Close Menu
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Klaim Gems & Rank Up

29 Maret 2026 | 14:53

Kulkas Satu Pintu Sharp Tanpa Bunga Es: Solusi Dapur Modern

29 Maret 2026 | 14:22

Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains

29 Maret 2026 | 13:53
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kode Redeem FC Mobile 29 Maret 2026: Klaim Gems & Rank Up
  • Kulkas Satu Pintu Sharp Tanpa Bunga Es: Solusi Dapur Modern
  • Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains
  • Kode Redeem ML 29 Maret 2026: Klaim Skin dan Fragment Gratis
  • Dispenser Galon Bawah Hemat Listrik Denpoo DDB-49, Solusi Irit!
  • Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon
  • Bocoran Spesifikasi iPhone 18: Layar Makin Luas dan Elegan
  • Rekomendasi Blender Murah Terbaik 2026 yang Awet & Tangguh
Minggu, Maret 29
Facebook Instagram YouTube TikTok WhatsApp X (Twitter) LinkedIn
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • OtoTekno
    • Elektronik
    • Gadget
    • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
TechnoNesia.IDTechnoNesia.ID
  • Berita Tekno
  • Trending
  • Gadget
  • Elektronik
  • Otomotif
  • Tech
  • Game
  • Aplikasi
  • Anime
Beranda » Berita Tekno » Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon
Berita Tekno

Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Bakal Gantikan Gas Freon

Iphan SIphan S29 Maret 2026 | 12:22
Bagikan Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Tumblr Email Telegram Pinterest
Teknologi pendingin ramah lingkungan
Teknologi pendingin ramah lingkungan (Foto: www.cnbcindonesia.com)
Bagikan
Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TechnonesiaID - Teknologi pendingin ramah lingkungan kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan sebagai solusi mutakhir untuk menggantikan penggunaan gas freon pada perangkat elektronik seperti AC dan kulkas. Penemuan ini lahir dari tangan dingin para peneliti di Lawrence Berkeley National Laboratory yang berafiliasi dengan University of California, Berkeley. Langkah ini menjadi angin segar di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak buruk gas refrigeran konvensional terhadap lapisan ozon dan pemanasan global.

Selama puluhan tahun, sistem pendingin konvensional mengandalkan zat kimia yang berubah fase dari cair ke gas untuk menyerap panas. Namun, proses ini sering kali melepaskan emisi gas rumah kaca yang sangat kuat ke atmosfer. Melalui teknologi pendingin ramah lingkungan yang baru ini, para ahli mencoba merevolusi cara energi panas dipindahkan dan diserap tanpa harus merusak ekosistem bumi.

Mengenal Mekanisme Siklus Ionokalori

Model yang dikembangkan oleh tim peneliti ini memanfaatkan prinsip penyimpanan dan pelepasan energi saat sebuah material berubah bentuk. Fenomena ini serupa dengan proses perubahan es menjadi air. Secara alami, ketika suhu ruangan meningkat, es akan mencair. Di saat yang bersamaan, proses pencairan tersebut menyerap panas dari lingkungan sekitar, sehingga suhu di area tersebut menjadi lebih dingin dan sejuk.

Baca Juga

  • Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains
  • Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular

Advertisement

Untuk menciptakan alternatif sistem pendinginan yang lebih efisien, peneliti fokus menemukan cara untuk “mencairkan es” tanpa perlu menaikkan suhu lingkungan. Metode unik yang mereka temukan adalah dengan menyuntikkan partikel bermuatan energi yang disebut sebagai ion. Proses ini secara teknis mirip dengan penggunaan garam di jalan raya saat musim dingin untuk mencegah pembentukan es yang licin.

Siklus perubahan bentuk material yang dipicu oleh interaksi ion ini kemudian diberi nama siklus ionokalori. Kehadiran teknologi pendingin ramah lingkungan berbasis ion ini diharapkan mampu menutupi celah kelemahan sistem pendingin yang ada saat ini, terutama dari sisi efisiensi energi dan faktor keamanan bagi pengguna di rumah maupun industri.

Keunggulan Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan Berbasis Ion

Drew Lilley, salah satu peneliti utama dari Lawrence Berkeley National Laboratory, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada solusi alternatif pendinginan yang benar-benar sukses. Banyak inovasi sebelumnya yang gagal karena tidak memenuhi aspek keselamatan, kurang efisien, atau tetap berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, tim peneliti sangat optimis bahwa siklus ionokalori memiliki potensi besar untuk diproduksi secara massal.

Baca Juga

  • Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat
  • Astronaut NASA Mendadak Bisu di ISS, Evakuasi Medis Pertama!

Advertisement

Dalam serangkaian uji coba laboratorium, tim peneliti menggunakan garam khusus yang diracik dari campuran yodium dan natrium. Bahan ini digunakan untuk mencairkan etilena karbonat, sebuah pelarut organik yang umum ditemukan pada baterai lithium-ion. Menariknya, cairan ini diproduksi dengan memanfaatkan karbon dioksida sebagai bahan bakunya.

Hal ini menjadikan teknologi pendingin ramah lingkungan tersebut tidak hanya bersifat nol emisi (zero emission), tetapi justru emisi negatif. Artinya, proses pembuatan sistem pendingin ini justru membantu mengurangi kadar karbon dioksida di atmosfer. Dalam pengujian tersebut, para peneliti berhasil menciptakan perubahan temperatur hingga 25 derajat Celcius hanya dengan menggunakan tegangan listrik sebesar 1 volt.

