Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

15 Mei 2026 | 02:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55

Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!

15 Mei 2026 | 00:55
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China
  • Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP
  • Harga AirTag 2 Indonesia Paket 4 Pack Lebih Hemat, Cek Speknya!
  • Tablet Android Terbaik 2026: Xiaomi Pad 7 vs Samsung Tab S9 FE
  • Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi
  • Harga Toyota Avanza Bekas 2013 Mulai Rp80 Jutaan, Cek Tipenya
  • Jadwal MPL ID S17 Week 8: Duel Panas Dewa United vs Evos
  • Link Download FF Beta 1.118.1 Terbaru 2026 dan Cara Install
Jumat, Mei 15
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon
Berita Tekno

Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

Iphan SIphan S29 Maret 2026 | 12:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Teknologi pendingin ramah lingkungan
Teknologi pendingin ramah lingkungan (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Teknologi pendingin ramah lingkungan kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan sebagai solusi mutakhir untuk menggantikan penggunaan gas freon pada perangkat elektronik seperti AC dan kulkas. Penemuan ini lahir dari tangan dingin para peneliti di Lawrence Berkeley National Laboratory yang berafiliasi dengan University of California, Berkeley. Langkah ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak buruk gas refrigeran konvensional terhadap lapisan ozon dan pemanasan global.

Selama puluhan tahun, sistem pendingin konvensional mengandalkan zat kimia yang berubah fase dari cair ke gas untuk menyerap panas. Namun, proses ini sering kali melepaskan emisi gas rumah kaca yang sangat kuat ke atmosfer. Melalui teknologi pendingin ramah lingkungan yang baru ini, para ahli mencoba merevolusi cara energi panas dipindahkan dan diserap tanpa harus merusak ekosistem bumi.

Mengenal Mekanisme Siklus Ionokalori

Model yang dikembangkan oleh tim peneliti ini memanfaatkan prinsip penyimpanan dan pelepasan energi saat sebuah material berubah bentuk. Fenomena ini serupa dengan proses perubahan es menjadi air. Secara alami, ketika suhu ruangan meningkat, es akan mencair. Di saat yang bersamaan, proses pencairan tersebut menyerap panas dari lingkungan sekitar, sehingga suhu di area tersebut menjadi lebih dingin dan sejuk.

Baca Juga

  • Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China
  • Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Advertisement

Untuk menciptakan alternatif sistem pendinginan yang lebih efisien, peneliti fokus menemukan cara untuk “mencairkan es” tanpa perlu menaikkan suhu lingkungan. Metode unik yang mereka temukan adalah dengan menyuntikkan partikel bermuatan energi yang disebut sebagai ion. Proses ini secara teknis mirip dengan penggunaan garam di jalan raya saat musim dingin untuk mencegah pembentukan es yang licin.

Siklus perubahan bentuk material yang dipicu oleh interaksi ion ini kemudian diberi nama siklus ionokalori. Kehadiran teknologi pendingin ramah lingkungan berbasis ion ini diharapkan mampu menutupi celah kelemahan sistem pendingin yang ada saat ini, terutama dari sisi efisiensi energi dan faktor keamanan bagi pengguna di rumah maupun industri.

Keunggulan Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Berbasis Ion

Drew Lilley, salah satu peneliti utama dari Lawrence Berkeley National Laboratory, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada solusi alternatif pendinginan yang benar-benar sukses. Banyak inovasi sebelumnya yang gagal karena tidak memenuhi aspek keselamatan, kurang efisien, atau tetap berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, tim peneliti sangat optimis bahwa siklus ionokalori memiliki potensi besar untuk diproduksi secara massal.

Baca Juga

  • Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada
  • Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Advertisement

Dalam serangkaian uji coba laboratorium, tim peneliti menggunakan garam khusus yang diracik dari campuran yodium dan natrium. Bahan ini digunakan untuk mencairkan etilena karbonat, sebuah pelarut organik yang umum ditemukan pada baterai lithium-ion. Menariknya, cairan ini diproduksi dengan memanfaatkan karbon dioksida sebagai bahan bakunya.

Hal ini menjadikan teknologi pendingin ramah lingkungan tersebut tidak hanya bersifat nol emisi (zero emission), tetapi justru emisi negatif. Artinya, proses pembuatan sistem pendingin ini justru membantu mengurangi kadar karbon dioksida di atmosfer. Dalam pengujian tersebut, para peneliti berhasil menciptakan perubahan temperatur hingga 25 derajat Celcius hanya dengan menggunakan tegangan listrik sebesar 1 volt.

