Wikimedia Commons Normal Kembali, Komdigi Beri Penjelasan
Ana Octarin
  • Website

Ana Octarin adalah seorang Penulis Berita yang fokus pada teknologi, otomotif, serta tips dan trik seputar kehidupan digital. Dengan gaya bahasa yang lugas, informatif, dan mudah dipahami, Ana mampu menghadirkan konten yang tidak hanya relevan tetapi juga bermanfaat bagi pembaca. Berbekal pengalaman dalam menulis artikel SEO-friendly, Ana konsisten menyajikan berita terkini, ulasan mendalam, hingga panduan praktis yang membantu audiens tetap update dan melek teknologi.

Artikel Terkait

Tips Membersihkan Kaca Mobil Agar Jernih dan Bebas Kusam

Ana Octarin27 Maret 2026 | 14:22

Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Kawal Arus Balik Kedua

Ana Octarin26 Maret 2026 | 19:10

Penyebab Penjualan Motor Listrik Rendah Ternyata Karena Hal Ini

Ana Octarin26 Maret 2026 | 17:45

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 29 Maret

Ana Octarin26 Maret 2026 | 17:30

Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 Meluncur, Cek Spek dan Harganya!

Ana Octarin26 Maret 2026 | 16:10

Perawatan Mobil Pasca Mudik: 4 Komponen Vital yang Wajib Dicek

Ana Octarin26 Maret 2026 | 16:00
Pilihan Redaksi
Gadget

HP Kamera Mid-range Terbaik untuk Foto Lebaran Ciamik

Olin Sianturi21 Maret 2026 | 03:46

HP kamera mid-range terbaik menjadi incaran utama menjelang momen libur Lebaran yang penuh dengan aktivitas…

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

26 Maret 2026 | 14:00

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15
Terbaru

Tips Membersihkan Kaca Mobil Agar Jernih dan Bebas Kusam

Ana Octarin27 Maret 2026 | 14:22

Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Kawal Arus Balik Kedua

Ana Octarin26 Maret 2026 | 19:10

Penyebab Penjualan Motor Listrik Rendah Ternyata Karena Hal Ini

Ana Octarin26 Maret 2026 | 17:45

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi 29 Maret

Ana Octarin26 Maret 2026 | 17:30

Mitsubishi Xpander Hybrid 2026 Meluncur, Cek Spek dan Harganya!

Ana Octarin26 Maret 2026 | 16:10
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.