Langkah Menuju Komersialisasi di Tahun 2025

Saat ini, fokus utama para ilmuwan adalah mentransformasi penemuan laboratorium ini menjadi sistem praktis yang bisa diterapkan secara komersial pada produk AC dan kulkas rumah tangga. Tantangan terbesarnya adalah menemukan jenis “garam” atau elektrolit yang paling efektif dalam menarik panas dari dalam ruangan dengan energi sekecil mungkin.

Baca Juga

  • Kebocoran Data Password Global Mengancam 16 Miliar Akun
  • Fenomena Pink Moon 2026: Jadwal dan Cara Melihat di Indonesia

Advertisement

Berdasarkan peta jalan penelitian menuju tahun 2025, para ahli telah menemukan fakta baru bahwa garam berbasis nitrat menunjukkan efisiensi yang paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Garam nitrat mampu bekerja lebih cepat dalam proses pertukaran ion, sehingga pendinginan ruangan dapat terjadi dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Selain efisiensi suhu, teknologi pendingin ramah lingkungan ini juga menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Berbeda dengan gas freon yang berisiko bocor dan beracun jika terhirup dalam jumlah banyak, material ionokalori cenderung lebih stabil dan mudah dikelola dalam sistem tertutup. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi produsen elektronik global yang kini mulai beralih ke konsep produk hijau.

Implementasi teknologi ini diprediksi akan mengubah desain perangkat AC dan kulkas di masa depan. Kompresor yang biasanya berisik dan memakan banyak daya listrik kemungkinan besar akan digantikan oleh modul ionokalori yang lebih ringkas dan senyap. Dengan kebutuhan daya yang sangat rendah, perangkat pendingin di masa depan mungkin cukup ditenagai oleh panel surya kecil atau baterai berkapasitas rendah.

Baca Juga

  • Harga iPhone Terbaru 2024 Naik di iBox, Cek Rinciannya
  • Eks Pegawai Hapus Server Perusahaan Rp11 Miliar Akibat Dipecat

Advertisement

Secara keseluruhan, kehadiran teknologi pendingin ramah lingkungan ini merupakan lompatan besar dalam dunia sains dan industri. Dengan menggabungkan efisiensi termodinamika dan keberlanjutan lingkungan, masa depan perangkat pendingin kita kini tampak lebih cerah dan jauh lebih hijau bagi planet bumi.


Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Elektronik, Anime, Game, Tech dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui social media TechnoNesia. Ikuti kami di :
  • Instagram : @technonesia.id
  • Facebook : Technonesia ID
  • X (Twitter) : @technonesia_id
  • Whatsapp Channel : Technonesia.ID
  • Google News : TECHNONESIA
AC Hemat Energi Gadget Inovasi Teknologi Penemuan Terbaru Ramah Lingkungan
Share. Copy Link WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Threads Telegram Email Pinterest
Previous ArticleBocoran Spesifikasi iPhone 18: Layar Makin Luas dan Elegan
Next Article Dispenser Galon Bawah Hemat Listrik Denpoo DDB-49, Solusi Irit!
Iphan S
  • Website

Artikel Terkait

Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains

Ana Octarin29 Maret 2026 | 13:53

Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular

Ana Octarin29 Maret 2026 | 10:53

Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat

Iphan S29 Maret 2026 | 08:53

Astronaut NASA Mendadak Bisu di ISS, Evakuasi Medis Pertama!

Ana Octarin29 Maret 2026 | 07:22

Kebocoran Data Password Global Mengancam 16 Miliar Akun

Iphan S29 Maret 2026 | 05:53

Fenomena Pink Moon 2026: Jadwal dan Cara Melihat di Indonesia

Iphan S29 Maret 2026 | 04:22
Pilihan Redaksi
Elektronik

Kulkas Satu Pintu Terbaik 2026: Pilihan Estetis dan Awet

Olin Sianturi26 Maret 2026 | 14:00

Kulkas satu pintu terbaik 2026 menjadi incaran utama keluarga Indonesia yang ingin mempercantik area dapur…

Misteri Kuno Lapisan Es Mencair: Dunia Masa Lalu Terungkap

26 Maret 2026 | 08:05

Rice Cooker Digital vs Manual: Mana Paling Untung di 2026?

26 Maret 2026 | 07:55

Penutupan Aplikasi Sora OpenAI: Strategi Baru Demi IPO 2026

26 Maret 2026 | 11:15

Layanan Motorist Pertamina 2026 Siaga Bantu Pemudik Kehabisan BBM

26 Maret 2026 | 07:30
Terbaru

Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien Terungkap Lewat Sains

Ana Octarin29 Maret 2026 | 13:53

Apple Setop Jualan Mac Pro: Akhir Era Workstation Modular

Ana Octarin29 Maret 2026 | 10:53

Penyebab Ledakan Nuklir Chernobyl: Tombol Error Picu Kiamat

Iphan S29 Maret 2026 | 08:53

Astronaut NASA Mendadak Bisu di ISS, Evakuasi Medis Pertama!

Ana Octarin29 Maret 2026 | 07:22

Kebocoran Data Password Global Mengancam 16 Miliar Akun

Iphan S29 Maret 2026 | 05:53
technonesia-ads
TechnoNesia.ID
Member Of : Media Publica
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
Terhubung Dengan Kami
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp LinkedIn
www.technonesia.id © 2026 | All Rights Reserved

Media Publica Networks :

UpToDai Media Bekasi GadgetDiva Ronde Aktual

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.