Langkah Menuju Komersialisasi di Tahun 2025

Saat ini, fokus utama para ilmuwan adalah mentransformasi penemuan laboratorium ini menjadi sistem praktis yang bisa diterapkan secara komersial pada produk AC dan kulkas rumah tangga. Tantangan terbesarnya adalah menemukan jenis “garam” atau elektrolit yang paling efektif dalam menarik panas dari dalam ruangan dengan energi sekecil mungkin.

Baca Juga

  • Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar
  • Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini

Advertisement

Berdasarkan peta jalan penelitian menuju tahun 2025, para ahli telah menemukan fakta baru bahwa garam berbasis nitrat menunjukkan efisiensi yang paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Garam nitrat mampu bekerja lebih cepat dalam proses pertukaran ion, sehingga pendinginan ruangan dapat terjadi dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Selain efisiensi suhu, teknologi pendingin ramah lingkungan ini juga menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Berbeda dengan gas freon yang berisiko bocor dan beracun jika terhirup dalam jumlah banyak, material ionokalori cenderung lebih stabil dan mudah dikelola dalam sistem tertutup. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi produsen elektronik global yang kini mulai beralih ke konsep produk hijau.

Implementasi teknologi ini diprediksi akan mengubah desain perangkat AC dan kulkas di masa depan. Kompresor yang biasanya berisik dan memakan banyak daya listrik kemungkinan besar akan digantikan oleh modul ionokalori yang lebih ringkas dan senyap. Dengan kebutuhan daya yang sangat rendah, perangkat pendingin di masa depan mungkin cukup ditenagai oleh panel surya kecil atau baterai berkapasitas rendah.

Baca Juga

  • Bobol AI Grok Elon Musk, Peretas RI Gasak Rp 3,4 Miliar
  • Dampak Larangan Teknologi China di Uni Eropa: Rugi Rp 6.900 T

Advertisement

Secara keseluruhan, kehadiran teknologi pendingin ramah lingkungan ini merupakan lompatan besar dalam dunia sains dan industri. Dengan menggabungkan efisiensi termodinamika dan keberlanjutan lingkungan, masa depan perangkat pendingin kita kini tampak lebih cerah dan jauh lebih hijau bagi planet bumi.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
AC Hemat Energi Gadget Inovasi Teknologi Penemuan Terbaru Ramah Lingkungan
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBocoran Spesifikasi iPhone 18: Layar Makin Luas dan Elegan
Next Article Dispenser Galon Bawah Hemat Listrik Denpoo DDB-49, Solusi Irit!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

Iphan S15 Mei 2026 | 02:55

Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Ana Octarin14 Mei 2026 | 22:55

Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada

Iphan S14 Mei 2026 | 18:28

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar

Iphan S11 Mei 2026 | 14:55

Kabel Laut Pukpuk Telkom Hubungkan Koneksi RI-Papua Nugini

Ana Octarin9 Mei 2026 | 19:55
Pilihan Redaksi
Berita Tekno

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Community Gateway Wamena menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan akses informasi di wilayah timur Indonesia.…

Tablet Acer Iconia iM11-22M5G: Spek Gahar Harga 4 Jutaan!

11 Mei 2026 | 15:55

The Elite Showcase 2026 Hadirkan Sung Kang dan Modifikasi Kelas Dunia

9 Mei 2026 | 18:55

Rating Keselamatan Jetour T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP

15 Mei 2026 | 01:55

Jejak Gempa Besar Gunung Ciremai Ditemukan Peneliti BRIN

9 Mei 2026 | 04:55
Terbaru

Identitas Digital Robot Humanoid: Inovasi Perdana dari China

Iphan S15 Mei 2026 | 02:55

Penyelesaian hukum Elon Musk SEC Diduga Beraroma Kolusi

Ana Octarin14 Mei 2026 | 22:55

Sesar Aktif Gunung Ciremai Terdeteksi, Wilayah Kuningan Waspada

Iphan S14 Mei 2026 | 18:28

Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Digital Papua Pegunungan

Iphan S11 Mei 2026 | 19:55

Donor Sperma Elon Musk ke Shivon Zilis: Visi Besar di Balik Anak Kembar

Iphan S11 Mei 2026 | 14:55
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id by PT Jotech Inovasi Mandiri © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.